Situasi Terkini Pasca Penutupan Pendaftaran Pilkades

Cenang.desabrebes.id – Cenang — Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes telah resmi ditutup oleh panitia Pilkades. Rabu (15/10) kemarin.

Dengan ditutupnya pendaftaran Pilkades serentak tahap dua oleh panitia, maka desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes hanya memiliki dua bakal calon kepala desa saja.

Kedua bakal calon tersebut adalah Junedi dan Nurjanah, Junedi menyerahkan dokumen pendaftaran pada hari Sabtu (12/10) dengan membawa iring – iringan warga dan simpatisannya.

Disusul Nurjanah yang menyerahkan dokumen pendaftarannya dua hari berselang yakni hari Senin (14/10) bersama dengan suaminya.

Setelah mendaftarkan diri, Junedi langsung mengumpulkan simpatisan dan pendukungnya untuk mempersiapkan tim kampanye.

Menurut Sarifudin, salah seorang simpatisan pendukung Junedi, dirinya mengatakan bahwa tim kampanye pemenangan Junedi sebagai kepala desa Cenang sudah dibentuk.

“Tim sudah terbentuk tinggal melaksanakan tugas sesuai dengan porsinya masing – masing.” Imbuhnya.

Kondisi yang berbeda terlihat pada bakal calon Nurjanah yang belum ada tanda – tanda mengumpulkan pendukungnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh warga yang tinggal berdekatan dengan rumahnya.

“Ada beberapa tamu yang datang, namun hanya untuk bersilaturahmi dan belum pernah mengadakan perkumpulan dirumahnya.” Ungkap salah seorang warga tetangga Nurjanah.

Menurut penilaian beberapa tokoh masyarakat desa bahwa jalannya pemilihan kepala desa tahun ini akan lebih kondusif dari tahun – tahun sebelumnya.

Namun perlu diwaspadai bahwa dampak negatif dari pemilihan kepala desa akan lebih terasa di lingkungan.

Oleh karena itu panitia pemilihan kepala desa beserta jajaran pemerintah desa dan linmas akan bekerja secara aktif demi terselenggaranya pemilihan kepala desa yang jujur dan adil.

Resmi | Nurjanah menjadi Bakal Calon Kades Cenang

Cenang – cenang.desabrebes.id — Nurjanah resmi menjadi bakal calon kepala desa setelah mendaftarkan diri pada panitia pilkades desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes. Senin (14/10).

Setelah beberapa hari yang lalu bakal calon Junedi mendaftarkan diri, kini Nurjanah juga mendaftarkan dirinya.

Hal yang mencolok terlihat diantara kedua bakal calon kepala desa tersebut pada saat menyerahkan dokumen persyaratan kepada panitia pilkades.

Berbeda dengan Junedi yang membawa iring – iringan warga dan simpatisan pendukungnya, Nurjanah lebih memilih datang bersama dengan suaminya.

“Nurjanah datang berdua dengan suaminya saja.” Ujar H. Sudirno salah satu panitia pilkades

Gambar : Penyerahan dan pengecekan dokumen persyaratan oleh panitia Pilkades

Kedatangan bakal calon kepala desa Nurjanah yang hanya membawa suaminya saja tidak lantas mengurangi rasa khidmat pada prosesi penyerahan dokumen persyaratan pilkades desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes.

Dokumen persyaratan diterima oleh ketua pilkades dan disaksikan oleh seluruh panitia pilkades yang hadir pada prosesi tersebut.

Dokumen kemudian akan diverifikasi oleh panitia dan akan mengumumkan hasil dan penetapannya sesuai dengan jadwal dari Bupati Brebes.

Junedi Daftarkan diri Bakal Calon Kades

Cenang.desabrebes.id – Cenang – – Ratusan warga mengantar bakal calon kades menuju sekretariat pendaftaran pilkades desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes. Sabtu (12/10).

Ratusan warga tersebut adalah simpatisan yang mendukung Junedi sebagai bakal calon kades yang akan maju pada pilkades tahun 2019.

Gambar : Antusiasme warga dan simpatisan bakal calon kades Junedi

Warga setempat yang menyaksikan ikut mengiringi keberangkatan Junedi menuju sekretariat pendaftaran pilkades desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes.

Menurut informasi warga sudah berkumpul sejak pukul 13.00 WIB, dengan mengenakan kaos yang bertuliskan “rj” yang berarti “Relawan Junedi” mereka berbondong – bondong mengantar bakal calon untuk mendaftarkan diri.

“Kami sangat mendukung pak Bayan (Junedi), dan berharap ada lurah (Kades) dari lingkungan kami sendiri.” Ungkap salah seorang warga yang ikut dalam iring – iringan.

Gambar : Kedatangan Junedi di sekretariat pendaftaran Pilkades

Setelah rombongan datang ke sekretariat, panitia pilkades langsung menyambut dan hanya mengizinkan bakal calon dan beberapa keluarga serta tim sukses untuk masuk kedalam sekretariat dan menyerahkan dokumen pendaftaran.

Dokumen pendaftaran diterima langsung oleh H. M. Widodo, S.Pd selaku ketua pilkades desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes untuk diverifikasi.

“Dokumen saya terima dan akan kami cek dengan sebaik – baiknya, penetapan bakal calon akan diumumkan sesuai jadwal dari kabupaten.” Ungkap Ketua Panitia Pilkades setelah menerima dokumen.

Warga dan simpatisan kemudian melanjutkan iring – iringan seraya mengantar Junedi, bakal calon kades kembali ke kediaman.

(Red/IF)

Panitia Pilkades mulai didatangi Bakal Calon

Cenang.desabrebes.id – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes mulai didatangi bakal calon Kepala Desa. Kamis (10/10).

Setelah pembukaan pendaftaran bakal calon kepala desa diumumkan pada tanggal 7 Oktober lalu, namun belum ada tanda – tanda dari bakal calon yang akan mendaftarkan dirinya.

Pada hari ini (10/10) salah satu bakal calon kepala desa mendatangi sekretariat pendaftaran untuk mengambil formulir pendaftaran dan berkonsultasi terkait berkas – berkas apasaja yang  diperlukan.

Nurjanah selaku bakal calon kepala desa mendatangi sekretariat pendaftaran pilkades didampingi oleh Tonali, suaminya.

Dalam bincang – bincangnya dengan panitia pilkades desa Cenang dirinya merasa sudah mantap dan  bersedia untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa tahun ini.

Sugeng Mulyono selaku sekretaris desa (sekdes) Cenang sekaligus panitia pilkades menyerahkan formulir pendaftaran dan memberikan arahan serta menjelaskan kebutuhan – kebutuhan apa saja yang diperlukan kepada bakal calon kepala desa.

Tak butuh waktu lama, Nurjanah langsung mengambil formulir pendaftaran dan mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon kepala desa Cenang periode 2020 – 2026.

Dirinya juga berjanji akan segera melengkapi berkas – berkas yang belum ada sebelum pelaksanaan pemilihan berlangsung pada tanggal 15 Desember 2019 nanti.

Menurut kabar masih ada bakal calon yang akan segera mendaftarkan dirinya untuk bertarung dalam pilkades tahun 2019 ini. Semoga pilkades desa Cenang tahun ini bisa berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

(Red/IF)

Dibuka !!! Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Cenang

Cenang.desabrebes.id – Pendaftaran bakal calon Kepala Desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes telah dibuka oleh panitia.  Senin (07/10).

Setelah terbentuknya kepanitaan pemilihan kepala desa (pilkades) tahap 2 (dua), panitia langsung mengadakan rapat panitia untuk menyusun rencana anggaran dan belanja (RAB) serta jadwal kegiatan pilkades tahap 2 (dua) desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes.

Ketua panitia pilkades M. H. Widodo, S.Pd  menyampaikan  bahwa  pelaksanaan pilkades  tahap  2  (dua) di  desa Cenang akan  berbeda dengan pilkades  tahun – tahun sebelumnya.

Hal tersebut dikarenakan surat edaran yang diberikan oleh Bupati Brebes kepada desa yang akan melaksanakan pilkades, bahwa pilkades  tahap 2 (dua)  akan menggunakan sistem e-voting.

Selain  itu ketua  pilkades desa Cenang juga menyampaikan bahwa pendaftaran pilkades tahap 2 (dua) akan  dilaksanakan pada  hari  senin tanggal 7 –  15 Oktober 2019.

“Kami menghimbau kepada masyarakat desa Cenang  bahwa  sebentar lagi akan dilaksanakan pemilihan kepala desa Cenang periode 2020 – 2026, oleh karena itu silahkan bagi warga yang sudah siap dan memenuhi persyaratan silahkan mendaftarkan  diri ke panitia.” Imbuhnya

Pilkades tahap 2 (dua) desa Cenang, kecamatan  Songgom,  Brebes akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2019 dengan menggunakan sistem e-voting.

Rembuk Stunting Desa Cenang bersama TPID Kecamatan Songgom

Cenang.desabrebe.d – Desa Cenang mengadakan kegiatan Rembuk Stunting bersama Tim Pelaksanan Inovasi Desa Kecamatan Songgom, Brebes. Rabu (02/10).

Kegiatan Rembuk stunting merupakan kegiatan pra musyawarah desa yang dilaksanakan oleh pegiat kesehatan yang tergabung dalam Rumah Desa Sehat (RDS) Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa, LPM, BPD, Bidan Desa, KPM, dan Kader Posyandu serta beberapa tokoh masyarakat desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Bapak Mufti Adi selaku narasumber perwakilan dari Puskesmas Jatirokeh dan Pendamping Desa yang akan memberikan arahan tentang program apa saja yang bisa di anggarkan melalui dana desa.

Acara dimulai pukul 14.00 WIB diawali sambutan oleh Kepala Desa Cenang. Dalam sambutannya kades Cenang menyampaiakan bahwa program apapun yang berkaitan dengan desa bisa dianggarkan melalui dana desa, namun harus sesuai dengan data yang ada.

“Tidak hanya pembangunan fisik saja, tapi pembangunan SDM juga sama pentingnya, namun dalam pengajuannya harus disertai dengan data yang sesuai dilapangan.” Imbuhnya.

Setelah sambutan kepala desa, narasumber memberikan materinya terkait kegiatan – kegiatan yang bisa didanai melalui dana desa untuk konvergensi pencegahan stunting di desa.

Muftiadi dalam paparannya menyampaikan bahwa program – program konvergensi pencegahan stunting di desa perlu dilaksanakan supaya penderita stunting yang ada di desa bisa berkurang dan harapannya bisa menurunkan angka stunting di kabupaten Brebes yang menduduki peringkat pertama se jawa tengah.

Setelah paparan oleh narasumber pendamping desa memimpin jalannya rembuk stunting desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes.

Hasil dari rembuk stunting akan di bawa dan diajukan pada kegiatan musyawarah desa. Harapannya usulan kegiatan konvergensi pencegahan stunting bisa disetujui dan dimasukan ke dalam RPJM Desa dan di realisasikan dalam APBDes tahun 2020.

(Red/IIF)

TPID Kec. Songgom Adakan Bursa Inovasi Desa

Songgom (cenang.desabrebes.id) Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan kegiatan Bursa Inovasi Desa tingkat kecamatan di Aula Kecamatan Songgom, Brebes. Rabu (07/08)

Bursa Inovasi Desa merupakan rangkaian kegiatan Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Songgom, Brebes tahun 2019 yang bersumber dari anggaran program APBD Kabupaten.

Selain itu kegiatan tersebut merupakan sarana alternatif bagi pemerintah desa dalam penyusunan RAPBDes yang akan digunakan untuk APBDes tahun 2020.

Peserta kegiatan tersebut adalah kepala desa, ketua BPD, dan perwakilan tokoh masyarakat se kecamatan Songgom, Brebes.

Turut hadir Camat Songgom, Danramil, Kapolsek, dan Kepala Puskesmas Jatirokeh, serta Tenaga Ahli dari Dinpermades dan Dinas Pertanian.

TPID Kecamatan Songgom memberikan gambaran dan arahan kepada kepala desa dan ketua BPD beberapa program yang dirangkum dan dikemas menjadi tiga Bursa pilihan. Bursa A berisi program pembangunan infrastruktur, Bursa B, Pengembangan ekonomi dan kewirausahaan, sedangkan Bursa C, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam sambutannya Camat Songgom, Mochamad Sodiq, S.STP., M.Si mengatakan bahwa pemerintah desa dalam membuat RAPBDes harus sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati bersama supaya ada kesamaan antara desa satu dengan lainnya.

“Selain pembangunan infrastruktur, desa juga diharapkan mengalokasikan anggaran dana desa untuk kegiatan peningkatan SDM nya.” Imbuhnya

Hal senada juga disampaikan oleh ketua TPID Kecamatan Songgom, Singgih, yang mengatakan bahwa hadirnya TPID memberikan solusi kepada pemerintah desa supaya desa bisa mempunyai wawasan dan gambaran program dalam penyusunan APBDes.

“Kami TPID memberikan beberapa menu program kegiatan yang bisa diadopsi di desa – desa, dan apabila ada program yang belum tercantum di menu, kami siap memfasilitasi untuk mencari program yang diinginkan desa.” Tambahnya

Setelah acara pembukaan oleh Camat Songgom, peserta diarahkan menuju Bursa – bursa yang sudah disediakan dengan dipandu oleh TPID Kecamatan Songgom.

Peserta Bursa Inovasi Desa Kecamatan Songgom, Brebes sangat antusias mengikuti kegiatan, mereka merasa terbantu dengan adanya Bursa Inovasi Desa.

Dengan adanya Bursa Inovasi Desa, diharapkan desa lebih inovatif dalam mengelola Dana Desa setiap tahunnya.

(red/IF)

Hidroponik Desa Cenang menjadi Inovasi Unggulan di Kecamatan Songgom

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Budidaya sayuran dengan cara Hidroponik menjadi unggulan inovasi desa pada Bursa Inovasi Desa tingkat kecamatan yang diadakan oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Rabu (07/08)

Budidaya sayuran dengan cara Hidroponik merupakan inovasi yang dilakukan oleh kepala desa Cenang dan sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu.

Berkat keuletannya, budidaya sayuran dengan cara Hidroponik semakin diminati oleh banyak kalangan.

Oleh karena itu Tim Pelaksana Inovasi Desa menobatkannya menjadi inovasi unggulan pada Bursa Inovasi Desa tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Songgom, Brebes.

Kepala Desa Cenang, Imam Rifai dalam paparannya menyampaikan bahwa keunggulan budidaya sayuran dengan metode Hidroponik sangat banyak selain karena kandungan gizi pada tanaman tersebut, sayuran Hidroponik juga tidak menggunakan bahan kimia, sehingga aman untuk dikonsumsi secara langsung.

“Kedepan akan muncul petani – petani modern yang tidak perlu membawa cangkul dan bergelut dengan lumpur di sawah, namun cukup dengan membawa alat untuk mengontrol kadar air dalam saku.” Imbuhnya

Sayuran Hidroponik mempunyai pasar tersendiri yakni di pasar modern, swalayan, dan supermarket.

Dengan melihat pasar yang terbuka lebar harapannya desa – desa di kecamatan Songgom, Brebes bisa mereplikasi inovasi yang sudah dilakukan oleh desa Cenang.

Salah satu desa yang akan mereplikasi budidaya sayuran Hidroponik adalah desa Jatirokeh, pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh kepala desa dan anggota BPD yang hadir pada Bursa Inovasi Desa.

Melihat banyaknya desa – desa yang ingin mereplikasi budidaya sayuran Hidroponik, harapannya bisa memenuhi kecukupan gizi serta dapat menambah Penghasilan Asil Desa (PAD).

(red/IF)

Rembuk Bareng TPID bersama Forkompincam Songgom

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) menggelar kegiatan Rembuk Bareng dengan mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Songgom. Selasa (30/07).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yang akan diselenggarakan dalam beberapa hari kedepan.

TPID bersama Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa berusaha untuk merangkul dan berkoordinasi dengan Forkompincam dengan tujuan untuk mengenalkan dan memaparkan tugas dan fungsi dari TPID kecamatan Songgom, Brebes.

Hadir pada kegiatan tersebut Camat Songgom, Danramil Songgom, Kapolsek Songgom, dan Kepala Puskesmas Jatirokeh kecamatan Songgom, Brebes.

Turut hadir Kepala Desa Cenang, Imam Rifai dalam Rembuk Bareng TPID selaku narasumber terkait inovasi yang sudah dilakukan di Desa Cenang yaitu tanaman Hidroponik yang pada tahun ini akan diangkat dan dimasukan dalam Bursa Inovasi Desa.

Kedatangan Forkompincam dan beberapa stekholder terkait membawa angin sejuk bagi TPID dalam mempersiapkan Bursa Inovasi Desa di tingkat kecamatan.

Seperti yang disampaikan Singgih selaku ketua TPID kecamatan Songgom, Brebes yang menyatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk menggali usulan dan saran serta dukungan dari Forkompincam demi suksesnya Bursa Inovasi Desa tahun ini.

“Kami berharap kepada Forkompincam untuk memberikan masukan terkait dengan kegiatan yang akan kami laksanakan yaitu Bursa Inovasi Desa, harapannya peserta BID yang hadir bisa memberikan ide inovasi sekaligus mereplikasi inovasi – inovasi yang telah kami sediakan.” Tambahnya

Singgih juga memaparkan kegiatan – kegiatan yang sudah dilakukan oleh TPID bersama dengan Pendamping Desa serta alur dan tahapan serta pentingnya pelaksanaan Bursa Inovasi Desa.

Selain itu Camat Songgom, Mochamad sodiq, S.STP. M.Si memberikan usulan terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya kepala desa beserta perangkat desa.

Dirinya menyampaikan bahwa kualitas SDM Kepala Desa dan Perangkat Desa di kecamatan Songgom masih tergolong belum maksimal, maka perlu dibuatkan sebuah pelatihan khusus untuk kepala desa dan perangkatnya.

“Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas untuk kepala desa dan perangkatnya dirasa penting dan itu boleh menggunakan Dana Desa.” Terangnya

Keberhasilan pelaksanaan Bursa Inovasi Desa akan berhasil manakala peserta BID yang terdiri dari Kepala Desa, Ketua BPD, dan KPM bisa memberikan komitmennya untuk mereplikasi inovasi – inovasi yang sudah ada dan mengusulkan kedalam APBDes.

(red/IF)

Tenaga Ahli Dispermades Kabupaten Brebes Latih Peserta Pelatihan PSDM

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) mengadakan pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (PSDM) di AULA kecamatan Songgom dengan tema penanganan stunting di kecamatan Songgom, Brebes. Selasa (23/07).

Peserta pelatihan tersebut adalah Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang sudah mendapatkan mandat dan surat keterangan dari kepala desa dan satu perwakilan dari perangkat desa se kecamatan Songgom, Brebes.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dengan Dinpermades kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan kabupaten Brebes, dan Puskesmas kecamatan Songgom.

Kecamatan Songgom merupakan salah satu penyumbang angka stunting terbanyak di kabupaten Brebes, sehingga pada tahun 2018 kabupaten menunjuk kecamatan Songgom sebagai lokasi fokus stunting, dan desa Dukuhmaja menjadi desa tujuan program tersebut.

Mengingat hal tersebut, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) bekerjasama dengan pemerintah kecamatan melakukan inovasi dengan mengadakan pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan tema penanganan stunting melalui pemanfaatan posyandu.

Untuk menangani kasus stunting diperlukan data yang tepat dan akurat baik itu melalui penelitian secara langsung maupun bekerjasama dengan bidan desa.

Dalam hal ini TPID kecamatan Songgom menggandeng Tenaga Ahli Dinpermades kabupaten Brebes untuk memberikan cara menggali dan mendapatkan data yang akurat.

Iwan, yang hadir pada saat itu memaparkan tentang pengorganisasian pelaku konvergensi pencegahan stunting di desa. Dirinya menengkan bahwa dalam pengorganisasian yang dimaksud adalah mencari dan mengumpulkan pihak – pihak terkait yang bisa dijadikan sebagai sumber data atau informasi.

“Ada 5 paket layanan kegiatan konvergensi stunting di desa, diantaranya kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, air bersih dan sanitasi, serta PAUD.”

“Jika lima layanan tersebut bisa berjalan dengan maksimal maka penanganan stunting pada kecamatan Songgom bisa berjalan dengan baik”. Tambahnya

Setelah paparan, Iwan melanjutkan kegiatannya dengan mengajak peserta pelatihan PSDM dibantu dengan Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk melakukan studi kasus dan pengisian format pendataan.

Peserta PSDM merasa senang bisa mengikuti kegiatan tersebut, mengingat penggalian data anak stunting di desa harus benar – benar dilakukan mengingat penanganan stunting juga merupakan aset untuk masa depan bangsa yang cerdas dan maju.

(red/IF)

Camat Songgom Buka Pelatihan PSDM untuk Kader Pembangunan Masyarakat

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan Songgom kabupaten Brebes mengadakan kegiatan pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Aula kecamatan Songgom. Selasa (23/07).

Pelatihan PSDM yang dilaksanakan oleh TPID kecamatan Songgom, Brebes tersebut terselenggara dengan menggunakan anggaran program dari kementrian desa yang bekerjasama dengan TPID kecamatan Songgom, Brebes dengan mengusung tema pencegahan stunting melalui pendeteksian sejak dini di posyandu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Songgom, Kepala Puskesmas kecamatan Songgom, Tenaga Ahli Dinpermasdes kabupaten Brebes, dan Dinas kesehatan kabupaten Brebes.

Peserta kegiatan PSDM adalah kader aktif dalam kegiatan posyandu, yang sudah diberi mandat dan SK oleh kepala desa untuk melaksanakan tugas sebagai Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Perwakilan perangkat desa untuk mengawal program inovasi desa kedalam pelaksanaan Musyawarah Desa.

Camat Songgom, Moh. Sodiq, S. STP., MSi memberikan sambutan sekaligus penguatan adanya kegiatan inovasi desa di kecamatan Songgom.

Selain itu dirinya juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program pelatihan PSDM tersebut hendaknya dapat dilaksanakan di masing – masing desa. Tujuannya agar Dana Desa yang diberikan kepada pemerintah pusat bisa digunakan dengan sebaik – baiknya.

“Penanganan Stunting di kecamatan Songgom sudah pernah dilaksanakan di desa Dukuhmaja, dan alhamdulillah melalui program yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui TPID bisa menurunkan angka stunting di desa tersebut”. tambahnya

Setelah pembukaan kegiatan pelatihan PSDM oleh camat Songgom, acara dilanjutkan dengan paparan materi oleh Kepala Puskesmas  kecamatan Songgom, Brebes yang disampaikan oleh Sri Hartini, S.St selaku bidang koordinator Puskemas kecamatan Songgom.

Dalam paparannya dirinya menyampaikan bahwa kecamatan Songgom merupakan salah satu penyumbang angka stunting terbesar di kabupaten Brebes. Oleh karena itu perlu adanya penanganan dan inovasi yang harus dilakukan untuk menurunkan angka tersebut.

Harapannya dengan diadakannya pelatihan PSDM peserta yang sudah dilatih akan menggali data secara langsung ke lapangan, dan setelah desa mendapatkan data tersebut maka pemerintah desa akan melakukan penanganan melalui inovasi pada pelaksanaan posyandu di desa.

(red/IF)

Babinsa Desa Cenang Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Siswa SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi melaksanakan kegiatan senam bersama Babinsa Desa Cenang kecamatan Songgom kabupaten Brebes pada peringatan Hari Anak Nasional. Selasa (23/07).

Kegiatan tersebut adalah serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang diadakan serentak oleh seluruh Sekolah Dasar di kecamatan Songgom kabupaten Brebes.

Turut hadir Babinsa desa Cenang, Yuli Haryo untuk memeriahkan acara peringatan Hari Anak Nasional di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi desa Cenang kecamatan Songgom kabupaten Brebes siang tadi.

Disampaikan oleh kepala SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi, Moh. Pakhruroji, S.Pd.I yang menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional sudah selayaknya diadakan karena anak – anak juga berhak mendapatkan hak – haknya.

“Kami selaku kepala sekolah senantiasa mendukung program yang dilaksanakan oleh pemerintah khususnya Dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Brebes, mudah – mudahan anak – anak akan merasa senang dan dapat memanfaatkan kegiatan tersebut”. Imbuhnya

Kedatangan Babinsa desa Cenang juga merupakan ajang pendekatan siswa dengan aparat, agar mereka tidak merasa takut dan canggung dalam berinteraksi dengannya.

Yuli Haryo dalam keterangannya disampaikan bahwa penanaman kedisiplinan, harus dimulai sejak dini, karena ketika anak sudah beranjak remaja mereka akan sulit untuk dikendalikan.

“Apalagi di jaman sekarang anak sangat sulit untuk dikendalikan, apalagi jika orangtua tidak bisa mengendalikan si anak, maka anak akan tumbuh di lingkungan yang bebas”. Tambahnya

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, dengan mengumpulkan siswa di halaman dan membariskannya. Kemudian melalui arahan dari Babinsa desa Cenang, siswa di ajak baris – berbaris dan  senam bersama ala militer untuk melatih kedisiplinan.

Para siswa nampak mengikuti kegiatan tersebut dengan senang dan gembira dan pemandangan seperti itulah yang diharapkan oleh Guru di sekolah dan khususnya orangtua di rumah.

(red/IF)

Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Desa Cenang Fasilitasi ABK ke Sekolah

Cenang (cenang.desabrebes.id) Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes siap melayani anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk bersekolah. Kamis (27/06).

Ketua Forum Msyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes mengunjungi Ahmad Ali calon siswa Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang tinggal di lingkungan RT 02 RW 04, kemarin malam.

Ali adalah anak bungsu dari pasangan Masroni dan Akilah, dirinya tidak sekolah lantaran mengalami cacat fisik yang dideritanya setahun yang lalu akibat kecelakaan.

Ali berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orangtuanya tidak mempunyai biaya untuk mengobatinya maka kedua orangtuanya hanya bisa pasrah menerima keadaan dan berharap ada bantuan untuk kesembuhan anaknya.

Menurut Akliah ibunya, Ali ingin bersekolah karena tahun ini ia berusia 7 tahun namun dirinya khawatir anaknya nanti diejek di sekolah karena keadaan fisiknya.

“Saya berharap anak saya bisa bersekolah dan ada sekolah yang mau menerima anak saya. Saya juga berharap Ali bisa sembuh seperti sediakala.” Tambahnya

Disampaikan oleh Moh.Pakhruroji selaku ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes dalam kunjungannya bahwa Ali akan bersekolah tahun ini, dan dirinya akan mendapatkan fasilitas yang memadai dari sekolah.

” Insya Allah nanti kami akan mengajukan bantuan ke Pemerintah Desa untuk menyediakan fasilitas ABK kepada Ali, supaya Ali bisa bersekolah sampai lulus.” Tambahnya

Rencananya tahun Ali akan di masukan ke Sekolah Dasar yang sesuai dengan pilihannya dan dirinya juga akan mendapatkan perlengkapan sekolah mulai dari seragam, tas, sepatu, dan alat tulis dari Pemerintah Desa yang dibiayai dari Dana Desa tahun anggaran 2019.

(Red/IF)

Warga Dusun Wijahan dan Tegallurung Adakan Pengajian Khaul Massal

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Warga Dusun Wijahan dan Tegallurung desa Cenang kecamatan Songgom Kabupaten Brebes adakan pengajian khaul massal di kompleks pemakaman umum. Minggu (16/06)

Salah satu rutinitas yang tidak pernah ditinggalkan oleh warga dusun Wijahan dan Tegallurung desa Cenang adalah pengajian khaul massal dan halal bi halal setelah hari raya Idul Fitri 1440 H.

Tempat pelaksanaan kegiatan pengajian khaul massal dan halal bi halal adalah di kompleks pemakaman umum dusun Wijahan dan Tegallurung desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes.

Warga melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia dan juga untuk mengenang bahwa kita yang masih hidup juga akan menyusul mereka ke alam kubur.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Desa Cenang beserta perangkatnya, pengurus ranting Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, serta ratusan warga dari dusun Wijahan dan Tegallurung.

Sebelum pelaksanaan pengajian, warga bersama dengan panitia pelaksana pengajian melakukan kegiatan pembacaan arwah dan doa bersama untuk keluarga yang sudah meninggal dunia, dengan harapan mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah SWT.

Tobroni selaku ketua panitia pelaksana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian khaul massal dan halal bi halal dusun Wijahan dan Tegallurung desa Cenang sudah berlangsung selama 27 tahun.

Dirinya juga berharap rutinitas yang sudah dilaksanakan secara turun temurun tersebut hendaknya tetap terjaga, bila perlu di adakan yang lebih besar dengan harapan warga lebih antusias dalam berkunjung pada kegiatan tersebut.

Imam Rifai selaku Kepala Desa Cenang turut memberikan sambutan dan apresiasi kepada panitia pelaksana yang sudah bekerja keras sehingga pelaksanaan kegiatan pengajian bisa berjalan dengan aman dan lancar tidak menemui halangan yang berarti.

” Dalam kesempatan ini kami menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada masyarakat. Kami selaku pemerintah desa memohon maaf apabila dalam melayani masyarakat ada sesuatu yang kurang berkenan mohon untuk di maafkan.” Tambahnya.

Tak lupa dirinya juga menyampaikan terkait dengan program pembangunan yang ada di desa baik fisik maupun non fisik dan mengajak kepada warga untuk senantiasa berperan, menjaga, dan mengawasi pembangunan tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Drs. KH. Ahmad Fatawi dari Luwungragi kecamatan Bulakamba, Brebes yang menerangkan tentang amaliah bagi orang yang sudah meninggal dunia.

(Red/IF)

Pemerintah Desa Cenang Serahkan Laptop dan Printer Kepada FMPP

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pemerintah Desa Cenang menyerahkan seperangkat Laptop dan Printer kepada pengurus Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) desa Cenang. Rabu (12/06).

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh sekretaris desa Cenang kepada ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) desa Cenang.

Pengadaan peralatan Laptop dan Printer tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019. Nantinya peralatan tersebut akan menjadi inventaris FMPP desa Cenang dan digunakan untuk menyimpan data – data terkait Anak Tidak Sekolah (ATS) serta untuk operasional lainnya.

Dengan adanya peralatan yang mendukung diharapkan FMPP desa Cenang bisa bekerja lebih giat khususnya dalam penyediaan data terkait anak tidak sekolah (ATS) dan program lain yang berkaitan dengan pendidikan di desa Cenang.

Moh. Pakhruroji selaku ketua FMPP desa Cenang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah desa yang selalu mendukungnya dalam melakukan kegiatan penanganan Anak Tidak Sekolah di desa.

“Kami berharap pemerintah desa selalu mendukung kami dalam melangkah di desa, khususnya dalam menangani anak tidak sekolah.” Tambahnya.

Selain peralatan tersebut FMPP desa Cenang juga berharap adanya alokasi anggaran untuk operasional dan pelaksanaan kegiatan pendampingan bagi pengurus FMPP yang bergerak di desa.

(Red/IF)

 

RAKOR Bersama FMPP se Kecamatan Songgom

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) kecamatan mengadakan Rapat Koordinasi bersama di AULA kecamatan Songgom terkait pengentasan Anak Tidak Sekolah di masing – masing desa. Rabu (12/06).

Masing – masing desa mengirimkan ketua dan sekretaris FMPP dan didampingi langsung oleh Kepala Desa untuk mengikuti Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Peduli Pendidikan kecamatan Songgom.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Brebes dalam rangka untuk mengembalikan anak tidak sekolah yang ada di masing – masing desa melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan kecamatan Songgom, Drs. H. Jayusman, S.Pd dan didampingi oleh pengurus lainnya.

Dalam sambutannya Drs. H. Jayusman, S.Pd  selaku ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) kecamatan Songgom mengatakan bahwa untuk mengatasi anak tidak sekolah bukan hanya mengembalikan ke sekolah saja namun perlu adanya pendampingan yang rutin baik home visit maupun dengan menghubungi sekolah terkait.

“ Pemerintah kabupaten telah meluncurkan aplikasi Rapid pro, nantinya akan memuat nomor kepala sekolah yang ditempati siswa GKB sehingga kita akan lebih mudah dalam melakukan pemantauan.” Imbuhnya

Dirinya juga berharap agar pemerintah desa juga ikut memperhatikan pengurus FMPP yang bergerak di lapangan. Selain itu pemerintah desa juga harus selalu memperbaharui data anak tidak sekolah yang berada di lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut Moh. Pakhruroji selaku ketua FMPP desa Cenang juga menyampaikan bahwa FMPP tidak hanya mengurusi anak tidak sekolah saja, namun FMPP juga bisa melakukan kerjasama dengan beberapa sekolah guna menolong siswa – siswa yang hendak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi namun terkendala oleh biaya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam Rifai selaku kepala desa Cenang, dirinya menyampaikan bahwa pemerintah desa Cenang telah mengalokasikan dana desa untuk membeli perlengkapan sekolah bagi siswa GKB di tiap tahunnya.

 “ Bahkan desa Cenang sekarang seperti menjadi sales pendidikan setellah adanya program GKB ini.” Tambahnya.

Dengan adanya Rapat Koordinasi tersebut diharapkan FMPP kecamatan dan desa bisa bekerjasama dalam mengatasi anak tidak sekolah (ATS) sehingga cita – cita pemerintah kabupaten Brebes dalam mendongkrak IPM nya  bisa terwujud.

(Red/IF)

Halal Bi Halal Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng mengadakan kegiatan Halal Bi Halal bersama warga di Masjid Baiturrohman Kubanggereng Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Senin (10/06)

Kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pengurus masjid bersama warga dukuh wijahan pada umumnhya dan lingkungan blok Masjid Baiturrohman Kubanggereng pada khususnya.

Hadir pada acara tersebut pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng, pengurus YPPI Nurul Huda, Kepala MDTA Idharul Haiyi Nurul Huda, Kepala SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi, dan Pejabat pemerintah desa Cenang serta Ketua BPD Cenang dengan anggotanya.

Dalam sambutannya, Rigyanto selaku ketua pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng menyampaikan bahwa harus ada kesinambungan antara pengurus masjid dan masyarakat sekitar agar tercipta kerukunan dan kedamaian bersama.

Dirinya berharap baik pengurus ataupun masyarakat bisa berbaur dan saling mendukung untuk bersama – sama meramaikan masjid.

Senada yang disampaikan oleh Darto selaku ketua YPPI Nurul Huda Kubanggereng yang menginginkan agar masyarakat di wilayah dusun wijahan bisa ikut meramaikan pendidikan baik formal maupun nonformal.

“Kami juga berharap agar generasi muda yang ada disini untuk bisa mengisi dan melanjutkan apa yang sudah kami perjuangkan.” Imbunya

Turut hadir dalam acara tersebut para pemuda simpatisan pembangunan masjid Baiturrohman Kubanggereng untuk mengikuti kegiatan Halal Bi Halal dan menyampaikan hasil dari kinerja selama 1 (satu) tahun diperantauan.

Disampaikan oleh ketua simpatisan pembangunan yang mengatakan bahwa pemuda perantauan yang menjadi simpatisan pembangunan masjid Baiturrohman Kubanggereng selalu siap bilamana dibutuhkan baik harta, tenaga, maupun pikiran.

“Alhamdulillah pada tahun ini kami masih bisa berjalan bersama melaksanakan amanah yang diberikan kepada kami dan insya Allah simpatisan pemuda perantau akan tetap berjalan untuk tahun – tahun yang akan datang.” Imbuhnya

Acara di tutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Samsul Arifin sebagai motivasi dan pengingat dalam menjalani kehidupan sehari – hari di masyarakat.

(Red/IF)

Halal Bi Halal FMPP Desa Cenang Bersama Siswa GKB

Adiwerna (cenang.desabrebes.id) – Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang menghadiri acara Halal Bi Halal yang dilaksanakan oleh pengurus yayasan Daarul Faroh Harjosari Kidul Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Minggu (09/06).

Acara tersebut dihadiri oleh segenap pengurus yayasan Daarul Faroh, orangtua/wali santri, dan beberapa relasi termasuk FMPP Desa Cenang yang sudah menjalin kerjasama selama 2 tahun belakangan.

FMPP Desa Cenang menitipkan sedikitnya 20 anak yang tergolong Anak Tidak Sekolah (ATS) dari jenjang SLTP dan SLTA. Desa Cenang mulai bekerjasama dengan yayasan Daarul Faroh sejak tahun 2017 dengan membawa 10 anak, kemudian ditahun 2018 kembali Desa Cenang membawa 10 anak yang akan dititipkan di yayasan.

Dalam wawancaranya pengurus yayasan Daarul Faroh mengatakan bahwa yayasan Daarul Faroh selalu siap menampung santri dari mana saja dan dalam jumlah berapapun, yang terpenting mereka siap menerima kondisi yang ada di yayasan.

Dirinya juga menambahkan bahwa yayasan Daarul Faroh masih dalam tahap pengembangan sehingga masih banyak sarana dan prasarana yang perlu dibenahi.

“Kami mendapatkan kuota untuk santri yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi, jika ada yang berkenan dari yayasan siap menyalurkan dan semua pembiayaan sudah ditanggung oleh pemerintah.” Imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Moh. Pakhruroji selaku ketua FMPP Desa Cenang menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada pengurus yayasan Daarul Faroh yang sudah berkenan menerima dan mengurus siswa program GKB dari Desa Cenang.

“Insya Allah tahun ini kami akan mengirimkan kembali siswa program GKB khususnya dari jenjang SLTP.” Imbuhnya.

Acara Halal Bi Halal di yayasan Daarul faroh berjalan dengan hikmat, tak luput kepada orangtua/walisantri yang turut hadir dalam acara tersebut. Mereka sangat senang dan bahagia bisa melihat anak – anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan ilmu pengetahuan yang diajarkan di yayasan tersebut.

Tak lupa orangtua/walisantri juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pengurus FMPP yang telah mengajak dan menyalurkan anak – anaknya untuk kembali bersekolah melalui programGerakan Kembali Bersekolah (GKB).

(Red/IF)

Sadranan, Tradisi yang tak Lekang oleh Waktu

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Sadranan adalah sebuah kebiasaan warga desa yang dilakukan pada saat lebaran, biasanya dilakukan dengan berkunjung ke rumah saudara.

Selain berkunjung ke rumah saudara, biasanya dibarengi dengan halal bi halal dan bersalam – salaman memohon maaf kepada saudara yang dikunjunginya.

Gula, teh, dan aneka jajanan menjadi barang wajib yang dibawa dan diberikan kepada saudara yang dikunjungi pada saat melakukan Sadranan.

“Niki Gula teh satuangan…” merupakan kalimat yang biasanya disampaikan penyadran kepada tuan rumah yang dikunjungi sebagai ungkapan penyerahan bingkisan yang dibawa.

Disela – sela kesibukan kerja, biasanya kita jarang berkunjung ke rumah saudara, sehingga Sadranan merupakan kegiatan yang sangat dinanti oleh keluarga yang ada dirumah.

Sadranan tak pernah lekang oleh waktu, nyatanya seiring berkembangpesatnya teknologi dibidang komunikasi seperti internet dan dengan adanya media sosial yang semakin menjamur, namun Sadranan masih menjadi pilihan untuk tetap menjalin tali silaturrahmi.

Meskipun hanya setahun sekali, namun antusiasme yang ditunjukan masih sangat kental. Melestarikan tradisi dan budaya yang baik adalah cerminan warga Negara yang baik pula. Karena Negara yang baik adalah Negara yang bisa menjaga tradisi dan budayanya.

Semoga kita termasuk sebagai golongan umat Nabi Muhammad SAW, yang ahli bersilaturrahmi, dengan silaturrahmi mudah – mudahan kita dipanjangkan umurnya, dijauhkan dari bahaya, dan diberikan kemuliaan dalam hidupnya.

(Red/IF)

Menjaga Tradisi, Ziarah Kubur di Hari Kemenangan

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Warga desa Cenang melaksanakan tradisi ziarah makam kubur di hari raya Idul Fitri 01 Syawal 1440 H, di komplek pemakaman umum Dukuh Wijahan Desa Cenang. Rabu (05/06).

Setelah melaksanakan shalat Ied berjamaah di masjid, warga desa Cenang melaksanakan tradisi berziarah ke makam untuk mengenang dan mendoakan ahli kubur orangtua dan keluarganya yang sudah meninggal dunia.

Kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan oleh warga setempat dengan cara berkunjung ke komplek pemakaman umum kemudian membaca doa bersama dan diakhiri dengan tabur bunga diatas makam.

Biasanya warga memenuhi komplek pemakaman sekitar pukul 08.00 – 09.00 WIB, kebanyakan dari mereka melaksanakan kegiatan sungkeman (Memohon ampun kepada orangtua dan keluarga) terlebih dahulu sebelum pergi ke komplek pemakaman.

Salah seorang peziarah bernama Sahuri mengungkapkan bahwa kegiatan ziarah makam tersebut sebagai wujud penghormatan kepada orangtua, kerabat dan keluarga yang sudah meninggal dunia. Selain itu ziarah kubur juga sebagai ajang silaturrahmi bagi warga yang tidak sempat berkunjung kerumah masing – masing.

“Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan ziarah kubur, sebagai pengingat bahwa nanti kita juga akan meninggal dunia dan dikuburkan sama seperti mereka yang ada di sini.” Imbuhnya

Meskipun banyak dari warga desa Cenang yang merantau ke kota, namun mereka tidak pernah meninggalkan tradisi untuk berziarah kubur ke makam keluarganya, terlepas dari polemik perbedaan keyakinan dan kepercayaan yang dianutnya.

(Red/IF)

Laksanakan Apel, BANSER NU Siap Amankan Shalat Ied dan Ziarah Makam

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Satuan Komando BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang melaksanakan apel persiapan pengamanan pelaksanaan shalat Ied dan Ziarah makam pada hari raya Idul Fitri 01 Syawal 1440 H. Rabu (05/06).

Setelah melaksanakan takbir keliling satuan komando BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang berkumpul untuk melaksanakan apel persiapan pengamanan shalat Ied dan Ziarah makam. Apel dipimpin langsung oleh komandan SATKORKEL BANSER NU Dukuh Wijahan Nursidin (45), di halaman masjid Baiturrohman Kubanggereng.

Apel tersebut dilaksanakan sebagai cek akhir kesiapan dari anggota dan perlengkapan yang dibutuhkan serta memastikan bahwa semua anggota BANSER NU yang telah mendapatkan tugas agar bisa datang tepat waktu.

Nursidin selaku komandan SATKORKEL menginstruksikan bahwa semua anggota BANSER untuk mengenakan pakaian seragam dan atribut lengkap.

“Setelah melaksanakan shalat Ied, diharapkan sahabat sekalian langsung menuju ke lokasi, dan menempati pos yang sudah dibagikan”. Imbuhnya.

Dalam apel tersebut ketua GP ANSOR Ranting Dukuh Wijahan Desa Cenang juga ikut memberikan motivasi dan arahan supaya kegiatan pengamanan besok bisa berjalan dengan lancar.

Rencananya satuan komando BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang akan melakukan pengamanan kendaraan bermotor dan penertiban arus lalu lintas di kompleks pemakaman umum Dukuh Wijahan dan Dukuh Tegallurung.

Selain itu mereka juga akan melakukan penertiban peziarah yang membawa petasan atau mercon. Jika kedapatan membawa barang tersebut maka akan disita oleh petugas demi keamanan dan kenyamanan para peziarah.

(Red/IF)

BANSER NU Giatkan Takbir Keliling di Malam Idul Fitri

Cenang – (cenang.desabrebes.id) SATKORKEL (Satuan Koordinasi Kelompok) BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang mengadakan kegiatan Takbir Keliling bersama Warga. Selasa (04/05).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program kegiatan yang dilaksanakan oleh SATKORKEL BANSER NU Dukuh Wijahan Desa Cenang dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 01 Syawal 1440 H.

Selain BANSER NU, hadir pula pengurus GP ANSOR, IPNU IPPNU, dan Ratusan warga Dukuh Wijahan Desa Cenang yang ikut serta memeriahkan kegiatan Takbir Keliling tersebut.

“Takbir keliling ini merupakan inisiasi dari sahabat – sahabat BANSER Dukuh Wijahan dalam rangka memeriahkan malam Idul Fitri”. Ujar Nursidin selaku koordinator lapangan

Hal senada juga disampaikan oleh ketua GP ANSOR Dukuh Wijahan Desa Cenang Kasnari, dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut hendaknya menjadi tradisi di lingkungan dan tetap dilaksanakan setiap tahun.

“Star dari Masjid Baiturrohman Kubanggereng, kemudian rombongan menuju jalan utama dan diteruskan menuju jalan cenderawasih, setelah itu rombongan kembali ke Masjid Baiturrohman Kubanggereng” imbuhnya.

Takbiran secara bahasa berarti mengucapkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid pada saat hari raya Idul Fitri. Menandakan bahwa ummat islam telah meraih kemenangan setelah berpuasa menahan hawa nafsu selama satu bulan penuh.

Takbir keliling hendaknya tetap terjaga untuk melestarikan budaya di Desa yang kian terkikis seiring kemajuan zaman dan teknologi. Oleh karenanya adanya kegiatan takbir keliling desa bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi dan budaya lokal.

(Red/IF)

Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng Adakan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng Mengadakan Peringatan Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.  Selasa (02/03).

Kegiatan tersebut diadakan atas dasar musyawarah yang dilakukan oleh para pemuda yang menginginkan diadakannya kegiatan pengajian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di masjid.

Hadir dalam acara tersebut Pejabat Pemerintah Desa Cenang, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Masyarakat di lingkungan Masjid Baiturrohman Kubanggereng Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan diawali alunan shalawat oleh grup rebana Hidayatussyuban dukuh Wijahan. Dilanjutkan pembukaan pengajian oleh pembawa acara, yang disusul pembacaan ayat – ayat suci Alquran, shalawat, dan sambutan – sambutan. Sambutan pertama diawali oleh pengurus masjid Baiturrohman Kubanggereng sebagai tuan rumah pelaksanaan pengajian umum.

Rigyanto, pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan peringatan hari besar Islam supaya terus diadakan di Masjid. Kegiatan – kegiatan tersebut diadakan dalam rangka untuk meramaikan Masjid.

“Masjid Baiturrohman Kubanggereng sering diadakan kegiatan – kegiatan dalam rangka meramaikan masjid, mulai dari kegiatan peringatan hari besar islam, Pendidikan dan Latihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan  Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.” Ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa kegiatan – kegiatan tersebut agar terus dilaksanakan dalam rangka meramaikan kegiatan Islam di lingkungan Masjid.

Hal senada juga disampaikan Tokoh Agama desa Cenang yang disampaikan oleh perwakilan Pimpinan Ranting NU dukuh Wijahan desa Cenang, Songgom, Brebes, Moh. Pakhruroji.

Dalam sambutannya Moh. Pakhruroji mengajak seluruh warga NU agar merasa senang dan bangga menjadi warga NU serta tetap terus melaksanakan amaliyah yang sudah di laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara inti, ceramah agama diisi oleh kyai Samsul Arifin yang menjelaskan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan Tips mendidik anak supaya menjadi anak yang soleh.

“Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, merupakan peristiwa spiritual yang di alami Nabi Muhammad SAW yang di Isra dari masjid al haram ke masjid al Aqso dalam satu malam.” Ujar kyai Samsul.

Kyai Samsul menambahkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tersebut juga sebagai titik awal umat Islam mendapatkan kewajiban untuk menunaikan shalat lima waktu.

(Red/IF)

AJI, SISWA GKB YANG KREATIF

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Aji Muhamad Jabar atau yang sering dipanggil Aji adalah siswa kelas VI (enam) di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi desa Cenang kecamatan Songgom kabupaten Brebes. Dia merupakan siswa GKB (Gerakan Kembali Bersekolah) yang di kembalikan oleh FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan) desa Cenang pada tahun 2017 lalu.

Aji merupakan anak tunggal dari pasanga Wadi dan Sutri, Ia lahir dan dibesarkan oleh neneknya yang bernama watri (63). Sejak kecil ia sudah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dengan alasan ekonomi. Kedua orangtuanya bekerja keluar kota untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Namun setelah beberapa tahun mereka tidak pernah kembali ke rumah dan memberi kabar. Sehingga Aji kecil di asuh dan dibesarkan oleh neneknya.

Pada usia sekolah, Aji bersekolah di SD Negeri Cenang 01, namun karena kurang kasih sayang dan perhatian dari orangtua akhirnya ia mengambil jalan yang salah. Dirinya bergaul dengan teman – teman yang tidak sekolah, sehingga ia terbawa pengaruh teman – tamannya. Aji mulai sering tidak masuk sekolah sehingga pada akhirnya ia keluar dari sekolah.

Seperti halnya anak seusianya, Aji bergaul bersama teman – temannya di sore hari. Aktivitas yang paling sering dilakukannya adalah bermain sepak bola di tanah lapang dan membuat mainan. Berawal dari hobinya tersebut Aji mulai sering membuat berbagai macam kerajinan yang akhirnya terbawa sampai ia memutuskan kembali bersekolah.

Melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) tahun 2017, Aji dan 3 (tiga) temannya dikembalikan ke sekolah di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi desa Cenang untuk mendapatkan hak nya mendapatkan pendidikan layak. Di sekolah yang baru Aji masih sering membuat kerajinan berupa mainan yang terbuat dari kayu dan bambu. Terkadang ia juga menjual  ke teman – temannya, dan hasil dari penjualan mainannya digunakan untuk tambahan uang sakunya di sekolah.

Diusianya yang masih anak – anak ia sudah berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang dari tangannya sendiri. Ia juga pernah menjual Jangkrik (sejenis serangga) kepada teman – temannya dan pada saat di Tanya darimana ia mendapatkan Jangkrik tersebut, dirinya menjawab pada saat sore hari ia dan teman – temannya pergi ke sawah dan mencari Jangkrik bersama – sama.

Dari segi akademik Aji tidak terlalu pintar, namun sekolah tetap merasa bangga atas karya – karyanya dan usaha – usahanya. Kelak ia akan menjadi anak yang sukses apabila bakat dan kemampuannya terus diasah dan dikembangkan dengan baik. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi generasi anak bangsa, sehingga menjadi anak yang mandiri dan mempunyai masa depan yang cerah.

(red/IF)

Ratusan KTP Elektronik Dibagikan Pemdes Cenang Kepada Warga

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Ratusan KTP Elektronik yang sudah tercetak dibagikan oleh Pemdes Cenang kepada warga Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Selasa (12/03).

Warga yang merasa pernah melakukan perekaman KTP Elektronik baik di Balai Desa Cenang ataupun di Kecamatan beberapa bulan yang lalu langsung menghampiri Balai Desa Cenang setelah mendengar pengumuman pembagian KTP Elektronik oleh Perangkat Desa Cenang.

Tidak sedikit warga yang datang ke Balai Desa untuk mengambil KTP Elektroniknya, beberapa ada yang sudah jadi dan ada juga yang belum, padahal sudah pernah melakukan perekaman. Selain itu masih terdapat pula beberapa LTP Elektronik yang tercetak Ganda. Oleh karena itu Pemdes Cenang menghimbau kepada seluruh warga Desa Cenang yang namanya terdaftar dalam pengumuman tersebut harus datang dengan membawa surat keterangan (Suket), KK, dan KTP yang lama.

Disampaikan oleh kepala desa Cenang, Imam Rifai bahwa meskipun sudah pernah melakukan perekaman di kecamatan dan sudah jadi namun namanya masih ada, diharapkan datang ke Balai Desa supaya tidak terjadi identitas ganda.

Salah seorang warga berinisial WF juga kedapatan namanya ada dalam pengumuman, namun dirinya sudah memiliki KTP Elektronik. Setelah dikonfirmasi dan dicek ke Balai Desa ternyata KTP Elektroniknya tercetak kembali dengan data yang sama.

“Saya sudah pernah melakukan perekaman sebanyak dua kali, di kecamatan dan di dindukcapil langsung karena ada kesalahan pada KTP Elektronik saya dan KTP nya pun sudah jadi, supaya tidak terjadi data ganda akhirnya saya cek ke balai desa. Dan benar ternyata KTP elektroniknya sama hanya tercetak ulang oleh petugas.” Imbuhnya

Beberapa warga juga ada yang merasa kecewa karena KTP elektroniknya masih belum jadi padahal sudah pernah melakukan perekaman bahkan sudah berbulan – bulan bahkan ada yang sampai bertahun – tahun namun belum ada kejelasannya. dan petugaspun menjadi bulan – bulanan warga yang kesal karena KTP elektroniknya tidak kunjung jadi.

Melihat hal tersebut Pemerintah Desa Cenang memberikan pemahaman kepada warga bahwa tidak semua surat keterangan bisa langsung cetak, ada beberapa surat keterangan yang hanya bisa digunakan untuk keterangan saja dan memiliki batas waktu tertentu. Jadi ketika masa berlakunya sudah habis maka harus melakukan perekaman lagi supaya bisa mendapatkan KTP elektronik.

Selain pembagian KTP elektronik yang sudah tercetak, Perangkat Desa juga membagikan nomor antrian untuk perekaman KTP elektronik di kecamatan. Harapannya dengan pembagian nomor antrian di Balai Desa, warga tidak perlu datang subuh – subuh hanya demi mendapatkan nomor antrian tersebut.

(red/IF)

Pembukaan Jalan Baru di Rt 03 Rw 03 Dukuh Cenang Berjalan Lancar

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Perangkat Desa Cenang Menghadiri Pembukaan jalan baru di Rt 03/03 Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Minggu (10/03).

Warga sangat antusias dalam menyambut pembukaan jalan tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses bagi warga setempat untuk melakukan kegiatan ekonomi mereka setiap harinya.

Menurut Ade, kadus cenang yang ikut menghadiri kegiatan tersebut dirinya mengatakan bahwa jalan yang akan di buka ini merupakan tanah warga yang dengan ikhlas memberikan untuk kepentingan umum. Ade juga menambahkan bahwa tujuan pembukaan jalan tersebut adalah untuk memfasilitasi warga yang hendak pergi ke sawah.

” Luas jalan ini adalah panjang 70 meter dan lebarnya 2 meter, kedepan akan kami perpanjangan menjadi 300 meter, tapi masih menunggu persetujuan dari warga pemilik tanah. ” Tambahnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Perangkat Desa Cenang, LPM Desa Cenang, dan Warga setempat yang ikut bahu membahu menata jalan.

Purwadi, ketua Rt 03 Rw 03 dukuh Cenang merasa senang dengan pembukaan jalan di lingkungannya, dirinya merasa prihatin terhadap warganya yang hendak pergi ke sawah namun harus melalui jalan yang memutar dan lumayan jauh jaraknya.

“Dengan dibukanya jalan ini, maka warga tidak perlu lagi memutar jalan jika hendak pergi ke sawahnya.” Imbuhnya

Pemerintah Desa Cenang juga mengharapkan agar warga setempat bisa memanfaatkan jalan tersebut dan menjaganya dan harapannya kedepan jalan tersebut akan mendapatkan alokasi dana untuk pengerasan jalan.

(Red/IF)

IPNU/IPPNU Ranting Wijahan Desa Cenang Menjadi Tuan Rumah Makesta ke II

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Kembali Desa Cenang menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan NU Kecamatan Songgom. Setelah bulan februari kemarin melaksanakan Diklatsar Banser ke II PAC GP Ansor Kecamatan Songgom, kali ini giliran PAC IPNU/IPPNU Kecamatan Songgom mengadakan kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di Wijahan desa Cenang kecamatan Songgom, Sabtu (09/03).

Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama 2 (dua) hari, dari tanggal 9 – 10 Maret 2019. Selama dua hari peserta Makesta akan mendapatkan materi berupa Keorganisasian, Ke Aswajaan, Ke NU an, dan Ke IPNU an serta beberapa kegiatan pengkaderan yang biasa dilaksanakan di pelatihan – pelatihan / diklat khusus organisasi.

Hadir pada pembukaan kegiatan Makesta, PC IPNU/IPPNU Kabupaten Brebes, PAC IPNU/IPPNU Kecamatan Songgom dan Beberapa Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang lain serta beberapa tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dukuh Wijahan desa Cenang kecamatan Songgom.

Asep, dalam sambutannya mengatakan Makesta ini adalah sebagai latihan dasar dalam mengikuti serangkaian kegiatan IPNU/IPPNU, serta sebagai sarana untuk menambah wawasan tentang Ke NU an pada umumnya dan IPNU/IPPNU pada khususnya.

“Kami mengambil tema Optimalisasi Kaderisasi untuk Menjaga Eksistensi Organisasi, dengan harapan organisasi IPNU/IPPNU tidak kalah eksisnya dengan organisasi lainnya”. Imbuhnya

Dalam kesempatan ini Muhaimin, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Wijahan juga menyampaikan sambutannya bahwa dirinya merasa sangat bangga melihat anak muda yang senantiasa semangat berjuang mengibarkan bendera NU. Dirinya berharap tumbuhnya generasi penerus yang tangguh dan profesional melalui pengenalan pengetahuan ke NU an sejak dini.

Tak lupa dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran kepanitiaan dari PAC IPNU/IPPNU KecamatanSonggom yang mempercayakan dukuh Wijahan desa Cenang sebagai tuan rumah pelaksanaan Makesta tersebut.

“Kami selaku orangtua hanya bisa mendukung dan mendoakan supaya kader – kader IPNU/IPPNU yang akan mengikuti Makesta ini bisa mengikuti kegiatan hingga akhir dan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari pemateri.” Tambahnya

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi – materi yang akan diisi oleh pemateri yang sudah di sediakan oleh panitia Makesta. Peserta akan didampingi oleh pendamping dari PAC IPNU/IPPNU yang ikut hadir pada kegiatan tersebut.

Jumlah peserta yang ikut pada kegiatan tersebut adalah 40 peserta yang diutus dari berbagai Ranting IPNU/IPPNU se Kecamatan Songgom. Peserta hanya dikenai Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) saja untuk registrasi. Dan dari dana tersebut peserta akan mendapatkan fasilitas Snak, Makan, ATK, Materi, dan Sertifikat.

(red/IF)

UNICEF Kembali Menyambangi Desa Cenang Terkait SIPBM

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Unicef Kembali Mendatangi Desa Cenang Terkait Palaksanaan dan Implementasi Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), Senin (25/02).

Desa Cenang merupakan salah satu dari 4 Desa Pilot Projek yang melaksanakan Program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) yang ditunjuk langsung oleh Baperlitbangda Kabupaten Brebes melalui kerjasamanya dengan Unicef.  Kegiatan SIPBM tersebut sbelumnya sudah pernah dilaksanakan oleh Desa Cenang pada tahun 2013 dengan lebih menekankan pada bidang pendidikan.

Namun pada kegiatan SIPBM ini, lebih menyeluruh pada beberapa aspek pembanguna yang dibutuhkan di Desa. SIPBM menjadi solusi bagi Pemerintah dalam menyusun Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDesa), mengingat pembangunan di era sekarang harus berbasis data dan untuk menggali data dibutuhkan sebuah cara atau teknik menggunakan SIPBM tersebut. Sehingga SIPBM menjadi pilihan Pemerintah Kabupaten Brebes yang dipelopori oleh Baperlitbangda untuk memajukan Desa – desanya.

Hadir pada kegiatan tersebut Supriyanto Subakir, selaku konsultan Unicef terkait dengan Implementasi SIPBM dan penanganan ATS di Desa Cenang. Subakir didampingi oleh Adi Assegaf  (Forum Pendamping Anak), Bayu Setiawan (Baperlitbangda), dan Bahrul Ulum (Ketua FMPP) Kabupaten Brebes.

Kades Cenang, Imam Rifai menyampaikan rasa terimakasihnya atas kunjungan dan kedatangan tim dari Unicef. Dirinya juga memaparkan kepada tim dari unicef pelaksanaan SIPBM dan Penanganan ATS di Desa Cenang.

“Desa Cenang melaksanakan SIPBM yang kedua di tahun 2017, dan dari pendataan tersebut menghasilkan data yang pada tahun 2017 kami gunakan sebagai acuan untuk membuat APBDes.” Imbuhnya

Subakir menanyakan perihal penanganan ATS (Anak Tidak Sekolah) di Desa Cenang, apakah sudah ditangani dengan baik atau mesih perlu pembenahan. Dirinya juga menanyakan tentang kondisi siswa yang dikembaliikan ke sekolah, apakah siswa tersebut masih bersekolah atau kembali keluar.

Moh. Pakhruroji, ketua FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan) Desa Cenang mengatakan bahwa ATS di Desa Cenang sudah ditangani dengan baik dan kondisinya juga masih aktif bersekolah, namun ada beberapa siswa yang enggan untuk kembali bersekolah dikarekana beberapa faktor.

“Sebagian besar ATS di Desa Cenang yang enggan untuk kembali bersekolah adalah mereka yang sudah bekerja ke luar kota, kami selaku FMPP sangat susah untuk mengajak mereka untuk kembali bersekolah.” Tambahnya

Dari 230 ATS yang ada di Desa Cenang pada tahun 2017 – 2018 sudah dikembalikan ke sekolah sebanyak 85 ATS ke Sekolah Formal dan 25 ATS ke Sekolah Non Formal (Kejar Paket B). Dan direncanakan tahun 2019 ATS di Desa Cenang akan dihabiskan.

(Red/IF)

 

Banser Pengawal Ulama, Pancasila dan NKRI

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan suatu lembaga dibawah naungan Gerakan Pemuda Ansor yang menjadi pengawal Para Ulama, Pancasila, dan NKRI.

Untuk melakukan tugas tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan ketahanan fisik yang kuat, inteligensi tinggi, dan pemahaman pengetahuan yang mumpuni. Oleh karenanya diperlukan adanya pelatihan khusus untuk calon Banser, diantaranya adalah Diklatsar.

Diklatsar adalah Akronim dari Pendidikan dan Latihan Dasar. Dimana calon Banser akan di didik dan dilatih oleh instruktur ahli. Diklatsar juga merupakan tingkat dasar didalam kurikulum pelatihan Banser.

Melihat hal tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri PR GP Ansor Dukuh Wijahan Desa Cenang mendapatkan mandat untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Diklatsar Banser PAC GP Ansor tingkat Kecamatan.

Sahroji, S.Pd.I ketua PAC GP Ansor Kecamatan Songgom dalam rapat koordinasi bersama memilih GP Ansor Wijahan Desa Cenang karena dinilai mampu untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Beberapa rekomendasipun diberikan oleh Ranting Nahdlotul Ulama yang menginginkan pelaksanaan Diklatsar dilaksanakan di PR GP Ansor Wijahan.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut panitia terbagi menjadi dua, panitia inti yang berasal dari PAC GP Ansor Kecamatan Songgom dan panitia lokal yang berasal dari PR GP Ansor Wijahan.

Namun dalam pelaksanaannya panitia menyerahkan sepenuhnya kepada instruktur ahli untuk melaksanakan tugas penghemblengan calon Banser.

Mbah Tarjo (50) salah seorang instruktur Diklatsar menuturkan bahwa dirinya merasa senang dan bahagia atas terselenggaranya Diklatsar Banser di Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom – Brebes.

Dirinya juga berharap pelaksanaan Diklatsar dari tahun ke tahun semakin baik dan meningkat, sehingga bisa menghasilkan Banser – Banser yang tangguh.

(Red/IF)

BABINSA Desa Cenang Membuka Pelatihan DIKLATSAR BANSER Angkatan II PAC GP Ansor Kecamatan Songgom

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Babinsa Desa Cenang Membuka Pelaksanaan Diklatsar Banser Angkatan II PAC GP ANSOR Kecamatan Songgom di Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Jumat (15/02).

Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP ANSOR Kecamatan Songgom menunjuk Desa Cenang sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Diklatsar Banser Tingkat Kecamatan.

Peserta kegiatan tersebut merupakan utusan dari masing-masing Pimpinan Ranting GP Ansor di seluruh kecamatan Songgom, dan beberapa peserta dari luar kecamatan Songgom.

Hadir dalam Acara Pembukaan Diklatsar Banser yakni Camat Songgom, Koramil Songgom, Kades Cenang, PC GP Ansor Kabupaten Brebes serta beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta ini dilaksanakan guna memberikan materi dan pemahaman serta beberapa olah fisik kepada calon Banser agar memahami tugas pokoknya dalam melindungi Ulama Nahdlotul Ulama, Pancasila, dan NKRI.

Haryo, Babinsa Desa Cenang dalam Amanatnya menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting dan yang lebih penting adalah keselamatan peserta dalam mengikuti pelatihan tersebut.

“Saya menghimbau kepada panitia pelaksana supaya dalam melakukan pelatihan melihat kondisi peserta, jika peserta tidak mampu maka jangan dipaksakan.” Imbuhnya

Menurut Kasnari (34), ketua PR GP Ansor Wijahan sekaligus panitia lokal pelatihan Diklatsar Banser Angkatan II mengatakan bahwa peserta pelatihan sejumlah 105 orang.

“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 15 – 17 Februari.” Imbuhnya

Salah seorang peserta bernama dede (21), menyatakan bahwa dirinya sangat ingin mengikuti Diklatsar Banser.

Dirinya berkata bahwa tujuan mengikuti Diklatsar adalah untuk mendapatkan pengalaman dan teman-teman baru dari berbagai daerah.

Diklatsar Banser PAC GP Ansor Angkatan II ini merupakan percontohan untuk Kecamatan dan Kabupaten Brebes pada umumnya. Sehingga dalam pelaksanaannya lebih bagus dan materi yang disampaikan lebih berbobot.

Harapannya supaya output dari Diklatsar Banser tersebut menghasilkan Banser yang tangguh secara fisik dan cakap dalam ilmu pengetahuan.

(Red/IF)

PAC GP Ansor Kecamatan Songgom Adakan Rakor Persiapan DIKLATSAR BANSER Tingkat Kecamatan

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Songgom mengadakan Rakor terkait persiapan pelaksanaan Diklatsar Banser tingkat Kecamatan di Masjid Baiturrohman Kubanggereng. Senin (28/01)

Pelaksanaan Rakor tersebut dilakukan oleh jajaran Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor kepada Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Dukuh Wijahan selaku panitia lokal guna memantapkan persiapan kegiatan Diklatsar Banser.

Hadir serombongan Pengurus Anak Cabang Pemuda Ansor pada malam tadi yang dikomandani oleh Andi selaku sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Songgom.

Andi menyampaikan permohonan maaf karena ketua PAC GP Ansor Kecamatan Songgom tidak bisa hadir karena sedang mengawal rombongan Muslimat dari Kecamatan Songgom yang berangkat ke Ibukota untuk menghadiri acara HARLAH Muslimat NU di Gelora Bung Karno Senayan.

“Acara Diklatsar ini merupakan acara kami dari PAC Kecamatan, namun untuk lokasinya kami menempatkan di Pedukuhan Wijahan.” Tambahnya

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan dari pelaksanaan Diklatsar tersebut Andi melanjutkan ke Musyawarah Pembentukan Panitia Lokal, dan hal lain yang perlu disepakati, diantaranya adalah terkait dengan tempat pelaksanaan kegiatan.

Sahri Abdurrohman, salah satu pengurus Nahdlotul Ulama Ranting Dukuh Wijahan mengusulkan untuk panitia lokal diserahkan kepada PR GP Ansor Dukuh Wijahan dan tempat pelaksanaan di gedung dan halaman MDTA Idharul Haiyi Kubanggereng Dukuh Wijahan Desa Cenang.

“Insyaallah dari pengurus tanfidziyah dan syuriah siap membantu untuk keperluan acara, dan dari masyarakat pun siap.” ungkap Sahri dengan nada optimis.

Peserta musyawarah menyetujui usulan tersebut dan telah disepakati bersama bahwa pelaksanaan Diklatsar Banser akan dilaksanakan di gedung dan halaman MDTA Idharul Haiyi dan kepanitiaan lokal akan diserahkan kepada PR GP Ansor Dukuh Wijahan.

(Red/IF)

Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng Mengadakan Istighosah Malam Senin Ponan

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan kegiatan Istighosah dan Doa Bersama pada malam senin pon. Minggu (27/01).

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan setiap malam senin pon oleh Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng Desa Cenang.

Hadir pada kegiatan tersebut yakni Pengurus Masjid Baiturrohman Kubanggereng, Pengurus Pimpinan Ranting Nahdlotul Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan beberapa warga masyarakat di lingkungan sekitar.

Hadir pula beberapa Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Anshor Kecamatan Songgom dan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser.

Awalnya kegiatan malam senin ponan ini dilaksanakan oleh jamiyah malam senin, dan pelaksanaan yakni keliling setiap musholla yang berada di lingkungan Masjid Baiturrohman Kubanggereng.

Namun seiring berjalannya waktu pelaksanaan istighosah bergeser dari musholla – musholla menjadi terpusat masjid, dengan harapan untuk memakmurkan Masjid Baiturrohman Kubanggereng Desa Cenang.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB, dengan pembukaan oleh pengatur acara dan dilanjutkan pembacaan tilawah dan sholawat Nabi. Istighosah dan Doa Bersama yang merupakan kegiatan inti malam senin ponan dipimpin oleh Ustadz Sahri Abdurrohman, S.Pd.I.

Setelah Istighosah dan doa bersama acara dilanjutkan dengan sambutan dan tausiyah oleh ulama setempat.

Rigyanto (60), Pengurus Masjid Baiturrohman dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini harus dilestarikan dan dijaga dengan baik.

“Syukur ditingkatkan lagi, khususnya untuk isi kegiatannya supaya jamaahnya bisa bertambah.” Imbuhnya

Selain itu dalam kegiatan tersebut juga mengandung nilai – nilai sosial yang tinggi, yakni kebersamaan yang tidak membedakan status ataupun golongan.

Hal senada juga disampaikan oleh Drais (70), yang mengungkapkan kesenangannya bisa hadir dalam acara istighosah dan doa bersama di Masjid Baiturrohman Kubanggereng Desa Cenang.

Dirinya juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat baik karena bisa menambah keimanan dan ketakwaan serta mempererat tali silaturahmi .

(Red/IF)

Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Wijahan Mengadakan MAKRAB

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Wijahan mengadakan kegiatan MAKRAB (Malam Keakraban) di Gedung MDTA Idharul Haiyi Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes. Sabtu (19/01).

Hadir dalam acara tersebut yakni PC IPNU Kabupaten Brebes, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Songgom dan beberapa Pengurus Ranting IPNU IPPNU Wijahan periode sebelumnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan MAKRAB ini berjumlah 33 peserta, mereka merupakan Pengurus PR IPNU IPPNU Wijahan periode 2019-2021 yang sudah terpilih secara musyawarah dan dipersiapkan untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan para pendahulunya.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh pengurus baru sebelum dilantik dan dikukuhkan oleh Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes.

Seperti yang disampaikan oleh ketua panitia, Wahyu (19) dalam wawancaranya bahwa kegiatan tersebut juga diadakan untuk menguatkan tali persaudaraan diantara pengurus supaya antara pengurus bisa saling kenal dan memahami.

Acara dimulai pukul 19.30 WIB, diawali dengan sesi perkenalkan dan dilanjutkan materi pertama yakni Pengenalan tentang IPNU IPPNU, dan materi kedua Pengenalan tentang Keorganisasian dan Kepemimpinan.

Materi pengenalan IPNU IPPNU disampaikan oleh PC IPNU Kabupaten Brebes yang di wakili oleh Agus (23). Dirinya menyampaikan bahwa pengurus IPNU IPPNU harus mengetahui sejarah dari IPNU itu sendiri, dan pergerakan apa yang harus dilakukan sebagai pengurus.

“Gak lucu kalau pengurus IPNU tidak tau apa itu IPNU dan sejarah berdirinya.” Lanjut Agus

Pengenalan Keorganisasian dan Kepemimpinan yang merupakan materi kedua disampaikan oleh Imam (27) yang merupakan pembina dari PR IPNU IPPNU Wijahan.

Dirinya memberikan motivasi kepada peserta supaya semangat dalam berorganisasi. Dirinya juga menyampaikan materi dengan menggunakan beberapa permainan sehingga peserta tidak merasa bosan.

Seperti yang diungkapkan salah seorang peserta yakni Rizal (12), dirinya mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti MAKRAB karena bisa mengenal banyak teman.

“Saya merasa senang bisa ikut MAKRAB, disini saya bisa dapat ilmu dan teman baru, mudah-mudahan acara ini bermanfaat.” Imbuhnya

Setelah materi, acara dilanjutkan dengan istirahat dan tidur malam. Kemudian dilanjutkan shalat subuh berjamaah dan mendengarkan kuliah subuh di Masjid.

Setelah dari masjid acara dilanjutkan olahraga bersama di halaman MDTA Idharul Haiyi. Acara ditutup dengan membaca do’a bersama dan ucapan selamat oleh panitia.

(Red/IF)

Dua Tahun Putus Sekolah Anak ini Senang Bisa Kembali Bersekolah

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Dandi Purwanto (14), senang bisa kembali bersekolah setelah 2 (dua) tahun berhenti. Dandi diantar oleh Ayahnya ke SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes. Kamis (17/01).

Darmo (52) yang merupakan ayah Dandi menuturkan bahwa anaknya ingin sekali bersekolah kembali. Dirinya berharap anaknya bisa bersekolah di Sekolah Negeri, namun karena ada beberapa berkas yang kurang lengkap akhirnya ditolak.

Awalnya Darmo sempat putus asa untuk kembali menyekolahkan anaknya, karena dirinya tidak sempat untuk mengurus berkas tersebut.

Dandi dulu bersekolah di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Larangan, namun karena beberapa alasan dirinya memutuskan untuk pindah sekolah.

“Beberapa hari setelah pindah, Dandi tidak pernah berangkat ke Sekolah, sehingga dia menjadi malas.” Tutur Darmo

Mendengar adanya Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes, Darmo menghubungi ketua FMPP Desa Cenang.

Moh. Pakhruroji selaku ketua FMPP Desa Cenang menyambut dengan baik maksud kedatangan Darmo. Setelah itu mengajak Dandi untuk kembali bersekolah.

“Saya terima maksud baik dari orangtua yang ingin kembali menyekolahkan anaknya, dan di Sekolah kami siap menerima anak tersebut.” Ungkapnya.

Dirinya juga memberikan motivasi kepada Dandi supaya tetap bersemangat dalam mencari ilmu dan berteman baik dengan teman-teman barunya.

Mendengar hal tersebut Darmo merasa senang dan langsung mengucapkan terimakasih kepada pihak Sekolah yang mau menerima anaknya.

(Red/IF)

Uniknya Siswa GKB Desa Cenang, Membuat Keterampilan berbahan PVC

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Setelah kegiatan pembelajaran selesai, siswa GKB Desa Cenang Kecamatan Songgom, Brebes dilatih membuat keterampilan berbahan PVC di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang. Sabtu, (12/01).

Aji (14) siswa GKB Desa Cenang yang tergabung di kelas 6 (enam) SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang, berinisiatif untuk membuat Rak Sepatu berbahan PVC.

Awalnya ide membuat Rak Sepatu Berbahan PVC ini adalah karena di kelasnya tidak ada Rak Sepatu yang digunakan untuk menaruh sepatunya. Sepatu – sepatu yang terlihat berserakan membuatnya berpikir untuk membuat Rak Sepatu.

Hal tersebut disampaikan kepada Guru Kelasnya agar mendapatkan solusi, dan dari situlah terbesit ide untuk membuat Rak Sepatu berbahan PVC.

Imam, Guru kelas 6 (enam) selalu mendukung apa saja yang ingin dikreasikan oleh siswanya.

” Saya merasa senang jika ada murid yang inisiatif dan kreatif, sekolah pasti akan mendukung dan memberikan kebutuhan – kebutuhan siswa. ” Tuturnya.

Mendengar hal tersebut Aji, dan kawan – kawannya langsung menyusun bahan-bahan yang dibutuhkan, kemudian membelinya di toko material terdekat.

Dalam wawancaranya Aji menyampaikan bahwa dirinya sangat senang jika keinginannya dipenuhi oleh Guru Kelasnya. Dirinya juga ingin berkreasi lagi tapi dalam bentuk yang berbeda.

Setelah bahan-bahan terkumpul, barulah Rak Sepatu berbahan PVC dibuat, meskipun dengan bermodalkan peralatan sederhana mereka tetap mengerj akannya dengan sungguh-sungguh.

Dan setelah beberapa menit Rak Sepatu berbahan PVC pun telah rampung dibuat.

Adly (11), ketua kelas 6 (enam) ikut merasakan kegembiraannya dengan memberikan acungan jempol kepada rekan-rekannya, khususnya kepada Aji yang membuat ide tersebut.

Rak Sepatu tersebut nantinya akan ditaruh di depan ruang kelas 6 (enam) sebagai tempat untuk menaruh sepatu dari para siswa, karena pembelajaran di ruang kelas 6 (enam) diwajibkan untuk melepas alas kaki mengingat di musim hujan ini biasanya jalan yang menuju ruang kelas 6 (enam) sangat becek.

(Red/IF)

“Tukar Guling” Tanah Terjadi antara SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi dengan Ibu Nur Hidayah

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Proses Akad dan Serah Terima Tanah dengan sistem Tukar Guling dilakukan oleh SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi dengan Ibu Nur Hidayah. Sabtu, (12/01).

Tukar Guling adalah sebuah proses pertukaran sebuah benda dengan jumlah atau nilai yang sama atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Barter.

Langkah ini dilakukan oleh Pihak Sekolah untuk mendapatkan akses jalan menuju ke Halaman Sekolah, mengingat posisi tanah milik Sekolah berada persis di sebelah tanah milik Ibu Nur Hidayah. Sedangkan dalam keseharian akses satu – satunya adalah dengan melewati tanah milik Ibu Nur Hidayah.

Hal itu perlu dilakukan agar kedepan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Hadir dalam proses tersebut yakni Kepala SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi, Perangkat Desa, dan beberapa saksi untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Moh. Pakhruroji, selaku kepala sekolah mengungkapkan bahwa tujuan melakukan pertukaran tersebut adalah untuk jalan menuju sekolah dan bisa juga digunakan untuk akses umum.

“Tujuan kami tidak lain adalah untuk kepentingan sekolah dan umum, bukan untuk pribadi.” Imbuhnya.

Nur Hidayah selaku pemilik tanah juga sepakat untuk melakukan pertukaran, dan dirinya bahkan sangat senang dan merasa terbantu dengan proses yang dilakukan pihak Sekolah yakni dengan bermusyawarah secara kekeluargaan.

Sesuai dengan hasil kesepakatan, tanah yang di tukar adalah 30 m2 dari masing-masing pemilik tanah.

Awalnya dari pihak keluarga Ibu Nur Hidayah masih keberatan terhadap hasil kesepakatan tersebut, namun karena kerelaan dan niat tulus Ibu Nur Hidayah akhirnya semua bisa legowo.

“Niat saya ikhlas untuk kepentingan umum, dan dengan adanya sekolah disitu berarti lingkungan menjadi ramai.” Tambah Nur.

Wiryono, Perangkat Desa Cenang yang ikut hadir dalam prosesi serah terima menjadi saksi sekaligus hakim dalam perkara tersebut menuturkan bahwa dalam pengusulan pertukaran hendaknya melalui prosedur yang benar.

“Urusan pertanahan harus diselesaikan sesuai dengan peraturan yang yang ada, agar tidak terjadi permasalahan nantinya.” Imbuhnya.

Acara dimulai dengan pengecekan lokasi dan pengukuran tanah, setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak dan foto bersama sebagai bukti dokumentasi.

(Red/IF)

Ngangsu Kaweruh Bumdes Cenang

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Kepala Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Brebes beserta rombongan mendatangi Desa Kaligiri Kecamatan Sirampog, Brebes untuk melakukan studi banding mengenai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Rombongan yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, manajer BUMDes, KPMD, dan pendamping desa tersebut diterima kepala desa Kaligiri Rosidin beserta perangkat desa Kaligiri lainya.

Kepala Desa Kaligiri Rosidin mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari Desa Cenang yang jauh-jauh mendatangi desanya untuk melakukan studi banding mengenai BUMDes.

“Selamat datang di desa kami, mudah-mudahan apa yang baik di Kaligiri bisa ditiru.” Kata Rosidin.

Ia mengatakan, BUMDes desanya berdiri pada tahun 2016 lalu. Sebelum beroperasi dibangun fisik atau tempat untuk kegiatan BUMDes yang berada di depan Balai Desa setempat. Setelah jadi baru dijalankan usaha berupa minimarket.

“Minimarket ini menjual kebutuhan-kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan pertanian.” Ungkap Rosidin.

Minimarket yang dijalankan BUMDes kini menjadi tempat kulakan warung-warung kecil di Kaligiri dan sekitarnya karena harga yang ditawarkan relatif lebih rendah dibanding dengan toko lainya.

Selain menyediakan segala kebutuhan masyarakat, BUMDes Kaligiri juga bekerjasama dengan bank pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan seperti menerima dan transfer uang.

Sementara Sekretaris Desa Kaligiri Karsono menuturkan, tahap awal pembentukan BUMDes yakni dengan membangun fisik atau gedung minimarket yang terletak di depan balai desa pada tahun 2016. “Pembangunan gedung minimarket dianggarkan sebesar Rp170 juta.” Tuturnya.

Pada tahun berikutnya, desa menganggarkan Rp120 juta untuk modal usaha BUMDes yang diantaranya untuk membeli prasarana dan sarana serta barang dagangan.

Pada tahun 2018, desa juga mengucurkan dana lagi sebesar Rp70 juta untuk memperkuat struktur modal BUMDes.

Sementara Kepala Desa Cenang Imam Rifai mengaku, keinginan untuk studi banding BUMDes ke Desa Kaligiri telah direncanakan satu tahun yang lalu.

“Kami berencana mambangun BUMDes yang baik demi kesejahteraan warga kami. Untuk itu, kami perlu belajar kepada BUMDes yang telah berjalan seperti BUMDes Desa Kaligiri ini.” Kata Imam.

(Red/IF)

Sumber : PortalPantura.com

Meskipun Hujan, Warga Blok Kubanggereng Mendatangi Tasyakuran Gedung Baru

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Warga Blok Kubanggereng Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes hadir pada acara tasyakuran gedung baru SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi, Kamis (03/01).

Sebuah kebersamaan yang apik dilakukan oleh warga blok Kubanggereng yang masih tetap menjaga kelestarian budaya yakni selamatan atau syukuran atas selesainya pembangunan sebuah gedung atau rumah.

Dalam hal ini SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi yang notabene berada di wilayah blok Kubanggereng turut melestarikan budaya tersebut.

Malam hari tadi melalui inisiatif dari Kepala Sekolah dan Dewan Guru, serta sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung baru, warga blok Kubanggereng diundang untuk melakukan syukuran di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

Hadir dalam acara tersebut Dewan Guru, Komite Sekolah, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda, dan beberapa warga di lingkungan sekitar.

Moh. Pakhruroji, selaku kepala sekolah membuka acara syukuran dan menyampaikan ungkapan terimakasih atas kehadiran warga. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses baik perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan Gedung Baru di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi.

” Pembangunan gedung baru ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, karena tidak dipungkiri gedung yang representatif akan menunjang semangat belajar dari siswa.” Imbuhnya.

Moh. Pakhruroji juga berharap kepada warga yang hadir agar mau menyekolahkan anaknya di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi, dan Ia juga berharap mendapatkan bantuan gedung lagi di tahun ini.

Acara dilanjutkan dengan doa selamat yang dipimpin oleh tokoh Agama yang hadir pada malam tadi, acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis ungkapan syukur dari Sekolah kepada Pelaksana Pembangunan, dan sebagai ramah tamah diujung acara, warga menyantap bersama hidangan yang sudah disiapkan.

Tak sampai disitu, acara setelah makan bersama yakni lek – lekan diambil dari kata melekan yang dalam bahasa Indonesia artinya Begadang. Begadang dilakukan dengan maksud menemani tuan rumah agar bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

(Red/IF)

Imunisasi Membuat Badan Menjadi Sehat dan Kebal Terhadap Penyakit

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Bidan Puskesmas Kecamatan Songgom mengadakan kegiatan Imunisasi pencegahan penyakit campak di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang. Kamis (03/01).

Kegiatan tersebut merupakan program lanjutan yang sudah dilaksanakan oleh Puskesmas di Bulan September 2018 tahun lalu. Program ini dilakukan secara bersama-sama dibeberapa sekolah dasar yang ada di Kecamatan Songgom.

Hanifah, salah satu Bidan Puskesmas yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pelaksanaan program ini semata untuk pencegahan penyakit campak khususnya pada anak-anak, mengingat bulan – bulan ini hujan turun dengan intensitas yang tinggi.

“Kegiatan ini juga merupakan kegiatan lanjutan dari beberapa bulan yang lalu, khususnya untuk kelas 1 Sekolah Dasar yang rawan terkena penyakit, untuk kelas yang lain belum ada anjuran dari kepala Puskesmas.” Imbuhnya.

Eliyah, orang tua dari Rizki kelas 1 (satu) mengungkapkan bahwa anaknya tidak mau di imunisasi dengan alasan takut jarum suntik dan obat. Benar adanya pada saat akan di imunisasi Ia langsung ketakutan dan bersembunyi di kelas.

Namun dengan kerja keras Bidan dan didampingi Guru, akhirnya Rizki berhasil di Imunisasi.

” Tadinya tidak tega melihat anak saya menangis dan ketakutan saat akan disuntik, tapi demi kesehatan ya sudah tidak apa – apa. ” Lanjut Eliyah.

Beberapa siswa juga sempat menangis, namun berkat kesigapan dan keahlian para Bidan dalam menangani anak – anak akhirnya semua berjalan lancar, meskipun ada beberapa anak yang belum di Imunisasi karena tidak hadir.

Seperti yang disampaikan oleh Wida Istiana, Guru Kelas 1 (satu) yang mengatakan bahwa beberapa siswa yang tidak hadir dikarenakan sedang sakit.

“Alhamdulillah meskipun sempat panik dan takut, tapi semuanya bisa di Imunisasi.” Lanjut Wida.

Hal senada juga disampaikan kepala sekolah,  Moh.  Pakhruroji yang mengungkapkan rasa syukurnya kepada anak – anak kelas 1 (satu) yang telah di Imunisasi .

” Alhamdulillah,  mudah-mudahan siswa kelas 1 (satu) yang baru saja di Imunisasi bisa tumbuh dengan sehat dan terhindar dari bahaya penyakit .” Lanjutnya.

(Red/IF)

Akhirnya Faisal Kembali Bersekolah

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Setelah sekian lama tidak bersekolah, alhamdulillah Faisal kembali bersekolah di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Rabu (02/01).

Faisal dulu sempat bersekolah di salah satu SD Negeri di Desa Cenang, namun karena sifatnya yang nakal sehingga dia dijauhi oleh teman-temannya. Berawal dari kejadian tersebut mengakibatkan ia jarang berangkat ke sekolah.

Pihak guru sudah sering mendengar keluhan dari orangtua / walimurid bahwa anaknya sering dijahili, sehingga membuat pihak sekolah juga harus bertindak secara tegas.

Melihat cucunya dikeluarkan dari sekolah Surwad merasa prihatin, karena kegiatan sehari-harinya hanya bermain-main dan jajan. Fulan juga mengatakan bahwa dirinya menginginkan supaya Faisal kembali bersekolah.

” Faisal sebenarnya anak baik, namun setelah perceraian orangtuanya, dia kurang mendapatkan kasih sayang. Dan selama ini sayalah yang mengasuhnya. ” Imbuhnya.

Melihat hal tersebut ketua FMPP Desa Cenang, Moh. Pakhruroji berinisiatif untuk mengembalikannya ke sekolah supaya mendapatkan Hak-nya dalam mengenyam pendidikan, apalagi diusianya yang masih anak – anak.

“Saya merasa terenyuh ketika melihat ada anak yang tidak sekolah, hati saya merasa terpanggil untuk mengembalikannya ke sekolah.” Tuturnya.

Ditahun 2018, Faisal bisa kembali bersekolah di salah satu MI di Dusun Kedawon Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Namun karena sifat nakalnya masih ada, sehingga ia tidak mendapatkan teman disana dan diapun merasa tidak betah. Hal itu yang menyebabkannya kembali putus sekolah.

Kabar tersebut sangat disayangkan, mengingat Faisal merupakan anak asuh dari Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Desa Cenang yang semestinya mendapatkan perlindungan khusus dari sekolah yang ditempatinya.

Faisal ingin bersekolah kembali, dan dia berjanji akan belajar dengan baik dan tidak nakal lagi. Alhasil di semester genap tahun pelajaran 2018 / 2019 ini ia kembali bersekolah di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang.

Hal tersebut disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah dan segenap Dewan Guru di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang.

“Alhamdulillah ananda Faisal bisa kembali bersekolah, semoga betah, dan bisa bergaul dengan teman-teman yang ada disini.” Harap kepala sekolah.

(Red/IF)

FMPP Desa Cenang Salurkan Bantuan GKB

Cenang (cenang.desabrebes.id) – FMPP Desa Cenang memfasilitasi penyaluran bantuan Gerakan Kembali Bersekolah ( GKB), dana bantuan berasal dari APBN setelah sebelumnya dari APBD Kabupaten Brebes, Jumat (28/12).

Kecamatan Songgom mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 485 Anak dengan besaran yang berbeda yakni Anak SD sebesar Rp. 800 rb. SMP sebesar Rp. 1 jt dan Anak SMA sebesar Rp. 1,4 jt.

Dari jumlah 485 anak yang mendapatkan bantuan dari APBN , Desa Cenang mendapatkan bantuan 32 Anak yang terdiri dari 10 Anak SD, 18 anak SMP dan 4 Anak SMA.

Ketua FMPP Desa Cenang, Moh. Pakhruroji, S. Pd.I., menyampaikan bahwa bantuan tersebut di peruntukan hanya untuk keperluan sekolah.

“Dana ini nanti diambil oleh siswa dan dikumpulkan oleh pendamping FMPP di sekolah masing-masing, sesuai dengan hasil kesepakatan. Siswa tinggal minta saja jika ada keperluan dan selama saldonya masih tersedia.” Imbuhnya

Pakhruroji juga berharap bahwa dana tersebut bisa di ambil apabila ada keperluan sekolah saja dengan harapan agar tidak di pergunakan utk hal hal lain.

Dirinya juga merasa bangga bahwa anak GKB ada yang berprestasi mendapatkan rangking 1 atas nama Alipatul Adawiyah yang sekarang masih duduk di kelas VIII di SMP Dharma Bakti Slawi.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM) Desa Cenang yang juga sebagai Wakil Ketua FMPP Desa Cenang Tarmun, SE., menyampaikan bahwa sekarang tidak ada alasan sekolah tidak ada biayanya, melainkan semangat dari anak untuk sekolah itu harus ada dan kemauan yang tinggi, maka FMPP Desa Cenang siap membantu.

” Sekarang tidak usah pusing mikirin biaya, semua biaya sudah ada yang menanggung, dan kami selaku pengurus FMPP senantiasa berjuang mencari alokasi Dana untuk kalian. ” Tambahnya

Salah satu pendamping siswa FMPP, Roikhatul Janah memaparkan penggunaan dana yang tersimpan di kas secara rinci bahwa penggunaanya mutlak untuk keperluan sekolah, baik kegiatan akademik maupun non akademik seperti mengikuti kegiatan Study Tour sekolah.

Janah juga menambahkan bahwa dana untuk siswa GKB semuanya digunakan untuk kegiatan siswa disekolah, dan setiap tahunnya juga dilaporkan kepada orang tua / walimurid yang menerima bantuan tersebut.

” Harapan kami selaku pendamping disekolah, orang tua / walimurid tidak usah khawatir, karena kami pendamping tidak mengambil sepeserpun dari dana itu.” Imbuhnya

(shrmn)

Setda Brebes Mengadakan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Setda Brebes mengadakan Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa serentak di dua Kecamatan yakni Kecamatan Songgom dan Kecamatan Jatibarang, Kamis (13/12) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di dua Kecamatan. Turut hadir H. Athoillah, SE. MSi., Assisten Pemsosbud Setda Brebes, Camat Songgom, dan Camat Jatibarang serta beberapa Staff dari Setda Kabupaten Brebes.

Acara yang sedianya diadakan di Aula Kecamatan Jatibarang ini dialihkan di Aula Desa Jatibarang Lor karena berbarengan di Aula Kecamatan Jatibarang sedang dilaksanakan kegiatan pembagian bantuan langsung non tunai oleh tim PKH Kecamatan Jatibarang.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB, dengan diawali pembukaan oleh MC dan dilanjutkan oleh sambutan Camat Jatibarang selaku tuan rumah pada kegiatan sosialisasi pemilihan Kepala Desa serentak tahap pertama di Kabupaten Brebes.

Camat Jatibarang dalam sambutannya menyampaikan bahwa anggaran untuk pemilihan Kepala Desa tahap pertama yakni mengacu pada penganggaran ditahun sebelumnya. “Untuk tahun ini Desa yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa akan mendapatkan dana 30 juta, namun bisa bertambah atau berkurang tergantung jumlah DPT-nya dana diambilkan dari ADD (Anggaran Dana Daerah) Kabupaten.” tuturnya

Beliau juga menambahkan bahwa untuk pemilihan Kepala Desa tahap kedua menggunakan e – voting (elektronik voting). Untuk Desa yang menggunakan e – voting akan ada biaya tambahan yakni untuk pengadaan Alat e – voting sebesar 70 juta dan akan diambil dari Dana Desa.

“Untuk anggaran pengadaan Alat e – voting dengan besar 70 juta akan mubadzir jika hanya digunakan untuk Pemilihan Kepala Desa saja, maka alat tersebut bisa digunakan untuk pengembangan SID (Sistem Informasi Desa).” Imbuhnya.

Dilanjutkan sambutan kedua oleh Setda Kabupaten Brebes, yang diwakilkan oleh H. Athoillah, SE. MSi, Asisten Pemsosbud Setda Kabupaten Brebes. Athoillah mengatakan bahwa pentingnya meyelenggarakan pemilihan kepala desa yang jujur adil dan terbuka, sesuai dengan peraturan yang ada.

Athoillah juga menghimbau kepada jajaran pemerintah kabupaten/kota maupun desa harus berhati – hati dalam mengelola anggaran. Baik perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan harus jelas, lengkap, dan dibuktikan dengan dokumen – dokumen yang valid.

” Sebanyak 60% Bupati/Wlikota dan kurang dari 50% Kepala Desa berurusan dengan KPK pada tahun ini, oleh karena itu lakukanlah kegiatan pemerintahan sesuai dengan aturan – aturan yang sudah ada “. Himbaunya

Diakhir sambutannya Athoillah berpesan bahwa kepala desa diusahakan tidak mempunyai musuh karena akan mempengaruhi jalannya kepemerintahan di desanya. Peribahasa mengatakan seribu teman terlalu sedikit, namun satu musuh saja sudah cukup banyak. 

Acara kemudian dilanjutkan oleh Faizin, STP, MSi yang memaparkan secara singkat tentang penggunaan anggaran untuk pemilihan kepala desa serentak di beberapa desa se-Kabupaten Brebes. Faizin menyampaikan bahwa pemilihan kepala desa serentak akan dilaksanakan dua tahap yakni tahap pertama pada bulan juni tahun 2019 dan tahap kedua yakni di tahun 2020.

“Pemilihan kepala desa tahap pertama masih menggunakan cara manual atau mencoblos, namun ditahap kedua nanti kita sudah mulai menggunakan pemilihan secara elektronik yaitu dengan menggunakan alat e-voting”. Paparnya

Faizin juga menjelaskan beberapa aturan terkait dengan penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Brebes. Hal ini perlu disampaikan mengingat sangat mungkin terjadi pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan baik oleh desa maupun oleh panitia penyelenggara dalam hal ini adalah tugas dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanyajawab, salah satu peserta bertanya tentang mekanisme penyerahan dana ADD yang digunakan untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa. Faizin menjawab bahwa dana ADD tersebut akan diserahkan langsung oleh panitia pemilihan kepala desa melalui rekening. ” Jadi panitia pemilihan kepala desa harus membuat rekening khusus di BPD Jateng untuk menerima dana ADD tersebut”. Tambahnya

(red/IF)

60 Fasilitator Mengikuti Pelatihan Kampung KB

Cenang  (cenang.desabrebes.id) – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) kabupaten Brebes, Drs. H. Khambali, M.H. mengatakan, bahwa Indonesia mendapatkan bonus Demografi, dikarenakan jumlah usia muda lebih banyak dari pada usia tua. Kehadiran Fasilitator Kampung KB sangat strategis dalam rangka memberikan Edukasi, Bimbingan dan Optimalisasi dalam kampung KB. Selasa (18/09/2018)

Lanjut Drs. H. Khambali, M.H, ada Tiga Puluh Kampung KB yang sudah dibentuk di Kabupaten Brebes yang tersebar di Tujuh Belas Kecamatan, Anda ini adalah wakil dari kampung KB, maka Ilmu yang di dapat di harapkan bisa di terapkan di Desa.

Sementara itu, salah satu Fasilitator Bahrululum, menjelaskan tentang Kampung KB yakni, pengetahuan tentang Advokasi, Fasilitasi, Jurnalistik Kampung KB, dan Pendokumentasian Kegiatan.

Selanjutnya salah satu Peserta Fasilitator, Ayu dari Capar memberanikan diri untuk menyanyikan Mars KB dirinya merasa senang dikarenakan banyak teman, dapat ilmu baru dan banyak pengalaman yang baik yang bisa diterapkan di Desa.  (red/Shrmn)

 

UNICEF Mengunjungi Desa Cenang Terkait GKB

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Tim UNICEF Jakarta berkunjung ke Desa Cenang pada hari Senin kemarin. Rombongan yang dihadiri oleh Dinda (Perwakilan dari Unicef), Bayu Setiawan (Staff Baperlitbangda Kab. Brebes), dan H. Bahrul Ulum (Ketua FMPP Kabupaten Brebes). Rombongan datang di Balai Desa Cenang Pukul 08.30 WIB, kemudian di sambut oleh Kepala Desa Cenang. Senin (17/09/2018)

Rombongan datang ke Desa Cenang untuk melakukan Observasi dan Wawancara berkaitan dengan kegiatan Gerakan Kembali Bersekolah di Desa Cenang. Setelah memperolah data dan kajian tentang Gerakan Kembali Bersekolah ini, Unicef selaku organisasi kepedulian terhadap anak bermaksud untuk mengadvokasi peristiwa siswa putus sekolah kemudian dikembalikan lagi ke sekolah dalam bentuk sebuah film.

Bersama Kepala Desa Cenang Rombongan berangkat menuju siswa Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang berada di Sekolah. Kunjungan pertama di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi, di Sekolah ini ada 10 Siswa GKB yang berhasil dikembalikan sekolah yang salah satu diantaranya adalah Neli (13 Th). Neli merupakan salah satu siswa GKB yang mempunyai cerita menarik, seperti apa yang dituturkan oleh Kepala Sekolahnya bahwa “Neli itu saya temukan sedang gampung disawah, mulanya dia bersekolah di salah satu SD di Cenang setelah kelas 2 (Dua) dia berhenti sekolah karena tidak di kasih uang saku, kemudian dari FMPP Desa Cenang datang kerumah dan membujuknya supaya kembali bersekolah”. 

Unicef Mengunjungi salah satu Rumah Siswa GKB Desa Cenang

Setelah datang ke sekolah, rombongan juga berkunjung ke rumah beberapa siswa GKB, dengan tujuan untuk melihat latar belakang keluarga dari siswa GKB. Kunjungan berakhir di Balai Desa Cenang untuk mewawancarai beberapa Siswa GKB yang bersekolah di SLTP. Imam Rifa’i (Kades Cenang) mengatakan, “Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturrahim antara Unicef dengan Siswa GKB di Desa Cenang. Harapannya kunjungan ini mendatangkan manfaat dan kedepan tidak ada lagi siswa yang putus sekolah di Desa Cenang”. (red/IF)

Dana Desa untuk Pengerasan Jalan Di RT 01 RW 05

Cenang ( cenang.desabrebes.id) – Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK) desa Cenang, Kecamatan Songgom Wiryono mengatakan, ada kegiatan Pembangunan Infrastruktur Jalan yang di biayai oleh Dana Desa Tahun Anggaran 2018, yakni pengerasan jalan Beton sheet di Rt 01 Rw 05 dengan panjang 225 x 2,5 m dengan Anggaran biaya Rp 106.100.000, bahkan mendapatkan apresiasi dari warga setempat.  Jum’at (14/9/2018).

Salah satu Pekerja Farikhin (53 th) mengatakan, bahwa dia merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya Program Dana Desa dari Pemerintah tersebut.  Program ini sangat membantu dikarenakan bisa menambah Penghasilan dan bisa menutup Kebutuhan Keluarga di saat nganggur, ” ujarnya.

Kades Cenang (Kanan) Sedang mengawasi pelaksanaan Pengerasan Jalan Beton Sheet

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 05 Wasto juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah yang mana sudah menggelontorkan Dana untuk Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Lingkungan kami, sehingga kegiatan dan aktivitas masyarakat menjadi lancar dan semoga harapanya ke depan Pembangunan Infrastruktur bisa merata di Desa Cenang.  (red/Shrmn)

10 Desa di Kecamatan Songgom Mengikuti Bintek dan SID

Cenang (cenang.desacenang.id) – Sebanyak 10 Desa di Kecamatan Songgom mengadakan Bimbingan Teknis (BimTek) Pelatihan Sistem Informasi Desa. Pelatihan ini di ikuti oleh Operator Desa dan Sekretaris Desa (carik) yang di pelopori oleh paguyuban Desa se kecamatan Songgom. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk menguatkan Sumber Daya dari Operator Desa sebagai pengolah data di desa. Sabtu (08/09/2018). 

Acara Pelatihan ini dibuka oleh Bambang Setiawan selaku kasi Penguatan Jaringan dan Penanggulangan Kemiskinan di Dinpermasdes kabupaten Brebes. Bambang mengatakan bahwa sudah jamannya desa mempunyai data sendiri, dan data itu digunakan sebagai acuan Kepala Desa dalam membuat RPJMDes dan berbagai macam program lain yang ada didesa.

Selain Bambang Setiawan, hadir pula Tim dari RTIK (Relawan Teknik Informasi dan Komunikasi) Kabupaten Brebes yang di gawangi oleh Andri. Andri menjelaskan bahwa Desa harus bisa membuat, mengolah, dan menyediakan baik dalam bentuk cetak maupun digital.

Harapannya dengan diadakan pelatihan ini Operator Desa bisa lebih memahami aplikasi – aplikasi yang harus dikerjakannya didalam desa. (if)

Kemendes Kunjungi Desa Cenang terkait Implementasi Data SIPBM

Cenang (cenang.desabrebes.id) – KEMENDES RI (Kementrian Desa Republik Indonesia) mengunjungi Desa Cenang, Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes  dalam rangka monitoring dan evaluasi Implementasi SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat) selama ini.

Hadir dalam kunjugan ini Ibu Evi dan Bapak Kholid (Staff KemenDes) dari Jakarta, Bambang Setiawan (Kasi Penguatan Jaringan dan Penanggulangan Kemiskinan) Dinpermasdes Kabupaten Brebes. Kamis (06/09/2018).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melihat sejauh mana desa memanfaatkan data hasil SIPBM. Desa Cenang sendiri merupakan salah satu Desa Pilot Projek dari 4 (empat) Desa se Kabupaten Brebes yang ditunjuk oleh Unicef dan seluruh Desa se Kecamatan Paguyangan oleh Kabupaten Brebes yang sudah melaksanakan kegiatan SIPBM.

Acara Monitoring dan Evaluasi ini hanya dilakukan di 3 (tiga) Desa se Kabupaten Brebes, yakni Desa Paguyangan, Desa Cipetung, dan Desa Cenang. Evi berpesan, bahwa dalam setiap pembangunan yang ada di Desa harus berdasarkan kebutuhan, dan untuk mengetahui kebutuhan yang ada di Desa maka dibutuhkan data. “Data itu mahal, maka gunakanlah dengan sebaik – baiknya, membangun tanpa data akan sia-sia,” tandasnya. (Sucen)