Menjaga Tradisi, Ziarah Kubur di Hari Kemenangan

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Warga desa Cenang melaksanakan tradisi ziarah makam kubur di hari raya Idul Fitri 01 Syawal 1440 H, di komplek pemakaman umum Dukuh Wijahan Desa Cenang. Rabu (05/06).

Setelah melaksanakan shalat Ied berjamaah di masjid, warga desa Cenang melaksanakan tradisi berziarah ke makam untuk mengenang dan mendoakan ahli kubur orangtua dan keluarganya yang sudah meninggal dunia.

Kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan oleh warga setempat dengan cara berkunjung ke komplek pemakaman umum kemudian membaca doa bersama dan diakhiri dengan tabur bunga diatas makam.

Biasanya warga memenuhi komplek pemakaman sekitar pukul 08.00 – 09.00 WIB, kebanyakan dari mereka melaksanakan kegiatan sungkeman (Memohon ampun kepada orangtua dan keluarga) terlebih dahulu sebelum pergi ke komplek pemakaman.

Salah seorang peziarah bernama Sahuri mengungkapkan bahwa kegiatan ziarah makam tersebut sebagai wujud penghormatan kepada orangtua, kerabat dan keluarga yang sudah meninggal dunia. Selain itu ziarah kubur juga sebagai ajang silaturrahmi bagi warga yang tidak sempat berkunjung kerumah masing – masing.

“Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan ziarah kubur, sebagai pengingat bahwa nanti kita juga akan meninggal dunia dan dikuburkan sama seperti mereka yang ada di sini.” Imbuhnya

Meskipun banyak dari warga desa Cenang yang merantau ke kota, namun mereka tidak pernah meninggalkan tradisi untuk berziarah kubur ke makam keluarganya, terlepas dari polemik perbedaan keyakinan dan kepercayaan yang dianutnya.

(Red/IF)

Laksanakan Apel, BANSER NU Siap Amankan Shalat Ied dan Ziarah Makam

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Satuan Komando BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang melaksanakan apel persiapan pengamanan pelaksanaan shalat Ied dan Ziarah makam pada hari raya Idul Fitri 01 Syawal 1440 H. Rabu (05/06).

Setelah melaksanakan takbir keliling satuan komando BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang berkumpul untuk melaksanakan apel persiapan pengamanan shalat Ied dan Ziarah makam. Apel dipimpin langsung oleh komandan SATKORKEL BANSER NU Dukuh Wijahan Nursidin (45), di halaman masjid Baiturrohman Kubanggereng.

Apel tersebut dilaksanakan sebagai cek akhir kesiapan dari anggota dan perlengkapan yang dibutuhkan serta memastikan bahwa semua anggota BANSER NU yang telah mendapatkan tugas agar bisa datang tepat waktu.

Nursidin selaku komandan SATKORKEL menginstruksikan bahwa semua anggota BANSER untuk mengenakan pakaian seragam dan atribut lengkap.

“Setelah melaksanakan shalat Ied, diharapkan sahabat sekalian langsung menuju ke lokasi, dan menempati pos yang sudah dibagikan”. Imbuhnya.

Dalam apel tersebut ketua GP ANSOR Ranting Dukuh Wijahan Desa Cenang juga ikut memberikan motivasi dan arahan supaya kegiatan pengamanan besok bisa berjalan dengan lancar.

Rencananya satuan komando BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang akan melakukan pengamanan kendaraan bermotor dan penertiban arus lalu lintas di kompleks pemakaman umum Dukuh Wijahan dan Dukuh Tegallurung.

Selain itu mereka juga akan melakukan penertiban peziarah yang membawa petasan atau mercon. Jika kedapatan membawa barang tersebut maka akan disita oleh petugas demi keamanan dan kenyamanan para peziarah.

(Red/IF)

BANSER NU Giatkan Takbir Keliling di Malam Idul Fitri

Cenang – (cenang.desabrebes.id) SATKORKEL (Satuan Koordinasi Kelompok) BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang mengadakan kegiatan Takbir Keliling bersama Warga. Selasa (04/05).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program kegiatan yang dilaksanakan oleh SATKORKEL BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 01 Syawal 1440 H.

Selain BANSER NU, hadir pula pengurus GP ANSOR, IPNU IPPNU, dan Ratusan warga Dukuh Wijahan Desa Cenang yang ikut serta memeriahkan kegiatan Takbir Keliling tersebut.

“Takbir keliling ini merupakan inisiasi dari sahabat – sahabat BANSER Dukuh Wijahan dalam rangka memeriahkan malam Idul Fitri”. Ujar Nursidin selaku koordinator lapangan

Hal senada juga disampaikan oleh ketua GP ANSOR Dukuh Wijahan Desa Cenang Kasnari, dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut hendaknya menjadi tradisi di lingkungan dan tetap dilaksanakan setiap tahun.

“Star dari Masjid Baiturrohman Kubanggereng, kemudian rombongan menuju jalan utama dan diteruskan menuju jalan cenderawasih, setelah itu rombongan kembali ke Masjid Baiturrohman Kubanggereng” imbuhnya.

Takbiran secara bahasa berarti mengucapkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid pada saat hari raya Idul Fitri. Menandakan bahwa ummat islam telah meraih kemenangan setelah berpuasa menahan hawa nafsu selama satu bulan penuh.

Takbir keliling hendaknya tetap terjaga untuk melestarikan budaya di Desa yang kian terkikis seiring kemajuan zaman dan teknologi. Oleh karenanya adanya kegiatan takbir keliling desa bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi dan budaya lokal.

(Red/IF)