Pemdes Cenang keluarkan 3 Peraturan Desa

Cenang – (cenang.desabrebes.id), Pemdes undangkan tiga peraturan desa (Perdes) baru di tahun 2019.

Peraturan Desa (Perdes) adalah produk pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa yang digunakan untuk menjadi acuan pelaksanaan pemerintahan desa. Peraturan desa dalam konteks ini adalah dalam pengertian luas karena meliputi juga peraturan Kepala Desa dan peraturan bersama Kepala Desa.

Musyawarah yang di hadiri Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa serta Anggota di Aula Balai Desa Cenang tidak tanggung-tanggung tiga perdes sekaligus dihasilkan. Selasa, (28/05/2019).

Peraturan Desa ini perlu segera dibahas dan disahkan mengingat kegiatan yang kita lakukan berkaitan dengan Gerakan Kembali Bersekolah belum tertuang dalam Peraturan Desa, ungkap Imam Rifa’i selaku Kepala Desa Cenang. yaitu perdes tentang Pendidikan Anak di Desa Cenang. dua perdes lainnya adalah perdes tentang Tenaga Kerja Indonesia yang mengatur tentang bagaimana prosedur bekerja di Luar Negeri karena memang Desa Cenang merupakan kantong TKI.

Lanjut Imam bukan itu saja perdes tentang pernikahan juga tak kalah penting disinyalir banyak anak usia belia yang menikah atau pernikahan dini kerap terjadi di Desa Cenang. mengapa dipandang perlu adanya perdes tentang pernikahan, ini semata-mata demi melindungi anak dari pernikahan dini selain berpengaruh bagi kesehatan juga belum siapnya reproduksi yang ideal.

Usia Pernikahan Ideal 21-25 Tahun. Baiknya itu dilakukan pada usia matang 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

didalam perdes itu juga diatur tentang tata cara berkunjung ke rumah anak perempuan serta tak segan-segan ada sanksi jika didapati ada pelanggaran dari peraturan yang berlaku, dari sanksi berupa hukuman membersihkan masjid dan denda sejumlah uang. (sucen)

Pelaksanaan Ujian MTs Riyadlotul ‘Uqul(RU) Cenang

Cenang(cenang.desabrebes.id)- Penyelenggaraan ujian tingkat Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Brebes harus berbasis komputer. Karena tahun ini dari Kemenag ditargetkan semua Madradah Aliyah(MA) dan MTs seluruh Indonesia sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN-BK) kecuali untuk MA dan MTs didaerah tertentu seperti daerah terpencil, daerah bencana atau daerah rawan bencana.
Untuk itu MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang meskipun belum ada fasilitas internet,laboratorium,dan komputer siap tidak siap harus mengikuti peraturan tersebut.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Kurikulum MTs Riyadlotul ‘Uqul Nur Apriyani S.Pd saat dihubungi lewat telepon,Jum’at(26/4/2019).

Yani melanjutkan tidak hanya Ujian Nasional saja yang berbasis komputer namun juga Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional(UAMBN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional(USBN). Untuk UAMBN sudah berlangsung bulan Maret dan UN-BK serta US-BN berlangsung pada tanggal 22-27 April 2019.

Bagi madrasah yg belum mempunyai laboratorium dan perangkat komputer bisa mengadakan kerjasama dengan sekolah lain atau lembaga pendidikan komputer. Untuk itu MTs RU melakukan MoU atau perjanjian dengan SMK N 2 Songgom. Dalam MoU tersebut hanya berisi tentang peminjaman laboratorium dan perangkat komputernya saja, tenaga proktor dan server yang digunakan tetap dari MTs. RU. Dengan kata lain MTs. RU tetap melakukan ujian secara mandiri bukan bergabung, tambah Yani.

Tahun ini ada 47 peserta ujian, setiap paginya mereka diantar ke SMK N 2 Songgom yang letaknya di Desa Karangsembung menggunakan angdes. Diharapkan tahun berikutnya MTs. RU dapat melaksanakan ujian di tempat sendiri, karena itu diperlukan dukungan tidak hanya dari guru dan tenaga pengajar juga dari masyarakat sekitar dan orang tua/wali siswa serta tokoh-tokoh masyarakat cenang yang perduli dengan pendidikan anak-anak di cenang khususnya dan songgom umumnya.

“Pelaksanaan ujian tahun ini tidak banyak mengalami kendala, hanya saja masih ada beberapa anak yang terlambat. Maka dari itu wali murid harus lebih memperhatikan anaknya ketika ujian”,tutup Yani.