Banting Setir Selama Pandemi

Wabah penyakit covid-19 telah menyebar di 34 Provinsi. Brebes yang tadinya amanpun kini berada di zona merah, setelah ada 17 positif terkena virus Corona ini.

Semua sektor kehidupan terdampak terutama sektor ekonomi. Masyarakat dibuat susah dengan penghasilan yang menurun bahkan sampai hilang pekerjaan karena PHK.

Begitu juga yang dirasakan oleh salah satu warga Cenang, Kecamatan Songgom, Brebes Laeli Hayati (33). Ibu muda dua orang anak ini mengaku usaha rias pengantin nya sepi sekali. Tidak ada yang meminta jasanya. Ditambah lagi suaminya yang bekerja di luar negeri pun mengalami hal yang sama.(Selasa,12 Mei 2020).

“Karena pemerintah melarang berkumpul dan menggelar hajatan, jadi yang sudah pesan untuk rias pengantin semuanya dicancel. Biasanya setelah lebaran nanti banyak sekali orang-orang menikah, banyak orderan. Tapi kali ini kosong,”ungkap Laeli

Laeli pun tidak mau menyerah dan menyalahkan keadaan. Dia pun banting setir mencari usaha lain . Berawal dari coba-coba resep yang dilihatnya di YouTube, dia mempraktekannya dan mengkonsumsinya sendiri. Setiap kali berkesperimen, dia menguplodnya ke sosial media berupa WA dan Facebook.

“Tadinya coba resep aneka bolu, macam bolu pandan, bolu coklat, dan bolu ubi ternyata ada respon baik. Beberapa orang pun memesan bolu saya. Dan sekarang tidak hanya bolu saja tapi nugget ayam , kue ulang tahun, serta kue khas lebaran pun saya siap antar untuk pelanggan,”tambah Laeli.

Untuk memesan panganan tersebut, pelanggan dapat menghubungi no Wa 0856 atau lihat Facebook nya “El Galeri (Laeli Hayati) atau datang langsung ke alamat RT 01 RW 06 Dukuh Wijahan.

Adapun harga aneka bolu dan lainnya yaitu bolu pandan dan coklat 30.000, bolu ubi ungu 35.000, nastar dan putri salju 25.000, kastangel 55.000, nugget 30.000 dan 15.000. Harga bisa berbeda jika ukurannya lebih besar.

Laeli berharap Pandemi covid-19 ini cepat berlalu, supaya keadaan normal kembali.

“Semoga cobaan ini cepat berakhir, sehingga usaha saya bisa normal lagi. Dan semoga usaha kue ini semakin baik,”tutup Laeli.

 

Karang Taruna Cenang Peduli Korban Banjir

      Cenang(cenang.desabrebes.id) – Trenyuh dengan nasib korban banjir Brebes, Karang Taruna Nusa Jaya Desa Cenang , Songgom, menggalang dana untuk membantu para korban. Pengurus harian bersama anggota berkeliling di dua dukuh yaitu Wijahan dan Cenang, dengan diiringi lantunan musik dari grup drumband MTs.Riyadlotul ‘Uqul , Jum’at(16/1).

       Penggunaan drumband ini selain untuk menarik perhatian masyarakat agar keluar rumah dan menyumbangkan uangnya, juga untuk melatih anak-anak peduli terhadap sesama. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota karang taruna Atin Martino setelah acara penggalangan dana selesai. Dia menambahkan nantinya dana yang terkumpul sementara akan disumbangkan ke korban banjir di daerah Cikeusal dan Ketanggungan, namun tidak menutup kemungkinan di daerah Brebes lainnya.

          “Adapun hasil penggalangan dana di Dukuh Cenang sebesar 2.200.000. Tidak hanya uang yang akan kami sumbangkan ada pakaian,makanan instan, air mineral, dan yang lain, imbuh Martino.

           Meskipun penggalangan dana terhalang hujan deras, tapi tidak menyurutkan para anggota dan anak MTs.Riyadlotul ‘Uqul. Mereka sesekali berhenti untuk berteduh dan melanjutkan kembali saat hujan reda.(JW)

Pilkades Cenang Menentukan Masa Depan Desa

      Cenang(cenang.desabrebes.id) – Setelah persiapan selama kurang lebih empat bulan, akhirnya pemilihan Kepala Desa Cenang,Songgom, Brebes dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Masyarakat Cenang berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara(TPS) untuk menggunakan hak pilihnya. Pemilihan dibuka pada pukul 08.00 pagi yang bertempat di Halaman SD Cenang 1,Minggu(15/19).

    Untuk mempermudah dan mempercepat proses pemilihan, panitia membagi dalam 9 TPS. Tiap RW ada 1 TPS serta 2 tobong. Warga dari tiga Pedukuhan yaitu Dukuh Cenang, Wijahan, dan Tegalurung silih berganti mengantri di gerbang pintu masuk. Dikawal hansip supaya tidak berdesak-desakan. Satu persatu warga mendatangi masing-masing TPSnya dan memilih Calon Kepala Desa Cenang sesuai hati nurani. Karena masih banyak yang kebingungan panitia dibantu dengan anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) mengarahkan masyarakat ke TPSnya.

         Salah satu anggota BPD Imam Fahroji mengatakan banyak masyarakat yang tidak melihat surat pemberitahuan, jadi mereka tidak tahu di TPS berapa mereka harus memilih. Mereka hanya menerima tanpa mengeceknya terlebih dahulu.

        Menjelang penutupan sempat terjadi kegaduhan dari masyarakat. Mereka melontarkan perkataan yang memicu keributan. Namun, dengan sigap Ketua Panitia M.Widodo berhasil menenangkan masa.

   “Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tenang dan tidak membuat gaduh. Percayakan hasil perhitungan kepada kami panitia serta saksi dari masing-masing calon. Kalau masih ada keributan, kami tidak akan melakukan penghitungan suara,”bujuk Widodo.

      Setelah penutupan dan dilakukan penghitungan oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara(KPPS), dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 7.441, hanya 4.418 orang yang menyalurkan suaranya. Dengan hasil calon no urut 1 Junedi memperoleh 2.897 suara, sedangkan calon no urut 2 Nurjanah mendapat 1.479 suara. Terdapat selisih suara sebanyak 1.418 diantara ke dua calon. Dengan demikian, calon kepala Desa Cenang terpilih untuk periode 2020-2026 adalah Junedi.(JW)

MTs.RIYADLOTUL ‘UQUL CENANG UNJUG GIGI di AJANG AKSIOMA

       BREBES(cenang.desabrebes.id) – Kementrian Agama menyusun berbagai program demi suksesnya penyelenggaraan pendidikan madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Salah satunya yaitu Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah (AKSIOMA). MTs.Riyadlotul ‘Uqul Cenang, Songgom yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Brebes tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk unjuk prestasi. Adapun cabang lomba yang diikuti adalah futsal dan badminton. Lomba futsal diadakan di MTs.Darul Abror Pasarbatang, sedangkan badminton berlangsung di GOR 33 Brebes,Sabtu(14/19).

   Waka Kesiswaan MTs.Riyadlotul ‘Uqul, Marine Oktavirani Dewi mengatakan dengan mengikuti AKSIOMA Tahun 2019 ini anak-anak dapat menyalurkan bakatnya di bidang olah raga dan menambah pengalaman.

        “Saat anak-anak diberi tahu adanya AKSIOMA, mereka sangat antusias. Kami hanya mengirimkan atlit futsal dan badminton. Meskipun persiapannya serba mendadak tidak mempengaruhi semangat mereka karena hampir setiap hari mereka bermain futsal dan badminton. Kalah menang sudah biasa, tapi tetap kami berharap mampu masuk babak final dan membawa piala kemenangan untuk menambah koleksi piala yang sudah ada,” pungkas Marine.

      Di cabang futsal babak penyisihan, MTs.Riyadlotul ‘Uqul harus menghadapi MTs. Muhamadiyah Wanasari. Dengan kerjasama yang baik, akhirnya MTs.Riyadlotul ‘Uqul mampu unggul dan masuk ke babak 8 besar. Di babak 8 besar ini, ‘Uqul melawan MTs.Assamsyuriyah. Dan di babak pertama sempat memimpin dengan skor   1-0. Namun, babak ke dua MTs.Assamsyuriah berhasil menyamakan kedudukan. Skor seimbang sampai waktu berakhir. Akhirnya, adu pinaltipun menjadi penentu. Hasilnya, MTs.Riyadlotul ‘Uqul gagal menuju babak semi final.

             Hal yang sama dialami oleh Andi Saputra(13), atlit badminton yang harus tumbang saat melawan atlit MTs.Hasyim Asyari. Meskipun tidak ada yang masuk babak final, perlombaan ini mengasah kemampuan siswa-siswi MTs.Riyadlotul ‘Uqul di bidang olahraga. (JW)

BABAK BARU PILKADES CENANG

Cenang(cenang.desabrebes.id)-Pemilihan Kepala Desa Cenang memasuki babak baru. Segala persiapan dilakukan oleh panitia bersama jajarannya. Setelah penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), bertempat di Balai Desa Cenang Panitia Pilkades menetapkan tiga keputusan sekaligus yaitu Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Penetapan Calon Kepala Desa Cenang, dan Pengambilan nomor urut ,Minggu(1/12/2019).

Sebagai data awal pemilih, Pantarlih menggunakan DPS saat pemilihan presiden yaitu 6.860. Setelah dilakukan pencacahan oleh pantarlih didapat 7.015 pemilih. Jumlah tersebut kemudian terus bertambah seiring dengan laporan dari warga yang belum terdaftar. Sehingga sampai tanggal 30 Desember 2019 dini hari ditetapkan Daftar Pemilih Tetap sebanyak 7.441, yang terdiri dari pemilih laka-laki 3.722 jiwa, sedangkan pemilih perempuan 3.719 jiwa. Nantinya ada 9 Tempat Pemungutan Suara (TPS )untuk kegiatan pemilihan, masing-masing terdapat 1 TPS.

Pembacaan berita acara penetapan DPT tersebut dibacakan oleh Ketua Panitia Pilkades Cenang, M.Widodo dihadapan BPD, Forkompincam Songgom, Perangkat Desa, KPPS, dan Kedua pendukung calon kepala desa. Widodo juga menambahkan bahwa jumlah tersebut sudah tidak bisa berubah dan semua pihak harus menerimanya dengan lapang dada karena panitia sudah bekerja semaksimal mungkin untuk memutakhirkan data pemilih, serta masyarakatpun telah diberii kesempatan untuk melapor jika ada yang belum terdaftar.

Tidak hanya penetapan DPT, Panitia juga menetapkan dua Bakal Calon yaitu Junedi dan Nurjanah menjadi Calon Kepala Desa Cenang Tahun 2019. Serta kedua calon tersebut mengambil nomor urut. Dan hasilnya adalah Junedi mendapat nomor urut 1, sedangkan Nurjanah nomor 2. Para pendukungpun bersorak gembira mendengar hasil itu. Mereka percaya bahwa nomor tersebut adalah nomor keberuntungan.

Sementara itu Camat Songgom, M.Sodiq tidak bosan-bosannya memberi pesan kepada masyarakat Cenang guna menjaga keamanan serta ketertiban demi kelancaran pemilihan.

“Yang namanya pemilihan itu waktu pencoblosan, bukan sekarang makanya tidak ada gunanya ribut-ribut. Tidak perlu saling mengejek atau mengolok antar tetangga. Kedua calonpun harus saling rukun, siapapun yang jadi harus kita dukung bersama demi kemajuan desa,”pungkas Sodiq.(JW)

Rapat Pleno Pengesahan DPS Desa Cenang

Cenang(cenang.desabrebes.id)-Persiapan Pilkades Cenang sudah sampai pada tahap pengesahan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Bersama Panitia Pilkades, Badan Permusyawaratan Desa,serta disaksikan oleh Calon Kades beserta tim pendukung,Camat Songgom,Pantarlih,dan Polsek Songgom, dilakukan pengesahan DPS dan secara simbolis diserahkan kepada dua calon kades sebagai bahan pengecekan bersama di Aula Balai Desa Cenang,Rabu(13/2019).

Menurut Ketua Pilkades Cenang, M.Widodo masih ada kesempatan bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih untuk masuk menjadi daftar pemilih tambahan.

“Sebelum tanggal 1 Desember 2019 yaitu penetapan daftar pemilih tetap(DPT), dihimbau kepada masyarakat untuk melaporkan diri kepada pantarlih atau ketua rt/rw setempat.Dengan membawa E-ktp atau Kartu Keluarga, karena jika sudah menjadi DPT maka data tidak bisa dirubah lagi, yang tidak terdaftar artinya tidak bisa memilih,”ujar Widodo

Berdasarkan DPS jumlah pemilih Desa Cenang yaitu 7015, terdiri dari 3488 laki-laki dan 3527 perempuan. Data tersebut masih bisa bertambah sebelum ditetapkan sebagai DPT.

Selanjutnya hasil dari pengesahan DPS tersebut akan diperbanyak dan dibagikan kepada masing-masing rt supaya disosialisasikan dan pengecekan secara bersama.

Sama halnya yang dipesankan oleh Camat Songgom M.Sodiq bahwa DPS harus dikoreksi dan semua masyarakat saling bekerjasama demi suksesnya pilkades Cenang yang aman, damai, dan lancar

“Saya lihat Cenang keadaanya paling kondusif dan adem ayem, semoga semuanya akan lancar sampai hari pemilihan,”harap Sodiq.(JW)

Musdes Bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Masyarakat

Cenang(cenang.desabrebes.id)-Sudah menjadi agenda tahunan bagi Pemerintah Desa untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa(RKPDes) melalui musyawarah desa(musdes). Dalam penyusunan tersebut tersampaikan ratusan aspirasi masyarakat, namun tidak semuanya bisa terealisasi. Perwakilan masyarakat hadir guna menyampaikan pendapatnya untuk pembangunan tahun 2020 baik fisik ataupun sumber daya manusianya,Selasa(12/11/2019).

Acara dilaksanakan di Aula Balai Desa Cenang,Songgom,Brebes yang dihadiri oleh Perangkat Desa,BPD,Perwakilan Kecamatan,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,Tokoh Pemuda,dan RT/RW.

Dalam sambutannya Perwakilan Camat Songgom, Agus Purwanto memberi pesan bahwa dana desa yang dikucurkan Pemerintah pusat pastinya tidak akan langgeng , lambat laun jumlahnya akan menurun. Karena dana tersebut merupakan stimulan dari Pemerintah Pusat supaya pada akhirnya masyarakat desa mampu mandiri mengembangkan dan memperoleh dana sendiri. Maka dari itu masyarakat desa diharapkan tidak hanya mengandalkan dana desa, tapi meningkatkan potensi desa.

Kepala Desa Cenang Imam Rifai memandu secara langsung proses musyawarah. Berbagai macam usulan diutarakan, dari pengaspalan,pavingisasi,drainase,serta peningkatan sumber daya manusianya yaitu melalui peningkatan pendidikan. Tidak semuanya bisa langsung dibangun namun dilihat dari yang paling prioritas terlebih dahulu. Sedangkan usulan yang belum tercapai dijadikan rencana tahun 2021.

Berdasarkan kesepakatan maka beberapa usulan yang masuk dalam RKPDes Tahun 2020 antara lain pembuatan drainase dari rumah ibu Cati ke ibu Fatikha, drainase dari ibu Triana sampai bapak Wajad,beton sheet ibu sariah sampai bekas rel,pengaspalan jalan dari rumah bapak parihin sampai Tolani ditambah dengan talud,serta pengaspalan dari rumah ibu Misah sampai rumah ibu Runtiah.

Berbagai macam usulan ini merupakan bentuk kerjasama antara masyarakat dengan Pemerintah Desa. Setelah usulan itu terpenuhi, masyarakat secara bersama-sama wajib menjaga supaya tidak cepat rusak.(JW)

MTs.Riyadlotul ‘Uqul Cenang Ikuti LCTP Kabupaten

Brebes(cenang.desabrebes.id)- Kwartir Ranting Cabang (Kwarcab) Brebes mengadakan Lomba Cerdas Tangkas Pramuka(LCTP) Tahun 2019 di Kantor Kwarcab Jalan Pramuka no.29 Brebes,Sabtu (09/11/2019).

Lomba tahun ini diikuti oleh perwakilan masing-masing kwarran yaitu 17 Pramuka Siaga,17 Pramuka Penggalang,dan 17 Pramuka Penegak dengan maksud meningkatkan kemampuan dan percaya diri anggota pramuka.Peserta yang hadir adalah juara pertama hasil seleksi ditiap kwaran kecamatan.

Salah satu peserta yang mendapat kehormatan untuk mewakili Kwaran Songgom adalah MTs.Riyadlotul U’qul Cenang.

Dikatakan oleh pembina pramuka MTs.Riyadlotul U’qul Roikhatul Janah,meskipun waktunya singkat untuk latihan tapi tetap semangat menampilkan kemampuan semaksimal mungkin.

“Tetap semangat dan berusaha yang terbaik demi nama baik Kecamatan, kalah menang sudah biasa. Dan meskipun kami tidak berhasil menjadi juara,terpenting adalah mendapat pengalaman sehingga tahun berikutnya lebih bisa mengasah kemampuan anak didik kami,”pungkas Janah.

Perlombaan diawali dengan upacara pembukaan dilanjutkan dengan babak penyisihan. Dalam babak ini semua peserta harus menjawab 50 soal pilihan ganda, yang terdiri dari materi kepramukaan,UUD 1945,Pancasila,dan pengetahuan umum. Peserta yang memperoleh peringkat 1,2,dan 3 berhak masuk babak final.

Adel (14 tahun) perwakilan MTs.Riyadlotul U’qul mengungkapkan kekecewaannya karena tidak masuk final bahkan air matanya tidak bisa dibendung lagi.

“Padahal kami yakin dengan jawabannya tapi ternyata tidak lolos ke babak berikutnya,”ungkap Adel.(JW)

Staff Kaur Keuangan Cenang Naik Pangkat

Cenang(cenang.desabrebes.id) – Staff Kaur Keuangan Desa Cenang, Songgom, Brebes, Kasmuri naik jabatan menjadi Kaur Keuangan menggantikan Junedi yang mengajukan cuti karena maju menjadi bakal calon Kepala Desa Cenang. Pengambilan sumpah dan pelantikan dilaksanakan di Kantor Balai Desa Cenang dengan sederhana namun tetap hikmat,Selasa(29/2019).

Pelantikan disaksikan oleh Sekretaris Kecamatan Songgom, BPD Cenang, Perangkat Desa , Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama , dan Perwakilan Koramil Songgom.

Proses pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan oleh Kepala Desa Cenang Imam Rifai. Setelah mengucapkan sumpah dan penandatanganan berita acara, semua tamu undangan memberi selamat kepada pejabat baru.  Dalam sambutanya Rifai mengutarakan meskipun kondisi balai desa sedang direnovasi namun pelantikan harus tetap dilaksanakan.

“Karena Pak Junedi mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Cenang, maka jabatan Kaur Keuangan kosong dan  harus diisi. Sesuai aturan maka staff nya Pak Kasmuri mengisi kekosongan itu,”ujar Rifai.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan Songgom Wartoid mengingatkan kepada bakal calon kades untuk tidak money politik.

“Jangan sampai ada money politik, karena jika ada gugatan keberatan dari pihak lain dan terbukti di pengadilan maka seandainya menang akan digugurkan,”terang Wartoid.(JW)

Mencari Solusi Permasalahan Pantarlih

Cenang, (cenang.desabrebes.id)- Panitia Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) Cenang mengadakan pertemuan dengan Petugas Pantarlih(pendaftaran pemilih) bertempat di Sekretariat FMPP Desa Cenang,Songgom,Brebes,Sabtu(26/2019). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi data dan mencari solusi permasalahan yang dihadapi selama pendataan.
Dihadari oleh Panitia Pilkades,Camat Songgom,BPD,dan Pantarlih Desa Cenang.

Ketua Panitia Pilkades Cenang Widodo menyampaikan suksesnya pemilihan salah satunya pendataan yang benar. Sedini mungkin meminimalisir kesalahan. Jika ada perbedaan data antara E-KTP dengan Kartu Keluarga dimasukkan ke lembar terpisah.

Beberapa Pantarlih menghadapi masalah seperti perbedaan NIK antara E-KTP dengan KK, rumah yang ditinggal merantau,satu keluarga mempunyai banyak KK,dan orang pindahan.
Permasalahan tersebut langsung ditanggapi oleh Camat Songgom Mohamad Sodiq.

” Jika NIK berbeda maka orang tersebut dicatat di lembar terpisah bukan di daftar pemilih sementara,kemudian diminta untuk melalukan pembetulan. Sedangkan bagi warga pindahan yang belum mengurus alamat baru tetap dicatat pantarlih,lalu data tersebut diberikan kepada pantarlih yg bertugas di alamat terdahulu,”jelas Sodiq.

Sodiq juga menambahkan bagi keluarga yang memiliki banyak KK dan NIK nya berbeda-beda, gunakan NIK yang ada di E-ktp atau surat keterangan perekaman(suket). Harapanya dengan pendataan pemilih ini akan didapatkan data warga yang sebenarnya dan mengatasi masalah perbedaan data penduduk.(JW)

Pentingnya E-KTP dalam Pilkades

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Setelah sosialisasi pelaksanaan pilkades tahap 2 oleh Pemerintah Kecamatan Songgom hari jum’at lalu, Pemerintah Desa Cenang, Songgom,Brebes bersama Badan Permusyawaratan Desa dan masyarakat membentuk panitia Pilkades Cenang di Aula Balai Desa, Sabtu malam(28/19).

Dalam sambutannya Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i mengajak masyarakat untuk melakukan perekaman e-ktp bagi yang belum.

“Karena pilkades kali ini menggunakan e-voting maka warga Cenang harus mempunyai e-ktp atau surat keterangan perekaman. Bagi yang berumur tujuh belas tahun pada tanggal 15 desember tahun 2019 nanti diperbolehkan untuk perekaman,”ujar Imam.

Senada dengan Imam Rifa’i demi mendukung kegiatan pilkades, Pemerintah Kecamatan Songgom siap memfasilitasi perekaman di setiap desa. Camat Songgom Muhamad Sodiq mengutarakan untuk mempermudah perekaman bisa dilakukan di masing-masing desa, supaya lebih dekat.

“Kami memberikan kemudahan dengan mengadakan perekaman di Balai Desa Cenang supaya warga lebih antusias . E-ktp menjadi sangat penting untuk pilkades tahap 2 ini karena nantinya e-ktp itu akan ditempelkan pada alat pendeteksi identitas,”ungkap Sodiq.(JW)

Sosialisasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Kecamatan Songgom

Cenang(cenang.desabrebes.id)- Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) serentak tahap 2 Kecamatan Songgom akan dilaksanakan di empat Desa yaitu Wanatawang,Jatirokeh,Karangsembung,dan Cenang yang akan menggunakan E-Voting. Untuk kesuksesan pelaksanaan tersebut, Pemerintah Kecamatan Songgom mengadakan Sosialisasi Pelaksanaan Pilkades.

Sosialisasi berlangsung di Aula Kecamatan Songgom, Jum’at(27/09/19). Hadir Kepala Desa , Anggota BPD, dan Perwakilan Masyarakat.

Camat Songgom Muhamad Sodiq meminta kepada seluruh Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa(BPD)melakukan persiapan yang matang.

“Berdasarkan surat Bupati No 141/3016 telah ditentukan jadwal kegiatan pembentukan peraturan Desa, panitia pemilihan dan lainnya. Semuanya harus cepat karena Pilkades akan dilaksanakan pada tanggal15 bulan Desember 2019. Maka itu langkah awal harus membuat perubahan APBDes untuk pembelian alat pemilihan,”ungkap Sodiq.

Karena pilkades menggunakan elektronik voting maka desa secepatnya membuat perubahan APBDes untuk membeli seperangkat alat seharga 70juta,tambah Sodiq.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah Hukum dan Politik La Ode Vindar Aris Nugroho menjelaskan tentang penggunaan Elektronik Voting pada tahap pilkades gelombang 2 ini.

“Elektronik Voting(e-voting) adalah sistem pemilihan yang memanfaatkan perangkat teknologi dalam pemungutan suaranya. Jadi masyarakat tidak lagi mencoblos surat suara melainkan memilih menggunakan gambar yang tertera pada layar,”jelas Nugroho.

Manfaat dari E-voting adalah lebih akurat, cepat,efektif,mudah,dan aman. Sistem ini dapat menggantikan banyaknya surat suara yang rusak atau tidak sah. Sehingga lebih hemat. Nantinya setelah pilkades berakhir, alat ini bisa digunakan Pemerintah Desa untuk pelayanan masyarakat,imbuh Nugroho.
Semua

Mengenal Lebih dekat Pasukan Paskibra Upacara

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dari ibukota Negara Jakarta sampai ke pelosok desa. Tidak mau ketinggalan Desa Cenang Kecamatan Songgompun menggelar upacara di lapangan desa.

Turut hadir anak PAUD HARUM,TK PERTIWI,SD Cenang 1 dan 2, SD Ma’arif,MTs Riyadlotul ‘Uqul,Perangkat Desa,Ketua RT/RW, serta Tokoh masyarakat ,Sabtu(17/19).

Peristiwa yang banyak ditunggu adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Seperti biasa Pasukan Pengibar Bendera berasal dari siswa siswi MTs. Riyadlotul ‘Uqul Cenang. Bahkan demi tugas ini Pasukan diseleksi dan digembleng sebelum masuk tahun ajaran baru.

“Pasukan dipilih dan dilatih setiap hari selama 2 minggu supaya kompak dan teratur. Mereka dilatih dari peraturan baris berbaris dasar,”terang pelatih Wailal Fauzi .

Lanjut Wailal, jumlah anggota paskibra adalah 27 personil dari peserta didik kelas 7 sampai kelas 9, terdiri 19 perempuan dan 8 laki-laki. Tidak mudah melatih dan mengatur pasukan dengan jumlah tersebut butuh kesabaran dan kedisiplinan yang tinggi.

“Kendalanya adalah terkadang anggota tidak berangkat semua serta kurangnya komunikasi antara panitia upacara desa dengan pihak sekolah,”imbuh Wailal.

Bagi peserta didik kelas 7 inilah pengalaman pertama menjadi paskibra.Yusuf(14) mengatakan merasa gugup karena baru pertama kali menjadi paskibra dan ditonton banyak orang.

“Rasanya senang juga takut salah dan mengecewakan. Tapi bahagia benget karena acara berjalan lancar dan bangga pada diri sendiri,”kata Yusuf.

MTs. Riyadlotul ‘Uqul Sabet 6 Piala di Ajang Jambore Ranting Songgom

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – Pengurus Pramuka Kwaran Songgom mengadakan Jamran(Jambore Ranting) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke-54 di Lapangan SMK N 2 Songgom dari tanggal 13-15 Agustus 2019,Kamis (15/8).

Adapun peserta yang ikut adalah seluruh Gudep SD dan SMP/MTs se-Kecamatan Songgom. Untuk meningkatkan prestasi peserta, panitia mengadakan berbagai macam lomba baik berupa lomba olah fisik maupun keterampilan dan pengetahuan kepramukaan.
Tahun ini seperti biasa MTs. Riyadlotul ‘Uqul mengirimkan perwakilan terbaiknya putra putri penggalang yang siap mengikuti semua kegiatan dengan tertib dan sportif.

Dikatakan oleh Pembina Pramuka Gudep Mts.RU Roikhatul Janah, anak didiknya sangat antusias menghadapi Jambore tahun ini. Setiap hari mereka latihan dari pagi sampai sore demi menunjukan bahwa mereka bisa.

Selain itu, Janah juga menambahkan tahun sebelumnya Mts mendapat Juara umum 3 berturut-turut selama 3 tahun, namun tahun ini kami harus terima berada di urutan ke empat.

“Alhamdulilah anak didik kami telah melaksanakan dan berusaha sekuat mungkin. Tanpa lelah berjuang yang akhirnya membuahkan 6 piala. Meskipun tahun ini tidak juara umum, kami tetap bangga pada mereka dan semangat terus untuk memperbaiki,”pungkas Janah.

Mereka harus menghadapi 8 SMP/MTs lainya se kecamatan songgom yang tidak mudah ditumbangkan juga, tambah Janah.

Mts.Riyadlotul ‘Uqul berhasil menyabet 6 piala yaitu pada lomba PBB,Kolone tongkat,Pramuka Pintar,Pindah Bom,Pembacaan Pembukaan UUD 45.

Sebagai Bantara yang melatih dan menjaga selama perkemahan Wailal mengungkapkan kekecewaanya karena tidak juara umum.

“Kecewa sudah pasti tapi harus menerima hasilnya. Lelah yang dirasa terbayar dengan membawa pulang 6 piala. Yang terpenting tetap semangat,”ungkap Wailal.

MTs.Riyadlotul ‘Uqul Tingkatkan Kedisiplinan Melalui Perjumsa

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Salah satu program kerja Gugus Depan MTs.Riyadlotul ‘Uqul Cenang yaitu Kegiatan Perkemahan Jum’at Sabtu(Perjumsa) untuk peserta didik baru. Dengan tujuan menyambut dan mengukuhkan dari anggota Siaga ke Penggalang,Sabtu(27/7/2019)

Ada 66 anggota baru yang akan diresmikan sebagai penggalang. Mereka bergabung dengan kakak kelas mengikuti acara yang sudah ditentukan mulai dari wide game,masak-memasak, sampai jeritan malam.
Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah dari hari jum’at sampai dengan sabtu.

Pada malam harinya semua peserta menikmati api darma. Dewan Penggalang melalui upacara Api Darma menyerukan Dasadarma pramuka yang disaksikan oleh warga sekitar. Yang dilanjutkan dengan pentas seni.

Selaku pembina upacara Asep Wahyudin mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan akhlak mulia.
“Selamat datang bagi murid baru di Gudep Mts.Riyadlotul ‘Uqul ikutilah peraturan yang sudah ditentukan dari awal sampai akhir. Latih kedisiplinan dari kegiatan perjumsa ini supaya belajar lebih teratur,”ungkap Asep.

Asep juga mengingatkan pentingnya memiliki akhlak baik dalam pergaulan sehingga tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif.
Perjumsa tidak hanya dilaksanakan di halaman sekolah, sabtu pagi peserta melanjutkan kegiatan di Pantai Alam Indah(PAI) Tegal. Selain untuk lebih mencintai alam, pergi ke pantai ini juga sebagai ajang rekreasi.

Salah satu peserta didik baru Wulan Sapirah(14) mengatakan sangat antusias karena bisa jalan-jalan ke pantai bersama kawan-kawanya. (JN)

Sugeng Mulyono | Sekretaris Desa Zaman Milenial

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) zaman milenial mempunyai tantangan tersendiri. Harus menguasai teknologi karena semuanya harus cepat. Bertanggung jawab serta selalu berinovasi merupakan hal yang wajib dilakukan agar pekerjaan terselesaikan dengan baik.

Pernyataan tersebut diungkapkan Sekretaris Desa Cenang, Songgom, Brebes Sugeng Mulyono saat membeberkan sejarah perjuangan hidupnya sampai akhirnya menjadi Sekdes/Carik Cenang di Balai Desa Cenang, Senin (1/7).

“Sebelum menjadi Carik, saya pernah menjajal sebagai bakul padi dan bawang. Tapi tidak bertahan lama, karena tahun 2003 sampai 2005 saya melancong ke Jakarta bekerja di PT. Aneka Spring Telekomindo sebagai Cleaning Service,” kenang Sugeng.

Pria 37 tahun ini melanjutkan kisahnya, tahun 2007 dia ditawari menjadi pamong dibagian Kaur Ekonomi dan Pembangunan. Selama menjadi pamong Sugeng sempat menyerah dan ingin keluar saja mencari pekerjaan lain. Namun, berkat dorongan dari keluarga akhirnya diapun bertahan sampai tahun 2017.

Tahun 2018 menjadi tahun yang bersejarah baginya. Karena kegigihannya mengerjakan semua proposal desa dan dikirim untuk mengikuti bintek (Bimbingan Teknis) sistem keuangan desa. Dari situlah Sugeng mulai paham tentang administrasi dan keuangan desa. Dan akhirnya pada tanggal 4 April 2018, Sugeng dilantik sebagai Sekdes menggantikan Kuntoro.

Menjadi Sekdes termuda sepanjang sejarah Cenang dan hidup di zaman milenial mewajibkannya berpikir cerdas dan kreatif, serta harus tahan banting.

“Awalnya susah sekali mengerjakan APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa), sampai saya lembur 3 hari 2 malam. Alhamdulilah teman pamong yang lain ikut membantu. Dan yang terpenting adalah dukungan keluarga yang merasa bangga akan pekerjaan saya. Tapi, sayang ada yang kecewa dengan pekerjaan baru saya yaitu mantan,”kelakar Sugeng.

Menjadi Sekretaris Desa bukanlah cita-citanya, proseslah yang kemudian mengantarkannya ke kursi Sekdes. Bekerja dengan tanggungjawab dan mengerjakannya dengan baik adalah kuncinya. Sampai saat sekarang lulusan dari SMK Muhamadiyah 3 Purwokerto ini masih tetap belajar supaya semua administrasi di Desa tersistem mudah, teratur dan bisa dipahami semua perangkat desa. Jika itu terwujud maka kerja lebih mudah dan lebih transparan.

“Saya berharap kaum muda Cenang bekerja dengan fokus dan mensyukuri apa yang ada, serta mau berkontribusi aktif memajukan desanya,”harap Sugeng. (JW)

Biodata :
Nama lengkap : Sugeng Mulyono
Ttl : Brebes, 14 Mei 1982
Alamat : Jln. Katimaha Rt 03/03 Cenang
Pendidikan : SD Gegerkunci 2, SMP N 3 Jatibarang SMK Muhamadiyah 3 Purwokerto
Pengalaman kerja : Bakul Padi dan Bawang, Cleaning Service, tukang tambal ban, Kaur Ekonomi dan pembangunan, dan sekretaris Desa Cenang.
Nama Istri : Aisah
Nama anak : Ugi Putra Pratama

Komitmen Pemdes Cenang Tuntaskan ATS

Cenang(desabrebes.id)-Masalah pendidikan terutama banyaknya Anak Tidak Sekolah(ATS) menjadi perhatian khusus Pemerintah Desa Cenang,Songgom,Brebes. Dari tahun ke tahun upaya pengentasan masalah tersebutpun dilakukan. Salah satu upayanya yaitu membuka posko pengaduan dan pendaftaran bagi anak yang ingin kembali ke sekolah, baik jalur formal maupun informal.

Dihubungi melalui telepon, Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono menjelaskan posko tersebut dibuka untuk masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya kembali sekolah atau memberi informasi terkait ATS ,Jum’at(28/6).

“Kami Pemerintah Desa membuka posko pengaduan itu supaya masyarakat tidak kebingungan jika ingin menyekolahkan anaknya melalui Gerakan Kembali Bersekolah Cenang. Tak perlu ragu atau sungkan datang ke Balai Desa atau Sekretariat FMPP”,tegas Sugeng.

Lanjut Sugeng, Pemerintah Desapun siap menggelontorkan Dana Desa sebesar 59juta untuk kebutuhan pendidikan. Dana tersebut diperuntukkan pembelian baju seragam serta perlengkapan sekolah lengkap bagi mereka yang kembali ke sekolah.

Tidak hanya itu, keseriusan Desa Cenang mengentaskan permasalahan ATS bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa(BPD) adalah dengan membuat dan mengesahkan Perdes No 900/21 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Desa. Dalam pasal 8 disebutkan bahwa ATS yang ingin kembali bersekolah bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Desa yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan Desa.

Sementara Ketua Forum Masyarakat Perduli Pendidikan(FMPP) Cenang Moh.Pahruroji mengatakan target tahun 2019 mengembalikan 90 anak, yaitu 30 jalur formal(SD/SMP/MTS/SMA) dan 60 jalur informal.
“Melalui jalur informal sudah ada PKBM Maju Bersama yang siap melayani pendidikan masyarakat Cenang”,tutur Pahruroji.(JW)

Drumband MTs. Riyadlotul ‘Uqul Cenang Kebanjiran Order

Cenang (cenang.desabrebes.id)-Bulan Juni sepertinya menjadi keberuntungan bagi drumband MTs.Riyadlotul ‘Uqul Cenang,Songgom, Brebes. Pasalnya sudah empat kali group ini dapat panggilan manggung di berbagai acara, baik hajatan maupun wisuda. Kali ini drumband mengisi acara wisuda PAUD Bahrul Ulum di Dukuh Pengilon, Desa Wanatawang, Songgom, Brebes,Senin(24/6/19).

Sebelum tampil anak-anak berlatih supaya hasilnya tidak mengecewakan. Marine Oktavirani Dewi guru pendamping group mengungkapkan kegembiraanya karena masyarakat percaya kepada drumband MTs ini.

“Agar penampilan mereka lebih baik,diadakan latihan di sore harinya. Meskipun setiap latihan ada saja anak-anak yang harus dijemput di rumahnya. Tetapi saya senang karena selain menambah uang kas, penampilan ini sekalian promosi sekolah mengingat sudah masuk pendaftaran peserta didik baru. Dengan harapan banyak yang mendaftar”,jelas Marine.

 

Sudah empat kali ini drumband MTs diundang untuk menghibur. Meskipun lelah karena harus berleliling jauh, tapi murid yang terdiri dari kelas 7dan 8 ini tetap kompak dan semangat mengalunkan beberapa lagu.

Demi tampilan yang menarik dan tidak membosankan, mayoret datang pagi-pagi untuk dirias dengan gaya dandanan yang bervariasi. Marine selaku perias juga menambahkan mayoret jarang pergi ke salon pengantin untuk sewa baju dan riasan.

“Saya sendiri yang merias selain mengirit ongkos, hal ini bisa mengasah kemampuan saya secara otodidak dalam merias. Bulan Juli mendatangpun sudah ada panggilan lagi untuk MTs kami”,kata Marine.

Sementara itu  Ketua PAUD Bahrul Ulum Ma’muri mengutarakan alasanya mengundang drumband MTs. Riyadlotul ‘Uqul karena supaya acara wisuda tambah meriah dan pastinya harga yang ditawarkan masih bersahabat.

(JW)

Warga Belajar PAKET B Ikuti Ujian Semester Genap

Cenang(desabrebes.id)-Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) Maju Bersama Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes menyelenggarakan Ujian Akhir Semester(UAS) Genap Tahun 2018/2019 bagi murid paket B. Ujian dilaksanakan di Kantor Sekretariat PKBM yang baru,Rabu(19/6/2019).

Wakil Ketua PKBM Maju Bersama Cenang Moh. Pahruroji mengungkapkan bahwa ujian dilakukan selama tiga hari mulai senin sampai rabu yang diawasi oleh tutor dan penyelenggara. Ada 6 mata pelajaran yang diujikan yaitu Pkn,Matematika,Ips,Bahasa Indonesia,Ipa, dan Bahasa Inggris. Yang semua soalnya dikirim oleh Dinas Pendidikan Non-Formal Kabupaten Brebes.

Harapan kami dengan adanya program kesetaraan di PKBM Maju Bersama anak-anak yg belum lulus sekolah dapat terlayani  untuk mendapatkan ijazah dan mensukseskan Gerakan Kembali Bersekolah(GKB) Brebes,sehingga Brebes lebih maju karena warganya berpendidikan,imbuh Pahruroji.

PKBM Maju Bersama tidak hanya menyelenggarakan pe didikan paket B(setara SMP/sederajat) namun siap menerima paket A(SD),Paket C(SMA/sederajat),serta pelatihan komputer. Sudah dibuka pendaftaran peserta baru untuk tahun ajaran 2019/2020. Masyarakat Cenang dapat datang langsung ke sekretariat PKBM di Jalan Raya Wijahan Cenang rt 04 rw 05.

Salah satu peserta Sobiroh dari Dukuh Tegalurung mengatakan dirinya tidak menyangka sebentar lagi akan naik kelas 9, itu artinya tahun depan dia harus ujian nasional dan lulusnya bersamaan dengan kelulusan anaknya yang di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).

(JW)

Perayaan Wisuda Akbar PAUD Al Hidayah Cenang

Cenang, (cenang.desabrebes.id)- Pelaksanaan Wisuda sudah menjadi agenda tahunan di Institut Pendidikan. Tidak hanya mahasiswa yang merayakan kelulusan dengan wisuda sebagai tanda tamat sekolah. Wisuda juga diadakan mulai dari tingkat pendidikan usia dini.

Salah satu sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Al Hidayah Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Jawa Tengah melaksanakan kegiatan wisuda akbar dengan menggandeng drumband MTs Riyadlotul ‘Uqul sebagai penghibur.

Siswa PAUD Al Hidayah diarak menggunakan odong-odong dengan iringan alunan musik drumband MTs. Mengelilingi desa Cenang dari gang ke gang terlihat murid PAUD Al hidayah terlihat gembira. Arak-arakan ditonton masyarakat sekitar, tak sedikit yang mengambil foto dan mengikuti rombongan dari belakang, Selasa(18/05/2019).

Pimpinan PAUD Al hidayah yaitu Tarmun menjelaskan tahun ini ada 25 anak yang diwisuda.
“Tahun ini adalah angkatan ke-11. Ada 25 siswa yang wisuda, besar harapan kami semoga anak-anak ini menjadi generasi penerus bangsa yang handal”,pungkas Tarmun.

Seperti tahun sebelumnya kami mengundang drumband MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang untuk memeriahkan acara. Selain menghibur hal ini sebagai ajang lebih memperkenalkan lagi keberadaan MTs supaya anak Cenang khususnya melanjutkan sekolah di MTs Riyadlotul ‘Uqul saja yang lebih dekat, tambah tarmun.

Sama halnya yang diungkapkan oleh guru pendamping MTs Roikhatul Janah, dengan kegiatan ini sekaligus mempromosikan sekolah karena sebentar lagi ada penerimaan murid baru.

“Hari sebelumnya kami sudah latihan supaya penampilan maksimal. Mayoret dirias mulai subuh karena acara pukul 9 pagi. Kami berharap penampilan drumband ini dapat menarik perhatian warga Cenang dan menyekolahkan anak mereka ke MTs kami”,ungkap Janah. (JW)

Kampung Dewi

Sudah hampir dua jam aku berkeliling komplek,namun orang yang aku cari tak kunjung ketemu. Dari rumah ke rumah ku ketuk pintu, tapi hasilnya nihil tak ada yang mengaku. Duh biyung nasib jadi kurir.Ku ketuk pintu entah yang keberapa puluhnya. Dari balik pintu terlihat sosok nenek bongkok dengan rambut putihnya.

“Iya..ada apa dek”
“Maaf nek apa disini ada yang namanya dewi?”
“Saya dewi”
“Dewi Puspitasari Ningtyias nek?”
“Ehmmmm siapa yah nama panjang nenek?”
Ya Alloh Gustiii tobat tobat. Ampuni hamba. Paket misteri ini mah.
Untuk : Dewi Puspitasari Ningtyias jln buntu rt 4/5

Bener-bener buntu, tak ada no rumahnya. Setiap rumah yang sudah aku datangipun mengaku tak kenal dengan nama itu. Karena tahunya cuma dewi saja. Ahhh daripada pusing akupun mampir ke warung. Aku pesan es teh manis.
“Ini es tehnya mas”
“Makasih bu”

Jeguk jeguk jeguk, terdengar suara aliran air mengarungi tenggorokanku. Si penjual sampai mlongo melihatku.
“Haussssss mas?”
“Haus sekali bu, dari tadi muter-muter nyari nama ini tapi ndak ketemu”
“Namanya siapa mas?”
“Dewi bu”
“Lah saya juga dewi”
“Ah yang bener bu dewi puspitasari ningtyias”
“Dewi Ningrum”
“Yah ibu kirain. Saya heran loh bu kok disini namanya dewi semua. Trus ibu kenal ndak dengan dewi ini?”
” saya ndak tahu kalau nama panjangnya sih ya. Cuma tahu panggilanya aja. Kadang nama panggilan jauh beda sama nama asli”
“Makanya itu bu dari tadi saya pusing seribu keliling”
“Saya aja dipanggilnya arum, saking banyaknya nama dewi disini. Coba saja tanya ke pak rt. Tuh rumahnya depan warung saya”
“Oalah iya yah, saking bingungnya jadi ndak inget”

Setelah habis 2gelas es teh dan mengucapkan terima kasih. Rumah berwarna ungu itu terlihat sepi. Aku memencet bel berharap pak rt ada di rumah dan bisa memberi secercah cahaya. Tak lama kemudian pintupun terbuka.
“Ada yang bisa saya bantu mas?”
“Maaf pak rt saya yunus pegawai kurir. Dari tadi saya nyari nama ini tapi ndak ketemu-ketemu”

Aku sodorkan paket besar itu. Pak rt membaca seksama nama yang tertera, sesekali dia menaik turunkan kacamatanya. Tak lama kemudian dia geleng-geleng kepala. Aduhhh gagal lagi ini, pikirku dalam hati.
“Gimana pak?”
“Wah maaf mas, selama saya jadi rt saya ndak punya data nama lengkap warga. Saya cuma tahu nama panggilannya saja”
“Ya ampun dewi-dewi dimana kamu berada”
“Nama istri dan anak saya juga dewi mas, tapi bukan dewi itu”

Pak rt akhirnya menceritakan asal usul kenapa kampung ini semua perempuanya bernama “DEWI”. Katanya pendiri kampung ini dulu punya anak perempuan yang sakit-sakitan bahkan hampir meninggal. Kemudian bermimpi kalau mau anak dan keturunannya selamat harus diberi nama dewi.
“Maka sejak itulah mas setiap anak perempuan yang lahir diberi nama dewi”
“Kalau yang nikahnya sama perempuan luar namanya bukan dewi gimana pak?”
“Ya mau ndak mau setelah menikah namanya harus ditambah ada dewinya”
“Oalahhhh begitu toh, unik yah ternyata ada cerita semacam itu”

Karena tak membuahkan hasil aku putuskan pulang, mataharipun semakin tenggelam. Biarlah aku dimarahi atasan gara-gara paket ini.
Ketika aku akan menyalakan sepeda motorku, tiba-tiba dari belakang terlihat perempuan muda berlari tergopoh-gopoh berteriak memanggilku.
“Tunggu sebentar mas”. Dia berhenti dengan nafas ngos-ngosan.
“Iya ada apa mba”
“Itu paket buat saya. Maaf saya lupa kalau nama lengkap saya “Dewi Puspitasari Ningtyias”

Alamakkkkkkkkkk padahal mba nya ini orang pertama yang aku datangi. Saking banyaknya dewi, dia sendiri nyampe lupa sama nama lengkapnya. Ohhhhhh kampung dewi.

(JW)

Pelaksanaan Ujian MTs Riyadlotul ‘Uqul(RU) Cenang

Cenang(cenang.desabrebes.id)- Penyelenggaraan ujian tingkat Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Brebes harus berbasis komputer. Karena tahun ini dari Kemenag ditargetkan semua Madradah Aliyah(MA) dan MTs seluruh Indonesia sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN-BK) kecuali untuk MA dan MTs didaerah tertentu seperti daerah terpencil, daerah bencana atau daerah rawan bencana.
Untuk itu MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang meskipun belum ada fasilitas internet,laboratorium,dan komputer siap tidak siap harus mengikuti peraturan tersebut.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Kurikulum MTs Riyadlotul ‘Uqul Nur Apriyani S.Pd saat dihubungi lewat telepon,Jum’at(26/4/2019).

Yani melanjutkan tidak hanya Ujian Nasional saja yang berbasis komputer namun juga Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional(UAMBN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional(USBN). Untuk UAMBN sudah berlangsung bulan Maret dan UN-BK serta US-BN berlangsung pada tanggal 22-27 April 2019.

Bagi madrasah yg belum mempunyai laboratorium dan perangkat komputer bisa mengadakan kerjasama dengan sekolah lain atau lembaga pendidikan komputer. Untuk itu MTs RU melakukan MoU atau perjanjian dengan SMK N 2 Songgom. Dalam MoU tersebut hanya berisi tentang peminjaman laboratorium dan perangkat komputernya saja, tenaga proktor dan server yang digunakan tetap dari MTs. RU. Dengan kata lain MTs. RU tetap melakukan ujian secara mandiri bukan bergabung, tambah Yani.

Tahun ini ada 47 peserta ujian, setiap paginya mereka diantar ke SMK N 2 Songgom yang letaknya di Desa Karangsembung menggunakan angdes. Diharapkan tahun berikutnya MTs. RU dapat melaksanakan ujian di tempat sendiri, karena itu diperlukan dukungan tidak hanya dari guru dan tenaga pengajar juga dari masyarakat sekitar dan orang tua/wali siswa serta tokoh-tokoh masyarakat cenang yang perduli dengan pendidikan anak-anak di cenang khususnya dan songgom umumnya.

“Pelaksanaan ujian tahun ini tidak banyak mengalami kendala, hanya saja masih ada beberapa anak yang terlambat. Maka dari itu wali murid harus lebih memperhatikan anaknya ketika ujian”,tutup Yani.

Piknik bareng Anak GKB Cenang

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Setelah kegiatan Penilaian Tengah Semester selesai MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang Songgom mengadakan piknik ke Kota Pelajar Jogjakarta. Selasa (26/03/2019)

Kali ini objek wisata yang dikunjungi adalah Makam Raden Kyai Santri Muntilan, Borobudur, Gembiraloka, dan Taman Pintar.

Anak Gerakan Kembali Bersekolah berjumlah 8 siswa yang belajar lagi di MTs Riyadlotul ‘Uqul pun mengikuti kegiatan tersebut dengan gembira.

Mereka tidak perlu meminta kepada orang tua untuk bayar ataupun uang saku karena mereka menggunakan dana bantuan yang didapat dari Pemerintah.

Guru Pendamping Roikhatul Janah menjelaskan bahwa uang yang didapat dikelola oleh guru pendamping untuk keperluan sekolah.

“Berapapun bantuan yang diterima akan dikelola oleh guru pendamping. Jadi penggunaanya akan tepat sasaran. Seperti piknik ini mereka tinggal menyiapkan mental karena karena pembayaran dan uang saku sudah disiapkan”, jelas Janah.

Janah melanjutkan, uang yang dia kelola semuanya untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Murid GKB tinggal memberi tahu apa kebutuhan mereka. Diapun memberi semangat supaya anak yang putus sekolah bisa mengenyam pendidikan kembali tanpa takut biaya.

Anak GKB merasa senang karena bisa ikut piknik ke Jogja tanpa harus meminta uang ke orang tua mereka.

“Saya sangat senang bisa ikut piknik. Saya juga berterimakasih karena sudah dibantu dan uangnya diatur oleh guru kami”, kata Vina salah satu murid GKB.

Anak GKB di MTs Riyadlotul ‘Uqul ini mendapat perlakuan yang sama, tidak ada diskriminasi dan semua dana yang diterima digunakan untuk kepentingan terbaik anak dan Mereka diketahui rajin berangkat ke sekolah setiap hari.(JW)

Liburan Seru Mts Riyadlotul ‘Uqul Cenang

Cenang(cenang.desabrebes.id) Salah satu agenda 2 tahunan MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang Songgom yaitu wisata edukasi yang menggabungkan antara hiburan dan belajar. Tujuan kali ini Kota Pelajar Yogyakarta. Selasa(26/3/2019)

Rombongan yang terdiri dari 48 murid,6 guru,3 staf TU,dan 2 perwakilan yayasan ini berangkat pada senin malam pukul 20.00 menggunakan 1 bus pariwisata.

Salah satu panitia Marine Oktavirani Dewi mengungkapkan tujuan kegiatan ini salah satunya untuk melatih tanggungjawab murid terhadap dirinya sendiri.

“Kegiatan berwisata ini tidak hanya untuk menyegarkan pikiran saja,melainkan melatih tanggungjawab peserta didik karena nantinya mereka akan membuat tugas menyusun laporan perjalanan sehingga mereka mempraktikan langsung antara pelajaran di sekolah dengan di lapangan”,ungkap Marine.

Serta menambah wawasan dan melihat langsung salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia yakni Borobudur,tambahnya.

Adapun obyek wisata lain yang dikunjungi selain Borobudur yaitu Makam Raden Kyai Santri Muntilan,kebun binatang gembiraloka,Taman Pintar,dan Malioboro.(JW)

Penguasa Negeri

Senyum sapa penuh keakraban
Tatkala foto dan nama terpasang berseliweran
Mengumbar janji sebarkan virus kebahagiaan
Berharap menjadi idaman
Mengemban amanah masa depan

Saat duduk manis di kursi singgasana kemewahan
Janjipun bubar berserakan
Tergulung ombak kenikmatan
Kemakmuran tinggal kenangan
Kesengsaraan jadi kawan

Dan kini
Jenuh rasanya melihat sandiwara sang aktor negeri
Selalu wira wiri tanpa henti
Melakoni adegan penuh intrik ilusi
Kekuasaan tak lagi dijalani dengan hati nurani
Hanya utamakan keuntungan pribadi
Korupsipun jadi hobi

Penguasa Negeri
Tolonglah kami
Beras sudah tak ada lagi
Tinggal kutu menggerogoti
Perut kosong tlah bernyanyi
Minta untuk diisi

Penguasa Negeri
Anak kami menangis sendu
Badan kurus nan lesu
Minta dibelikan susu
Penguasa Negeri
Dengarlah jeritan rakyatmu
Yang dulu memilihmu
Bayarlah hutang janji manismu
Sebelum ajal menjemputmu

Peningkatan Kesejahteraan Para Pejuang Agama

Songgom (cenang.desabrebes.id)-Pemerintah Kabupaten Brebes terus berusaha meningkatkan kesejahteraan warganya. Seperti tahun sebelumnya menjelang ramadhan, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes diadakan pembinaan bagi guru ngaji,imam masjid/mushola,guru madin,dai,pengasuh ponpes,dan hafidz/hafidzah.Selasa(19/03/2019)

Hadir pula Asisten 1 Sekretaris Daerah Kh.Athoilah Satori, Wakil Bupati Narjo,Danramil,dan Polsek Songgom.

Acara pembinaan ini adalah salah satu bentuk kebijakan Pemerintah Daerah yang sesuai dengan kaidah ilmu fiqih Karena memperhatikan kemaslahatan ummat.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten 1 Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes KH.Athoilah Satori.
“Untuk Kecamatan Songgom ada 930 penerima tunjangan dengan menghabiskan dana 570juta. Tiap tahun dana terus bertambah karena tahun ini saja ada penambahan nominal tunjangan untuk guru ngaji,dan guru madin”,ungkap Athoilah.

Atholiah menambahkan mulai tahun depan guru TPQ,guru madin,ustad/ustadzah akan mendapat intensif sebesar 100ribu tiap bulannya dari provinsi melalui rekening bank.

Sementara itu dalam sambutanya, Wakil Bupati Brebes Narjo meminta dukungan dan doa masyrakat terhadap pemerintah daerah.

“Kami selaku Pemerintah senantiasa berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran warga Brebes. Pemberian tunjangan ini adalah salah satu bukti janji kami”,ujar Narjo.

Narjo juga mengingatkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan jangan sampai paham radikalisme memecah belah, apa lagi sekarang tahun politik.

(JW)

Rindu

Rinduku Padamu Sayang
Kala senja datang
Ku tengok bayangmu dari sudut jendela
Mengharap hadirmu di sisi
Meskipun itu sebatas fatamorgana
Dan seindah ilusi

Lantunan doa nyanyian rinduku
Rindu semakin rindu
Rindu menggebu bak dentuman magma menderu
Tak jarang deraian air mata tak kuasa ku bendung
Rindu yang sudah menggunung

Kau nan jauh di sana
Melawan serbuan hujan
Sang surya panaspun sungguh tega
Membakar hitam legamnya kulitmu
Demi mengais serpihan emas
Demi senyum sumringah
Bahagia penuh bungah

Wahai sang pencari nafkahku
Tetesan peluhmu sebarkan aroma kasturi
Tiap langkahmu tanamkan jutaan pohon surgawi

Sang pemilik tulang rusukku
Kesetiaanku bukti baktiku
Ku jaga amanahmu
Sampai akhirnya kau kembali padaku

Gampang… Bisa Diatur

cenang.desabrebes.id – “Mba,,,,tolong saya. Saya tidak tahu harus kemana lagi mencari bantuan,” rintih seorang ibu.

“ Sudah bu, kita percayakan pada mereka saja. Pak kades dan yang lainnya pasti bisa menolong kita,” wanita muda disampingnya memberi semangat.

“Saya sudah mondar-mandir kesana kemari tapi belum ada hasil mba, kalau bukan pemerintah yang menolong warganya lalu siapa lagi yang peduli”.

Aku mengerutkan dahi mendengar pernyataanya. Aku melihat matanya yang sembab karena dari tadi tak hentinya dia menangis. Riasannya yang tebal tak menutupi mukanya yang berkerut. Terlihat mukanya yang belang-belang bekas bedak yang terkena usap. Wanita tua itu bernama ibu Jonah. Sudah satu minggu ini dia bolak-balik ke balai desa untuk meminta bantuan. Meskipun aku sendiri bingung bagaimana cara membantunya.

Namaku Qirana Saraswati. Umurku 24 tahun. Aku sarjana lulusan ilmu politik dan sosial. Setelah lulus kuliah, aku putuskan pulang ke kampung halaman. Melihat apa yang bisa aku lakukan untuk kampungku. Aku sudah bekerja di Pemerintahan Desa Padamesem Kecamatan Padaseneng Kabupaten Padamakmur selama 2tahun. Selama itu pula, banyak hal-hal unik yang aku temui. Tak jarang cacian atau makian aku dapati karena sikapku yang sangat taat aturan. Kebanyakan warga inginnya segala urusan cepat selesai meskipun melalui jalur yang salah. Dan itulah masalahnya, aku pantang dengan semboyan “”Semuanya gampang bisa diatur asal ada……………………………………”.

“Ibu Jonah, dulu saya kan sudah bilang ikuti semua aturan yang sudah ditentukan. Penuhi persyaratannya, kalau memang tidak memenuhi ya jangan dipaksakan. Kami pemerintah desa saja tidak tahu kalau anak ibu bisa kerja”, aku coba mengingatkanya.

Mendengar jawabanku ibu Jonah hanya nyengir kuda. Kilauan gigi emasnya menggantikan sinar mentari yang pagi itu tak bersinar.

“ Lah wong saya pikir yang penting cepat kerja. Sampean* juga sih waktu itu ndak bantu saya”.

Ehhh lah dalah nih orang sudah salah malah menyalahkan orang. Ingin rasanya aku tinggal. Masih tajam ingatanku. Waktu itu ibu Jonah memakai baju gamis warna merah ngejreng dan jilbab kuning, ditambah kiloan emas di tangannya datang ke Kantor Desa untuk mengurus surat-surat anaknya yang akan bekerja di kapal luar negeri.

“Mba…cepet buatkan surat pengantar  buat KTP anak saya. Dia mau kerja di luar negeri”,perintahnya.

“Bisa bu…saya minta kartu keluarganya. Saya juga minta dokumen persyaratannya difotokopi untuk arsip desa. Jadi kalau nantinya ada masalah, desa bisa ikut bantu. Penyalurnya nya harus jelas bu, ilegal apa legal”, jelasku.

“Ini kartu keluarganya. Sampean nyumpahin anak saya bermasalah. Anak saya mau diajak kerja di kapal luar negeri. Penyalurnya mas Dalim. Dia sudah banyak menyalurkan TKI/TKW desa ini. Saya mah percaya saja sama mas Dalim. Kata mas Dalim gajiannya gede nyampe 5juta tiap bulan”, oceh bu Jonah.

“Jangan mudah percaya bu, cepat kerja dan tergiur dengan gaji besar. Semuanya harus diteliti dan jelas. Jangan sampai njenengan* kena tipu”, sambil ku lirik kartu keluarga yang disodorkan bu Jonah.

Aku lihat dan teliti betul identitas yang terpampang di kartu tersebut. Johanes Agustinus, Padamakmur 17 Agustus 2004. Aku hanya bisa geleng kepala membacanya.

“Bu…..ini Johanes Agustinus anak ibu yang mau kerja di luar negeri? Umurnya saja baru 15tahun bu. Jangankan dapat bekerja, dapat KTP saja belum bisa. Ini mah umur anak sekolah. Emangnya anak ibu ini ndak sekolah”? selidikku.

“ Buat apa sekolah. Lah itu si Dukim ndak sekolah juga bisa ke luar negeri. Dapat duit banyak. Kalo si mba sekolah tinggi gajinya berapa? Udah pernah ke luar negeri belum?”

Hufffttttt panas rasanya denger ocehannya itu. Tapi ya sudahlah.

“ Saya tahu mba, umur anak saya belum 17 tahun belum bisa buat KTP. Makanya saya datang kesini, minta tolong mba cantik biar buat surat pengantar ngerubah umur anak saya. Gampang kok mba, semua bisa diurus kan. Saya sudah biasa ngurus kaya gini sama pak Japra”, bu Jonah tersenyum lebar sembari menyodorkan lembaran kertas warna merah bergambar sang proklamator.

Langsung aku tersenyum dan menyodorkanya kembali. Sepertinya dia kecewa dan bingung kenapa tawaran baiknya ditolak.

“ Kurang toh mba, yo wes saya tambahin lagi”, bu Jonah masih mencoba membujukku.

Ku hadapkan tanganku tanda menolak. Mukanya mulai merah tanda dia marah.

“ Mba susah amat sih. Tinggal bikin surat pengantar gitu aja kok repot. Toh nanti yang maju ke Kecamatan saya sendiri. Mba ini siapa sih. Ndak kenal saya yah Ibu Jonah, pengusaha tempe terkaya di desa Padamesem ini. Mana pak Japra, kalau sama dia pasti beres”, bu Jonah clingak clinguk mencari wujud pak Japra.

“ Bu Jonah yang cantik budiman pengusaha tempe terkaya, pak Japra sudah dipecat karena kasus korupsi dana desa”.

“Weleh orang baik suka bantu saya kok dipecat. Ndak mungkin beliau korupsi”.

“Jangan pikir korupsi itu cuma memakai uang rakyat bu, kalau njenengan sering minta tolong dan kasih duit, itu termasuk KKN juga. Bisa dipidana”. Ku lihat muka bu Jonah jadi pucat.

“Ibu, saya ndak bisa membuatkan surat pengantar karna memang anak ibu belum cukup umur. Lagipula untuk kerja di luar negeri harus ada dokumen persyaratannya. Seperti kartu keluarga, ktp, surat ijin orang tua/suami/istri, foto, surat identitas perusahaan,surat perintah rekrut, dan surat tugas sponsor/penanggung jawab. Semuanya diketahui desa, supaya kalau ada masalah di kemudian hari kita mudah melacaknya”, jelasku panjang lebar. Entah dia paham atau tidak.

“ Apakah semua dokumen itu sudah ada? Yang namanya mas Dalim itu punya surat sponsor ndak bu? Semua dokumen itu desa juga menyimpan sebagai arsip bu”.

“ Ahhhhhh saya ndak tahu mba, nanti saya tanyakan ke mas Dalim. Yang penting sekarang buat surat pengantar KK dan KTP”.

“ Maaf bu saya ndak bisa”.

“Ehhh lah dalah…sampean susah toh. Sok kaya amat. Tinggal buatin aja berapapun biayanya saya sanggup bayar”.

“Yakin bu berani bayar berapapun”, aku mencoba menggoda bu Jonah.

“ Iya mba berapapun yang mba minta. Nah gitu dong mba nya dari tadi”. Bu Jonah sumringah giginya tampak lebih berkilau bak kilatan petir.

“ Saya minta 10juta, nanti saya uruskan semua. Gampang bu semua bisa diatur”.

“ Ealahhhh wong edan, permisi”. Bu Jonah pergi dengan mulutnya yang masih komat kamit ngedumel.

Aku tertawa puas dalam hati. Jahatkah aku sebagai pelayan masyarakat? Ah aku kan cuma bercanda. Aku ingin semua orang bisa mengerti bahwa semua pengajuan administrasi ada aturannya dan dengan jalan yang bersih.

Setelah peristiwa itu bu Jonah tak pernah kembali lagi. Aku tidak tahu apakah anaknya jadi berangkat ke luar negeri dengan dokumen palsu atau tidak. Dan aku pun kaget, setelah 6 bulan berlalu bu Jonah kembali dengan deraian air mata. Aku bertanya-tanya apa yang akan dilaporkan bu Jonah.

Dan ternyata benar, anaknya Johanes Agustinus sudah 4 bulan ini tidak ada kabar beritanya. Jangankan uang kiriman, dia ada dimana saja bu Jonah tidak tahu.

“Mba…sudah 4 bulan ini anak saya yang kerja di Malasyia tidak ada kabarnya. Cuma 2 bulan dia kirim uang dan kabar, setelah itu hilang entah kemana”.

“ Bu Jonah sudah tanya ke mas Dalim sebagai sponsor?”

“Mas Dalim juga hilang entah kemana. Waktu itu setelah saya bayar 3juta, kita tidak ada komunikasi lagi”.

“ Surat-surat persyaratan yang harus dipenuhi dulu ada dimana?”

“ Ndak ada….anak saya cuma dibawa mas Dalim ke Jakarta terus berangkat ke Malasyia”.

“ Jadi ibu tidak tahu sama sekali, dimana alamat perusahaan dan petunjuk lainnya?”

Bu Jonah hanya mengangguk pelan sambil mengusap air matanya. Sedangkan aku hanya mengelus dada. Ini yang aku khawatirkan kalau ada warga yang ingin bekerja luar negeri dengan jalur ilegal. Sudah satu minggu ini bu Jonah melapor ke desa. Kami selaku pemerintah desa sudah berusaha mencari bantuan ke pihak lain. Seperti Dinas Ketenaga Kerjaan dan Dinas Sosial. Meskipun ketika melapor, kami mengalami kesulitan karena sedikitnya informasi. Kami hanya berbekal nomer telepon yang dulu pernah digunakan Johanes untuk menelpon bu Jonah.

Aku sebagai pelayan masyarakat sudah sering sekali mengingatkan ke warga yang ingin bekerja di luar negeri. Karena jika asal berangkat, bisa jadi mereka menjadi korban penipuan. Bukannya kerja di tempat yang enak dengan gaji besar, melainkan bekerja tanpa upah. Tak jarang mereka menjadi korban perdagangan orang. Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih jauh untuk dipekerjakan tanpa upah. Apalagi untuk tenaga wanita, mereka bisa dijadikan pekerja seks.

Kasus  anak bu Jonah hanyalah satu contoh dari banyak kasus. Karena tergiur dengan proses cepat dan gaji besar, masyarakat menghalalkan segala cara. Tak jarang desa sama sekali tidak tahu. Tapi, jika ada masalah pastinya pemerintah desalah yang pertama kali dihubungi.

Akhirnya setelah dilakukan upaya kesana kemari dan penelusuran nomer telepon kami mendapat informasi kalau Johanes Agustinus berada di Serawak Malaysia. Sang sponsor mas Dalimpun akhirnya ditemukan. Dari keterangan mas Dalim, diketahui Johanes dibawa ke Malasyia oleh Tuan Takur. Bos besar dari Jakarta yang terbiasa mengirim seseorang untuk dipekerjakan di luar negeri.

Dan akhirnya, kami mendapat kabar dari Dinas Sosial bahwa Johanes berhasil ditemukan . Alangkah bahagianya bu Jonah ketika aku sampaikan kabar ini. Johanes dijemput oleh Pak Kades, kepolisian, keluarga, dan tentunya aku. Pertemuan mengharukan itu pun terjadi.

“Alhamdulilah ya Alloh, anakku yang paling ganteng akhirnya pulang juga”, bu Jonah memeluk dan mencium Johanes tanpa henti.

“Iya bu alhamdulilah, berkat bantuan dari semuanya. Setelah ini aku ndak mau lagi kerja lewat cara ilegal”.

“ Iya nak, ibu juga kapok sekapok kapoknya. Pak Kades, mba Qirana, dan semuanya saya ucapkan banyak terimakasih atas bantuanya. Saya hanya bisa mendoakan semoga semuanya panjang umur, berkah barokah hidupnya”, doa bu Jonah.

“Iya bu sama-sama. Kami harap kejadian ini bisa diambil pelajarannya”, jawab Pak Kades.

Tiba-tiba bu Jonah mendekatiku dan perlahan berbisik padaku.

“Mba Qirana mau yah jadi menantu saya. Ini anak saya si Johanes kan gantenganya ndak ketulungan kaya Cristian Sugiono”.

Ampun ahhh mendengar tawaran bu Jonah. Aku hanya nyengir kuda dan langsung berbalik arah menuju mobil. Masih sempet-sempetnya ngomong kaya gitu. Bu Jonah oh bu Jonah.

Tidak ada salahnya bekerja di luar negeri, asalkan melalui jalur yang aman. Toh baik buruknya nanti kita sendiri yang menanggung. Keesokan harinya aku bekerja seperti biasa di kantor. Waktu itu aku lagi minum teh dan makan lemper karena di rumah tak sempat sarapan. Muncullah dengan gagah perkasa seorang kakek sekitar umur 70 tahun. Dia memakai kemeja bunga-bunga dan kerennya lagi pakai kaca mata hitam. Di belakangnya ada seorang gadis belia. Kulitnya putih bersih, matanya sipit, berambut panjang dan berbibir merah merona. Aku pikir gadis itu pasti cucunya.

Kakek itu duduk persis di depanku. Sebelum berbicara, dia tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang putih dan tak ada satupun yang ompong. Pikirku, dia memakai gigi palsu. Nyentrik benar ini kakek.

“Permisi mba yang cantik jelita. Saya mau minta tolong buatkan surat pengantar KTP untuk gadis pujaan hati saya ini. Bulan depan kami akan menikah”, pinta sang kakek

Gubragggggg…….mataku melotot, mulutku mlongo. Oh ya Alloh Tuhanku apa lagi ini……

*sampean= anda

*njenengan = anda

Menjadi Orang Tua Cerdas di Era Milenial

Cenang(cenang.desabrebes.id) – Mengasuh dan mendidik anak di era milenial ini mempunyai tantangan tersendiri. Banyak hal negatif yang ditimbulkan dari perkembangan zaman ini. Misalnya penggunaan gadget yang tidak bijak pada anak.
Di era milenial ini yang dipengaruhi teknologi canggih menuntut orang tua untuk menjadi cerdas dalam mendidik dan mengasuh anak.

Hal itulah yang mendasari diadakannya pendidikan orang tua (parenting) oleh Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyrakat Cenang(PATBM) dan bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Keluarga Brebes(Puspaga) yang bertempat di gedung PAUD HARUM Cenang, Selasa (8/1/2019).

Di hadapan 30 wali murid PAUD Harum, Psikolog Puspaga Desi Niawati,S.Psi menjabarkan secara rinci mengenai pola asuh anak di era gadget ini.

“Zaman sekarang banyak kenakalan remaja yang terjadi akibat penggunaan gadget. Sebagai orang tua harus mengasuh anak dan remaja dengan penuh cinta, bukan memberikan cinta tapi biarkan anak merasakan cinta dari kita”, kata Desi.

Desi melanjutkan ada 4 tahap pola asuh anak dan remaja yaitu pola asuh dalam kandungan, pola asuh pengembangan anak usia dini (0-6 thn), pola asuh anak usia sekolah(7-18 thn), dan pola asuh anak remaja sebelum 20tahun.

Anak mendapat perlakuan yang berbeda disetiap tahapnya. Anak harus sudah disiapkan pendidikannya ketika dalam kandungan. Selanjutnya dalam tahap usia dini, anak-anak hanyalah sebagai peniru. Mereka tidak bisa memilih dan memilah, makanya orang tua harus memberikan contoh dan karakter yang baik. Gunakan bahasa yang positif untuk melarang anak.

“Sedangkan pola asuh anak remaja sebelum 20tahun, orang tua harus menganggap anaknya sebagai teman sehingga komunikasi dan diskusi lebih terbuka. Orang tua menjadi pendengar yang baik, biarkan anak mengeluarkan pendapatnya. Jangan memaksakan kehendak secara otoriter kepada anak karena akan mengakibatkan anak terkekang dan mencari kebebasan diluar”,tambah Desi.

Sementara itu, Ketua PATBM Cenang Sahirman menuturkan bahwa kegiatan parenting ini program kerja PATBM tahun 2018.

“Hari ini ada 3 kegiatan parenting yang dilaksanakan di PAUD Harum, Kelompok Bermain Al Hidayah , dan SD Maarif 2 NU”, ujarnya.

(JW)