DP3KB Kunjungi Korban Pelecehan Seksual

Karang Sembung – (cenang.desabrebes.id) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) kabupaten Brebes kunjungi anak korban kekerasan seksual, senin, 7/10/2019.

Kejadian yang menimpa Ardiana Dwi Rafelinda anak usia 8 tahun warga Karang sembung rt 01 rw 04 Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes yang kini duduk di bangku kelas 2 SD menyita banyak perhatian publik. pasalnya Ardiana Dwi Rafelinda yang terlahir dari keluarga miskin dan ibunya yang menderita penglihatanya menjadi korban kekerasan seksual dari orang terdekat.

Bidang unit Perlindungan Perempuan dan Anak dari DP3KB kabupaten Brebes, menugaskan Kabid Psikologi, Nurbaety, S. Psi. untuk mengunjungi keluarga korban dan memberikan dukungan moral.

“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Ardiana, anak ini sangat kuat, sebab saat ditanya ia jawab dengan jujur tanpa ada rasa takut sedikitpun. Kejadian kekerasan seksual bisa di alami siapa saja dan kebanyakan pelakunya adalah orang terdekat” Tuturnya.

Ardiana Dwi Rafelinda mengalami kekerasan seksual yang di lakukan pamanya Warno umur 60 tahun warga karang sembung rt 01 rw 04 Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Kejadian pada hari Rabu, 2/10/2019 pk 10 : 00 wib. lokasi kejadian di kebun jagung milik pelaku.

Guru TK pertiwi Gamar Permata sari ikut mendampingi Ardiana Dwi Rafelinda sampai proses Berita Acara Pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Brebes. Ia tergerak atas kejadian yang menimpa anak seusia Ardiana yang dikategorikan belum tahu apa apa.

Sekertaris Desa Karang sembung Kholik membenarkan, bahwa memang telah terjadi tindak kekerasan seksual terhadap Ardiana Dwi Rafelinda yang di lakukan Warno.

“Dari kehidupan sehari hari Warno adalah orang yang pendiam dan taat beribadah, bahkan setiap habis shalat warno selalu tiduran di Masjid dimana dia melakukan shalat”tandasnya

Kini kasusnya sudah di tangani Polres Brebes dan sudah dilakukan proses Berita Acara Pemerikasaan. dan Warno sudah ditangkap dan di lakukan penahanan tinggal menunggu ponis hukuman yang akan dijatuhkan. kontributor (saher)

38 Peserta Mengikuti Workshop Pengelolaan Perpustakaan se Kabupaten Brebes.

Brebes (cenang.desabrebes.id) 38 Peserta dari 20 Desa di Kabupaten Brebes mengikuti workshop Pengelolaan Perpustakaan desa. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 30 September sampai dengan 1 Oktober 2019 ini bersumber dari dana daerah dan di adakan di Grand Dian Hotel Brebes. Senin, 30/09/2019

Ketua Panitia Penyelenggara, Drs. Nizamudin Farid, M. Pd. Menyampaikan, dasar dari pelaksanaa kegiatan workshop ini adalah Undang undang No 43 tahun 2007 Tentang Perputakaan desa.

“Dari kegiatan workshop Pengelolaan Perpustakaan desa ini di harapkan setiap desa bisa mengelola perpustakaan dengan baik dan bisa mencapai inklusi nasional”harapnya.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes, Drs. Tatag Koes Adianto, M. Si. yang di wakili Sekertaris Dinas Arsip Perpustakaan Kabupaten Brebes Saeful islam, SH. Membuka kegiatan workshop pengelola perpustakaan desa se Kabupaten Brebes, dan berpesan bahwa perpustakaan desa harus dikelola dengan baik, peserta yang mengikuti kegiatan workshop ini diharapkan mampu menyerap ilmu yang disampaikan oleh Nara sumber dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah untuk di terapkan di masyarakat.

Nara sumber dari kasi pembinaan perpustakaan Jawa Tengah Drs. Adit Suharto, Perpustakaan merupakan pusat pembelajaran masyarakat, perpustakaan juga diharapkan sebagai pelayanan Transformasi Berbasis Inklusi Sosial.

“Perpustakaan Desa diharapkan sebagai wadah Bacaan Masyarakat dengan tidak membedakaan Ras, Status sosial, Gender, Tua dan muda”tuturnya.

Peserta workshop Ika dari unsur pengurus perpustakaan dari Salem merasa senang, ia sangat bangga mengikuti kegiatan ini. dari kegiatan workshop pengelolaan perpustakaan desa, banyak ilmu yang ia dapat di antaranya : cara mengelola perpustakaan desa dengan baik, cara mengklasifikasi buku bacaan dengan kode referensinya serta mengetahui katalog buku tersebut.

“ia berharap sepulang dari pelatihan ini, ilmunya bisa diterapkan di desanya agar bisa meningkatkan minat baca masyarakat”tuturnya. kontributor (saher)

Tikar Pertumbuhan Deteksi Stunting

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Puluhan Ibu ibu mengikuti Kegiatan Posyandu, kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Bunga Mekar VII Dukuh Tegalurung Rt 01 Rw 09 Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ini Bertujuan untuk mengetahui, apakah anak tersebut termasuk Stunting atau tidak. Selasa, 17/09/2019.

Dengan mengukur Anak umur 0 sampai 2 tahun menggunakan alat Tikar Pertumbuhan maka akan diketahui, apakah anak itu Stunting atau tidak. sehingga kita bisa memberikan asupan gizi pada anak tersebut, serta bisa memantau perkembanganya.

Bidan Desa Cenang Ernawati, Amd. Menyampaikan bahwa kita harus selalu rutin untuk mengikuti kegiatan Posyandu ini, dengan harapan kita bisa memantau pertumbuhan anak anak kita semua. disamping pengecekan tinggi badan menggunakan tikar Pertumbuhan, juga kita dapat Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT).

“saya harap ibu ibu yang memiliki balita yang umurnya 0 sampai 2 tahun atau yang di sebut 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK), bisa memberikan asupan gizi yang baik pada anaknya serta memantau perkembangan pertumbuhanya”ucapnya.

Salah satu kader Posyandu Sunarti merasa senang karena kegiatan posyandu dilingkungan wilayahnya selalu ramai dihadiri ibu ibu. kesadaran para ibu ibu yang punya balita, kini mulai terpupuk, sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegitan posyandu ini. begitu pula kondisi Balita di lingkunganya, mereka tidak ada yang terindikasi Stunting.

Pesrta Posyandu Nur aisah, ibu dari balita Aulia merasa senang, karena dirinya tidak jauh lagi dalam memeriksakan anaknya. ia mengucapkan banyak terima kasih kepada bidan desa serta kader posyandu yang selama ini membimbing dan memperhatikan kesehatan anak balitanya.

“nyong ngucapna trima kasih, anake nyong dinei panganan tambahan semoga anake inyong tambah sehat, cerdas lan pinter”ujarnya dengan logat jawanya. kontributor (saher)

19 Anak Yatim Piatu mendapatkan Santunan

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Ratusan warga memenuhi halaman Madrasah Tsanawiyah Riyodlotul U’qul untuk memberikan santunan Anak Yatim Piatu.

Kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap 10 muharam tersebut bertempat di halaman Madrasah Tsanawiyah Riyodlotul U’qul Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Selasa, (10/09/2019).

Kegiatan yang di pelopori oleh fatayat muslimat tersebut  telah mengumpulkan dana sebesar 39 juta dan beras sebanyak 1,235 ton.

Pada tahun yang lalu hanya mendapatkan dana sebesar 36 juta dan beras 1,2 ton dan masing – masing anak mendapatkan uang sebesar 1.985 juta dan beras 65 kilogram.

Dana dan beras tahun ini juga berasal dari sumbangan masyarakat dan Donatur dari luar negeri.

Ketua panitia penyelenggara Zainudin merasa bersyukur bahwa semangat yang ada pada masyarakat, terutama fatayat muslimat masih dimiliki sehingga bisa menghasilkan dana yang luar biasa.

“Hak dan menyantuni anak yatim, bukan hanya pada bulan Muharam saja, tetapi mereka perlu di perhatikan dan di santuni setiap saat.” ujar Zainudin.

Sementara itu ketua fatayat muslimat Sarifah merasa bersyukur, setelah dirinya dipilih kembali menjadi ketua ia akan selalu semangat untuk kegiatan kegiatan sosial.

“Alhamdulilah tahun ini kita bisa mengumpulkan anggaran lebih besar dari tahun yang lalu, semua ini tidak lepas dari kerja keras kita semua”ucapnya.

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i sampai terbata bata saat menyampaikan sambutanya, dirinya merasa terharu bila melihat nasib yang di alami anak yatim tersebut, ia juga tetap memberikan semangat kepada masyarakat, agar kegiatan yang baik ini jangan sampai di tinggalkan walau bersifat rutinan.

Siraman rohani yang disampaikan oleh Kyai Abdul Wahid, mengajak kepada kita semua, agar hendaknya tak henti hentinya untuk menyantuni anak yatim. karena di dalam harta dan rejeki kita, maka disitu pula ada rejeki anak yatim.

“Mari kita senantiasa selalu bersyukur kepada allah swt. bahwa kita memiliki nasib yang lebih baik dari anak yatim, namun kita hendaknya selalu ingat kepada anak yatim, karena sebaik baiknya rumah adalah yang di dalamnya terdapat anak yatim.” ujarnya.

kontributor

(saher)

Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia,110 Kader Desa mengikuti Pelatihan.

Jatibarang – (cenang.desabrebes.id) 110 kader desa mengikuti Pelatihan Penguatan Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi, kegiatan yang di ikuti oleh kader :BKB, TRIBINA, PPKBD, PKD dan FKD di laksanakan di Aula Hotel Anggraeni Jatibarang, Selasa, 10/09/2019.

Kegiatan yang bersumber dari Dana APBD Propinsi Jawa Tengah ini juga di hadiri oleh Bupati Brebes dan perwakilan dari BKKBN Propinsi Jawa tengah.

Ketua penyelenggara, Ratih Dinawati, SE. MM menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Penguatan Promosi dan Konseling Kesehatan dan hak – hak Reproduksi ini, dibiayai dari anggaran Propinsi Jawa Tengah.

Sekertari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindubgan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3KB) , Dra. Rini Pujiastuti menyampaikan bahwa Brebes merupakan Kabupaten Terluas ke 2 di Jawa Tengah setelah Cilacap dan Penduduk Terbesar di Propinsi Jawa Tengah.

“Rasio Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Brebes 1000/110 artinya Pertumbuhan perempuan lebih banyak, sehingga kegiatan di bidang keluarga berencan perlu di tingkatkan”ujar Rini.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE. MH menyampaikan dalam sambutanya bahwa Kabupaten Brebes mendapatkan Bonus Demografi. pada Demografi Kabupaten Brebes merupakan masalah yang sangat besar dampaknya bagi Ekonomi di Kabupaten Brebes, sehingga masalah tersebut harus kita selesaikan bersama sama.

“Bonus demografi bukan hadiah, tetapi merupakan permasalahn yang muncul mengenai kependudukan yang apabila kita biarkan, maka akan berakibat meledaknya pertumbuhan penduduk”katanya.

Kepala DP3AP2KB propinsi Jawa Tengah yang di wakili Dra. Sri Dewi Indrajati, MM. menyampaikan bahwa terjadinya tindak kekerasan pada perempuan dan anak kerap terjadi dilingkungan keluarga atau orang terdekat, sehingga sangatlah sulit untuk di kontrol.berdasarkan Undang – undang Perlindungan anak No 35 tahun 2014 bahwa kekerasana Pisik, psikis dan seksual termasuk tindak kekerasan pada perempuan dan anak.

“Dalam penanganan tindak kekerasan pada perempuan dan Anak kita semua wajib dan sanggup menjadi Pelopor dan Pelapor”tutur Dwi.

Nara sumber dr. Epsilon Dewanto, MM menyampaikan materi tentang Masalah dan Solusi, apa itu masalah : masalah adalah pesoalan yang muncul/timbul pada suatu keluarga atau Individu. masalah akan selalu mengikuti kemana kita akan pergi, menghindari masalah adalah bukan solusi. Keluarga yang sering duduk bersama dan berkumpul akan lebih dijauhkan dari masalah, hidup adalah pilihan, dimana kita salah memilih maka salah pula kita dalam menjalani kehidupan.kontributor (saher)

2 Anak GKB Ikuti Sunat Massal

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Meskipun sudah 2 minggu berlalu, semarak dan semangat Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 masih kita rasakan. berbagai kegiatanpun ikut meramaikanya baik di tingkat Desa, maupun di tingkat kecamatan. begitu pula kegiatan sosial yang di lakukan di tingkat kecamatan. 11 Anak di Kecamatan Songgom mengikutiSunatan massal, yang diselenggarakan oleh Panitia Peringatah HUT RI yang ke 74 di kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. dalam acara sunatan massal, 2 Anak yang dikembalikan ke sekolah melalui (GKB) forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) desa Cenang kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ikut Sunatan Massal. Kegiatan sosial sunatan massal ini, merupakan kegiatan yang di gagas oleh Forum Masyarakat Kecamatan Songgom.kegiatan sunatan massal yang di danai dari dana Peringatan HUT RI ini di laksanakan di Puskesmas Jatirokeh Kamis, 29/08/2019

Ahmad Januh umur 8 tahun dan Fikri umur 8 tahun adalah anak putus sekolah dan telah dikembalikan ke sekolah bersama Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Desa Cenang. Keduanya bernasib hampir sama, Ahmad Januh di tinggal bapaknya pergi ke Lampung karena orang tuanya bercerai, dan Fikri di tinggal Ayahnya merantau namun sampai kini tidak pernah ada kabar atau komunikasi sama sekali. kini masing masing baik Ahmad Januh maupun Fikri tinggal bersama ibunya. dalam mengikuti sunatan massal keduanya mendapatkan bingkisan 1 stel pakaian, Sarung + Peci dan uang saku sebesar Rp. 250 rb.

Kepala Desa Cenang, Imam Rifa’i mengantar langsung kedua anak tersebut untuk mengikuti sunatan massal, yang dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Kecamatan Songgom.

“Saya sangat prihatin pada nasib keduanya, saya sudah minta ijin pada orang tua masing masing untuk menyertakan keduanya pada Sunatan Massal”ujarnya.

Forum Masyarakat Kecamatan Songgom merupakan Group WA yang dibentuk dan di gagas oleh Camat Songgom bersama Masyarakat Songgom, dengan tujuan agar kegiatan sosial yang dilaksanakan di Kecamatan Songgom baik dalam Penanganan Bencana, Kebakaran Rumah, Warga miskin yang sakit dan tak tertangani dan yang lainya mudah di informasikan, baik kegiatanya maupun penggalangan Dananya.

Camat Songgom, Mochamad Sodiq, S. STP. MSi. sebagai inisiator terbentuknya Forum Masyarakat Kecamatan Songgom. Dirinya sangat mengapresiasi masyarakat yang tergabung dalam group ini, dikarenakan group ini sangat cepat dan agresif dalam penanganan Bencana serta dalam penggalangan Dananya.

“Terima kasih kepada semua masyarakat kecamatan songgom yang sudah bahu membahu untuk kegiatan sosial ini, dan saya akan setiap saat melaporkan baik pendapatan dari donatur maupun pengeluaranya yang di gunakan untuk korban maupun untuk kegiatan sosial lainya, setiap saat di group ini”tuturnya. Kamis, 29/08/2019 (saher).

30 Anak GKB dapat Bantuan Alat Sekolah

Cenang (cenang.desabrebes.id) 30 Anak Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Desa Cenang mendapatkan bantuan Perlengkapan sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ini, disampaikan oleh Pemerintah Desa Cenang bersama Forum Masyarakat Peduli Pendidikan ( FMPP) desa Cenang, meliputi 15 Anak Sekolah Dasar (SD), 10 Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 5 Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). masing masing anak mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah dengan total nilai total 29 jt Rupiah,dengan rincian masing masing Anak: 15 Anak SD senilai 800 rb, 10 Anak SLTP senilai 1 jt dan Anak SLTA senilai 1,4 jt, bantuan tersebut bersumber dari Dana Desa tahun 2019. Kamis, 22/08/2019

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i mengajak kepada seluruh Tokoh Masyarakat, Relawan dan Pegiat FMPP serta orang tua wali murid GKB, untuk bekerja sama dan saling membantu menginformasikan bilamana ada anak putus sekolah, maka segera melaporkan untuk di datangi agar anak tersebut sekolah kembali.

“Pemerintah Desa Cenang dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) akan bekerja keras untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Target 230 Anak, dan sekarang baru dikembalikan sebanyak 124 anak, sehingga Sumber Daya Manusia di Desa Cenang bisa naik.”imbuhnya.

Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang, Moh. Fahruroji mengapresiasi langkah yang di ambil Pemerintah Desa Cenang dengan menganggarkan melalui Dana Desa tersebut.sehingga, anak anak yang putus sekolah yang kategori tidak mampu lebih bersemangat bersekaolah kembali.

Ari Pujiono anak GKB yang Patah kaki dan baru di operasi karena terjangkit pengapuran pada tulangnya merasa senang karena tahun ini bisa melanjutkan sekolahnya ke SMK, dan dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cenang yang sudah memberikan motivasi sehingga bisa mantap bersekolah kembali meskipun kakinya di topang oleh penyangga. Kamis, 22/08/2019.(saher)

Akibat Hubungan Arus Pendek Listrik Satu Rumah di lalap si Jago Merah

Songgom (cenang.desabrebes.id) Kebakaran sebuah rumah sering terjadi, faktor dan pemicunya adalah kelalaian pemilik rumah dalam bepergian. itu pula yang menimpa, Taryono warga Rt 01 Rw 04 Desa Songgom Lor Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Sabtu, 10/08/2019.

kebakaran terjadi pada pukul : 08 : 15 Wib, saat terjadi Kebakaran Taryono pemilik rumah pergi sejak pukul 06: 30 pagi lagi rewang di rumah saudara yg sedang hajatan di dkh. Bajangan desa Songgom. Anak dan cucu Taryono saat itu juga sudah berangkat sekolah pukul : 07 : 00 Wib. Kebakaran terjadi pada pukul 08.15 Wib akibat konsleting listrik.

Saat kebakaran terjadi banyak tetangga yg membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Akibat Kebakaran kerugian yang ditimbulkan antara lain :
1 unit TV
1 Lemari Plastik
1 Lemari kayu beserta isi (pakaian, surat-surat berharga dan dokumen lainnya)
1 unit Tape Radio
Instalasi listrik rusak.dan tidak ada korban jiwa.

“Untung anake enyong karo putune enyong wis mangkat sekolah, dadi alhamdulilah selamet” ujarnya dengan logat jawanya.

Sementara itu Kepala Desa Songgom Lor Imam Subekhi menghimbau kepada warganya, agar senantiasa dalam meninggalkan rumah hendaknya hati hati serta mematikan lampu dan kompor gas, dan mengajak kepada seluruh warganya untuk bergotong royong membantu keluargaTaryono.

Kemudian ditempat terpisah, Camat Songgom, Mochamad Sodiq, S.STP. MSI, memberikan perintah segera kepada Kepala Desa Songgom Lor untuk mencatat dan melaporkan jumlah kerugian yang di timbulkan akibat kebakaran tersebut, untuk dilaporkan ke PMI,Dinsos dan BPBD kabupaten Brebes. Sabtu, 10/08/2019 ( saher)

Deteksi Dini Mencegah Stunting Pada Anak

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Pemberian vitamin A dan Pendeteksian sejak dini untuk mencegah Stunting pada anak sangatlah penting, itulah kegiatan Posyandu Bunga Mekar Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Kegiatan yang di ikuti puluhan Ibu ibu yang memiliki Balita serta Ibu hamil, dilaksanakan di Posyandu Bunga Mekar VII Dukuh Tegalurung Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Jum’at 9/8/2019.

Semangat kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara rutin oleh kader Posyandu serta Bidan Desa, juga bertujuan untuk memberi pemahaman kepada ibu ibu yang memiliki balita serta Ibu Hamil terutama pasangan usia muda dan Pasangan Usia subur (PUS). agar mereka yang sedang hamil lebih siap menghadapi jelang kelahiran bayinya.

Bidan Desa Cenang Ernawati, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi baik Vitamin A maupun Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) pada bayi dalam kegiatan Posyandu sangatlah penting, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman ibu ibu yang memiliki balita dan ibu hamil,dalam memberikan asupan gizi pada anak.

“pemberian Vitamin A pada anak bertujuan agar anak bisa terjaga kesehatan matanya, pendeteksian sejak dini di 1000 hari pada kelahiranya serta pemberian asupan gizi yang baik sebagai upaya mengatasi Stunting” tutur Erna.

Kader Posyandu Bunga Mekar VII, sunarti merasa senang, bahwa warga lingkunganya kini mulai sadar akan betapa pentingnya makanan bergizi pada anak sebagai penunjang tumbuh kembang anak agar tidak Stunting. Jum’at, 9/8/2019 (saher)

Gapura HUT RI Hiasi Lingkungan Desa Cenang

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Setiap daerah di Indonesia pada saat Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menyambutnya dengan riang gembira, ini adalah wujud rasa syukur atas para pejuang yang telah rela berkorban untuk mempertahankan Kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Wujud dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pun bermacam macam. ada yang mengadakan Hiburan rakyat, lomba lomba, baik yang bersifat Tradisional maupun Modern, pembuatan Gapura untuk mempercantik lingkungan RT maupun RW.

Ungkap Watim selaku ketua Kelompok Remaja Anak Pemuda Pinggiran Kubang Gereng (APPINK) Dukuh Wijahan RW 08 Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Minggu (4/08/2019).

Watim menambahkan, bahwa semangat anak remaja APPINK yang tergabung dalam Bina Keluarga Remaja (BKR) ini tak diragukan lagi melalui Pembuatan Gapura yang berada di jalan KH. Salim Hidayah adalah sebagai pemanis Lingkungan RW 08.

” Pembuatan Gapura yang dilakukan setiap tahun ini, menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 jt dan anggaran tersebut bersumber dari Dana Iuran kelompok Pemuda Pedagang Nasi Goreng ( PPNG) yang merantau di Jakarta,” imbuhnya.

APPINK bukanlah sebuah kelompok Genk melainkan perkumpulan anak remaja yang masih tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Nusa Jaya Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

Watim berharap kegiatan ini bisa menyalurkan bakat remaja untuk menyalurkan hoby serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan Bangsa dalam memperingati HUT RI.

Sementara Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i menyambut baik karya remaja APPINK, semoga nanti di dukuh yang lain juga bisa bergerak dan berkarya saat jelang peringatan HUT RI.

” Gapura tiap gang akan mempercantik lingkungan sendiri, swadaya sangat penting, termasuk untuk ikut serta dalam mensukseskan program keluarga berkualitas lewat Kampung KB,”pungkasnya. (Kontributor : Saher).

Puluhan Murid Paud Harum Lakukan Senam Bersama TNI

Cenang (desabrebes.id) Kesehatan merupakan kebutuhan paling utama dalam kehidupan.
Untuk mendapatkan kesehatan kita wajib menjaga kebersihan dan melakukan olah raga secara rutin. Itu pula yang dilakukan puluhan murid murid Paud Harum dan ibu ibu bersama TNI di halaman samping Paud Harum Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Jum’at, 19/07/2019.

tujuan utama dari kegiatan senam ini adalah : 1. Mendekatkan Anak anak kepada TNI, 2. mengajarkan perilaku hidup sehat dengan olah raga setiap hari, 3. Mengajarkan sikap disiplin kepada anak anak sejak dini.

Senam yang di pandu oleh Babinsa Desa Cenang Serka Yuliharyo. S., merupakan senam ringan yang tentunya bisa dilakukan oleh anak anak di bawah umur, karena senam ini merupakan senam kombinasi gerakan tangan dan kepala sederhana dan ringan.

“Sebelum memulai Senam Babinsa Desa Cenang Serka Yuliharyo, S. menyampaikan, bahwa kita wajib mengenalkan kepada anak anak kita,agar mereka tidak takut kepada TNI, kita wajib menanamkan disiplin kepada anak anak kita sejak dini, karena terbentuknya karakter anak dimulai dari usia dini”katanya.

“Guru pembimbing Paud Harum Laely Usrifah, menyampaikan, bahwa kita perlu bersabar dalam membimbing anak anak. Karena anak anak masih mempunyai sifat yang labil dan cenderung suka menangis. dan kepada ibu ibu yang mengantar juga hendak ikut bersabar terhadap sikap anak anak yang manja dan tidak mau ditinggalkan”tandasnya.

Safikoh, ibunda wali murid dari Faturohman merasa senang.
Kegiatan senam ini harus diadakan setiap satu minggu sekali, agar anak anak murid Paud Harum bisa latihan gerakan Senam dan latihan Baris berbaris,tandasnya. Jum’at, 19/07/2019 (saher)

Seorang PMI Mengalami Depresi karena Rindu Anak

Cenang(cenang.desabrebes.id)-Menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukanlah cita citanya. Karena pendidikan rendah dan tidak adanya keterampilan, banyak perempuan yang nekad mengadu nasib pergi ke luar negeri, dengan harapan dapat merubah nasib masa depan keluarga yang lebih baik.

Itu pula yang dilakukan Siti Masitoh. Wanita 38 tahun yang beralamat di Desa Cenang rt 02 rw 07 Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes ini sudah bekerja di Hongkong selama hampir dua tahun.

Namun, kini Siti Masitoh mengalami depresi berat dan sudah satu minggu ini kondisinya koma di Kwai Chung Hospital Blok M lantai 9 Hongkong. Minggu(30/6).
Selama bekerja di Hongkong, Masitoh sangat merindukan anaknya Dimas Seto(6), selain itu perlakuan kasar serta gaji yang sulit diberikan dari sang majikan menjadi penyebab dari depresinya itu.

Siti Masitoh berangkat pada bulan Juli tahun 2017 melalui Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia(PJTKI). Keberangkatanya kali ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya Dia pernah juga bekerja sebagai PMI di Arab Saudi dan Singapura. Kerja kerasnya sudah diwujudkan dalam bentuk sawah dan rumah.

Mendengar kabar yang menimpa istrinya, Dahudi (36) suami dari Siti Masitoh dan keluarga merasa kawatir. Mereka berharap ada penanganan dari Pemerintah Indonesia sehingga bisa cepat pulang dan semoga kejadian ini tidak menimpa kepada para Pejuang Devisa yang lain.(SAHER)

Keluarga Sehat Menuju Masyarakat yang Kuat

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan ketahanan keluarga. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Pertemuan Kelompok Kerja Kampung KB Cakrawala Desa Cenang yang dilaksanakan di Aula Rumah Data rt 01 rw 04 Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes,Kamis(20/6).
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan pokja Kampung KB Cakrawala,Bidan Desa, dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana(PLKB) Kecamatan Songgom dibuka oleh Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono.
Dalam materinya Fasilitator Kampung KB Desa Cenang Sahirman menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat. Untuk mewujudkan Ketahanan Keluarga kita wajib memahami dan mempelajari 8 fungsi keluarga.
“Jika 8 fungsi keluarga bisa dilaksanakan maka harapan dalam ketahanan keluarga akan terwujud. Fungsi keluarga tersebut adalah agama,sosial budaya,cinta kasih,melindungi,reproduksi,sosial dan pendidikan,ekonomi,dan pembinaan lingkungan”, papar Sahirman.
Salah satu peserta Sobiroh(43), antusias menanyakan tentang kelebihan antara IUD dengan Suntik. Dan pertanyaan itu langsung dijawab Bidan Desa Ernawati  bahwa IUD lebih aman karena tidak mengandung Hormonal, mempunyai kapasitas jangka panjang serta tidak menurunkan daya seksualiatas.
Di akhir acara Endang dari PLKB Kecamatan Songgom, memberikan materi yang berkaitan dengan monitoring dan evaluasi. Dia mengutarakan bahwa keikusertaan program KB yang melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Desa Cenang sudah cukup lumayan.
(Sahirman)

Kecelakaan Tunggal di ruas Karangsembung – Jatirokeh

Karang Sembung (cenang.desabrebes.id) Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan raya Karang sembung – Jatirokeh. Kecelakaan bermula terjadi saat kendaraan Honda Beat warna Hitam dengan plat Nomor Polisi G 5846 IF melaju dari arah utara hendak menuju Desa Songgom dengan kecapatan tinggi tiba tiba oleng dan langsung jatuh. Senin, 1/4/2019

Honda Beat dengan plat Nomor G 5846 IF yang di kendarai Riswadi umur 41 tahun di ketahui berasal dari Desa Margadana RT 05 RW 05 kelurahan Margadana Kabupaten Tegal mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karangsembung Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes sekitar pukul  20.10 wib

Riswadi dari Margadana Kabupaten Tegal hendak menuju Desa Songgom berboncengan tiga ( cenglu),saat melintasi Prapatan karang sembung motor yang di kendarai terjatuh dan tersungkur, dari dugaan sementara korban di perkirakan dalam keadaan mabok, sebab dari mulut para korban keluar aroma alkohol.

Riswadi mengalami luka di kepala dan telinga, sedangkan dua temanya mengalami patah kaki dan luka dalam dari pengendara tersebut tidak satupun di antaranya yang menggunakan helm.

Kini kecelakaan di tangani di polsek Songgom yang pada saat itu sedang melakukan patroli di Karangsembung, dan kini korban di bawa ke puskesmas Jatirokeh untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Karangsembung, 1/4/2019 (shrmn)

Dinsos Fasilitasi Sosialisasi Perda Terbaru

Songgom – (cenang.desabrebes.id) Sosialisasi Perda Nomor 2 tahun 2018 tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Perda Nomor 5 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan diselenggarakan di Aula Kecamatan Songgom, Rabu (06/03).

Acara yang di ikuti oleh Kepala Desa se Kecamatan Songgom, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, TKSK, kepala UPT DP3KB, kepala UPT pendidikan, dan Satpol PP di buka oleh Sekertaris Kecamatan Songgom.

Kepala Bidang penanganan fakir miskin dan kesejahteraan masyarakat dari Dinas Sosial, Drs. Suharjo menyampaikan bahwa munculnya regulasi Perda Nomor 2 tahun 2018 adalah tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Brebes.

Dari jumlah Penduduk di Kabupaten Brebes sebanyak 1,9 juta jiwa, 1,3 juta jiwa merupakan penduduk miskin dan dari 1,3 juta jiwa penduduk miskin, 173.600 jiwa yang baru mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah.

Kemiskinan merupakan menjadi pokok permasalahan paling utama dalam masyarakat, dalam langkah mengatasi kemiskinan maka Pemerintah Kabupaten Brebes membuat persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes bersama Bupati membuat Paraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Perda Nomor 2 tahun 2018 terdiri dari 16 Bab dan 26 pasal, azas dalam penanggulangan Kemiskinan adalah : Keadilan, Keterbukaan, Partisipasi,Akuntabilitas,Pemberdayaan,Berkelanjutan, Non Diskriminasi, Keterpaduan, Profesionalisme dan Bebas Kolusi, korupsi dan Nepotisme. dan Perda Nomor 5 Tahun 2018 merupakan Perlindungan dan jaminan bagi Atlit berprestasi, Siswa Berprestasi di bidang olah Raga.

kepala Dinas Pendidikan dan Keolahragaan Drs. Mohamad Taufik, sangat menyayangkan bagaimana rendahnya prestasi olah raga di Kabupaten Brebes untuk tingkat Propinsi apalagi skala nasional.

Munculnya Perda Nomor 5 tahun 2018 merupakan regulasi bagi para Atlit Propesional maupun non Propesional di Kabupaten Brebes untuk mengembangkan bidang olah raga, serta mendapatkan jaminan kesejahteraan dari pemerintah Kabupaten Brebes.

“Peningkatan prestasi dan kegiatan bidang olah raga merupakan Pembangunan karakter bangsa serta peningkatan sumber daya manusia.” Imbuhnya

Proses sistematik dalam penyelenggaraan olah raga juga berlandaskan Pancasila dan Undang undang Dasar 1945, pelaku olah raga juga diharapkan mendapatkan kepastian hukum, agar dalam mencapai prestasi bisa mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.

(shrmn)

Warga Swadaya banguan Pengaman Jembatan

Cenang (cenang.desabrebes.id) Pembangunan pengaman jembatan yang terletak di rt 02 rw 07 Dukuh Wijahan Desa Cenang ini baru bisa dilaksanakan Minggu, 3/3/2019, jembatan yang di bangun pada tahun 2016 menggunakan Dana Swadaya Masyarakat dan menghabiskan Anggaran sebesar Rp. 9.750.000.

Jembatan yang menghubungkan rt 01 dan rt 02 rw 07 ini merupakan akses satu satunya bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari hari pergi ke sawah, jembatan yang di bangun di atas sungai dengan bentangan sekitar 12 meter di bangun menggunakan jlurung besi jenis AW, jembatan yang awal mulanya terbuat dari susunan bata merah dengan adonan pasir dan kapur ini tergerus oleh air hujan,sehingga jembatan ambrol.

“Saroh umur 54 tahun warga rt 02 rw 07 merasa prihatin melihat kondisi jembatan yang sudah dibangun sejak 2016 itu tanpa pengaman, jembatan ini sangat membahayakan bagi pemakainya terutama anak anak yang sering bermain” katanya.

Ide ini juga muncul atas prakarsa dari Kaur umum Desa Cenang, Junedi yang langsung memberikan Swadaya pipa besi sebagai pengaman sebanyak 6 batang yang masing masing panjangnya 12 meter.

Melihat banyaknya swadaya yang masuk, warga langsung beramai ramai menggarapnya secara swadaya pula, semoga pekerjaan pembangunan pengaman jembatan ini bisa selesai. Minggu, 3/3/2019 (shrmn).

Kebiasaan Tak Lazim : Anak Pengunyah Plastik

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Plastik merupakan barang yang setiap harinya bisa kita jumpai di mana saja, dan plastik atau yang lebih populer di sebut kantong kresek, merupakan bahan yang selalu di gunakan para pedagang untuk membungkus blanjaan para pembeli.

Lain halnya, Fahri, umur 4 tahun warga Desa Cenang RT 01 RW 07 anak pasangan dari Mohamad Khasan dan Endang Astuti ini mempunyai kebiasaan mengunyah kantong plastik kresek.

Kebiasaan mengunyah kantong plastik kresek ini sudah hampir setahun, dan yang di kunyah merupakan kantong plastik kresek berwarna hitam. setiap harinya Fahri bisa mengunyah sampai ratusan kantong kresek hitam hingga berubah warnanya menjadi putih.

“Endang Astuti orang tua Fahri tidak bisa berbuat banyak untuk menolak permintaan Fahri anaknya, dikarenakan kalau tidak di penuhi permintaanya maka Fahri akan mengamuk dan menangis sepanjang hari” tuturnya.

“Semenjak Fahri mempunyai kebiasaan mengunyah plastik Fahripun tidak pernah mengalami sakit” jelas Endang.

Mohamad Khasan orang tua Fahri adalah pedagang nasi goreng di jakarta, sebenarnya Khasan ayah Fahri juga tahu kebiasaan anaknya yang mengunyah plastik kantong Kresek tersebut, namun Khasan juga tidak bisa berbuat banyak dikarenakan anaknya selalu menangis dan mengamuk apabila tidak di belikan plastik kantong kresek tersebut.

Plastik Kantong kresek sebagai wadah makanan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh,apalagi mengunyahnya sampai berubah warnanya.

Kantong Plastik kresek hitam merupakan daur ulang yang mengandung zat kimia berbahaya yang bila mengurai dalam tubuh manusia sebagai Dioksin bisa menyebabkan kanker. Plastik kantong kresek juga mengandung zat non plastik yang disebut zat adiktif.

Plastik hitam merupakan polimer yang terbentuk dari monomer atau bahan pembentuk plastik, di antaranya : Silicon, polietelin dan senyawa yang di kenal dengan nama Dioksin yang sangat membahayakan tubuh manusia.Rabu,20/2/2019 (shrmn)

Ngopi Bareng Mas Ganjar

Songgom, (cenang.desabrebes.id)- Ratusan warga memadati Aula dan Halaman Balai Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Kamis,16/1/2019

Kegiatan lawatan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengangkat tema, menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastik, kegiatan ini juga disertai pembagian santunan kepada 5 Anak Yatim yaitu : Salsa, Rama, Naila, Siska dan Nanda. masing masing Anak mendapatkan santunan sebesar Rp. 300.000, Santunan ini berasal dari Bank Jateng.

Dalam kunjungan kerjanya ke Brebes, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau lokasi bangunan Pabrik Gula yang sudah tidak beroperasi yang berlokasi di Banjaratma, bekas bangunan pabrik gula ini rencananya akan di rubah menjadi transit dan tempat singgah bagi pengguna jalan tol di Brebes untuk mendapatkan oleh oleh khas Brebes.

Dalam dialog dengan warga Ganjar juga berharap agar ada kedekatan dan keakraban antara masyarakat dengan Pemerintah, sehingga masyarakat tidak akan merasa canggung dalam menyampaikan unek uneknya.

Perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Songgom lor, Maya Dewi Kritanti menanyakan, bagaimana cara mengenalkan obyek Wisata di Songgom yaitu Goa Lawa agar bisa maju dan di kenal orang banyak, serta cara mengatasi banjir yang sering terjadi di Desa Bengok yang dikarenakan luapan sungai Dandang Gondang.

Ditanyakan pula dari perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Cenang Sahirman mengenai perbaikan jalan Raya Cenang Wijahan kapan akan direalisasikan.

“Itu jalan Kabupaten jadi kewenanganya ada pada Bupati”jawabnya sambil menunjuk ke arah Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.

“Ganjar juga mengajak kepada kita semua untuk bersama sama membangun Jawa Tengah agar lebih maju lagi” ajaknya.(shrmn)

Puspaga Brebes Adakan Parenting Di Cenang Songgom

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan parenting di 3 lokasi yang berbeda, masing-masing lokasi yaitu di PAUD Harum, PAUD Alhidayah dan SD ma’arif NU 02.

Kegiatan ini melibatkan semua anak-anak dan para wali murid dengan di danai oleh Dana Desa tahun anggaran 2018, pasalnya untuk Kegiatan Parenting PATBM sebesar dianggarkan sebesar Rp.900.000, untuk kegiatan tersebut.

Ketua PATBM Desa Cenang, Sahirman mengatakan saat pembukaan acara , dirinya menyapaikan bahwa Sosialisasi PATBM Desa Cenang sudah sering dilakukan di beberapa tempat dan hari ini dilaksanakan untuk memberikan wawasan terus ke para wali murid.

” Dukungan dari pihak Pemerintah Desa akhirnya bisa merealisasikan kegiatan dengan tujuan masyarakat semakin paham bahkan tau sehingga bisa menerapkan hasil dari kegiatan nantinya,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Rozak Motivator Anak Kabupaten Brebes dan juga Pusapaga mengajak kepada semua peserta semua agar dalam pengasuhan anak senantiasa penuh perhatian.

” Kepedulian kita harus di mulai dari lingkungan sekitar sehingga ada rasa perhatianya orang tua terhadap anak,” tutur dia.

Dirinya menambahkan, pengaruh gadget juga akan menimbulkan anak semakin tidak terkontrol dan harus di awasi dari lingkungan keluarga.

” Kami hanya berharap agar dalam pengasuhan anak jangan sampai dikemudian hari Anak menjadi alay, dikarenakan orang tua yang Lebay dan bersikap abay,” ungkapnya.Selasa, 8/01/2019 (shrmn)

Parenting PATBM, dampak Negatif Penggunaan Gedget Pada Anak

Cenang (cenang.desabrebes.id) Parenting Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Cenang Kacamatan Songgom Kabupaten Brebes, diadakan di tiga sekolah secara serentak, Selasa (08/01).

Kegiatan tersebut melibatkan puluhan orang tua/wali murid yang berada di tiga lokasi yaitu di Paud Harum, Paud Alhidayah dan SD Ma’arif NU 02.

Kegiatan tersebut di danai oleh Dana Desa tahun Anggaran 2018, untuk Kegiatan Parenting PATBM sebesar Rp 3.500.000 (Tiga Juta Lima Ratus Ribu ).

Ketua PATBM Desa Cenang, Sahirman membuka acara Parenting PATBM, dirinya menyapaikan bahwa Sosialisasi PATBM Desa Cenang sudah sering dilakukan di beberapa tempat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cenang yang sudah memotivasi serta mendukung  kegiatan ini baik secara moril maupun materi, sehingga kegiatan Parenting PATBM Desa Cenang bisa berjalan dengan lancar,  dan harapannya kedepan kegiatan Perenting ini bisa lebih di laksanakan kembali.

“Kami sangat senang acara Parenting ini bisa terlaksana, mengingat pentingnya kegiatan – kegiatan seperti ini dilaksanakan di Desa,  terlebih untuk orang tua supaya lebih menyayangi dan mengasihi anak-anaknya.” imbuhnya .

Nara Sumber dan Motivator Anak Ka Rozak dari Sirampog Bumiayu mengajak kepada kita semua agar dalam pengasuhan Anak senantiasa penuh kasih sayang dan perhatian.

Dirinya juga menyampaikan bahwa anak jangan sampai ditanya, nilai Raportnya bagus tidak? Pelajaranya dapat berapa? akan tetapi tanyakan bakat kamu apa?

“Gadget merupakan barang yang pasti dimiliki setiap orang, kalau kita orang tua tidak bijak dalam mengawasi penggunaan Gadget pada anak anak kita maka jangan harap anak akan berlaku positif dalam menggunakanya”.  Tambahnya.

Sudah banyak kasus kekerasan terhadap yang terjadi di daerah Kabupaten Brebes Umumnya, baik kasus kekerasan fisik maupun non fisik. Dan ini perlu penanganan serius dari semua pihak .

Contoh kasus yang terjadi di Sirampog, seorang Anak di perkosa bapak kandungnya sampai hamil dan melahirkan.

“Kasus semacam ini merupakan contoh betapa kurang peduli dan perhatianya orang tua terhadap anak, sampai tega menghamili anaknya sendiri. ” Timpal Rozak

Dirinya juga berharap agar dalam pengasuhan Anak jangan sampai dikemudian hari Anak menjadi Alay, dikarenakan orang tua yang Lebay dan bersikap Abay.

(shrmn)

Apel Pagi di Awal Januari

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Kegiatan apel pagi yang dilaksanakan oleh jajaran Pemeritah Kecamatan Songgom di awal bulan Januari 2019 di ikuti seluruh Pejabat Pemerintahan Kecamatan Songgom. Rabu, (02/01).

Camat Songgom, Mohamad Sodiq, S, STP. MSi. dalam sambutanya menyampaikan bahwa ajakan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam pengurusan Administrasi kependudukan, yang mudah.

“Kita buat pelayanan di Kecamatan yang lebih mudah dan praktis jangan di bikin sulit.” Tambahnya.

Dirinya juga meminta kepada seluruh pejabat yang ada di Kecamatan Songgom untuk bekerja secara sungguh sungguh dalam menangani pelayanan kepada Masyarakat. Kelangkaan blanko KTP yang menjadi persoalan pelik dan merupakan persoalan bersama yang harus bisa disampaikan kepada Masyarakat secara bijak, agar Masyarakat bisa memahami dan menerima kelangkaan blangko KTP elektronik tersebut.

Disampaikan pula bahwa pelayanan Surat menyurat sekarang menggunakan Elektronik Surat sebab Servernya sudah di buat, ditambahkan juga bahwa kenaikan pangkat jabatan harus di ikuti Test, yang minimal berpendidikan S3.

Pesan terakhir dalam sambutanya Mohamad Sodiq, S. STP. MSi. mengajak, agar di awal tahun 2019 ini yang disebut sebagai tahun politik marilah kita selalu berhati hati dalam tugas, Netralitas adalah kewajiban kita semua selaku Aparatur Sipil Negara (ASN).

Komandan Upacara Abdul Salam membubarkan barisan dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah saling berjabat tangan.

Acara Apel ini rutin dilaksanakan setiap hari senin dan hari – hari penting lainnya. Tujuannya adalah untuk memotivasi seluruh petugas pelayanan dan pegawai yang ada di kecamatan.

Harapannya dengan adanya Apel, petugas pelayanan di kecamatan akan lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

(shrmn)

Desa Sehat, Ratusan Tong Sampah Diberikan Ke Warga.

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Ratusan Tong Sampah siap di distribusikan ke rumah warga Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Selasa, (01/01).

Kegiatan yang di Danai dari Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2018 sebesar Rp 38 juta ini, merupakan realisasi dari hasil Musyawarah Desa Cenang Kecamatan Songgom tahun 2017, selanjutnya usulan dimasukan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKPDes) tahun 2018.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Pemerintah Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes dalam mengatasi masalah sampah, dimana Masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i juga menekankan kepada Warga, disamping buang sampah pada tempatnya juga di harapkan agar sampah tersebut bisa di pilah menurut jenisnya, sehingga limbah sampah yang bisa di olah dan di daur ulang bisa di manfaatkan secara Ekonomis.

Dirinya juga berharap bahwa, kedepan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes bisa melaksanakan Program Pengolahan Sampah, seperti yang sekarang sudah dilaksanakan Ibu-ibu PKK dan PAUD HARUM, dalam memanfaatkan limbah Plastik Bekas minuman kemasan yang di bikin menjadi tas cantik yang bernilai Ekonomis.

“Semua warga hendaknya memilah sampah, jadi dalam membuangnya jangan asal buang saja karena sampah – sampah tersebut bisa diolah menjadi barang yang berguna.” Imbuhnya

Program Pengolahan sampah ini juga merupakan Komitmen Pemerintah Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes yang merupakan Replikasi dari Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan di Kabupaten Brebes pada tanggal 13 Nopember 2018 di Gedung Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Pemerintah Desa Cenang juga ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sarang nyamuk serta sebagai antisipasi banjir saat musim hujan, dan harapanya kedepan Masyarakat akan terbiasa hidup bersih serta menjaga kebersihan lingkungan.

(shrmn)