Tikar Pertumbuhan Deteksi Stunting

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Puluhan Ibu ibu mengikuti Kegiatan Posyandu, kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Bunga Mekar VII Dukuh Tegalurung Rt 01 Rw 09 Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ini Bertujuan untuk mengetahui, apakah anak tersebut termasuk Stunting atau tidak. Selasa, 17/09/2019.

Dengan mengukur Anak umur 0 sampai 2 tahun menggunakan alat Tikar Pertumbuhan maka akan diketahui, apakah anak itu Stunting atau tidak. sehingga kita bisa memberikan asupan gizi pada anak tersebut, serta bisa memantau perkembanganya.

Bidan Desa Cenang Ernawati, Amd. Menyampaikan bahwa kita harus selalu rutin untuk mengikuti kegiatan Posyandu ini, dengan harapan kita bisa memantau pertumbuhan anak anak kita semua. disamping pengecekan tinggi badan menggunakan tikar Pertumbuhan, juga kita dapat Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT).

“saya harap ibu ibu yang memiliki balita yang umurnya 0 sampai 2 tahun atau yang di sebut 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK), bisa memberikan asupan gizi yang baik pada anaknya serta memantau perkembangan pertumbuhanya”ucapnya.

Salah satu kader Posyandu Sunarti merasa senang karena kegiatan posyandu dilingkungan wilayahnya selalu ramai dihadiri ibu ibu. kesadaran para ibu ibu yang punya balita, kini mulai terpupuk, sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegitan posyandu ini. begitu pula kondisi Balita di lingkunganya, mereka tidak ada yang terindikasi Stunting.

Pesrta Posyandu Nur aisah, ibu dari balita Aulia merasa senang, karena dirinya tidak jauh lagi dalam memeriksakan anaknya. ia mengucapkan banyak terima kasih kepada bidan desa serta kader posyandu yang selama ini membimbing dan memperhatikan kesehatan anak balitanya.

“nyong ngucapna trima kasih, anake nyong dinei panganan tambahan semoga anake inyong tambah sehat, cerdas lan pinter”ujarnya dengan logat jawanya. kontributor (saher)

Tahapan Pilkades Tahap 2 mulai dilaksanakan

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – Saya kumpulka panjenengan semua khususnya desa-desa yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) yakni Desa Cenang, Wanatawang, Karangsembung dan Desa Jatirokeh bahwa tahapan pilkades segera dilaksanakan demikian disampaikan Camat Songgom Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si. diruang camat. Selasa, (17/09/2019).

Sesuai edaran Bupati bahwa pelaksanaan pilkades akan dilaksanakan secara elektronik (e-voting) walau dirasa desa belum siap terkait teknis dan pengalaman tentang e-voting, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes cukup optimis ini dibuktikan bahwa semua desa baik yang sudah melaksanakan pilkades tahap 1 diminta melakukan perubahan anggaran pendapan dan belanja desa (APBDES-P) untuk mengalokasikan anggaran sarana alat perlengkapan sistem informasi desa (SID) guna mendukung kegiatan tersebut.

Ada 108 Desa pada pilkades tahap 2 dimana kalau dihitung ketersediaan alat sangatlah terbatas, Kabupaten Brebes tercatat 292 Desa jika semua desa mengadakan peralatan baru tersedia 292 alat e-voting. sedangkan setiap desa membutuhkan minimal 4 set alat. Untuk menyikapi ketersediaan alat maka pilkades dibagi 2 tahap yaitu tanggal 19 desember dan 26 desember 2019.

Dasar pilkades dijelaskan secara gamblang dalam peraturan bupati nomor 32 tahun 2019 diskusi awal dibacakan perbub ada 87 halaman membahas tahapan dan petunjuk teknis tugas dan fungsi masing-masing OPD. disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten berkedudukan sebagai Pengarah dan Pemantau, Kecamatan sebagai pengawas dan Pemerintah Desa sebagai Panitia Pemilihan Kepala Desa.

Dijelaskan juga syarat pemilih, penduduk bisa memilih dengan ketentuan bahwa warga tersebut sebelum tanggal pemungutan suara sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah. Warga tidak bisa memilih jika, warga tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Sementara sampai batas waktu yang telah ditentukan dari pengumuman DPS kemudian ditetapkan menjadi DPT namun yang bersangkutan tidak mengusulkan bahwa dirinya tidak terdaftar maka yang bersangkutan tidak dapat memilih.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan DPS dan DPT maka, Panitia Pilkades tidak henti-hentinya untuk terus memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam tahap pendataan pemilih. jika mengetahui ada warga yang sudah berusia 17 tahun tetapi tidak ada dalam DPS maupun DPT segera laporkan kepanitia pilkades agar bisa segera ditindaklanjuti untuk didaftar.

19 Anak Yatim Piatu mendapatkan Santunan

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Ratusan warga memadati halaman Madrasah Tsanawiyah Riyodlotul U’qul, kedatangan warga tersebut adalah untuk memberikan santunan Anak Yatim Piatu. Kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap 10 muharam bertempat di halaman Madrasah Tsanawiyah Riyodlotul U’qul Dukuh Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Selasa, (10/09/2019).

Kegiatan yang di pelopori oleh fatayat muslimat ini bisa mengumpulkan dana sebesar 39 jt dan beras sebanyak 1,235 ton. padahal pada tahun yang lalu hanya mendapatkan dana sebesar 36 jt dan beras 1,2 ton. Masing masing anak mendapatkan uang sebesar Rp. 1.985 jt dan beras 65 kg. Dana dan beras tahun ini juga berasal dari sumbangan masyarakat dan Donatur dari luar negeri.

Ketua panitia penyelenggara Zainudin merasa bersyukur bahwa semangat yang ada pada masyarakat, terutama fatayat muslimat masih dimiliki sehingga bisa menghasilkan dana yang luar biasa.

“Hak dan menyantuni anak yatim, bukan hanya pada bulan Muharam saja, tetapi mereka perlu di perhatikan dan di santuni setiap saat”ujar Zainudin.

Sementara itu ketua fatayat muslimat Sarifah merasa bersyukur, bahwa setelah dirinya di pilih kembali menjadi ketua ia akan selalu semangat untuk kegiatan kegiatan sosial.

“Alhamdulilah tahun ini kita bisa mengumpulkan anggaran lebih besar dari tahun yang lalu, semua ini tidak lepas dari kerja keras kita semua”ucapnya.

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i sampai terbata bata saat menyampaikan sambutanya, dirinya merasa terharu bila melihat nasib yang di alami anak yatim tersebut, ia juga tetap memberikan semangat kepada masyarakat, agar kegiatan yang baik ini jangan sampai di tinggalkan walau bersifat rutinan.

Siraman rohani yang disampaikan oleh Kyai Abdul Wahid, mengajak kepada kita semua, agar hendaknya tak henti hentinya untuk menyantuni anak yatim. karena di dalam harta dan rejeki kita, maka disitu pula ada rejeki anak yatim.

“Mari kita senantiasa selalu bersyukur kepada allah swt. bahwa kita memiliki nasib yang lebih baik dari anak yatim, namun kita hendaknya selalu ingat kepada anak yatim, karena sebaik baiknya rumah adalah yang di dalamnya terdapat anak yatim”ujarnya.kontributor (saher)

Rakor Hasil Monev Kecamatan

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – rapat hari ini bertujuan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh tim kecamatan terkait bantuan keuangan dari berbagai sumber diantaranya Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan Kabupaten (Bankeu Kab), Bantuan Keuangan Provinsi, Bagi Hasil dan Retribusi Daerah (PBH). Tahun anggaran 2018 dan 2019 demikian disampaikan Mochamad Sodiq S.STP, M.Si selaku camat songgom.

Rapat dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Operator siskeudes dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se kecamatan songgom di aula kecamatan songgom. Selasa, (10/09).

Dari hasil monev ditemui beberapa temuan pekerjaan yang kemudian disampaikan kepada forum agar ada tindak lanjut dan secara resmi akan ada surat dari kecamatan.

Terkait temuan secara teknis disampaikan langsung oleh pendamping desa Mardadi Triyanto, ST. Bagaimana pekerjaan diharapkan sesuai dengan renacan anggaran biaya (RAB) jika itu terpenuhi maka desa dianggap berhasil, bagi desa yang belum selesai pekerjaannya, baik anggaran tahun 2018 dan 2019 maka pihak kecamatan tidak akan memberikan rekomendasi pencairan tahap berikutnya.

Acara dilangsungkan terkait perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES).

Perubahan APBDES dilakukan karena ada kenaikan gaji perangkat desa maka pemerintah daerah memberikan tambahan untuk memenuhi kenaikan tersebut. Jika tidak dijumpai porsi kenaikan gaji maka pagu ADD regulernya yang bertambah desa dipersilahkan untuk dibuatkan RAB sesuai kenaikan yang ada.

Sementara itu disinggung pula persiapan Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) Tahap 2 oleh sekretaris camat (Sekcam) Wartoid, S.IP, M.Si kali ini akan dilaksanakan dengan cara e-voting (elektronik voting) pemerintah kabupaten sedang melakukan berbagai persiapan baik dari segi teknis maupun sarana dan prasarannya.

Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia,110 Kader Desa mengikuti Pelatihan.

Jatibarang – (cenang.desabrebes.id) 110 kader desa mengikuti Pelatihan Penguatan Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi, kegiatan yang di ikuti oleh kader :BKB, TRIBINA, PPKBD, PKD dan FKD di laksanakan di Aula Hotel Anggraeni Jatibarang, Selasa, 10/09/2019.

Kegiatan yang bersumber dari Dana APBD Propinsi Jawa Tengah ini juga di hadiri oleh Bupati Brebes dan perwakilan dari BKKBN Propinsi Jawa tengah.

Ketua penyelenggara, Ratih Dinawati, SE. MM menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Penguatan Promosi dan Konseling Kesehatan dan hak – hak Reproduksi ini, dibiayai dari anggaran Propinsi Jawa Tengah.

Sekertari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindubgan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3KB) , Dra. Rini Pujiastuti menyampaikan bahwa Brebes merupakan Kabupaten Terluas ke 2 di Jawa Tengah setelah Cilacap dan Penduduk Terbesar di Propinsi Jawa Tengah.

“Rasio Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Brebes 1000/110 artinya Pertumbuhan perempuan lebih banyak, sehingga kegiatan di bidang keluarga berencan perlu di tingkatkan”ujar Rini.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE. MH menyampaikan dalam sambutanya bahwa Kabupaten Brebes mendapatkan Bonus Demografi. pada Demografi Kabupaten Brebes merupakan masalah yang sangat besar dampaknya bagi Ekonomi di Kabupaten Brebes, sehingga masalah tersebut harus kita selesaikan bersama sama.

“Bonus demografi bukan hadiah, tetapi merupakan permasalahn yang muncul mengenai kependudukan yang apabila kita biarkan, maka akan berakibat meledaknya pertumbuhan penduduk”katanya.

Kepala DP3AP2KB propinsi Jawa Tengah yang di wakili Dra. Sri Dewi Indrajati, MM. menyampaikan bahwa terjadinya tindak kekerasan pada perempuan dan anak kerap terjadi dilingkungan keluarga atau orang terdekat, sehingga sangatlah sulit untuk di kontrol.berdasarkan Undang – undang Perlindungan anak No 35 tahun 2014 bahwa kekerasana Pisik, psikis dan seksual termasuk tindak kekerasan pada perempuan dan anak.

“Dalam penanganan tindak kekerasan pada perempuan dan Anak kita semua wajib dan sanggup menjadi Pelopor dan Pelapor”tutur Dwi.

Nara sumber dr. Epsilon Dewanto, MM menyampaikan materi tentang Masalah dan Solusi, apa itu masalah : masalah adalah pesoalan yang muncul/timbul pada suatu keluarga atau Individu. masalah akan selalu mengikuti kemana kita akan pergi, menghindari masalah adalah bukan solusi. Keluarga yang sering duduk bersama dan berkumpul akan lebih dijauhkan dari masalah, hidup adalah pilihan, dimana kita salah memilih maka salah pula kita dalam menjalani kehidupan.kontributor (saher)

Sedekah Bumi jadi Tradisi

Cenang – (desabrebes.id) Ritual merupakan acara tradisi yang dijalankan oleh masyarakat secara turun temurun, dan ritual bertujuan untuk meminta sesuatu kepada yang maha kuasa. dalam ritual biasanya di sajikan sesuatu yang berupa sesajen, dalam menyajikan sesaji diutuslah sesepuh atau tokoh adat yang membacakan doa. Begitu pula yang dilakukan Warga Dukuh Wijahan Rt 02 Rw 07 Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Minggu, 8/9/2019.

Ketua Ritual sedekah Bumi, Wardono mengatakan, bahwa tujuan ritual sedekah bumi ini merupakan wujud syukur kita kepada allah swt. atas apa yang telah di karuniakan kepada kita serta doa meminta agar diberi hujan, karena musim kemarau yang panjang membuat tanaman para petani mengalami kekeringan, acara sedekah bumi ini adalah hasil dari sumbangan dan gotong royong warga.

Warga Rt 02 Rw 07 Dukuh Wijahan Desa Cenang menggelar sedekah bumi, acara sedekah bumi tersebut bertujuan untuk meminta hujan. Karena musim kemarau yang panjang membuat para petani kekurangan air sehingga sawah mengalami kekeringan. disamping meminta turunya hujan, ritual sedekah bumi juga sebagai wujud syukur terhadap bumi yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia kepada manusia.

Sesepuh Rt 02 Rw 07 Tori membacakan Doa, dalam membacakan doa, Tori bersama warga Rt 02 Rw 07 meminta kepada allah swt. agar diberi hujan dengan harapan tanaman pertanianya bisa panen. Tori juga mengajak kepada seluruh warga, agar disamping bersyukur melalui sedekah bumi ini, dirinya juga berharap agar warga tetap melakukan shalat istisqa agar segala apa yang kita inginkan bisa di kabulkan oleh allah swt.

“Ritual ini hendaknya jangan jadi kemusrikan bagi kita umat Islam, karena sebaik baiknya meminta hanya kepada allah semata”ujarnya.

Ketua Rt 02 Rw 07 Sohid mengapresiasi ritual ini, dirinya berharap agar masyarakat Desa Cenang dan kususnya warga Rt 02 Rw 07 agar diberi kesabaran dalam menghadapi musim kemarau yang panjang ini.kontributor (saher)

Dibuka Rekrutmen Pendata SIPBM tahun 2019

Cenang.desabrebes.id –  Pemerintah desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes membuka pendaftaran untuk pencacah lapangan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) tahun 2019.

Dibutuhkan 20 pencacah lapangan untuk melakukan kegiatan pendataan pada  Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), diutamakan yang sudah berpengalaman dalam bidang IT dan sensus.

Bagi kamu yang mau ikut menjadi pencacah lapangan, berikut adalah persyaratan, jadwal kegiatan, dan tahapan perekrutan pencacah lapangan SIPBM desa Cenang kecamatan Songgom, Brebes tahun 2019.

Persyaratan

  • Warga desa Cenang
  • Komunikatif
  • Komitmen tinggi
  • Bersedia mengikuti pelatihan
  • Memiliki smartphone android (Min RAM 2 Gb)
  • Diutamakan yang berpengalaman

Jadwal

  • Pendaftaran                           : 8 – 12 September 2019
  • Seleksi                                      : 12 September 2019
  • Pengumuman                       : 13 September 2019
  • Pelatihan                                 : 14 – 15 September 2019
  • Pelaksanaan pendataan  : 16 – 30 September 2019

Tahapan perekrutan 

  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Melampirkan FC KTP
  • Proses seleksi
  • Pengumuman

Bagi yang lolos tahap seleksi, akan mendapatkan notifikasi pada email/wa dari admin dan melanjutkan pada tahap pelatihan dan pelaksanaan kegiatan.

Fasilitator SIPBM

 

 

Jalan Kabupaten ditutup lalu lintas warga mlipir

dok.ramedhon

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Lalu lintas dijalan Raya Wijahan Cenang terhambat pasalnya pengerjaan pengecoran jalan Kabupaten sedang berlansung.

Himbauan dan arahan bagi warga cenang dan sekitarnya terpampang di masing-masing ujung jalan yang ditutup. bagi warga yang butuh pelayanan terkait penerimaan bantuan pangan non tunai (BPNT) H. Sudirno selaku agen memberikan arahan bahwa ” pelayanan tarik tunai dan lainnya bisa mlipir ” (mlipir = cari celah jalan untuk dilewati tanpa melintas di jalan yang sedang dicor/minggir.red) begitu bunyi tulisan yang dipampang. jalan raya wijahan cenang merupakan akses utama bagi warga cenang dan desa wanatawang, gegerkunci karena jalan sepanjang 2 km itu terhubung.

Warga harus rela dan bersabar untuk sementara tidak melintas jalan tersebut namun himbauan tinggal himbauan ada saja warga yang nekat menerobos padahal kondisi cor masih basah itu terlihat bahwa ada bekas roda sepeda motor melintas nekat sehingga kondisi cor tidak lagi mulus.

cenang sesuai data monografi memiliki akses jalan desa sepanjang 2,4 Km, jalan dusun sepanjang 3 Km dan Jalan Kabupaten sepanjang 2 Km. sebagaian besar jalan di Desa Cenang sudah diperkeras baik rabat beton maupun aspal dan pavingisasi hanya sebagian kecil saja yang memang masih belum diperkeras. Pemerintah Desa komitmen untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur jalan agar semua jalan di desa bisa diakses oleh warganya sebagai upaya peningkatan perekonomian dan mobilisasi warga

BDT Penentu Kebijakan diberlakukan

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – Masalah kemiskinan adalah hal yang sedang dan gencar ditanggulangi oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yaitu dengan adanya program Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu (BDT) program ini dimaksudkan untuk memverifikasi ulang data kemiskinan Tahun 2015 yang mana data tersebut secara berkala harus diperbaharui (update).

” Yang sedang jadi masalah adalah kemiskinan bagaimana upaya pemerintah menanggulanginya dari hasil Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu yang seyogyanya mulai tanggal 19 April 2019 dan selesai bulan Juli 2019 pada kenyataannya sampai sekarang belum kelar, ini bahaya jika kemudian dalam batas waktu yang telah ditentukan sampai akhir oktober data belum juga selesai. ” demikian disampaikan oleh Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si selaku Camat Songgom pada apel pagi di halaman kantor Camat Songgom. Senin, (02/09/2019)

Lanjut Sodiq bahwa sampai hari ini ada 2000 orang data Peserta Bebas Iuran BPJS dan Program Keluarga Harapan diputus oleh Pemerintah Daerah karena tidak tercantum dalam BDT. Lanjutnya

sementara itu seusai Apel dilanjutkan Rapat Kordinasi (Rakor) antara Camat, Kepala Desa, Sekretaris Desa, TKSK, Mantri Pajak (Manpa) dalam ruang Camat dijelaskan bahwa sesuai hasil laporan BDT belum sepenuhnya tercapai seratus persen.

bersamaan dengan itu menurut Sugeng Mulyono selaku Sekretaris Desa Cenang dan Operator BDT mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan input data berdasar hasil verifikasi yang ada ke dalam sistem namun dijumpai ternyata data yang baru dibaca baru 50 persen yang berhasil terverifikasi oleh sistem.

Dari ketidak sesuaian inilah kemudian Camat akan mengundang para operator desa untuk ditemukan dengan Operator Kabupaten untuk singkronisasi hasil verval BDT. diharapkan pada waktu yang telah ditentukan saat dilaporkan ke Kementrian Sosial datanya sudah valid.

 

2 Anak GKB Ikuti Sunat Massal

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Meskipun sudah 2 minggu berlalu, semarak dan semangat Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 masih kita rasakan. berbagai kegiatanpun ikut meramaikanya baik di tingkat Desa, maupun di tingkat kecamatan. begitu pula kegiatan sosial yang di lakukan di tingkat kecamatan. 11 Anak di Kecamatan Songgom mengikutiSunatan massal, yang diselenggarakan oleh Panitia Peringatah HUT RI yang ke 74 di kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. dalam acara sunatan massal, 2 Anak yang dikembalikan ke sekolah melalui (GKB) forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) desa Cenang kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ikut Sunatan Massal. Kegiatan sosial sunatan massal ini, merupakan kegiatan yang di gagas oleh Forum Masyarakat Kecamatan Songgom.kegiatan sunatan massal yang di danai dari dana Peringatan HUT RI ini di laksanakan di Puskesmas Jatirokeh Kamis, 29/08/2019

Ahmad Januh umur 8 tahun dan Fikri umur 8 tahun adalah anak putus sekolah dan telah dikembalikan ke sekolah bersama Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Desa Cenang. Keduanya bernasib hampir sama, Ahmad Januh di tinggal bapaknya pergi ke Lampung karena orang tuanya bercerai, dan Fikri di tinggal Ayahnya merantau namun sampai kini tidak pernah ada kabar atau komunikasi sama sekali. kini masing masing baik Ahmad Januh maupun Fikri tinggal bersama ibunya. dalam mengikuti sunatan massal keduanya mendapatkan bingkisan 1 stel pakaian, Sarung + Peci dan uang saku sebesar Rp. 250 rb.

Kepala Desa Cenang, Imam Rifa’i mengantar langsung kedua anak tersebut untuk mengikuti sunatan massal, yang dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Kecamatan Songgom.

“Saya sangat prihatin pada nasib keduanya, saya sudah minta ijin pada orang tua masing masing untuk menyertakan keduanya pada Sunatan Massal”ujarnya.

Forum Masyarakat Kecamatan Songgom merupakan Group WA yang dibentuk dan di gagas oleh Camat Songgom bersama Masyarakat Songgom, dengan tujuan agar kegiatan sosial yang dilaksanakan di Kecamatan Songgom baik dalam Penanganan Bencana, Kebakaran Rumah, Warga miskin yang sakit dan tak tertangani dan yang lainya mudah di informasikan, baik kegiatanya maupun penggalangan Dananya.

Camat Songgom, Mochamad Sodiq, S. STP. MSi. sebagai inisiator terbentuknya Forum Masyarakat Kecamatan Songgom. Dirinya sangat mengapresiasi masyarakat yang tergabung dalam group ini, dikarenakan group ini sangat cepat dan agresif dalam penanganan Bencana serta dalam penggalangan Dananya.

“Terima kasih kepada semua masyarakat kecamatan songgom yang sudah bahu membahu untuk kegiatan sosial ini, dan saya akan setiap saat melaporkan baik pendapatan dari donatur maupun pengeluaranya yang di gunakan untuk korban maupun untuk kegiatan sosial lainya, setiap saat di group ini”tuturnya. Kamis, 29/08/2019 (saher).

Lokakarya Tahap II Pendokumentasian Mekanisme Pelaksanaan GKB

Tegal, (cenang.desabrebes.id) – Gerakan Kembali Bersekolah merupakan gebrakan yang sedang menggaung di tahun 2019. yang kemudian tahapan demi tahapan untuk menimplementasikan gerakan ini dilakukan mulai dari pendokumentasian langkah – langkah yang harus dilakukan demi terselenggarakannya program Gerakan Kembali Bersekolah secara berkesinambungan. pertemuan  lokakarya pendokumentasian mekanisme pelaksanaan gerakan kembali bersekolah tahap II pun dilakukan melibatkan para pegiat dan pencetus Gerakan kembali Bersekolah BAPEDA, FMPP, PKBM, DINPERMADES, KOMPAK di Hotel Primebiz Tegal. Senin, (26/08/2019).

hal ini dilakukan agar kedepan baik kabupaten dan desa mempunyai panduan untuk mengaplikasikan kegiatan atau program serupa dengan dibuatnya Panduan GKB agar langkah dan tahapannya bisa dilaksanakan bagi desa yang akan mengimplementasikan program ini.

Adapun Isu strategis pembangunan Kabupaten Brebes masih berkisar pada Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah di tingkat Provinsi. Tiga indikator pendukung IPM adalah Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi. Upaya meningkatkan IPM Kabupaten Brebes khususnya di bidang pendidikan, salah satunya melalui pengembalian anak tidak sekolah kembali bersekolah melalui program Gerakan Kembali Bersekolah.

GKB ini dirintis sejak tahun 2016, dimana ada desakan dari masyarakat pemerhati pendidikan yang merintis awal dengan mengembalikan Anak Tidak Sekolah melalui sekelompok kecil yang saat itu dinamakan Celoteh Brebes Membangun (CBM), mereka secara swadaya melakukan upaya rekonfirmasi anak yang tidak sekolah, mengembalikan ke sekolah, menggalang dana swadaya, dan melakukan pendampingan baik di sekolah maupun di rumah ATS yang ada dengan mengembalikan ATS saat itu hanya 30 anak saja yang tersebar di Kecamatan Larangan dan Ketanggungan.

Selanjutnya, pengalaman selama melakukan upaya pengembalian, lalu di FGD kan dilevel pemerintah Kabupaten Brebes secara intensif, dan tahun 2017 mulailah di canangkan launching Gerakan Kembali Bersekolah oleh Bupati Brebes di Pendopo Brebes dengan menghadirkan Forkompinda, Forkompincam, Organisasi Perangkata Daerah di lingkungan Pemkab Brebes, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, LSM, Media, dan perwakilan Kepala Desa dan pengurus FMPP yang terbentuk.

upaya yang dilakukan kabupaten brebes Sosialisasi GKB dilakukan langsung oleh Bupati secara maraton di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. GKB ini selain melibatkan FMPP juga melibatkan dunia usaha dan dunia industri yang ada di Kabupaten Brebes, dan telah berhasil mengentaskan ATS sebanyak 1.212 anak untuk kembali bersekolah pada tahun 2017.

Pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Brebes mengalokasikan anggaran pembiayaan GKB sebesar 5,7 Milyar rupiah untuk membiayai sebanyak 5.000 ATS di bidang pendidikan formal dan nonformal. Namun teralisasi hanya ada 4.074 ATS yang dikembalikan ke sekolah.

Selanjutnya untuk tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Brebes menganggarkan dana sebesar 1,7 Milyar untuk pengembalian ATS kembali bersekolah di bidang formal, sedangkan untuk nonformal dibiayai melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Formal BOP Kesetaraan tahun 2019.

ada 4 Tim penyusun panduan yang bertugas menyusun materi harapannya Keberhasilan dalam pelaksanaan GKB Kabupaten Brebes inilah akhirnya menjadi salah satu Kabupaten/kota di Indonesia yang dilibatkan dalam menyusun  Strategi Nasional (STRANAS) penanganan ATS di Kementrian PPN / Bappenas, dan masuk 40 Top Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenpan & RB  Republik Indonesia.

30 Anak GKB dapat Bantuan Alat Sekolah

Cenang (cenang.desabrebes.id) 30 Anak Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Desa Cenang mendapatkan bantuan Perlengkapan sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ini, disampaikan oleh Pemerintah Desa Cenang bersama Forum Masyarakat Peduli Pendidikan ( FMPP) desa Cenang, meliputi 15 Anak Sekolah Dasar (SD), 10 Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 5 Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). masing masing anak mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah dengan total nilai total 29 jt Rupiah,dengan rincian masing masing Anak: 15 Anak SD senilai 800 rb, 10 Anak SLTP senilai 1 jt dan Anak SLTA senilai 1,4 jt, bantuan tersebut bersumber dari Dana Desa tahun 2019. Kamis, 22/08/2019

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i mengajak kepada seluruh Tokoh Masyarakat, Relawan dan Pegiat FMPP serta orang tua wali murid GKB, untuk bekerja sama dan saling membantu menginformasikan bilamana ada anak putus sekolah, maka segera melaporkan untuk di datangi agar anak tersebut sekolah kembali.

“Pemerintah Desa Cenang dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) akan bekerja keras untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Target 230 Anak, dan sekarang baru dikembalikan sebanyak 124 anak, sehingga Sumber Daya Manusia di Desa Cenang bisa naik.”imbuhnya.

Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang, Moh. Fahruroji mengapresiasi langkah yang di ambil Pemerintah Desa Cenang dengan menganggarkan melalui Dana Desa tersebut.sehingga, anak anak yang putus sekolah yang kategori tidak mampu lebih bersemangat bersekaolah kembali.

Ari Pujiono anak GKB yang Patah kaki dan baru di operasi karena terjangkit pengapuran pada tulangnya merasa senang karena tahun ini bisa melanjutkan sekolahnya ke SMK, dan dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cenang yang sudah memberikan motivasi sehingga bisa mantap bersekolah kembali meskipun kakinya di topang oleh penyangga. Kamis, 22/08/2019.(saher)

HUT RI Motivasi Kreatifitas Warga

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Bakat dan kreatifitas seseorang biasanya melekat bawaan sejak lahir, namun bakat dan kreatifitas saja belum cukup untuk memvisualisasikan suatu ide. butuh jam terbang dan latihan terus menerus agar bakat makin terasah.

itu dibuktikan oleh Slamet Jenggot Warga Desa Cenang RT.03 RW.02 Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ditangannya bahan limbah kertas karton dan plastik bisa disulap menjadi berbagai bentuk hewan ada kuda, itik, singa dan burok kuda bersayap dengan kepala manusia. dan karyanya berhasil memikat perhatian warga ketika semua hasil kerja kerasnya ditampilkan saat karnaval tingkat dusun seusai upacara bendera di halaman SD Negeri Gegerkunci 02. Sabtu, (17/08/2019).

” butuh konsentrasi dan fokus untuk membuat semua ini, ini saya dan kawan-kawan kerjakan saat semua orang sudah tidur. tengah malam mulai saya kerjakan hingga subuh karna hanya saat itu saya punya waktu.” kata slamet saat dikonfirmasi saat rapat kerja panitia HUT – RI 74.

Lanjut Slamet matrial bukan hal sulit untuk dicari tapi kami butuh konsumsi yang tidak sedikit agar pengerjaan replika hewan – hewan ini bisa maksimal makanya saya kadang harus nomboki dulu demi karya ini. lanjutnya.

semua hasil karya ini akan ditampilkan saat karnaval baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke 74. (sucen)

 

Badan Informasi Geospasial Delineasi Batas Desa se Kabupaten Brebes

Brebes, (cenang.desabrebes.id) – Kedaulatan suatu wilayah merupakan hal yang sangat krusial dan penting itu sebabnya pemberian tanda batas wilayah sangat diperlukan sebagai bentuk kedaulatan. Batas suatu wilayah atau batas desa ada sejak berdirinya desa atau wilayah tersebut sesuai dengan kesepakatan para penguasa atau sesepuh penemu atau pendiri desa.
Kepala Desa se Kabupaten Brebes dan perangkat desa yang membidangi dan tahu batas wilayah desa masing – masing dikumpulkan di Ruang Rapat Kantor Bupati Brebes. Untuk menginventarisir serta pemberian tanda batas desa. Rabu, (14/08/2019)
Hal ini dimaksudkan agar batas wilayah di Kabupaten Brebes bisa diketahui sebagai dasar pembuatan peta desa. Pemberian batas dilakukan dengan teliti dipandu operator dan dibantu dengan proyeksi tampilan peta dilayar.
Pertemuan dilaksanakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) Kabupaten Brebes. Badan Informasi Geospasial adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial. BIG berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden dan dipimpin oleh seorang kepala. Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc

delineasi penting dilakukan mengingat batas segmen alam makin hari makin berubah untuk menentukan serta melestarikan batas desa maka hal ini wajib hukumnya. delineasi adalah penggambaran hal penting dengan garis dan gambar dalam hal ini adalah gambar peta wilayah.

Pertemuan diakhiri dengan pencetakan hasil revisi batas desa yang kemudian akan dijadikan sebagai peta desa yang baru. (Sucen)

Penyembelihan Kurban di Masjid Jami’ Baitul Makmur Cenang

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Kurban yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, dimana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Rosid, S.S hakekat kurban adalah bagaimana kita bisa mengorbankan harta yang kita cintai, harta yang selama ini kita cari mati – matian, dari pagi hingga malam, malam sampai pagi bisakah kemudian dari usaha itu kita kurbankan. demikian disampaikan dalam khutbahnya pada sholat Idul Adha di masjid Jami’ Baitul Makmur. Minggu, (11/08/2019)

seperti dikisahkan Nabi Ibrahim AS yang diprintahkan oleh Alloh SWT untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail AS yang mana Nabi Ismail adalah anak semata wayang Nabi Ibrahim yang begitu dicintainya. Namun demi cintanya kepada Alloh SWT Nabi Ibrahim pun sanggup untuk melaksanakan perintah-Nya untuk menyembelih Ismail.

esensi kurban sendiri adalah melatih diri kita untuk mencintai Alloh SWT lebih dari apapun, dalam kehidupan sehari-hari kita enggan untuk berbagi karena takut miskin padahal tiada sejarahnya orang yang bangkrut karna sedekah.

tahun ini masjid Jami’ Baitul Makmur Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan kurban tercatat ada 10 ekor kambing.

” Alhamdulillah tahun ini masjid masih bisa melaksanakan penyembelihan hewan kurban walau masih dirasa sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada semoga tahun depan lebih banyak lagi yang kurban. ” Kata Rosid, S.S selaku Panitia Kurban. (sucen)

Akibat Hubungan Arus Pendek Listrik Satu Rumah di lalap si Jago Merah

Songgom (cenang.desabrebes.id) Kebakaran sebuah rumah sering terjadi, faktor dan pemicunya adalah kelalaian pemilik rumah dalam bepergian. itu pula yang menimpa, Taryono warga Rt 01 Rw 04 Desa Songgom Lor Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Sabtu, 10/08/2019.

kebakaran terjadi pada pukul : 08 : 15 Wib, saat terjadi Kebakaran Taryono pemilik rumah pergi sejak pukul 06: 30 pagi lagi rewang di rumah saudara yg sedang hajatan di dkh. Bajangan desa Songgom. Anak dan cucu Taryono saat itu juga sudah berangkat sekolah pukul : 07 : 00 Wib. Kebakaran terjadi pada pukul 08.15 Wib akibat konsleting listrik.

Saat kebakaran terjadi banyak tetangga yg membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Akibat Kebakaran kerugian yang ditimbulkan antara lain :
1 unit TV
1 Lemari Plastik
1 Lemari kayu beserta isi (pakaian, surat-surat berharga dan dokumen lainnya)
1 unit Tape Radio
Instalasi listrik rusak.dan tidak ada korban jiwa.

“Untung anake enyong karo putune enyong wis mangkat sekolah, dadi alhamdulilah selamet” ujarnya dengan logat jawanya.

Sementara itu Kepala Desa Songgom Lor Imam Subekhi menghimbau kepada warganya, agar senantiasa dalam meninggalkan rumah hendaknya hati hati serta mematikan lampu dan kompor gas, dan mengajak kepada seluruh warganya untuk bergotong royong membantu keluargaTaryono.

Kemudian ditempat terpisah, Camat Songgom, Mochamad Sodiq, S.STP. MSI, memberikan perintah segera kepada Kepala Desa Songgom Lor untuk mencatat dan melaporkan jumlah kerugian yang di timbulkan akibat kebakaran tersebut, untuk dilaporkan ke PMI,Dinsos dan BPBD kabupaten Brebes. Sabtu, 10/08/2019 ( saher)

Deteksi Dini Mencegah Stunting Pada Anak

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Pemberian vitamin A dan Pendeteksian sejak dini untuk mencegah Stunting pada anak sangatlah penting, itulah kegiatan Posyandu Bunga Mekar Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Kegiatan yang di ikuti puluhan Ibu ibu yang memiliki Balita serta Ibu hamil, dilaksanakan di Posyandu Bunga Mekar VII Dukuh Tegalurung Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Jum’at 9/8/2019.

Semangat kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara rutin oleh kader Posyandu serta Bidan Desa, juga bertujuan untuk memberi pemahaman kepada ibu ibu yang memiliki balita serta Ibu Hamil terutama pasangan usia muda dan Pasangan Usia subur (PUS). agar mereka yang sedang hamil lebih siap menghadapi jelang kelahiran bayinya.

Bidan Desa Cenang Ernawati, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi baik Vitamin A maupun Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) pada bayi dalam kegiatan Posyandu sangatlah penting, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman ibu ibu yang memiliki balita dan ibu hamil,dalam memberikan asupan gizi pada anak.

“pemberian Vitamin A pada anak bertujuan agar anak bisa terjaga kesehatan matanya, pendeteksian sejak dini di 1000 hari pada kelahiranya serta pemberian asupan gizi yang baik sebagai upaya mengatasi Stunting” tutur Erna.

Kader Posyandu Bunga Mekar VII, sunarti merasa senang, bahwa warga lingkunganya kini mulai sadar akan betapa pentingnya makanan bergizi pada anak sebagai penunjang tumbuh kembang anak agar tidak Stunting. Jum’at, 9/8/2019 (saher)

Gapura HUT RI Hiasi Lingkungan Desa Cenang

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Setiap daerah di Indonesia pada saat Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menyambutnya dengan riang gembira, ini adalah wujud rasa syukur atas para pejuang yang telah rela berkorban untuk mempertahankan Kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Wujud dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pun bermacam macam. ada yang mengadakan Hiburan rakyat, lomba lomba, baik yang bersifat Tradisional maupun Modern, pembuatan Gapura untuk mempercantik lingkungan RT maupun RW.

Ungkap Watim selaku ketua Kelompok Remaja Anak Pemuda Pinggiran Kubang Gereng (APPINK) Dukuh Wijahan RW 08 Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Minggu (4/08/2019).

Watim menambahkan, bahwa semangat anak remaja APPINK yang tergabung dalam Bina Keluarga Remaja (BKR) ini tak diragukan lagi melalui Pembuatan Gapura yang berada di jalan KH. Salim Hidayah adalah sebagai pemanis Lingkungan RW 08.

” Pembuatan Gapura yang dilakukan setiap tahun ini, menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 jt dan anggaran tersebut bersumber dari Dana Iuran kelompok Pemuda Pedagang Nasi Goreng ( PPNG) yang merantau di Jakarta,” imbuhnya.

APPINK bukanlah sebuah kelompok Genk melainkan perkumpulan anak remaja yang masih tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Nusa Jaya Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

Watim berharap kegiatan ini bisa menyalurkan bakat remaja untuk menyalurkan hoby serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan Bangsa dalam memperingati HUT RI.

Sementara Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i menyambut baik karya remaja APPINK, semoga nanti di dukuh yang lain juga bisa bergerak dan berkarya saat jelang peringatan HUT RI.

” Gapura tiap gang akan mempercantik lingkungan sendiri, swadaya sangat penting, termasuk untuk ikut serta dalam mensukseskan program keluarga berkualitas lewat Kampung KB,”pungkasnya. (Kontributor : Saher).

Kopi Darat Komunitas Hydroponik

Cenang (cenang.desabrebes.id) Hydroponik merupakan sistim tanam yang cukup Inovatif namun Hydroponik juga kurang banyak di minati, karena tidak tahu manfaatnya, namun lain halnya dengan Komunitas Hidroponik yang terdiri dari Kabupaten Brebes, Tegal dan pemalang, pertemuan yang di gagas oleh Komunitas Hydroponik atau Komunitas SAHI di laksanakan di Rumah Kades Cenang Imam Rifai, 28/07/2019.

Ketua Komunitas hydroponik Amin menyampaikan bahwa dalam kegiatan Penanaman sistim hydroponik rupanya mulai menunjukan geliat dan prospek yang menjanjikan untuk itu perlu kiranya pengelolaan yang baik dari produksi, kualitas, kuantitas, dan kontinuitas kegiatan tanam sayur hijau hydroponik, maka diinisiasi untuk membentuk Koperasi Sahi Sejahtera, dengan harapan agar semua anggota Komunitas bisa terbantu dengan sistim permodalan dan pemasaran serta kebutuhan akan sarana prasarana hydroponik. Ditambahkan pula bahwa dalam pembentukan koperasi sebagai modal awal anggota komunitas diwajibkan iuran pokok sebesar Rp.50.000,- dan simpanan wajib tiap bulan sebesar Rp.10.000,- dana yang terkumpul kemudian akan dipijamkan kepada anggota yang membutuhkan sebagi modal kegiatan hydroponik.

Ketua MHC (Mejasem Hidroponik Center) Bunda Cici sapaan akrabnya sebagai Distributor peralatan Hydroponik menyampaikan bahwa peralatan bisa di beli dengan harga murah dan terjangkau khusus bagi anggota komunitas sehingga harapanya tidak membebani para anggota. diperkenalkan juga oleh untung selaku pengelola MHC inovasi alat pemotong dan pembolong rockwool yang cepat dan terukur. (Saher)

 

Tingkat Partisipasi Pemilu di Cenang Tergolong Rendah

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Secara tebulasi ditingkat Kecamatan Songgom, Desa Cenang menduduki peringkat paling rendah akan partisipasi warganya dalam pemilu kemarin demikian disampaikan H. Muarofah, S.Kom selaku Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes. dalam kunjungannya di Balai Desa Cenang. Senin, (22/07).

dari daftar pemilih tetap (DPT) 8.069 pemilih, tingkat kehadiran 61% yaitu 4.840 pemilih dihitung dari rekap C6 yang dikembalikan, ini sebenarnya bila dibanding dengan angka partisipasi pemilu sebelumnya cenderung ada kenaikan yang signifikan namun kenapa masih tergolong rendah.

Tim KPU mengklarifikasinya dengan mengundang warga dari berbagai golongan di ruang Kepala Desa Cenang yaitu dari warga, pelajar, pemuda, tokoh masyarakat serta kaum marjinal seperti tukang becak ada 5 warga yang mengisi kuisioner untuk diisi sebagai bahan kajian dan evaluasi pemilu kedepan.

sementara itu disampaikan sahirman selaku anggota Panitia Pemilihan Suara (PPS) Desa Cenang, bahwa kenapa banyak warga yang tidak memilih dikarenakan desa cenang merupakan kantong TKI dan Urbanisasi ini yang kemudian mempengaruhi tingkat kehadiran pada pemilu kali ini. banyak warga yang merantau baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Puluhan Murid Paud Harum Lakukan Senam Bersama TNI

Cenang (desabrebes.id) Kesehatan merupakan kebutuhan paling utama dalam kehidupan.
Untuk mendapatkan kesehatan kita wajib menjaga kebersihan dan melakukan olah raga secara rutin. Itu pula yang dilakukan puluhan murid murid Paud Harum dan ibu ibu bersama TNI di halaman samping Paud Harum Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Jum’at, 19/07/2019.

tujuan utama dari kegiatan senam ini adalah : 1. Mendekatkan Anak anak kepada TNI, 2. mengajarkan perilaku hidup sehat dengan olah raga setiap hari, 3. Mengajarkan sikap disiplin kepada anak anak sejak dini.

Senam yang di pandu oleh Babinsa Desa Cenang Serka Yuliharyo. S., merupakan senam ringan yang tentunya bisa dilakukan oleh anak anak di bawah umur, karena senam ini merupakan senam kombinasi gerakan tangan dan kepala sederhana dan ringan.

“Sebelum memulai Senam Babinsa Desa Cenang Serka Yuliharyo, S. menyampaikan, bahwa kita wajib mengenalkan kepada anak anak kita,agar mereka tidak takut kepada TNI, kita wajib menanamkan disiplin kepada anak anak kita sejak dini, karena terbentuknya karakter anak dimulai dari usia dini”katanya.

“Guru pembimbing Paud Harum Laely Usrifah, menyampaikan, bahwa kita perlu bersabar dalam membimbing anak anak. Karena anak anak masih mempunyai sifat yang labil dan cenderung suka menangis. dan kepada ibu ibu yang mengantar juga hendak ikut bersabar terhadap sikap anak anak yang manja dan tidak mau ditinggalkan”tandasnya.

Safikoh, ibunda wali murid dari Faturohman merasa senang.
Kegiatan senam ini harus diadakan setiap satu minggu sekali, agar anak anak murid Paud Harum bisa latihan gerakan Senam dan latihan Baris berbaris,tandasnya. Jum’at, 19/07/2019 (saher)

Seorang PMI Mengalami Depresi karena Rindu Anak

Cenang(cenang.desabrebes.id)-Menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukanlah cita citanya. Karena pendidikan rendah dan tidak adanya keterampilan, banyak perempuan yang nekad mengadu nasib pergi ke luar negeri, dengan harapan dapat merubah nasib masa depan keluarga yang lebih baik.

Itu pula yang dilakukan Siti Masitoh. Wanita 38 tahun yang beralamat di Desa Cenang rt 02 rw 07 Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes ini sudah bekerja di Hongkong selama hampir dua tahun.

Namun, kini Siti Masitoh mengalami depresi berat dan sudah satu minggu ini kondisinya koma di Kwai Chung Hospital Blok M lantai 9 Hongkong. Minggu(30/6).
Selama bekerja di Hongkong, Masitoh sangat merindukan anaknya Dimas Seto(6), selain itu perlakuan kasar serta gaji yang sulit diberikan dari sang majikan menjadi penyebab dari depresinya itu.

Siti Masitoh berangkat pada bulan Juli tahun 2017 melalui Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia(PJTKI). Keberangkatanya kali ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya Dia pernah juga bekerja sebagai PMI di Arab Saudi dan Singapura. Kerja kerasnya sudah diwujudkan dalam bentuk sawah dan rumah.

Mendengar kabar yang menimpa istrinya, Dahudi (36) suami dari Siti Masitoh dan keluarga merasa kawatir. Mereka berharap ada penanganan dari Pemerintah Indonesia sehingga bisa cepat pulang dan semoga kejadian ini tidak menimpa kepada para Pejuang Devisa yang lain.(SAHER)

Petani Zaman Now

Tegal, (cenang.desabrebes.id) – Puluhan orang dari berbagai profesi ikuti pelatihan hidroponik di Mejasem Hidroponik Centre Jl. Pala Barat I Blok E No. 29 Mejasem Barat Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Minggu, (30/06)

Hydro berasal  dari bahasa yunani yang berarti air dan ponik berasal dari kata ponos yang berarti mengerjakan. Hidroponik adalah bagaimana cara memperlakukan air sebagai media tanam yang diatur sedemikian rupa untuk menghasilkan tanaman sayuran dan buah-buahan yang sehat bebas dari pestisida, lebih mudahnya cara budidaya dengan memanfaatkan media air.

Bercocok tanam hidroponik sedang banyak diminati selain sehat juga mudah diaplikasikan tidak perlu lahan luas bisa memanfaatkan lahan kosong disekitar rumah.

Kenapa hidroponik?

Ada banyak keunggulan dari cara bercocok tanam dengan hidroponik yaitu :

  1. Lebih menghemat air disbanding dengan menanam dengan media tanah
  2. Efisiensi tenaga kerja
  3. Bias dilakukan dilahan yang terbatas bahkan dimana saja
  4. Tidak tergantung dengan musim
  5. Pemeliharaan mudah dan terkontrol
  6. Menghasilakan produk sayuran yang bersih, sehat, bercita rasa istimewa serta berpenampilan menarik.
  7. Kualitas dan kuantitas hasil produksi lebih unggul.

Jenis – jenis tanaman hidroponik

Sayur Daun ada bayam, kangkung, sawi, pakcoy (sawi sendok.red), selada, kalian, dan daun bawang. Tanaman herbal seperti mint, basil, rosemary, coriander, theme, parsley. Sayur buah ada paprika/cabe, tomat, timun, terong, labu, melon, semangka, strawberry. Tanaman hiaspun bias seperti rose/mawar, christan, garbera, bunga matahari, anggrek, dan edible flower.

Media tanam Hidroponik

Media Tanam Organic

Media tanam yang menggunakan bahan organic yang pada umumnya menggunakan komponen dari organisme hidup. Dainataranya arang sekam, cocopeat (serabut kelapa yang melalui proses), serbuk gergaji, akar pakis dan peatmoss yaitu bahan mati dari gabungan beberapa komponen didalamnya seperti lumut, rumput dan lain-lain, namun komponen utamanya adalah lumut sphagnum.

Adapun keunggulan dari media tana mini adalah daya simpan air tinggi, menjaga PH tetap stabil, porus sehingga akar mudah berkembang, bobot ringan, mudah didapatkan. Kelemahannya adalah kelembaban media tanam tinggi, sterilitas tidak dapat dijamin, dan hanya sekali pakai.

Media Tanam Anorganik

Media tanam anorganik merupakan media tanam yang menggunakan bahan yang memiliki kandungan unsur mineral yang tinggi yang berasal dari proses pelapukan yang ada di dalam bumi. Seperti rockwool (serat mineral), hydroton (bulatan tanah yang melalui proses dibakar), perlite (jenis batuan vulkanik yang memiliki kandungan air tinggi),

Kelebihan media tana mini adalah dapat dipakai berulang, menjaga pH tetap stabil, porus akar mudah berkembang, sterilisasi lebin terjamin, kelembaban terkontrol. Kekurangannya bobot berat, cepat mengeluarkan air, susah didapat.

Belum cukup sampai disitu bahwa teknik hidroponik juga banyak macamnya

  1. WICK

Adalah budidaya tanaman yang menggunakan sumbu sebagai suplai larutan nutrisi ke akar tanaman sebelum akar tanaman bias mencapai larutan nutrisi dengan sendirinya.

  1. NFT

Nutrient Film Technique adalah metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nurtisi yang mengalir tipis/film dan tersirkulasi.

  1. DFT

Deep Flow Technique adalah metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi dengan kedalaman 4-6 cm dan tersirkulasi.

  1. FLOATING RAFT

Atau lebih dikenal dengan rakit apung adalah budidaya tanaman pada lubang Styrofoam yang diapungkan di atas permukan larutan nutrisi pada bak penampungan sehingga akar tanaman terendam dalam larutan nutrisi.

  1. AEROPONIK

Adalah budidaya tanaman dimana akar tanaman menggantung di udara serta memperoleh unsur hara dari larutan nutrisi yang disemprotkan (nutrisi berbentuk partikel kecil) ke akar.

  1. DUTCH BUCKET SYSTEM (DBS)

Adalah budidaya tanaman dengan media substrate dimana larutan nutrisi diberikan dalam bentuk tetesan secara terus menerus dan kelebihan larutan nutrisi tersebut akan dialirkan kembali menuju bak penampungan.

  1. DRIP IRIGATION

Adalah budidaya tanaman media substrate dimana pemberian larutan nutrisi diteteskan ke dalam media sesuai kebutuhan tanaman.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana tanaman tersebut dapat tercukupi kebutuhan akan makannya dalam budidaya hidroponik itu ada yang namanya nutrisi inilah yang dibutuhkan tanaman adapun nutrisi yang dimaksud adalah nutrisi yang lebih dikenal AB Mix yaitu tardiri dari unsur makro dan mikro kebutuhan tanaman unsur makro antara lain yang terkandung di dalamnya ada Nitrogen (N), Phosphate (P), Kalium (K), Calcium (Ca), Magnesium (Mg) dan Sulfur (S). adapun unsur mikronya adalah Ferrum (Fe), Mangan (Mn), Zink (Zn), Cupper (Cu), Boron (B) dan Molybdenum (Mo). Dimana unsur-unsur tersebut harus dipenuhi jika tidak, maka pertumbuhan tanaman akan terganggu

Demikian paparan saat pelatihan yang disampaikan oleh Sri Yudiarsih atau Bunda Cici.

Mahal memang jika bagi pemula tapi itu tidak jadi kendala bagi Bunda Cici sapaan akrab yang bernama asli Sri Yudiarsih selaku pengelola MHC.

Bagaimana berhidroponik dengan low bugdet (murah.red) dengan hasil yang tidak kalah dengan tehnik seperti layaknya hidroponik.

Sementara itu amir salah satu peserta pelatihan menuturkan “ saya tertarik ketika Imam Rifa’I Kepala Desa Cenang memamerkan budidaya hidroponik di media social saya penasaran dan langsung main kerumah beliau. Tuturnya

Lanjut amir ternyata saya diarahkan untuk ikut pelatihan kebetulan ada angkatan XI saya langsung daftar beserta rekan Afif yang sama – sama berprofesi sebagai tenaga Pendamping PKH di Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. (Sucen)

Peran Jurnalis Warga bagi Desa

Brebes, (cenang.desabrebes.id) – dunia informasi begitu cepatnya ketinggalan jika kemudian tidak mengikuti dan upgrade diri. informasi hanya hitungan detik bisa kita dapat bahkan dunia sudah ada dalam genggaman, dengan makin canggihnya teknologi informasi dan adanya smartphone (telepon pintar.red).

demi menjawab kebutuhan akan informasi serta publikasi yang diharapkan bisa membawa perubahan, maka desa diharapkan mempunyai jurnalis warga seperti yang sudah diinisiasi oleh H. Bahrul Ulum selaku pentolan media cbmnews.com.

” jurnalis warga sangat membantu desa ketika ada informasi yang perlu disampaikan dan publikasikan tapi tidak tersentuh oleh media masa selain tidak terjangkau, butuh banyak biaya juga dan media yang notabene pencari berita lebih memilih berita yang lagi ramai di perbincangkan saja tidak kemudian turun langsung ke pelosok – pelosok desa. ” tutur Bahrul ulum dalam kajian FGD dengan Dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. di Rumah Makan Djitoe Brebes. Selasa, (25/06)

lanjut Bahrul bahwa dengan adanya jurnalis warga maka, informasi didesa-desa bisa terpublikasi sebagai bagian dari transparansi baik segi pembangunan di tingkat desa maupun promosi kearipan lokal desa. banyak juga perubahan yang didapat yaitu sebagai media menyampaikan aspirasi warganya dalam hal kebutuhan infrastruktur dan lain-lain. lanjutnya

sementara itu bahwa perkembangan jurnalis warga dibrebes itu bagus, maka layak dijadikan studi, kami memilih brebes sebagai kawasan research atau penelitian. disampaikan juga bahwa kegiatan penelitian ini bersifat kompetisi yang ditawarkan kepada kami saya selaku ketua tim sedang malanjutkan studi S3. ungkap Sinta Prastianti, MA.

pertemuan dihadiri oleh Edi Santoso selaku Dosen Ilmu Komunikasi Unsoed dan tim, juga jurnalis warga kabupaten brebes yang digawangi oleh H. Bahrul Ulum bertujuan melakukan penelitian terkait seberapa relevannya jurnalis warga bagi desa. (sucen)

Penerimaan Rapor SD | Kenaikan Kelas

Ujian akhir semester telah dilaksanakan, kini saatnya murid dan orang tua menerima pengumuman lewat penerimaan hasil UAS.

para orang tua terlihat berkumpul di SD Gegerkunci 02 Desa Cenang Kecamatan Songgom-Brebes. Sabtu, (22/06)

Abdul Kholik, S.Pd.SD selaku wali kelas tiga menyampaikan ” disuasana masih bulan syawal saya atas nama pribadi dan segenap dewan guru mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin barangkali selama saya mengajar baik disengaja maupun tidak sering memarahi putra putri Ibu Bapak Sekalian ” Tutur Abdul Kholik

lanjut Abdul Kholik ” ada yang berbeda di penerimaan rapor kali ini, yaitu rapor sekarang sudah mengunakan cetakan komputer alias elektrik tidak ditulis tangan alias manual sehubungan sarana di sekolah ini masih minim kami mohon maaf jika para orang tua lama menunggu karena proses pencetakan dilakukan dengan alat seadanya. lanjutnya.

alhamdulillah semua putra putri Bapak Ibu Naik semua setelah terima rapor terus libur mulai 24 juni sampai dengan 14 juli 2019. tutup Abdul Kholik

dalam kesempatan yang sama ramin salah satu orang tua merasa senang anaknya naik kelas. (sucen)

Pembuatan Rekening Bagi Penerima Program BSPS Cenang

Cenang(desabrebes.id)-Pemerintah tidak ada hentinya berusaha menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan bagi warganya. Berbagai macam program sosial diadakan untuk mengurangi kemiskinan agar kemakmuran tercapai. Salah satu program Pemerintah yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya(BSPS).

Tujuan dari program tersebut adalah membantu dengan cara stimulan bagi warga yang rumahnya layak diperbaiki dan belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah sebelumnya. Sehingga meningkatkan kualitas rumah baik dari prasarana,sarana,ataupun utilitasnya.
Program BSPS dimulai bulan September tahun 2018 yang ditawari dari Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Dinperwaskim).

Hal tersebut dijelaskan oleh Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono disela mendampingi pihak Bank BTN yang membantu masyarakat dalam pembuatan rekening di Balai Desa Cenang,Jum’at(21/6).

“Rekening tersebut digunakan untuk mentransfer dana sebesar 17,5 juta yang diperuntukkan membeli bahan bangunan dan upah tenaga kerja. Warga yang berhak mendapat bantuan tersebut merupakan hasil diskusi melalui data by name by addres. Setelah diajukan kemudian turun tim dan disurvey ke lokasi”,jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan sebenarnya banyak sekali warga layak tapi terkendala dengan swadayanya. Karna ini bersifat stimulan berbagai revisi dan penggantian datapun dilakukan tidak cukup satu dua. Akhirnya didapat 50 Kepala Keluarga yang siap dan layak untuk dibantu.

Untuk pengawasanya sendiri nantinya ada ketua kelompok yang memonitor dan mengkoordinir teknisnya, serta tim dari Kabupaten juga ikut menangani langsung supaya benar-benar terarah. Sehingga tidak akan ada yang bisa menyalahgunakan bantuan tersebut,tutup Sugeng.

Adam warga yang rumahnya layak direhab merasa senang karena mendapat bantuan semacam ini.(JW)

Keluarga Sehat Menuju Masyarakat yang Kuat

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan ketahanan keluarga. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Pertemuan Kelompok Kerja Kampung KB Cakrawala Desa Cenang yang dilaksanakan di Aula Rumah Data rt 01 rw 04 Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes,Kamis(20/6).
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan pokja Kampung KB Cakrawala,Bidan Desa, dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana(PLKB) Kecamatan Songgom dibuka oleh Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono.
Dalam materinya Fasilitator Kampung KB Desa Cenang Sahirman menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat. Untuk mewujudkan Ketahanan Keluarga kita wajib memahami dan mempelajari 8 fungsi keluarga.
“Jika 8 fungsi keluarga bisa dilaksanakan maka harapan dalam ketahanan keluarga akan terwujud. Fungsi keluarga tersebut adalah agama,sosial budaya,cinta kasih,melindungi,reproduksi,sosial dan pendidikan,ekonomi,dan pembinaan lingkungan”, papar Sahirman.
Salah satu peserta Sobiroh(43), antusias menanyakan tentang kelebihan antara IUD dengan Suntik. Dan pertanyaan itu langsung dijawab Bidan Desa Ernawati  bahwa IUD lebih aman karena tidak mengandung Hormonal, mempunyai kapasitas jangka panjang serta tidak menurunkan daya seksualiatas.
Di akhir acara Endang dari PLKB Kecamatan Songgom, memberikan materi yang berkaitan dengan monitoring dan evaluasi. Dia mengutarakan bahwa keikusertaan program KB yang melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Desa Cenang sudah cukup lumayan.
(Sahirman)

Pengecoran Jalan Raya Wijahan – Cenang dimulai

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Warga Desa Cenang bergembira pasalnya harapan akan diperbaikinya Jalan Raya Wijahan – Cenang mulai dikerjakan.

Begitu lama desa mengusulkan perbaikan jalan ini sejak Tahun 2016 melalui proses yang panjang kata Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i ditemui disela-sela kegiatan halal bi halal di aula Balai Desa Cenang. Selasa, (18/06/2019)

Lanjut Imam Hari ini pekerjaan leveling awal sudah mulai terlihat sedang dilakukan para pekerja, warga hilir mudik menyaksikan dan menyambut gembira.

” alhamdulillah akhire dalane dicor, kie ta beres kuat ” kata rignoyo warga yang rumahnya persis depan jalan dalam logat jawa.

Pekerjaan dimulai dari timur sebelah masjid jami baitul makmur Cenang ke arah barat.

Sementara itu Suratno selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cenang ikut memberikan keterangan via pesan singkatnya terkait sumber anggaran, informasi tersebut diperoleh dari mandor bahwa sumber dana tersebut dari aspirasi anggota dewan sebesar 180 juta dengan volume 77 Meter.

Jalan Raya Wijahan Cenang merupakan akses utama sepanjang 3 kilometer dari Ibu Kota Kecamatan 24 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten, 240 kilometer dari Ibu Kota Provinsi, dan 350 kilometer dari Ibu Kota Negara.

Jalan ini merupakan penghubung antara Desa Gegerkunci, Desa Wanatawang dan Desa Wanacala Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

Haul Massal dan Halal Bi Halal Ke-35 Cenang

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Kegiatan Pengajian Haul Massal dan Halal Bi Halal rutin dilaksanakan tiap tahunnya di Desa Cenang, ini dilakukan sebagai puncak kegiatan dalam rangkaian hari raya idul fitri yang kemudian dilanjutkan Halal Bi Halal saling bermaafan yang menandakan kembalinya fitrah.

Haul juga bertujuan untuk mengingat dan memberikan penghormatan serta doa kepada orang tua, sanak saudara, handai taulan yang sudah meninggal dunia dengan membaca tahlil dan doa bersama.

seperti biasa pelaksanaan haul massal dan halal bi halal dari tahun ke tahun diadakan di halaman rumah abdul ghofur selaku sesepuh desa. Minggu, (16/06/2019).

” Orang yang cerdas, pintar, hebat itu yang seperti apa? ” tanya pembicara dalam kajiannya kepada khalayak pengunjung.

KH. Muhammad Abdul Jabar dari jatibarang selaku pembicara menurut hadis menerangkan bahwa orang yang cerdas, pintar, hebat bukanlah orang yang bisa, mampu mencari dunia, sukses bisnisnya, kaya raya.

lanjut Abdul jabar orang yang cerdas, pintar, hebat adalah orang yang senantiasa banyak ingat akan kematian. orang yang demikian akan memperoleh manfaat seperti taat dalam beribadah serta selalu termotivasi untuk senantiasa berbuat baik. (sucen)

Pemdes Cenang keluarkan 3 Peraturan Desa

Cenang – (cenang.desabrebes.id), Pemdes undangkan tiga peraturan desa (Perdes) baru di tahun 2019.

Peraturan Desa (Perdes) adalah produk pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa yang digunakan untuk menjadi acuan pelaksanaan pemerintahan desa. Peraturan desa dalam konteks ini adalah dalam pengertian luas karena meliputi juga peraturan Kepala Desa dan peraturan bersama Kepala Desa.

Musyawarah yang di hadiri Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa serta Anggota di Aula Balai Desa Cenang tidak tanggung-tanggung tiga perdes sekaligus dihasilkan. Selasa, (28/05/2019).

Peraturan Desa ini perlu segera dibahas dan disahkan mengingat kegiatan yang kita lakukan berkaitan dengan Gerakan Kembali Bersekolah belum tertuang dalam Peraturan Desa, ungkap Imam Rifa’i selaku Kepala Desa Cenang. yaitu perdes tentang Pendidikan Anak di Desa Cenang. dua perdes lainnya adalah perdes tentang Tenaga Kerja Indonesia yang mengatur tentang bagaimana prosedur bekerja di Luar Negeri karena memang Desa Cenang merupakan kantong TKI.

Lanjut Imam bukan itu saja perdes tentang pernikahan juga tak kalah penting disinyalir banyak anak usia belia yang menikah atau pernikahan dini kerap terjadi di Desa Cenang. mengapa dipandang perlu adanya perdes tentang pernikahan, ini semata-mata demi melindungi anak dari pernikahan dini selain berpengaruh bagi kesehatan juga belum siapnya reproduksi yang ideal.

Usia Pernikahan Ideal 21-25 Tahun. Baiknya itu dilakukan pada usia matang 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

didalam perdes itu juga diatur tentang tata cara berkunjung ke rumah anak perempuan serta tak segan-segan ada sanksi jika didapati ada pelanggaran dari peraturan yang berlaku, dari sanksi berupa hukuman membersihkan masjid dan denda sejumlah uang. (sucen)

Pelaksanaan Ujian MTs Riyadlotul ‘Uqul(RU) Cenang

Cenang(cenang.desabrebes.id)- Penyelenggaraan ujian tingkat Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Brebes harus berbasis komputer. Karena tahun ini dari Kemenag ditargetkan semua Madradah Aliyah(MA) dan MTs seluruh Indonesia sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN-BK) kecuali untuk MA dan MTs didaerah tertentu seperti daerah terpencil, daerah bencana atau daerah rawan bencana.
Untuk itu MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang meskipun belum ada fasilitas internet,laboratorium,dan komputer siap tidak siap harus mengikuti peraturan tersebut.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Kurikulum MTs Riyadlotul ‘Uqul Nur Apriyani S.Pd saat dihubungi lewat telepon,Jum’at(26/4/2019).

Yani melanjutkan tidak hanya Ujian Nasional saja yang berbasis komputer namun juga Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional(UAMBN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional(USBN). Untuk UAMBN sudah berlangsung bulan Maret dan UN-BK serta US-BN berlangsung pada tanggal 22-27 April 2019.

Bagi madrasah yg belum mempunyai laboratorium dan perangkat komputer bisa mengadakan kerjasama dengan sekolah lain atau lembaga pendidikan komputer. Untuk itu MTs RU melakukan MoU atau perjanjian dengan SMK N 2 Songgom. Dalam MoU tersebut hanya berisi tentang peminjaman laboratorium dan perangkat komputernya saja, tenaga proktor dan server yang digunakan tetap dari MTs. RU. Dengan kata lain MTs. RU tetap melakukan ujian secara mandiri bukan bergabung, tambah Yani.

Tahun ini ada 47 peserta ujian, setiap paginya mereka diantar ke SMK N 2 Songgom yang letaknya di Desa Karangsembung menggunakan angdes. Diharapkan tahun berikutnya MTs. RU dapat melaksanakan ujian di tempat sendiri, karena itu diperlukan dukungan tidak hanya dari guru dan tenaga pengajar juga dari masyarakat sekitar dan orang tua/wali siswa serta tokoh-tokoh masyarakat cenang yang perduli dengan pendidikan anak-anak di cenang khususnya dan songgom umumnya.

“Pelaksanaan ujian tahun ini tidak banyak mengalami kendala, hanya saja masih ada beberapa anak yang terlambat. Maka dari itu wali murid harus lebih memperhatikan anaknya ketika ujian”,tutup Yani.

Fasilitator SIPBM Digital Brebes dilatih

Brebes – Sebanyak 45 orang dari perwakilan Kecamatan Se Kabupaten Brebes dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapatkan pelatihan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) berbasis digital. Mereka dilatih selama 2 hari (2-3 Mei 2019) di Aula Bapperlitbangda Brebes, Jumat (3/5).

Unsur Kecamatan berasal dari pendamping desa dan koordinator operator informasi desa (SID), unsur OPD berasal dari Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Baperlibangda), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Dinkominfotik), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( Dispermasdes) dan unsur Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten.

Kabid Pemsosbud Bapperlitbangda R Rela Rahayuningsih menjelaskan, kegiatan pelatihan SIPBM Digital bagi para fasilitator ini agar ketersediaan sumber daya manusia yang ahli di bidang SIPBM terpenuhi dan menguasai basis data termasuk aplikasi di dalamnya.

” Target 2020 semua desa di Kabupaten Brebes sudah menerapkan pendataan berbasis SIPBM digital dan dilakukan melalui sensus, dengan anggaran dari dana desa,” katanya.

Rela menambahkan, aplikasi SIPBM Digital diperkenalkan oleh Unicef-Kemendes-Kemendikbud sebagai penyempurnaan SIPBM dengan sistem manual, melalui Digital ini akan cepat dalam mengolah data, menganalisis data, dan efisiensi biaya serta waktu pelaksanaan pendataan.

” Bila pihak Pemerintahan desa sudah mengalokasikan anggaran desa di tahun ini, maka nanti setelah selesai pendataan sensusnya lalu dalam memasukan data ke sistem SIPBM langsung dengan Aplikasi SIPBM Digital, namun bagi desa yang belum menganggarkan, agar di tahun 2020 untuk menganggarkan dari dana desa sesuai dengan surat edaran dari Dispermasdes,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu narasumber SIPBM Digital Nasional Hendra Kevin mengatakan, sistem SIPBM Digital sudah diujicobakan di beberapa kabupaten kota di Indonesia yang difasilitasi oleh Unicef dan Kemendes dan Kemendikbud.

” Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan sudah tahap pelatihan SIPBM digital, sekarang tahap penataan server, dan tahun ini ditargetkan selesai, selanjutnya Kabupaten Brebes di Jawa Tengah sebagai pioner SIPBM di Jawa untuk nantinya menjadi sumber referensi bagi kab/kota di Jawa Tengah yang mau menerapkan pendataan SIPBM berbasis digital,” ungkapnya.

Dalam SIPBM Digital nantinya akan diintegrasikan antara basis android dengan basis website, sehingga memudahkan bagi pengambil kebijakan di daerah dalam melakukan intervensi perencanaan pembangunan yang berbasis data.

” Dalam sistem sipbm ini akan memuat laporan cepat dalam bentuk info grafis, dan data ini bisa dinamis bila desa melakukan updating data tiap tahun atas intervensi yang dilakukan dan apa saja target selama 5 tahun yang akan dilakukan dengan sumber data salah satunya dari SIPBM,” imbuhnya.

Perwakilan Unicef Jawa Arie Rukmantara mengapreasiasi atas komitmen Pemkab Brebes yang telah berupaya memenuhi hak anak di daerahnya melalui sistem basis data SIPBM, dukungan regulasi, anggaran dan aspek keberlanjutan program sangatlah penting.

” Melalui SIPBM Digital ini maka jendela data akan terlihat akurasinya dan sistem informasi ini dikembangkan untuk membantu peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun dalam pelaporannya,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Kemitraan antara Pemerintah RI-Unicef-Unnes Semaranh tahun 2019. (Bahrul Ulum)

01 unggul disemua TPS

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – 17 April merupakan hari penentu, dimana hari itu adalah pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Rabu, (17/04/2019)

seperti halnya Pemilu 2014 yang lalu, hanya saja kali ini ada perbedaan yang mana pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dijadikan satu dengan pemilihan Calon Legislatif. mengingat pemilu 2014 yang lalu dibanding dengan pemilu saat ini di Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ada peningkatan yang  signifikan tingkat kehadirannya. yaitu terlihat masyarakat cukup antusias, itu terbukti bahwa dalam Daftar Pemilih Tetap Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes tercatat 6.860 dan yang menggunakan hak pilih sebanyak 4.192 .

Sartono, S.Pd selaku ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Cenang, Songgom-Brebes membenarkan bahwa pemilu tahun ini masyarakat begitu antusias, bisa dilihat tingkat kehadirannya mencapai 61 persen ada peningkatan 11 persen dari pemilu sebelumnya. tutur Sartono.

berdasarkan hasil penghitungan surat suara calon presiden dan wakil presiden, 01  Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin unggul disemua Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan total 3.130 suara sedang 02 Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sebanyak 902 suara dan surat suara yang rusak ada 160 suara.

sementara itu Imam Rifa’i selaku Kepala Desa Cenang turut membenarkan akan fenomena pemilu di tahun 2019.

” tahun ini berbeda selain suasana yang kondusif juga partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dibilang rame ” tutur Imam.

(sucen)

Kecelakaan Tunggal di ruas Karangsembung – Jatirokeh

Karang Sembung (cenang.desabrebes.id) Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan raya Karang sembung – Jatirokeh. Kecelakaan bermula terjadi saat kendaraan Honda Beat warna Hitam dengan plat Nomor Polisi G 5846 IF melaju dari arah utara hendak menuju Desa Songgom dengan kecapatan tinggi tiba tiba oleng dan langsung jatuh. Senin, 1/4/2019

Honda Beat dengan plat Nomor G 5846 IF yang di kendarai Riswadi umur 41 tahun di ketahui berasal dari Desa Margadana RT 05 RW 05 kelurahan Margadana Kabupaten Tegal mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karangsembung Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes sekitar pukul  20.10 wib

Riswadi dari Margadana Kabupaten Tegal hendak menuju Desa Songgom berboncengan tiga ( cenglu),saat melintasi Prapatan karang sembung motor yang di kendarai terjatuh dan tersungkur, dari dugaan sementara korban di perkirakan dalam keadaan mabok, sebab dari mulut para korban keluar aroma alkohol.

Riswadi mengalami luka di kepala dan telinga, sedangkan dua temanya mengalami patah kaki dan luka dalam dari pengendara tersebut tidak satupun di antaranya yang menggunakan helm.

Kini kecelakaan di tangani di polsek Songgom yang pada saat itu sedang melakukan patroli di Karangsembung, dan kini korban di bawa ke puskesmas Jatirokeh untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Karangsembung, 1/4/2019 (shrmn)

Piknik bareng Anak GKB Cenang

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Setelah kegiatan Penilaian Tengah Semester selesai MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang Songgom mengadakan piknik ke Kota Pelajar Jogjakarta. Selasa (26/03/2019)

Kali ini objek wisata yang dikunjungi adalah Makam Raden Kyai Santri Muntilan, Borobudur, Gembiraloka, dan Taman Pintar.

Anak Gerakan Kembali Bersekolah berjumlah 8 siswa yang belajar lagi di MTs Riyadlotul ‘Uqul pun mengikuti kegiatan tersebut dengan gembira.

Mereka tidak perlu meminta kepada orang tua untuk bayar ataupun uang saku karena mereka menggunakan dana bantuan yang didapat dari Pemerintah.

Guru Pendamping Roikhatul Janah menjelaskan bahwa uang yang didapat dikelola oleh guru pendamping untuk keperluan sekolah.

“Berapapun bantuan yang diterima akan dikelola oleh guru pendamping. Jadi penggunaanya akan tepat sasaran. Seperti piknik ini mereka tinggal menyiapkan mental karena karena pembayaran dan uang saku sudah disiapkan”, jelas Janah.

Janah melanjutkan, uang yang dia kelola semuanya untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Murid GKB tinggal memberi tahu apa kebutuhan mereka. Diapun memberi semangat supaya anak yang putus sekolah bisa mengenyam pendidikan kembali tanpa takut biaya.

Anak GKB merasa senang karena bisa ikut piknik ke Jogja tanpa harus meminta uang ke orang tua mereka.

“Saya sangat senang bisa ikut piknik. Saya juga berterimakasih karena sudah dibantu dan uangnya diatur oleh guru kami”, kata Vina salah satu murid GKB.

Anak GKB di MTs Riyadlotul ‘Uqul ini mendapat perlakuan yang sama, tidak ada diskriminasi dan semua dana yang diterima digunakan untuk kepentingan terbaik anak dan Mereka diketahui rajin berangkat ke sekolah setiap hari.(JW)

Jalan Kabupaten Jatirokeh-Cenang Tahun Ini Dibangun Cor Beton

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Mohon diinformasikan serta sosialisaikan kepada warga Cenang bahwa plot anggaran untuk perbaikan jalan Jatirokeh – Cenang sedang dalam proses pelelangan, dan hari ini kami meninjau dilapangan, alokasi anggaran dari dana APBD Kabupaten dengan kontruksi cor beton.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupeten Brebes Achmad Satibi, SH.,ST.,M.Si. dalam kunjungannya di Balai Desa Cenang sekaligus cross check langsung kondisi jalan. Jum’at, (29/03/2018)

Satibi menambahkan,ementara itu,  Pemerintah Desa lewat Kades Cenang mengirimkan data ke kami, dan hari ini melakukan cross check tingkat keparahan akses jalan Kabupaten tersebut, besar kemungkinan alokasi anggaran diperkirakan Rp 4 Milyar untuk Cor Beton dan nunggu proses lelang di tahun ini. ”  Terima kasih atas respon dan kepedulian kades cenang dan warga desa cenang, semoga impian infrastruktur jalan kabupaten ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan memudahkan akses transportasi antar desa,” imbuhnya. 

Sementara ditempat terpisah, Imam Rifa’I menyambut gembira kabar baik ini dan berharap semoga Jalan Kabupaten dibangun dengan kontruksi Cor Beton.

”  Jika cuma di urug atau dikasih aspal dan biaya pemeliharaan maka dimungkinkan 3 bulan setelah dikerjakan akan ambrol, karena posisi jalan labil dan cenderung kekuatan aspal tidak maksimal, ” Kata Imam Rifai selaku Kades Cenang Kecamafan Songgom.

Salah satu warga Desa Cenang Jannah menyampaikan gembiranya adanya perbaikan jalan tersebut, mengingat kembali ke cenang sekitar tahun 2012, keadaan jalan sudah rusak dan setiap tahunnya bertambah rusak belum ada perbaikan.

” Setiap perjalanan boyok lumayan pegel. Tidak hanya saya yg mengeluhkan bahkan teman dan saudara saya kalau mau main ke rumah pasti yg ditanya “dalane wes alus”. Merasa bahagia mendengar berita adanya perbaikan jalan,”  ungkap Janah. (sucen)

Liburan Seru Mts Riyadlotul ‘Uqul Cenang

Cenang(cenang.desabrebes.id) Salah satu agenda 2 tahunan MTs Riyadlotul ‘Uqul Cenang Songgom yaitu wisata edukasi yang menggabungkan antara hiburan dan belajar. Tujuan kali ini Kota Pelajar Yogyakarta. Selasa(26/3/2019)

Rombongan yang terdiri dari 48 murid,6 guru,3 staf TU,dan 2 perwakilan yayasan ini berangkat pada senin malam pukul 20.00 menggunakan 1 bus pariwisata.

Salah satu panitia Marine Oktavirani Dewi mengungkapkan tujuan kegiatan ini salah satunya untuk melatih tanggungjawab murid terhadap dirinya sendiri.

“Kegiatan berwisata ini tidak hanya untuk menyegarkan pikiran saja,melainkan melatih tanggungjawab peserta didik karena nantinya mereka akan membuat tugas menyusun laporan perjalanan sehingga mereka mempraktikan langsung antara pelajaran di sekolah dengan di lapangan”,ungkap Marine.

Serta menambah wawasan dan melihat langsung salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia yakni Borobudur,tambahnya.

Adapun obyek wisata lain yang dikunjungi selain Borobudur yaitu Makam Raden Kyai Santri Muntilan,kebun binatang gembiraloka,Taman Pintar,dan Malioboro.(JW)

Puluhan Siswa Adakan Kegiatan Istighosah Peringatan Harlah NU

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Puluhan Siswa SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi mengadakan kegiatan Istighosah dan Doa bersama untuk memperingati Harlah NU di Masjid Baiturrohman Kubanggereng Dukuh Wijahan Desa Cenang, Songgom, Brebes. Sabtu (23/03).

Kegiatan tersebut merupakan instruksi dari PBNU kepada seluruh Warga masyarakat dan juga organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama agar menjalankan secara serentak di Masjid dan Musholla seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut juga sebagai sarana untuk mempersatukan ummat Islam agar tidak mudah terpengaruh faham – faham ekstrim yang bisa memecah – belah Bangsa dan Agama.

Oleh karena itu, sebagai salah satu instansi dibawah naungan Nahdlatul Ulama, SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi Desa Cenang juga mengadakan kegiatan peringatan Harlah NU.

Disampaikan oleh Moh. Pakhruroji, kepala SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi bahwa peringatan Harlah NU perlu dilakukan untuk mengenang sejarah lahirnya jamiyah NU dan perjuangan – perjuangan yang telah dilakukan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa NU merupakan salah satu organisasi yang ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi Indonesia.” Imbuhnya.

Organisasi Nahdlatul Ulama didirikan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari pada tanggal 31 Januari 1926 M atau 16 Rajab 1344 H.

Sebagai organisasi yang berdiri pada masa penjajahan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari pernah mencetuskan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober, yakni dengan mengerahkan seluruh santrinya untuk berjuang melawan penjajah pada masa itu. Sehingga pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari santri nasional.

Kegiatan peringatan Harlah NU di SD Maarif NU 02 Idharul Haiyi diawali dengan shalat Dluha berjamaah dilanjut dengan kuliah Dluha, Istighosah, dan Pembacaan shalawat Asyghil secara bersama-sama.

Acara ditutup dengan doa dan saling berjabat tangan sebagai tanda untuk mempererat tali silaturahim antar siswa dan Guru.

(red/IF)

Penguasa Negeri

Senyum sapa penuh keakraban
Tatkala foto dan nama terpasang berseliweran
Mengumbar janji sebarkan virus kebahagiaan
Berharap menjadi idaman
Mengemban amanah masa depan

Saat duduk manis di kursi singgasana kemewahan
Janjipun bubar berserakan
Tergulung ombak kenikmatan
Kemakmuran tinggal kenangan
Kesengsaraan jadi kawan

Dan kini
Jenuh rasanya melihat sandiwara sang aktor negeri
Selalu wira wiri tanpa henti
Melakoni adegan penuh intrik ilusi
Kekuasaan tak lagi dijalani dengan hati nurani
Hanya utamakan keuntungan pribadi
Korupsipun jadi hobi

Penguasa Negeri
Tolonglah kami
Beras sudah tak ada lagi
Tinggal kutu menggerogoti
Perut kosong tlah bernyanyi
Minta untuk diisi

Penguasa Negeri
Anak kami menangis sendu
Badan kurus nan lesu
Minta dibelikan susu
Penguasa Negeri
Dengarlah jeritan rakyatmu
Yang dulu memilihmu
Bayarlah hutang janji manismu
Sebelum ajal menjemputmu

Peningkatan Kesejahteraan Para Pejuang Agama

Songgom (cenang.desabrebes.id)-Pemerintah Kabupaten Brebes terus berusaha meningkatkan kesejahteraan warganya. Seperti tahun sebelumnya menjelang ramadhan, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes diadakan pembinaan bagi guru ngaji,imam masjid/mushola,guru madin,dai,pengasuh ponpes,dan hafidz/hafidzah.Selasa(19/03/2019)

Hadir pula Asisten 1 Sekretaris Daerah Kh.Athoilah Satori, Wakil Bupati Narjo,Danramil,dan Polsek Songgom.

Acara pembinaan ini adalah salah satu bentuk kebijakan Pemerintah Daerah yang sesuai dengan kaidah ilmu fiqih Karena memperhatikan kemaslahatan ummat.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten 1 Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes KH.Athoilah Satori.
“Untuk Kecamatan Songgom ada 930 penerima tunjangan dengan menghabiskan dana 570juta. Tiap tahun dana terus bertambah karena tahun ini saja ada penambahan nominal tunjangan untuk guru ngaji,dan guru madin”,ungkap Athoilah.

Atholiah menambahkan mulai tahun depan guru TPQ,guru madin,ustad/ustadzah akan mendapat intensif sebesar 100ribu tiap bulannya dari provinsi melalui rekening bank.

Sementara itu dalam sambutanya, Wakil Bupati Brebes Narjo meminta dukungan dan doa masyrakat terhadap pemerintah daerah.

“Kami selaku Pemerintah senantiasa berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran warga Brebes. Pemberian tunjangan ini adalah salah satu bukti janji kami”,ujar Narjo.

Narjo juga mengingatkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan jangan sampai paham radikalisme memecah belah, apa lagi sekarang tahun politik.

(JW)

Dinsos Fasilitasi Sosialisasi Perda Terbaru

Songgom – (cenang.desabrebes.id) Sosialisasi Perda Nomor 2 tahun 2018 tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Perda Nomor 5 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan diselenggarakan di Aula Kecamatan Songgom, Rabu (06/03).

Acara yang di ikuti oleh Kepala Desa se Kecamatan Songgom, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, TKSK, kepala UPT DP3KB, kepala UPT pendidikan, dan Satpol PP di buka oleh Sekertaris Kecamatan Songgom.

Kepala Bidang penanganan fakir miskin dan kesejahteraan masyarakat dari Dinas Sosial, Drs. Suharjo menyampaikan bahwa munculnya regulasi Perda Nomor 2 tahun 2018 adalah tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Brebes.

Dari jumlah Penduduk di Kabupaten Brebes sebanyak 1,9 juta jiwa, 1,3 juta jiwa merupakan penduduk miskin dan dari 1,3 juta jiwa penduduk miskin, 173.600 jiwa yang baru mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah.

Kemiskinan merupakan menjadi pokok permasalahan paling utama dalam masyarakat, dalam langkah mengatasi kemiskinan maka Pemerintah Kabupaten Brebes membuat persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Brebes bersama Bupati membuat Paraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Perda Nomor 2 tahun 2018 terdiri dari 16 Bab dan 26 pasal, azas dalam penanggulangan Kemiskinan adalah : Keadilan, Keterbukaan, Partisipasi,Akuntabilitas,Pemberdayaan,Berkelanjutan, Non Diskriminasi, Keterpaduan, Profesionalisme dan Bebas Kolusi, korupsi dan Nepotisme. dan Perda Nomor 5 Tahun 2018 merupakan Perlindungan dan jaminan bagi Atlit berprestasi, Siswa Berprestasi di bidang olah Raga.

kepala Dinas Pendidikan dan Keolahragaan Drs. Mohamad Taufik, sangat menyayangkan bagaimana rendahnya prestasi olah raga di Kabupaten Brebes untuk tingkat Propinsi apalagi skala nasional.

Munculnya Perda Nomor 5 tahun 2018 merupakan regulasi bagi para Atlit Propesional maupun non Propesional di Kabupaten Brebes untuk mengembangkan bidang olah raga, serta mendapatkan jaminan kesejahteraan dari pemerintah Kabupaten Brebes.

“Peningkatan prestasi dan kegiatan bidang olah raga merupakan Pembangunan karakter bangsa serta peningkatan sumber daya manusia.” Imbuhnya

Proses sistematik dalam penyelenggaraan olah raga juga berlandaskan Pancasila dan Undang undang Dasar 1945, pelaku olah raga juga diharapkan mendapatkan kepastian hukum, agar dalam mencapai prestasi bisa mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.

(shrmn)

Rindu

Rinduku Padamu Sayang
Kala senja datang
Ku tengok bayangmu dari sudut jendela
Mengharap hadirmu di sisi
Meskipun itu sebatas fatamorgana
Dan seindah ilusi

Lantunan doa nyanyian rinduku
Rindu semakin rindu
Rindu menggebu bak dentuman magma menderu
Tak jarang deraian air mata tak kuasa ku bendung
Rindu yang sudah menggunung

Kau nan jauh di sana
Melawan serbuan hujan
Sang surya panaspun sungguh tega
Membakar hitam legamnya kulitmu
Demi mengais serpihan emas
Demi senyum sumringah
Bahagia penuh bungah

Wahai sang pencari nafkahku
Tetesan peluhmu sebarkan aroma kasturi
Tiap langkahmu tanamkan jutaan pohon surgawi

Sang pemilik tulang rusukku
Kesetiaanku bukti baktiku
Ku jaga amanahmu
Sampai akhirnya kau kembali padaku

Warga Swadaya banguan Pengaman Jembatan

Cenang (cenang.desabrebes.id) Pembangunan pengaman jembatan yang terletak di rt 02 rw 07 Dukuh Wijahan Desa Cenang ini baru bisa dilaksanakan Minggu, 3/3/2019, jembatan yang di bangun pada tahun 2016 menggunakan Dana Swadaya Masyarakat dan menghabiskan Anggaran sebesar Rp. 9.750.000.

Jembatan yang menghubungkan rt 01 dan rt 02 rw 07 ini merupakan akses satu satunya bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari hari pergi ke sawah, jembatan yang di bangun di atas sungai dengan bentangan sekitar 12 meter di bangun menggunakan jlurung besi jenis AW, jembatan yang awal mulanya terbuat dari susunan bata merah dengan adonan pasir dan kapur ini tergerus oleh air hujan,sehingga jembatan ambrol.

“Saroh umur 54 tahun warga rt 02 rw 07 merasa prihatin melihat kondisi jembatan yang sudah dibangun sejak 2016 itu tanpa pengaman, jembatan ini sangat membahayakan bagi pemakainya terutama anak anak yang sering bermain” katanya.

Ide ini juga muncul atas prakarsa dari Kaur umum Desa Cenang, Junedi yang langsung memberikan Swadaya pipa besi sebagai pengaman sebanyak 6 batang yang masing masing panjangnya 12 meter.

Melihat banyaknya swadaya yang masuk, warga langsung beramai ramai menggarapnya secara swadaya pula, semoga pekerjaan pembangunan pengaman jembatan ini bisa selesai. Minggu, 3/3/2019 (shrmn).

Gampang… Bisa Diatur

cenang.desabrebes.id – “Mba,,,,tolong saya. Saya tidak tahu harus kemana lagi mencari bantuan,” rintih seorang ibu.

“ Sudah bu, kita percayakan pada mereka saja. Pak kades dan yang lainnya pasti bisa menolong kita,” wanita muda disampingnya memberi semangat.

“Saya sudah mondar-mandir kesana kemari tapi belum ada hasil mba, kalau bukan pemerintah yang menolong warganya lalu siapa lagi yang peduli”.

Aku mengerutkan dahi mendengar pernyataanya. Aku melihat matanya yang sembab karena dari tadi tak hentinya dia menangis. Riasannya yang tebal tak menutupi mukanya yang berkerut. Terlihat mukanya yang belang-belang bekas bedak yang terkena usap. Wanita tua itu bernama ibu Jonah. Sudah satu minggu ini dia bolak-balik ke balai desa untuk meminta bantuan. Meskipun aku sendiri bingung bagaimana cara membantunya.

Namaku Qirana Saraswati. Umurku 24 tahun. Aku sarjana lulusan ilmu politik dan sosial. Setelah lulus kuliah, aku putuskan pulang ke kampung halaman. Melihat apa yang bisa aku lakukan untuk kampungku. Aku sudah bekerja di Pemerintahan Desa Padamesem Kecamatan Padaseneng Kabupaten Padamakmur selama 2tahun. Selama itu pula, banyak hal-hal unik yang aku temui. Tak jarang cacian atau makian aku dapati karena sikapku yang sangat taat aturan. Kebanyakan warga inginnya segala urusan cepat selesai meskipun melalui jalur yang salah. Dan itulah masalahnya, aku pantang dengan semboyan “”Semuanya gampang bisa diatur asal ada……………………………………”.

“Ibu Jonah, dulu saya kan sudah bilang ikuti semua aturan yang sudah ditentukan. Penuhi persyaratannya, kalau memang tidak memenuhi ya jangan dipaksakan. Kami pemerintah desa saja tidak tahu kalau anak ibu bisa kerja”, aku coba mengingatkanya.

Mendengar jawabanku ibu Jonah hanya nyengir kuda. Kilauan gigi emasnya menggantikan sinar mentari yang pagi itu tak bersinar.

“ Lah wong saya pikir yang penting cepat kerja. Sampean* juga sih waktu itu ndak bantu saya”.

Ehhh lah dalah nih orang sudah salah malah menyalahkan orang. Ingin rasanya aku tinggal. Masih tajam ingatanku. Waktu itu ibu Jonah memakai baju gamis warna merah ngejreng dan jilbab kuning, ditambah kiloan emas di tangannya datang ke Kantor Desa untuk mengurus surat-surat anaknya yang akan bekerja di kapal luar negeri.

“Mba…cepet buatkan surat pengantar  buat KTP anak saya. Dia mau kerja di luar negeri”,perintahnya.

“Bisa bu…saya minta kartu keluarganya. Saya juga minta dokumen persyaratannya difotokopi untuk arsip desa. Jadi kalau nantinya ada masalah, desa bisa ikut bantu. Penyalurnya nya harus jelas bu, ilegal apa legal”, jelasku.

“Ini kartu keluarganya. Sampean nyumpahin anak saya bermasalah. Anak saya mau diajak kerja di kapal luar negeri. Penyalurnya mas Dalim. Dia sudah banyak menyalurkan TKI/TKW desa ini. Saya mah percaya saja sama mas Dalim. Kata mas Dalim gajiannya gede nyampe 5juta tiap bulan”, oceh bu Jonah.

“Jangan mudah percaya bu, cepat kerja dan tergiur dengan gaji besar. Semuanya harus diteliti dan jelas. Jangan sampai njenengan* kena tipu”, sambil ku lirik kartu keluarga yang disodorkan bu Jonah.

Aku lihat dan teliti betul identitas yang terpampang di kartu tersebut. Johanes Agustinus, Padamakmur 17 Agustus 2004. Aku hanya bisa geleng kepala membacanya.

“Bu…..ini Johanes Agustinus anak ibu yang mau kerja di luar negeri? Umurnya saja baru 15tahun bu. Jangankan dapat bekerja, dapat KTP saja belum bisa. Ini mah umur anak sekolah. Emangnya anak ibu ini ndak sekolah”? selidikku.

“ Buat apa sekolah. Lah itu si Dukim ndak sekolah juga bisa ke luar negeri. Dapat duit banyak. Kalo si mba sekolah tinggi gajinya berapa? Udah pernah ke luar negeri belum?”

Hufffttttt panas rasanya denger ocehannya itu. Tapi ya sudahlah.

“ Saya tahu mba, umur anak saya belum 17 tahun belum bisa buat KTP. Makanya saya datang kesini, minta tolong mba cantik biar buat surat pengantar ngerubah umur anak saya. Gampang kok mba, semua bisa diurus kan. Saya sudah biasa ngurus kaya gini sama pak Japra”, bu Jonah tersenyum lebar sembari menyodorkan lembaran kertas warna merah bergambar sang proklamator.

Langsung aku tersenyum dan menyodorkanya kembali. Sepertinya dia kecewa dan bingung kenapa tawaran baiknya ditolak.

“ Kurang toh mba, yo wes saya tambahin lagi”, bu Jonah masih mencoba membujukku.

Ku hadapkan tanganku tanda menolak. Mukanya mulai merah tanda dia marah.

“ Mba susah amat sih. Tinggal bikin surat pengantar gitu aja kok repot. Toh nanti yang maju ke Kecamatan saya sendiri. Mba ini siapa sih. Ndak kenal saya yah Ibu Jonah, pengusaha tempe terkaya di desa Padamesem ini. Mana pak Japra, kalau sama dia pasti beres”, bu Jonah clingak clinguk mencari wujud pak Japra.

“ Bu Jonah yang cantik budiman pengusaha tempe terkaya, pak Japra sudah dipecat karena kasus korupsi dana desa”.

“Weleh orang baik suka bantu saya kok dipecat. Ndak mungkin beliau korupsi”.

“Jangan pikir korupsi itu cuma memakai uang rakyat bu, kalau njenengan sering minta tolong dan kasih duit, itu termasuk KKN juga. Bisa dipidana”. Ku lihat muka bu Jonah jadi pucat.

“Ibu, saya ndak bisa membuatkan surat pengantar karna memang anak ibu belum cukup umur. Lagipula untuk kerja di luar negeri harus ada dokumen persyaratannya. Seperti kartu keluarga, ktp, surat ijin orang tua/suami/istri, foto, surat identitas perusahaan,surat perintah rekrut, dan surat tugas sponsor/penanggung jawab. Semuanya diketahui desa, supaya kalau ada masalah di kemudian hari kita mudah melacaknya”, jelasku panjang lebar. Entah dia paham atau tidak.

“ Apakah semua dokumen itu sudah ada? Yang namanya mas Dalim itu punya surat sponsor ndak bu? Semua dokumen itu desa juga menyimpan sebagai arsip bu”.

“ Ahhhhhh saya ndak tahu mba, nanti saya tanyakan ke mas Dalim. Yang penting sekarang buat surat pengantar KK dan KTP”.

“ Maaf bu saya ndak bisa”.

“Ehhh lah dalah…sampean susah toh. Sok kaya amat. Tinggal buatin aja berapapun biayanya saya sanggup bayar”.

“Yakin bu berani bayar berapapun”, aku mencoba menggoda bu Jonah.

“ Iya mba berapapun yang mba minta. Nah gitu dong mba nya dari tadi”. Bu Jonah sumringah giginya tampak lebih berkilau bak kilatan petir.

“ Saya minta 10juta, nanti saya uruskan semua. Gampang bu semua bisa diatur”.

“ Ealahhhh wong edan, permisi”. Bu Jonah pergi dengan mulutnya yang masih komat kamit ngedumel.

Aku tertawa puas dalam hati. Jahatkah aku sebagai pelayan masyarakat? Ah aku kan cuma bercanda. Aku ingin semua orang bisa mengerti bahwa semua pengajuan administrasi ada aturannya dan dengan jalan yang bersih.

Setelah peristiwa itu bu Jonah tak pernah kembali lagi. Aku tidak tahu apakah anaknya jadi berangkat ke luar negeri dengan dokumen palsu atau tidak. Dan aku pun kaget, setelah 6 bulan berlalu bu Jonah kembali dengan deraian air mata. Aku bertanya-tanya apa yang akan dilaporkan bu Jonah.

Dan ternyata benar, anaknya Johanes Agustinus sudah 4 bulan ini tidak ada kabar beritanya. Jangankan uang kiriman, dia ada dimana saja bu Jonah tidak tahu.

“Mba…sudah 4 bulan ini anak saya yang kerja di Malasyia tidak ada kabarnya. Cuma 2 bulan dia kirim uang dan kabar, setelah itu hilang entah kemana”.

“ Bu Jonah sudah tanya ke mas Dalim sebagai sponsor?”

“Mas Dalim juga hilang entah kemana. Waktu itu setelah saya bayar 3juta, kita tidak ada komunikasi lagi”.

“ Surat-surat persyaratan yang harus dipenuhi dulu ada dimana?”

“ Ndak ada….anak saya cuma dibawa mas Dalim ke Jakarta terus berangkat ke Malasyia”.

“ Jadi ibu tidak tahu sama sekali, dimana alamat perusahaan dan petunjuk lainnya?”

Bu Jonah hanya mengangguk pelan sambil mengusap air matanya. Sedangkan aku hanya mengelus dada. Ini yang aku khawatirkan kalau ada warga yang ingin bekerja luar negeri dengan jalur ilegal. Sudah satu minggu ini bu Jonah melapor ke desa. Kami selaku pemerintah desa sudah berusaha mencari bantuan ke pihak lain. Seperti Dinas Ketenaga Kerjaan dan Dinas Sosial. Meskipun ketika melapor, kami mengalami kesulitan karena sedikitnya informasi. Kami hanya berbekal nomer telepon yang dulu pernah digunakan Johanes untuk menelpon bu Jonah.

Aku sebagai pelayan masyarakat sudah sering sekali mengingatkan ke warga yang ingin bekerja di luar negeri. Karena jika asal berangkat, bisa jadi mereka menjadi korban penipuan. Bukannya kerja di tempat yang enak dengan gaji besar, melainkan bekerja tanpa upah. Tak jarang mereka menjadi korban perdagangan orang. Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih jauh untuk dipekerjakan tanpa upah. Apalagi untuk tenaga wanita, mereka bisa dijadikan pekerja seks.

Kasus  anak bu Jonah hanyalah satu contoh dari banyak kasus. Karena tergiur dengan proses cepat dan gaji besar, masyarakat menghalalkan segala cara. Tak jarang desa sama sekali tidak tahu. Tapi, jika ada masalah pastinya pemerintah desalah yang pertama kali dihubungi.

Akhirnya setelah dilakukan upaya kesana kemari dan penelusuran nomer telepon kami mendapat informasi kalau Johanes Agustinus berada di Serawak Malaysia. Sang sponsor mas Dalimpun akhirnya ditemukan. Dari keterangan mas Dalim, diketahui Johanes dibawa ke Malasyia oleh Tuan Takur. Bos besar dari Jakarta yang terbiasa mengirim seseorang untuk dipekerjakan di luar negeri.

Dan akhirnya, kami mendapat kabar dari Dinas Sosial bahwa Johanes berhasil ditemukan . Alangkah bahagianya bu Jonah ketika aku sampaikan kabar ini. Johanes dijemput oleh Pak Kades, kepolisian, keluarga, dan tentunya aku. Pertemuan mengharukan itu pun terjadi.

“Alhamdulilah ya Alloh, anakku yang paling ganteng akhirnya pulang juga”, bu Jonah memeluk dan mencium Johanes tanpa henti.

“Iya bu alhamdulilah, berkat bantuan dari semuanya. Setelah ini aku ndak mau lagi kerja lewat cara ilegal”.

“ Iya nak, ibu juga kapok sekapok kapoknya. Pak Kades, mba Qirana, dan semuanya saya ucapkan banyak terimakasih atas bantuanya. Saya hanya bisa mendoakan semoga semuanya panjang umur, berkah barokah hidupnya”, doa bu Jonah.

“Iya bu sama-sama. Kami harap kejadian ini bisa diambil pelajarannya”, jawab Pak Kades.

Tiba-tiba bu Jonah mendekatiku dan perlahan berbisik padaku.

“Mba Qirana mau yah jadi menantu saya. Ini anak saya si Johanes kan gantenganya ndak ketulungan kaya Cristian Sugiono”.

Ampun ahhh mendengar tawaran bu Jonah. Aku hanya nyengir kuda dan langsung berbalik arah menuju mobil. Masih sempet-sempetnya ngomong kaya gitu. Bu Jonah oh bu Jonah.

Tidak ada salahnya bekerja di luar negeri, asalkan melalui jalur yang aman. Toh baik buruknya nanti kita sendiri yang menanggung. Keesokan harinya aku bekerja seperti biasa di kantor. Waktu itu aku lagi minum teh dan makan lemper karena di rumah tak sempat sarapan. Muncullah dengan gagah perkasa seorang kakek sekitar umur 70 tahun. Dia memakai kemeja bunga-bunga dan kerennya lagi pakai kaca mata hitam. Di belakangnya ada seorang gadis belia. Kulitnya putih bersih, matanya sipit, berambut panjang dan berbibir merah merona. Aku pikir gadis itu pasti cucunya.

Kakek itu duduk persis di depanku. Sebelum berbicara, dia tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang putih dan tak ada satupun yang ompong. Pikirku, dia memakai gigi palsu. Nyentrik benar ini kakek.

“Permisi mba yang cantik jelita. Saya mau minta tolong buatkan surat pengantar KTP untuk gadis pujaan hati saya ini. Bulan depan kami akan menikah”, pinta sang kakek

Gubragggggg…….mataku melotot, mulutku mlongo. Oh ya Alloh Tuhanku apa lagi ini……

*sampean= anda

*njenengan = anda

Pemerintah Desa Cenang Fasilitasi Penyerahan Sertifikat

Cenang (cenang.desabrebes.id) Program Pendataan Tanah Sistim Lengkap ( PTSL) yang di luncurkan Badan Pertanahan Nasional ( BPN) pada bulan Februari 2018 untuk Desa Cenang sebanyak 300. dari target 300 Sertifikat yang di ajukan baru terealisasi 292 Sertifikat, kegiatan penyerahan Sertifikat ini dilaksanakan di Balai Desa Cenang, Rabu, 27/2/2019

Kepala Desa Cenang, Imam Rifai menyampaikan, bahwa kekurangan 8 Sertifikat yang tertunda dikarenakan kekurangan persyaratan.

“Imam Rifai juga mengatakan bahwa kekurangan yang 8 Sertifikat akan terealisasi apabila persyaratanya segera terpenuhi” katanya

“Penerima manfaat Sertifikat PTSL usman umur 68 Tahun warga Dukuh Cenang Rt 01 Rw 01 sangat berterima kasih atas Program Pemerintah dalam pembuatan Sertifikat gratis melalui Desa Cenang” ujarnya

Ketua BPD desa Cenang Suratno mengapresiasi Program Sertifikat gratis yang di Fasilitasi Pemerintah Desa Cenang, harapanya program tersebut ada keberlanjutan agar keabsahan tanah di desa cenang bisa teratasi dan meminimalisir persengketaan tanah.Rabu, 27/2/2019 (shrmn)

Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Selain di kalangan masyarakat, baik antarkeluarga, tak jarang sengketa lahan juga terjadi antarpemangku kepentingan (pengusaha, BUMN dan pemerintah). Hal itu membuktikan pentingnya sertipikat tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

Lambannya proses pembuatan sertipikat tanah selama ini menjadi pokok perhatian pemerintah. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Metode PTSL ini merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat: sandang, pangan, dan papan. Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018.

PTSL yang populer dengan istilah sertipikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Selain itu nantinya masyarakat yang telah mendapatkan sertipkat dapat menjadikan  sertipikat tesebut sebagai modal pendampingan usaha yang berdaya dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan hidupnya.

Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Djalil berharap program PTSL dapat mewujudnyatakan pembangunan yang rata bagi Indonesia. “PTSL ini akan mempermudahkan pemerintah daerah untuk melakukan penataan kota. Kami juga memastikan penerima sertipikat tepat sasaran, yakni para nelayan dan petani serta masyarakat lainnya agar mereka dapat memulai peningkatan kualitas hidup yang lebih baik,” tutur Sofyan.

Menilik kembali ke 2017, Kementerian ATR/BPN berhasil melakukan pengukuran tanah masyarakat sebanyak 5.2 juta bidang tanah atau melebihi target 5 juta yang diberikan. Pencapaian tersebut diraih berkat kerja sama yang baik antar Kementerian, inovasi pelayanan dan teknologi, serta pelibatan dan partisipasi masif oleh masyarakat.

Saat ini dari 126 juta bidang tanah di Indonesia, sebanyak 51 juta bidang tanah telah terdaftar. 79 juta bidang tanah sisanya menjadi target kegiatan pendaftaran tanah, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Tahun 2018 ini, Pemerintahan Jokowi-JK melalui Kabinet Kerja akan fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia. Untuk itu Kementerian ATR/BPN memastikan penggunaan tenaga juru ukur, petugas PTSL yang berkualitas dan berkompeten untuk melaksanakan Program PTSL, mulai dari penyuluhan, pendataan, pengukuran, Sidang Panitia A, Pengumuman dan pengesahan, serta penerbitan sertipikat. Kementerian ATR/BPN juga memastikan seluruh proses tersebut dilakukan secara mudah, transparan, dan efisien.

Sebagai gambaran, jika menggunakan metode pendaftaran tanah sporadis, maka maksimum pencapaian target per tahun adalah hanya 1 juta bidang tanah, yang artinya untuk menyelesaikan 79 juta bidang diperlukan waktu 79 tahun. Sementara melalui PTSL, target pendaftaran 79 juta bidang tanah itu dapat diselesaikan pada tahun 2025. dikutip dari www.kominfo.go.id

Puisiku Hari Ini

Petani Bawang Brebes

Terik Matahari Sangat Akrab denganku
Lumuran Lumpur Jadi Riasanku
Berjibaku dengan Ulat Temanku
Itulah Duniaku

Ku Tanam dan Ku Rawat Setulus Hati
Berharap Akan Tumbuh Mewangi
Menyebar Aroma Kebahagiaan Hakiki

Ahhhh…Tapi Apa Daya Kuasaku
Berharap Berdaun Ratusan Duit Merah
Ku Dapati Buah Hutang Merekah

Inginku Berhenti dan Beralih Ladang
Namun Hati Tak Berkenan
Warisan Budaya Jadi Tantangan
Bawang Merahku Kebanggaan Brebesku
Tak Boleh Tergerus Zaman
Walau Terkadang Menggerus Uang

Aku Si Petani Bawang
Yang Berharap Cipratan Uang

Wijahan,24 februari 2019

Kebiasaan Tak Lazim : Anak Pengunyah Plastik

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Plastik merupakan barang yang setiap harinya bisa kita jumpai di mana saja, dan plastik atau yang lebih populer di sebut kantong kresek, merupakan bahan yang selalu di gunakan para pedagang untuk membungkus blanjaan para pembeli.

Lain halnya, Fahri, umur 4 tahun warga Desa Cenang RT 01 RW 07 anak pasangan dari Mohamad Khasan dan Endang Astuti ini mempunyai kebiasaan mengunyah kantong plastik kresek.

Kebiasaan mengunyah kantong plastik kresek ini sudah hampir setahun, dan yang di kunyah merupakan kantong plastik kresek berwarna hitam. setiap harinya Fahri bisa mengunyah sampai ratusan kantong kresek hitam hingga berubah warnanya menjadi putih.

“Endang Astuti orang tua Fahri tidak bisa berbuat banyak untuk menolak permintaan Fahri anaknya, dikarenakan kalau tidak di penuhi permintaanya maka Fahri akan mengamuk dan menangis sepanjang hari” tuturnya.

“Semenjak Fahri mempunyai kebiasaan mengunyah plastik Fahripun tidak pernah mengalami sakit” jelas Endang.

Mohamad Khasan orang tua Fahri adalah pedagang nasi goreng di jakarta, sebenarnya Khasan ayah Fahri juga tahu kebiasaan anaknya yang mengunyah plastik kantong Kresek tersebut, namun Khasan juga tidak bisa berbuat banyak dikarenakan anaknya selalu menangis dan mengamuk apabila tidak di belikan plastik kantong kresek tersebut.

Plastik Kantong kresek sebagai wadah makanan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh,apalagi mengunyahnya sampai berubah warnanya.

Kantong Plastik kresek hitam merupakan daur ulang yang mengandung zat kimia berbahaya yang bila mengurai dalam tubuh manusia sebagai Dioksin bisa menyebabkan kanker. Plastik kantong kresek juga mengandung zat non plastik yang disebut zat adiktif.

Plastik hitam merupakan polimer yang terbentuk dari monomer atau bahan pembentuk plastik, di antaranya : Silicon, polietelin dan senyawa yang di kenal dengan nama Dioksin yang sangat membahayakan tubuh manusia.Rabu,20/2/2019 (shrmn)

Sosialisasi Konsolidasi Pelaksanaan Dana Desa 2019

Brebes, (cenang.desabrebes.id) – mari bekerja sesuai dengan aturan dan aturan main demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Rofiq Qoidul Azam, SH. dalam acara sosialisasi pelaksanaan dana desa 2019 di gedung PGRI Brebes. Rabu, (13/02/2019)

dasar aturan tentang pelaksanaan dana desa tahun 2019 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 20 tahun 2018 dan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 076 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa.

itu juga yang mendasari  perubahan pada aplikasi sistem keuangan desa (siskeudes) versi. 2.01 dan masih tahap pengembangan, artinya bisa kemudian ditambahkan hal-hal yang memang ada dan perlu di desa namun tidak keluar dari indikator yang ada di perbup 076 Tahun 2018.

lanjut Rofiq ini menjadi persoalan ketika Bupati meminta dibulan februari desa bisa melakukan tahap penyaluran sekaligus pencairan dana desa sementara proses laporan pertanggungjawaban tahun sebelumnya masih berlangsung sampai maret, dan tentu APBDES masih banyak yang belum selesai dirancang dan lagi tidak bisa dibayangkan jika kemudian dalam setiap tahap dicairkan sekaligus, ada desa yang pagu anggaran dana desanya mencapai 3,5 M yaitu desa pamulihan kecamatan larangan – brebes jika 20 persenya saja dikisaran 700juta secara logika uang tersebut bisa tidak diserap dengan tenggang waktu yang sangat singkat, ungkap Rofiq.

” Semoga temen-temen operator selalu diberikan kesehatan oleh Alloh SWT, sehingga dalam menjalankan tugasnya bisa optimal ” Tutup Rofiq.

dalam kesempatan yang sama Tedi selaku Tim Teknis Siskeudes Kabupaten dalam paparannya menjelaskan terakait dengan perubahan pada aplikasi siskeudes versi.2.01 yang mana dalam permendagri 20 Tahun 2018 tidak ada kode untuk penghasilan tambahan tapi tertulis Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa terkait dengan itu maka perbup 076 Tahun 2018 lah sebagai turunannya dimana ada kode tambahan 90-99 yang kemudian bisa ditambahkan kegiatan yang sesuai dengan muatan lokal masing-masing desa contohnya pengelolaan Pendapatan Asli Desa (PAD).

” dana desa semakin besar bukan berarti bagus, justru semakin buruk karena pada era sekarang masih ada data stunting di Kabupaten Brebes itu memalukan ” tutup Tedi.

penggunaan Anggaran yang diterima dari pengajuan Surat Permintaan Pembayaran untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa/swakelola tidak lebih dari 10 hari kerja. serta cash on hand (Kas tunai) di kaur keuangan tidak boleh lebih dari 15juta. (sucen)

Kunjungan Satker P3MD Provinsi Jawa Tengah ke Desa Cenang

Cenang, (cenang.desabrebes.id)- Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), rupanya sedang genjar dibicarakan di Kabupaten Brebes itu berawal ketika Cenang menjadi Pilot Project penerapan Sistem yang digawangi oleh Universitas Negeri Semarang (UNES), Unicef, Kompak, dan dinas Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbanda) Kabupaten Brebes.

” Kami sengaja mampir ke Desa Cenang sebelum ke Kabupaten, tujuannya adalah ingin menggali data-data terkait implementasi SIPBM di Desa Cenang yang menurut saya menarik dan itu membawa dampak ke Kabupaten lain yang juga ingin menerapkan Sistem yang sama ” demikian yang disampaikan Henkie salah satu Satuan Kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Satker P3MD) Provinsi Jawa Tengah dalam kunjungannya ke Cenang, Selasa, (29/01/2019)

IK (Instrumen Keluarga) merupakan alat kuesioner dalam penggalian data dimana setiap penduduk didata oleh petugas dan digali  data sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan dikuesioner  setelah semua penduduk didata maka data akan diolah oleh Baperlitbangda yan outputnya adalah data yang bisa sebagai dasar penentuan kebijakan didalam pembangunan.

” Menurut saya dimana ketika semua desa menerapkan sistem ini maka akan sangat memudahkan desa itu sendiri dalam hal menentukan skala prioritas setiap kebutuhan pembangunan ” imbuh Henkie.

bersamaan dengan itu Kepala Desa Cenang dalam pembicaraan santainya ” Sistem ini sedang terus dibenahi sehingga diharapkan IK (Instrumen Keluarga) ini bisa mewakili semua OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) dalam hal kebutuhan data ” Katanya.

Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah sistem informasi yang dikembangkan untuk membantu peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun dalam pelaporannya. (Sucen)

Kemendes Observasi Lapangan Tentang Implementasi SIPBM

Brebes (cenang.desabrebes.id) – Tahun 2016 – 2018 telah di laksanakan Pilot Program Integrasi Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) ke dalam Perencanaan Pembangunan Desa. Kamis (17/01).

Program ini merupakan kerjasama Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan UNICEF.

Diskusi Implementasi SIPBM yang di hadiri oleh TA PMD, TA PID Kabupaten Brebes, PD Kecamatan Songgom, Kepala Desa Cenang dan PID kecamatan Songgom, serta H. Bahrul Ulum.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan di buka secara langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Brebes, Rofiq Qoidul Adzam, SH.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Rofiq Qoidul Adzam menyampaikan, bahwa Pilot Projek Program SIPBM di Kabupaten Brebes masih bersifat manual sehingga harapanya di Pilot Program yang akan di luncurkan Kementrian Desa di tahun 2020 yang bebasis Android Data akan lebih Valid dan tepat sasaran.

Kabupaten Brebes merupakan salah satu Kabupaten yang menjadi Pilot Projek Program SIPBM, selain itu Kabupaten Brebes juga telah melaksanakan Program Inovasi Desa (PID) di beberapa Desa di Kabupaten Brebes.

Kasubdit Advolasi Peraturan Desa, Ir. Eppy Lugiarti, M. P. menyampaikan bahwa sebagai upaya untuk merencanakan dan memadukan kedua Program tersebut maka diperlukan Data yang lengkap, sehingga dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa tepat sasaran.

Eppy juga menyayangkan, dari 4 Desa yang menjadi Pailot Program Sistim Pembangunan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Brebes, hanya satu Desa saja yang berjalan dan bisa menyajikan data secara lengkap baik by name maupun by addres yaitu Desa Cenang.

“Untuk memadukan antara Program SIPBM dengan Program Inovasi Desa diperlukan Data yang lengkap yang bersumber dari data SIPBM, namun pada pelaksanaan Program Inovasi Desa yang di laksanakan di beberapa Desa dikabupaten Brebes belum memiliki Data SIPBM tersebut, sehingga Pelaksanaan Program Inovasi Desa belum bisa tepat Sasaran, dikarenakan Inovasi yang di replikasi tidak bisa di tempatkan di desa tersebut” tutur Eppy.

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i yang saat itu di undang dan hadir menyampaikn, bahwa Program SIPBM di Desa Cenang secara Implementasi sudah dilaksanakan Rekonfirmasi secara valid dan data SIPBM ini merupakan sebagai arah kebijakan Pembangunan Desa.

(shrmn)

Ngopi Bareng Mas Ganjar

Songgom, (cenang.desabrebes.id)- Ratusan warga memadati Aula dan Halaman Balai Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes Kamis,16/1/2019

Kegiatan lawatan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengangkat tema, menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastik, kegiatan ini juga disertai pembagian santunan kepada 5 Anak Yatim yaitu : Salsa, Rama, Naila, Siska dan Nanda. masing masing Anak mendapatkan santunan sebesar Rp. 300.000, Santunan ini berasal dari Bank Jateng.

Dalam kunjungan kerjanya ke Brebes, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau lokasi bangunan Pabrik Gula yang sudah tidak beroperasi yang berlokasi di Banjaratma, bekas bangunan pabrik gula ini rencananya akan di rubah menjadi transit dan tempat singgah bagi pengguna jalan tol di Brebes untuk mendapatkan oleh oleh khas Brebes.

Dalam dialog dengan warga Ganjar juga berharap agar ada kedekatan dan keakraban antara masyarakat dengan Pemerintah, sehingga masyarakat tidak akan merasa canggung dalam menyampaikan unek uneknya.

Perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Songgom lor, Maya Dewi Kritanti menanyakan, bagaimana cara mengenalkan obyek Wisata di Songgom yaitu Goa Lawa agar bisa maju dan di kenal orang banyak, serta cara mengatasi banjir yang sering terjadi di Desa Bengok yang dikarenakan luapan sungai Dandang Gondang.

Ditanyakan pula dari perwakilan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Cenang Sahirman mengenai perbaikan jalan Raya Cenang Wijahan kapan akan direalisasikan.

“Itu jalan Kabupaten jadi kewenanganya ada pada Bupati”jawabnya sambil menunjuk ke arah Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.

“Ganjar juga mengajak kepada kita semua untuk bersama sama membangun Jawa Tengah agar lebih maju lagi” ajaknya.(shrmn)

Taman Sehat Desa Cenang Cegah Berbagai Macam Penyakit

Cenang(cenang.desabrebes.id) – Pemerintah Desa Cenang berkomitmen untuk memenuhi pelayanan kepada masyrakat. Salah satunya di bidang kesehatan yaitu membangun taman sehat untuk mencegah berbagai macam penyakit, misalnya stroke.

Pemerintah Desa Cenang mengalokasikan 4% dari Dana Desa sebesar Rp.52.000.000-, untuk kebutuhan kesehatan yang meliputi sarana posyandu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lansia. Adapun pembangunan taman sehat sepanjang 40 meter ini bersumber dari bagi hasil pajak dan retribusi daerah tahun 2018 sebesar Rp.29.000.000-,. Taman sehat yang berlokasi di Rw 05 tepatny di depan MTs. Riyadlotul ‘Uqul ini diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin oleh masyarakat sebagai sarana kesehatan.

Saat ditemui di lokasi pembangunan taman, Kepala Desa Cenang, Songgom, Brebes Imam Rifai mengatakan taman ini digunakan untuk berolahraga yang pastinya bisa menyehatkan badan, Jum’at (11/01).

“Masyarakat yang punya penyakit stroke bisa memanfaatkan taman sehat ini untuk berolahraga, baik pagi ataupun sore hari karena dibangun jalan berbatuan yang bisa membantu penyembuhan stroke dan penyakit lainnya”, jelas Rifai.

Rifai menambahkan Masyarakat bebas menggunakan taman sehat ini karena gratis, yang terpenting adalah bersama-sama menjaga dan merawat semua hasil pembangunan desa. Jangan hanya di awal pembangunannya saja, setelah itu terbengkalai dan lama-lama rusak.

Proses pembangunan taman sehat ini dimulai pada bulan Desember tahun 2018 dan masih berlangsung sampai saat ini. Sesuai rencana akhir Januari 2019 selesai, sehingga bulan Februari sudah bisa difungsikan.

Salah satu warga Janah yang melihat proses pembangunan ini mengungkapkan pembangunan taman sehat ini ide yang cemerlang pemerintah desa.

“Taman sehat ini akan menambah keasrian bagi lingkungan sekitar karena tanaman hijau sepanjang jalan membuat udara lebih segar dan sedap dipandang”, kata Janah.
Selain untuk penderita stroke jalur bebatuan ini bisa dimanfaatkan oleh ibu hamil dan pastinya menjadi lokasi baru untuk berselfi, imbuh Janah dengan sumringah. (JW)

Puspaga Brebes Adakan Parenting Di Cenang Songgom

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan parenting di 3 lokasi yang berbeda, masing-masing lokasi yaitu di PAUD Harum, PAUD Alhidayah dan SD ma’arif NU 02.

Kegiatan ini melibatkan semua anak-anak dan para wali murid dengan di danai oleh Dana Desa tahun anggaran 2018, pasalnya untuk Kegiatan Parenting PATBM sebesar dianggarkan sebesar Rp.900.000, untuk kegiatan tersebut.

Ketua PATBM Desa Cenang, Sahirman mengatakan saat pembukaan acara , dirinya menyapaikan bahwa Sosialisasi PATBM Desa Cenang sudah sering dilakukan di beberapa tempat dan hari ini dilaksanakan untuk memberikan wawasan terus ke para wali murid.

” Dukungan dari pihak Pemerintah Desa akhirnya bisa merealisasikan kegiatan dengan tujuan masyarakat semakin paham bahkan tau sehingga bisa menerapkan hasil dari kegiatan nantinya,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Rozak Motivator Anak Kabupaten Brebes dan juga Pusapaga mengajak kepada semua peserta semua agar dalam pengasuhan anak senantiasa penuh perhatian.

” Kepedulian kita harus di mulai dari lingkungan sekitar sehingga ada rasa perhatianya orang tua terhadap anak,” tutur dia.

Dirinya menambahkan, pengaruh gadget juga akan menimbulkan anak semakin tidak terkontrol dan harus di awasi dari lingkungan keluarga.

” Kami hanya berharap agar dalam pengasuhan anak jangan sampai dikemudian hari Anak menjadi alay, dikarenakan orang tua yang Lebay dan bersikap abay,” ungkapnya.Selasa, 8/01/2019 (shrmn)

Menjadi Orang Tua Cerdas di Era Milenial

Cenang(cenang.desabrebes.id) – Mengasuh dan mendidik anak di era milenial ini mempunyai tantangan tersendiri. Banyak hal negatif yang ditimbulkan dari perkembangan zaman ini. Misalnya penggunaan gadget yang tidak bijak pada anak.
Di era milenial ini yang dipengaruhi teknologi canggih menuntut orang tua untuk menjadi cerdas dalam mendidik dan mengasuh anak.

Hal itulah yang mendasari diadakannya pendidikan orang tua (parenting) oleh Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyrakat Cenang(PATBM) dan bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Keluarga Brebes(Puspaga) yang bertempat di gedung PAUD HARUM Cenang, Selasa (8/1/2019).

Di hadapan 30 wali murid PAUD Harum, Psikolog Puspaga Desi Niawati,S.Psi menjabarkan secara rinci mengenai pola asuh anak di era gadget ini.

“Zaman sekarang banyak kenakalan remaja yang terjadi akibat penggunaan gadget. Sebagai orang tua harus mengasuh anak dan remaja dengan penuh cinta, bukan memberikan cinta tapi biarkan anak merasakan cinta dari kita”, kata Desi.

Desi melanjutkan ada 4 tahap pola asuh anak dan remaja yaitu pola asuh dalam kandungan, pola asuh pengembangan anak usia dini (0-6 thn), pola asuh anak usia sekolah(7-18 thn), dan pola asuh anak remaja sebelum 20tahun.

Anak mendapat perlakuan yang berbeda disetiap tahapnya. Anak harus sudah disiapkan pendidikannya ketika dalam kandungan. Selanjutnya dalam tahap usia dini, anak-anak hanyalah sebagai peniru. Mereka tidak bisa memilih dan memilah, makanya orang tua harus memberikan contoh dan karakter yang baik. Gunakan bahasa yang positif untuk melarang anak.

“Sedangkan pola asuh anak remaja sebelum 20tahun, orang tua harus menganggap anaknya sebagai teman sehingga komunikasi dan diskusi lebih terbuka. Orang tua menjadi pendengar yang baik, biarkan anak mengeluarkan pendapatnya. Jangan memaksakan kehendak secara otoriter kepada anak karena akan mengakibatkan anak terkekang dan mencari kebebasan diluar”,tambah Desi.

Sementara itu, Ketua PATBM Cenang Sahirman menuturkan bahwa kegiatan parenting ini program kerja PATBM tahun 2018.

“Hari ini ada 3 kegiatan parenting yang dilaksanakan di PAUD Harum, Kelompok Bermain Al Hidayah , dan SD Maarif 2 NU”, ujarnya.

(JW)

Parenting PATBM, dampak Negatif Penggunaan Gedget Pada Anak

Cenang (cenang.desabrebes.id) Parenting Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Cenang Kacamatan Songgom Kabupaten Brebes, diadakan di tiga sekolah secara serentak, Selasa (08/01).

Kegiatan tersebut melibatkan puluhan orang tua/wali murid yang berada di tiga lokasi yaitu di Paud Harum, Paud Alhidayah dan SD Ma’arif NU 02.

Kegiatan tersebut di danai oleh Dana Desa tahun Anggaran 2018, untuk Kegiatan Parenting PATBM sebesar Rp 3.500.000 (Tiga Juta Lima Ratus Ribu ).

Ketua PATBM Desa Cenang, Sahirman membuka acara Parenting PATBM, dirinya menyapaikan bahwa Sosialisasi PATBM Desa Cenang sudah sering dilakukan di beberapa tempat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cenang yang sudah memotivasi serta mendukung  kegiatan ini baik secara moril maupun materi, sehingga kegiatan Parenting PATBM Desa Cenang bisa berjalan dengan lancar,  dan harapannya kedepan kegiatan Perenting ini bisa lebih di laksanakan kembali.

“Kami sangat senang acara Parenting ini bisa terlaksana, mengingat pentingnya kegiatan – kegiatan seperti ini dilaksanakan di Desa,  terlebih untuk orang tua supaya lebih menyayangi dan mengasihi anak-anaknya.” imbuhnya .

Nara Sumber dan Motivator Anak Ka Rozak dari Sirampog Bumiayu mengajak kepada kita semua agar dalam pengasuhan Anak senantiasa penuh kasih sayang dan perhatian.

Dirinya juga menyampaikan bahwa anak jangan sampai ditanya, nilai Raportnya bagus tidak? Pelajaranya dapat berapa? akan tetapi tanyakan bakat kamu apa?

“Gadget merupakan barang yang pasti dimiliki setiap orang, kalau kita orang tua tidak bijak dalam mengawasi penggunaan Gadget pada anak anak kita maka jangan harap anak akan berlaku positif dalam menggunakanya”.  Tambahnya.

Sudah banyak kasus kekerasan terhadap yang terjadi di daerah Kabupaten Brebes Umumnya, baik kasus kekerasan fisik maupun non fisik. Dan ini perlu penanganan serius dari semua pihak .

Contoh kasus yang terjadi di Sirampog, seorang Anak di perkosa bapak kandungnya sampai hamil dan melahirkan.

“Kasus semacam ini merupakan contoh betapa kurang peduli dan perhatianya orang tua terhadap anak, sampai tega menghamili anaknya sendiri. ” Timpal Rozak

Dirinya juga berharap agar dalam pengasuhan Anak jangan sampai dikemudian hari Anak menjadi Alay, dikarenakan orang tua yang Lebay dan bersikap Abay.

(shrmn)

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Agenda Awal Kemajuan Desa

Cenang (cenan.desabrebes.id) -Setelah mengadakan Musyawarah Dusun(Musdus) dan Musyawarah Desa(Musdes) bulan September tahun lalu, Pemerintah Desa Cenang menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk menetapkan prioritas program dan pembangunan desa tahun 2020, Senin (7/1/2019).

Acara berlangsung di Balai Desa Cenang yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat,tokoh agama/pemuda, dan perangkat lainya.

Sebelum musyawarah dimulai, Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono memaparkan kegiatan pembangunan desa yang telah dilaksanakan pada tahun 2018.

“Selama tahun 2018 Pemerintah Desa Cenang telah melaksanakan pembangunan dengan menggunakan dana desa dan pendapatan lain. Pembangunan tersebut mengacu pada hasil musyawarah tahun 2017”, papar Sugeng.

Pembangunan infrastruktur itu misalnya pengaspalan jalan desa, pavingisasi, pembuatan drainase, pembuatan pos kamling, pembangunan pondasi polindes, dan pembangunan lainya. Meskipun masih ada pembangunan yang belum selesai 100%.

Dana Pembangunan tersebut tidak hanya bersumber dari Dana Desa saja sebesar Rp. 1.275.670.000,- namun ada sumber dana lainya antara lain Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp. 90.700.000,- Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.470.916.000, Silpa tahun 2017 sebesar  Rp.94.000.000,- serta bagi hasil pajak dan retribusi sebesar Rp.35.291.000,- Tentunya sumber dana itu tidak hanya digunakan di bidang pembangunan desa saja tetapi Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Kepala Desa Cenang Imam Rifai memimpin musyawarah tersebut. Sesuai dengan komitmennya, pembangunan tidak hanya menitik beratkan pada pembangunan fisik saja.

“Pembangunan fisik telah bersama-sama kita kerjakan tetapi jangan lupa orangnyapun harus dibangun. Misalnya dengan mendukung Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dan Forum Masyarakat Perduli Pendidikan(FMPP). “,jelas kepala desa.

Usulan-usulan yang telah disepakati saat musyawarah desa diharapkan berjalan lancar dan butuh peran serta masyarakat dalam pelaksanaannya.

Adapun usulan kegiatan hasil musrenbangdes kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten tahun 2020 yaitu pengerasan jalan poros tegalurung-wijahan, pengerasan jalan rel kereta rw 06-arah Gegerunci, dan pengerasan jalan bekas rel rw 01. (JW)

Sosialisasi Pengolahan Sampah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.dilansir dari www.wikipedia.org

hal ini yang menjadi persoalan manusia saat ini dimana masyarakat pada umumnya belum begitu sadar bahwa sampah sebenarnya ada nilai ekonomisnya, banyak produk yang dihasilkan dari proses daur ulang sampah.

Desa Cenang berupaya untuk mengolah sampah dengan diawali Sosialisasi Pengolahan Sampah, Jum’at, (04/01)

Kepala Desa Cenang, Songgom-Brebes dalam sambutannya terkait sampah mengajak hadirin dan masyarakat khususnya mulai saat ini untuk bisa memilah dan membuang sampah pada tempatnya, saatnya kita peduli lingkungan kalau bukan kita lalu siapa, kalau tidak sekarang lalu kapan.

” Yuk, mulai dari keluarga buang sampah menurut jenisnya Desa mencoba membuat satu inovasi dalam hal pengolahan sampah, saya (Kepala Desa.red) telah melihat bagaimana sampah bisa diolah menjadi pupuk kompos padat dan pupuk organik cair di Desa Galuh Timur, Tonjong-Brebes. apakah hal seupa juga bisa dilakukan di Desa Cenang, mari sama-sama belajar ” tuturnya.

bersamaan dengan itu maka sebagai percontohan Desa Cenang menerapkan buang sampah pada tempatnya di RW.05 dan RW.06. yang selanjutnya pengelolaan dan menejemen diatur oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). (sucen)

Apel Pagi di Awal Januari

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Kegiatan apel pagi yang dilaksanakan oleh jajaran Pemeritah Kecamatan Songgom di awal bulan Januari 2019 di ikuti seluruh Pejabat Pemerintahan Kecamatan Songgom. Rabu, (02/01).

Camat Songgom, Mohamad Sodiq, S, STP. MSi. dalam sambutanya menyampaikan bahwa ajakan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam pengurusan Administrasi kependudukan, yang mudah.

“Kita buat pelayanan di Kecamatan yang lebih mudah dan praktis jangan di bikin sulit.” Tambahnya.

Dirinya juga meminta kepada seluruh pejabat yang ada di Kecamatan Songgom untuk bekerja secara sungguh sungguh dalam menangani pelayanan kepada Masyarakat. Kelangkaan blanko KTP yang menjadi persoalan pelik dan merupakan persoalan bersama yang harus bisa disampaikan kepada Masyarakat secara bijak, agar Masyarakat bisa memahami dan menerima kelangkaan blangko KTP elektronik tersebut.

Disampaikan pula bahwa pelayanan Surat menyurat sekarang menggunakan Elektronik Surat sebab Servernya sudah di buat, ditambahkan juga bahwa kenaikan pangkat jabatan harus di ikuti Test, yang minimal berpendidikan S3.

Pesan terakhir dalam sambutanya Mohamad Sodiq, S. STP. MSi. mengajak, agar di awal tahun 2019 ini yang disebut sebagai tahun politik marilah kita selalu berhati hati dalam tugas, Netralitas adalah kewajiban kita semua selaku Aparatur Sipil Negara (ASN).

Komandan Upacara Abdul Salam membubarkan barisan dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah saling berjabat tangan.

Acara Apel ini rutin dilaksanakan setiap hari senin dan hari – hari penting lainnya. Tujuannya adalah untuk memotivasi seluruh petugas pelayanan dan pegawai yang ada di kecamatan.

Harapannya dengan adanya Apel, petugas pelayanan di kecamatan akan lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

(shrmn)

Desa Sehat, Ratusan Tong Sampah Diberikan Ke Warga.

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Ratusan Tong Sampah siap di distribusikan ke rumah warga Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Selasa, (01/01).

Kegiatan yang di Danai dari Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2018 sebesar Rp 38 juta ini, merupakan realisasi dari hasil Musyawarah Desa Cenang Kecamatan Songgom tahun 2017, selanjutnya usulan dimasukan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKPDes) tahun 2018.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Pemerintah Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes dalam mengatasi masalah sampah, dimana Masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i juga menekankan kepada Warga, disamping buang sampah pada tempatnya juga di harapkan agar sampah tersebut bisa di pilah menurut jenisnya, sehingga limbah sampah yang bisa di olah dan di daur ulang bisa di manfaatkan secara Ekonomis.

Dirinya juga berharap bahwa, kedepan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes bisa melaksanakan Program Pengolahan Sampah, seperti yang sekarang sudah dilaksanakan Ibu-ibu PKK dan PAUD HARUM, dalam memanfaatkan limbah Plastik Bekas minuman kemasan yang di bikin menjadi tas cantik yang bernilai Ekonomis.

“Semua warga hendaknya memilah sampah, jadi dalam membuangnya jangan asal buang saja karena sampah – sampah tersebut bisa diolah menjadi barang yang berguna.” Imbuhnya

Program Pengolahan sampah ini juga merupakan Komitmen Pemerintah Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes yang merupakan Replikasi dari Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan di Kabupaten Brebes pada tanggal 13 Nopember 2018 di Gedung Universitas Muhadi Setiabudi Brebes.

Pemerintah Desa Cenang juga ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sarang nyamuk serta sebagai antisipasi banjir saat musim hujan, dan harapanya kedepan Masyarakat akan terbiasa hidup bersih serta menjaga kebersihan lingkungan.

(shrmn)

Pemdes Cenang Mengadakan Kegiatan Padat Karya

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Pemerintah Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan Kegiatan Padat Karya Minggu, (23/12).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Pamong Desa dan diikuti seluruh warga, khususnya warga Rt 01 Rw 06. Kegiatan padat Karya ini bersumber dari Alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Cenang Tahun Anggaran 2018.

Padat Karya merupakan kegiatan bersih bersih lingkungan, seperti menguras Drainase, menyapu jalan dan menebangi pohon yang menjalar ke jalan.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Warga terhadap Pemerintah Desa dalam mengantisipasi terjadinya banjir di musim penghujan ini.

Taksito Ketua Rt 01 Rw 06, merasa senang dengan adanya kegiatan ini, dirinya berharap kegiatan bersih bersih ini bisa berjalan secara rutin setiap minggunya, dan hendaknya jangan berjalan kalau ada anggaran saja mengingat musim penghujan sudah tiba.

” Selaku Ketua RT kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa, apalagi kegiatan yang bersifat positif seperti ini, kami sangat mendukung, karena keuntungannya juga buat kami selaku warga lingkungan setempat.” Imbuhnya

Kepala Dusun Wijahan Ahmad Rifa’i ikut serta dalam kegiatan padat karya ini, dirinya menyampaikan bahwa kegiatan padat karya akan mencakup seluruh Pedukuhan yang ada di Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

Disela – sela kesibukannya Kades Cenang Imam Rifa’i juga ikut hadir meninjau kegiatan tersebut. Dirinya menyayangkan dengan kondisi Drainase yang sudah dibangun melalui Dana PNPM sangat tidak terawat, fungsi Drainase yang seharusnya untuk kelancaran air dalam mengatasi banjir kini beralih fungsi sebagai pembuangan sampah dan limbah Rumah Tangga.

” Saya merasa prihatin dengan kondisi Drainase yang ada sekarang, kondisinya 40% tak terawat bahkan rusak karena terlindas oleh kendaraan besar seperti Dump atau Truk yang bermuatan melebihi kapasitas.” Tuturnya

Imam Rifa’i juga berpesan kepada seluruh warga Desa Cenang, agar senantiasa bisa menjaga lingkungan sekitar, dan selalu waspada terhadap akibat pencemaran lingkungan di musim penghujan ini terutama wabah penyakit DBD dan Malaria.

(shrmn)

Akibat Angin Kencang, Beberapa Pohon Tumbang

20181210_1654554050417301332458167.jpg

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Hujan deras dan angin kencang, sebuah pohon lamtoro tumbang, Senin, (10/12)

Kejadian ini mengakibatkan padamnya aliran listrik di sebagian wilayah Desa Cenang dan Tegalurung, kejadian bermula saat hujan turun di sertai angin kencang yang terjadi pada pk 14 :45 Wib.

Pohon yang tumbang di perkirakan karena sudah lapuk dan tidak kuat menahan angin yang kencang, tidak ada korban dalam kejadian ini, namun mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas yang menuju Tegalurung.

kepala Desa Cenang, Imam Rifai telah melaporkan kejadian ini, dan meminta kepada pihak PLN wilayah Jatibarang untuk segera menindak lanjuti kejadian tersebut.

” Kepala Desa Cenang juga berharap, agar pada musim penghujan yang sudah tiba,masyarakat hendaknya selalu waspada dan selalu siap melaporkan kejadian kejadian apa saja yang membahayakan masyarakat disertai memberikan Nomor layanan pengaduan kepada masyarakat yang berkaitan dengan PLN ” harapnya.

” Pemilik pohon yang tumbang Tarjono, 55 tahun warga RT 02 RW 07 Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengakui bahwa pohon yang tumbang di karenakan sudah lapuk, dan dirinya hendak menebang namun belum ada waktu sampai kejadian ini terjadi ” tuturnya.

” Kepala Urusan Umum, Junedi meninjau lokasi kejadian. dirinya berharap pada musim hujan ini bilamana ada pohon yang terlalu besar yang sudah rapuh mohon untuk segera di tebang ” imbuhnya, sambil memberikan pengarahan kepada warga yang menonton kejadian tersebut. (shrmn)

KPU brebes Fasilitasi Kursus Kepemiluan

WhatsApp Image 2018-12-08 at 10.42.34

Songgom (cenang.desabrebes.id) Kegiatan kursus kepemiluan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes, dalam rangka pendidikan pemilih di ikuti 20 peserta yang tersebar di kabupaten Brebes. kegiatan ini di selenggarakan di aula Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, Sabtu, (8/12)

Kegiatan diawali dengan perkenalan peserta Kursus Kepemiluan dan paparan motivasi mengikuti Kursus Kepemiluan, dari paparan peserta rata rata berkeinginan mengetahui sejauh mana penyelenggaraan pemilu serta peran serta masyarakat dalam Pemilihan Umum.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes, Reza Pahlevi, SIP. MH. dalam sambutanya menyampaikan bahwa ini merupakan kursus, maka nanti ada praktek dan harus di ikuti sampai selesai.

“Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes, Reza Pahlevi, SIP. MH. berharap bahwa peserta Kursus Kepemiluan bukan merupakan pengurus Partai Politik” harapnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umun Bidang Devisi Data, Mochamad Muarofah, M. Kom. memberikan materi terkait Pemilu serentak. dasar Pemilu serentak adalah Undang – Undang Nomor 7 tahun 2017 dan PKPU Nomor 5 tahun 2018.

Kegiatan dilanjutkan dengan Free Test oleh peserta, di pandu oleh panitia dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Brebes,Erni Indiati.(shrmn)

Eksekusi Rumah sepanjang Bantaran Sungai di Songgom

WhatsApp Image 2018-12-07 at 09.35.26

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – Ada 15 bangunan yang dibongkar sepanjang bantaran sungai di Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes,  Pembongkaran dilakukan oleh Polres Brebes yang dipimpin oleh  Kepala Bagian Operasi Polres Brebes Harry . Jum’at (07/12).

Dalam sambutannya, hari ini kita akan eksekusi bangunan fisik yang ada disepanjang bantaran sungai jatirokeh – songgom, semoga berjalan sesuai rencana ada 15 bangunan yang akan dibongkar yang sebelumnya sudah disampaikan pemberitahuan dan himbauan terkait kegiatan hari ini.

Lanjut Harry  yang perlu kita laksanakan adalah para petugas keamanan kita monitor saja, manakala ada hal – hal yang tidak diinginkan perlu di amankan dan tidak arogan perlihatkan rasa simpatik dengan mereka, dan untuk melaksanakan ketertiban sesuai dengan formasi perlu diperhatikan juga kabel listrik diamankan dengan hati – hati karena keselamatan kita juga harus diperhatikan.

” Semoga pembongkaran ini berjalan lancar dan harus tuntas karena bisa mempengaruhi jadwal pelaksanaannya di tempat lain,” imbuhnya.

Hadir aparat gabungan TNI, POLRI dan pekerja teknis irigasi serta Satuan Polisi Pamong Praja dikerahkan dalam pelaksanaan eksekusi hari ini. (sucen)

Salah Satu Warga Desa Gegerkunci Kecelakaan Akibat Motor Tosa Masuk Jurang

WhatsApp Image 2018-12-06 at 10.09.49

Cenang ( cenang.desabrebes.id) – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan raya cenang, sebuah kendaraan Tossa G 3913 FU yang di kendarai Jaya, 45 tahun asal Desa Gegerkunci, melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang, Namun saat melintasi jembatan Cenang, tiba tiba Tossa yang dikendarai Jaya oleng, langsung belok ke kanan dan tercebur ke jurang, kecelakaan terjadi sekitar pukul. 08 : 30 Wib. Kamis, 6/12/2018.

Tossa yang di kendarai Jaya bermuatan Pasir yang di ambil dari Desa Gegerkunci dan rencananya mau di bawa ke Desa Wanacala.

“saat di konfirmasi Jaya bilang, nyong sing kulon nggawa pasir pan ning Wanacala, pasir kiye kene mas Wondo, nyong ora banter yakin, tapi mbuh pime ajag ajag Tossane mlegos nengen trus aku ora bisa apa apa langsung cemplung, untung ana jembatan sasak sing nganggo pring dadi bisa nahan” ujarnya dengan logat jawa kental.

Jurang yang berada di sebelah selatan jalan raya kedalamanya cukup lumayan, sekitar 7 meter. untung pada saat Tossa (merek Kendaraan Roda Tiga.red) mau terperosok ke jurang ada sasak atau jembatan bambu yang menahan badan kendaraan tersebut. namun saking beratnya beban Tossa yang bermuatan pasir, sehingga sasak bambu tersebut tidak bisa menahan dan roboh.

pada saat sasak roboh, secara perlahan digunakan Jaya sang sopir Tossa untuk menyelamatkan diri.  kini korban tidak mengalami luka serius, hanya kaki yang luka lecet, namun kendaraan Tossa yang tercebur ke Jurang sampai saat ini belum bisa di evakuasi karena minimnya peralatan.

Warga kini beramai ramai membantu mengangkat Tossa yang tercebur ke Jurang, dengan peralatan seadanya.

Menurut salah satu warga Imam, kecelakaan di sekitar kali Cenang itu kerap terjadi, apabila pengendara yang melintas di kali cenang tidak membunyikan klakson yang pertanda minta ijin numpang liwat.

Namun bagi warga Cenang itu hanya mitos, yang jelas kehati hatian pengendaralah yang di utamakan, karena kondisi Jembatan yang sempit dan  tidak adanya batas pengaman jalan yang terpasang, serta ramainya hilir mudik kendaraan. (shrmn)

Selayang Pandang Komunitas Peduli Tindak Pidana Perdagangan Orang Desa Cenang

WhatsApp Image 2018-12-04 at 17.47.29

Cenang(cenang.desabrebes.id) – Setelah mendapat pelatihan selama dua hari oleh Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) tentang perdagangan orang, akhirnya Komunitas Peduli Tindak Pidana Perdagangan Orang (KPTPPO) Desa Cenang dikukuhkan bersama 4 Desa lainya yaitu Songgom, Songgom Lor, Wlahar, dan Larangan oleh Wakil Bupati Brebes Narjo,M.H. Acara berlangsung di Pendopo Brebes yang turut dihadiri oleh Kepala Desa, Organisasi Perempuan, dan Dinas terkait, Selasa (4/12/2018).

Komunitas Peduli TPPO Desa Cenang beranggotakan sepuluh orang yang mempunyai latar belakang berbeda. Ada wiraswata, guru , ibu rumah tangga , penyalur tenaga kerja , dan mantan PMI (Pekerja Migrasi Indonesia) , akan tetapi satu tujuan yaitu ikut membantu pemerintah dalam pencegahan dan menanggulangi terjadinya tindak pidana perdagangan orang khususnya di Desa Cenang. Mengingat Desa Cenang menjadi salah satu desa lumbung PMI(TKI/TKW) di Kecamatan Songgom.

Dalam peranya, komunitas ini memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara kepengurusan migrasi yang benar. Karena selama ini, masyarakat tahunya ingin kerja cepat dengan gaji yang tinggi. Tidak jarang mereka menempuh cara salah, misal pemalsuan data pribadi , dan tidak mengecek status perusahaan penyalur ilegal atau legal.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Komunitas Peduli TPPO Desa Cenang Roikhatul Janah.

Apabila komunitas mendengar atau mendapat laporan adanya tindakan perdagangan orang, komunitas ini tidak bekerja sendiri harus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Lembaga Pemerintahan, ataupun Dinas-dinas terkait. Masyarakat bisa mendatangi rumah atau kantor balai desa untuk melapor.

Masyarakat tidak dilarang untuk bekerja di luar daerah atau bahkan luar negeri, asalkan mengikuti prosedur yang benar demi keamanan bersama, tambah Janah.

Masalah-masalah sebelum pemberangkatan akan menimbulkan resiko lebih besar yaitu bisa terjadi tindak pidana perdagangan orang karena pegawai yang bermasalah ini tidak mempunyai bukti untuk pembelaan diri sehingga oknum lebih mudah menjerat mereka.

Maka itulah, peran serta keluarga dan masyarakat sangat penting dalam tindakan pencegahan perdagangan orang. Karena tidak jarang pelaku berasal dari orang terdekat.(JW)

Fasilitasi Pengembangan Kegiatan Dana Desa

20181204_1050082126618323761916001.jpg

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – Rencana Anggaran dan Pendapatan Desa merupakan central dari semua kegiatan Penyelenggaraan Pemerintah Desa maupun Daerah.

Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah sumber dana yang dianggap mampu mengatasi segala permasalahan di Desa, terkait pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan. Sesuai nawacita program kerja Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bahwa pembangunan dilakukan dimulai dari pinggiran.

Dalam sambutannya Camat Songgom Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si melaporkan kepada Bupati Brebes bahwasannya Kecamatan Songgom tahun 2018 mengalami keterlambatan penyerapan anggaran Dana Desa terkait beberapa hal yaitu adanya beda pendapat antara tenaga ahli pendamping desa dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tentang standarisasi harga kebutuhan material dan upah tenaga kerja.

Lanjut Sodiq untuk tahun depan dilaporkan bahwa desa belum memperoleh besaran plafon anggaran Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bantuan Keuangan Provinsi, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi serta Bantuan Keuangan Kabupaten dan lainnya. Lanjutnya

Bersamaan denga itu Kepala Dinas Baperlitbangda Angkatno menyampaikan seharusnya desa jangan menunggu tapi minimal kerangka apa-apa yang akan didanai sudah mulai dijabarkan seperti halnya desa dikecamatan larangan yang sudah bisa memaparkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, ini perlu ditiru dan jangan menunggu. Tandasnya. pada acara Fasilitasi Pengembangan Kegiatan Dana Desa di Aula Kantor Kecamatan Songgom. Selasa, (04/12).

(Sucen)

BPD Cenang Kecamatan Songgom diKukuhkan

BPD

Songgom, (cenang.desabrebes.id) – Badan Permusyawaratan Desa dikukuhkan di Aula Kantor Kecamatan secara serentak acara dihadiri Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode sebelumnya dan Badan Permusyawaratab Desa (BPD) terpilih. Senin, (03/12)

10 Desa se Kecamatan Songgom Pelantikan dilaksanakan setelah sebelumnya memberhentikan Anggota BPD periode 2012 – 2018, dan pengukuhan dengan diwakili satu anggota BPD terpilih untuk dibacakan sumpah janji jabatan didepan anggota lainnya, yang dibacakan oleh Camat Songgom Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si.

sementara itu dalam sambutannya Bupati Brebes Idza Priyanti, SH.MH. atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerjasamanya selama ini, dan selamat bagi anggota BPD terpilih periode 2018 -2024.

” saya berharap BPD periode 2018 -2024 mampu memenuhi harapan warga masyarakat untuk dapat membuat desa lebih maju dan sejahtera serta menjadi anggota BPD yang jujur dan adil dalam mengemban amanah ” demikian pidato dibacakan Camat Songgom Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si.

Dalam kesempatan yang sama Roikhatul Janah anggota BPD terpilih dari Desa Cenang menuturkan ” Menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cenang tidak mudah, wajib belajar bagaimana tugas dan fungsinya supaya bisa bersama-sama membangun dan memajukan desa”. Tuturnya

” Sebenarnya terpaksa jadi anggota BPD, tapi mau bagaimana lagi kata ibu-ibu jadi perwakilan suara perempuan warga Cenang. Pungkasnya

Anggota BPD periode 2012 – 2018 Desa Cenang

  1. H. M Widodo, S.Pd
  2. Maulana Tauchid, S.Pd.I
  3. M. Zamroni
  4. Sulikha
  5. Sugiarti

Anggota BPD periode 2018 – 2024 Desa Cenang

  1. Suratno
  2. Imam Fahrozi
  3. M. Zamroni
  4. Sasmito
  5. Roikhatul Janah

(sucen)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Baiturrohman Desa Cenang

IMG-20181202-WA0043

Minggu, 02 Desember 2018

Cenang – (cenang.desabrebes.id) Masjid Baiturrohman Kubanggereng Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (02/12).

Dengan mengusung tema “Dzikru Nabi Muhammad SAW, bersama Ulama”, Pemuda Jamiyah Hidayatussyuban Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes mengadakan peringatan Maulid Nabi bersama Ulama.

Hadir dalam acara tersebut Pengurus Masjid Baiturrohman, Pengurus Nahdlatul Ulama dan Banom Nahdlatul Ulama ranting Dusun Wijahan, serta beberapa Tokoh Masyarakat Desa Cenang.

Hadir pula dalam acara tersebut yakni KH. Mas Mansyur Tarsudi Pengasuh Pondok Pesantren Salafi Al Falah Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes selaku pembicara.

Acara dimulai dengan pembacaan Maulid dan Alunan Shalawat oleh grup hadrah Al Kubai dari Desa Cenang. Acara dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh MC, yang disusul dengan pembacaan Tilawatil Quran dan Shalawat oleh Ustadz Fasihun Nur.

Prakata Rigyanto, Pengurus Masjid Baiturrohman mengawali sambutan pada malam hari itu. Rigyanto mengatakan bahwa acara Pengajian tersebut dilaksanakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Dengan mengusung semangat cinta kepada Nabi, mari kita wujudkan cinta tersebut kepada para alim ulama”. Tambahnya

Hal serupa disampaikan oleh Ahmad Ripa’i, Kadus Wijahan Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang positif, oleh karena itu harus kita lestarikan.

Setelah sambutan oleh beberapa tokoh, tibalah pada acara Mauidlotul Hasanah oleh KH. Mas Mansyur Tarsudi. Dengan nada yang santun ala kyai Nahdlatul Ulama beliau mengucapkan salam kepada pengunjung yang hadir.

Beliau memulai dengan beberapa lantunan ayat-ayat suci Al Quran disertai dengan makna dan penjelasannya. Dalam kesempatan tersebut Kyai Mansyur, sapaan pribadinya mengatakan bahwa lahirnya Nabi Muhammad SAW, di awali dengan peristiwa besar yakni penyerangan Ka’bah di Kota Mekah.

Kyai Mansyur menyampaikan perjalanan kelahiran hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau juga berpesan bahwa peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW, tersebut hendaknya dijadikan sebagai contoh yang baik yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (red/IF)

Manfaat Optimisme dan Berpikir Positif dalam Kehidupan Sehari-hari

images_1_7.jpg

Minggu, 02 Desember 2018

Cenang – (cenang. desabrebes.id) Kegagalan, adalah sebuah kata yang sangat tidak ingin kita dengar. Namun dalam kenyataannya kegagalan selalu menghampiri dalam kehidupan kita. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan, diantaranya adalah kesalahan pada pola pikir manusia yang mudah menyerah sehingga timbul prasangka buruk (negatif thinking).

Tidak sedikit orang yang merasa stres dalam menghadapi kegagalan bahkan sampai pada gangguan kejiwaan jika tidak bisa memanage pikirannya dengan baik dan benar.

Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain, apalagi orang yang pesimis.

Para peneliti juga memperlihatkan bahwa orang yang optimis lebih sanggup menghadapi stres dan kecil kemungkinannya mengalami depresi. Berikut adalah manfaat bersikap optimis dan berpikir positif.

  • Lebih panjang umur
  • Lebih jarang mengalami depresi
  • Tingkat stres lebih kecil
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit
  • Lebih baik secara fisik dan mental
  • Mengurangi resiko terkena penyakit jantung
  • Mampu mengatasi kesulitan dan menghadapi stres

Mengapa manfaat ini bisa diperoleh bagi orang yang optimis dan berpikiran positif ? karena biasanya orang yang optimis akan menghindari kegiatan yang dilakukan orang yang pesimis dalam menghadapi stres dan tekanan hidup.

Orang pesimis ketika menghadapi stres akan mengalihkan perhatian dengan kegiatan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan menikmati makanan tanpa terkendali. Sedangkan seorang yang optimis akan melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, serta mengurangi rokok dan alkohol.

Oleh karena itu marilah kita jalani hidup ini dengan optimis dan berpikir secara positif. Sehingga hidup yang kita jalani akan lebih baik dan bermakna. (Red/IF)

Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan Berkunjung ke Brebes Terkait GKB

DSC_0876

Sabtu, 01 Desember 2018

Brebes – (cenang.desabrebes.id) Baperlitbangda Kabupaten Brebes menerima kunjungan dari Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan dalam rangka studi banding terkait Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Kabupaten Brebes, Jumat (30/11) kemarin.

Acara studi banding tersebut dilaksanakan di ruang rapat kantor Baperlitbangda Kabupaten Brebes yang dipimpin langsung oleh Kabid Pemsosbud yang memang terlibat langsung dalam kegiatan GKB di Kabupaten Brebes.

Hadir dalam acara kemarin yakni Kabid Pemsosbud, Kabid Dikdas, dan Ketua FMPP Kabupaten Brebes, selain itu hadir pula 2 (dua) Desa Best Practice yakni Desa Cenang dan Desa Parereja yang masing – masing dihadiri oleh Kepala Desa dan Fasilitator SIPBM di Desa tersebut.

Rela, Kabid Pemsosbud Baperlitbangda Kabupaten Brebes membuka acara dan menyampaikan selamat datang kepada OPD dari Kabupaten Pekalongan dan sekilas dari perjalanan GKB serta selayang pandang tentang keadaan Kabupaten Brebes. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan GKB tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari OPD Kabupaten, Kecamatan, sampai Desa.

“ Betapa susahnya mencari data anak putus sekolah (ATS), sehingga kami perlu merangkul jajaran OPD baik yang ada di Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa, semuanya bersatu padu sehingga tercipta kekuatan yang solid untuk memecahkan masalah ATS ini “. Tuturnya

Rela menambahkan bahwa Kabupaten Brebes pada tahun 2018 bisa mengembalikan ATS sebanyak 1.212 dari 7.772 ATS di Kabupaten Brebes. Dengan rincian 643 ATS dikembalikan ke sekolah formal dan 569 ATS dikembalikan ke sekolah nonformal.

“ Kami juga bersyukur dengan adanya SIPBM yang memudahkan kami dalam mendapatkan data anak tidak sekolah (ATS) by name by address langsung dari masing – masing Desa “. Imbuhnya

Hal senada juga disampaikan oleh Rojat, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olehraga Kabupaten Brebes yang mengatakan bahwa beliau telah mengerahkan UPT dan Guru di masing – masing Kecamatan untuk ikut berperan dalam pendataan ATS tersebut.

“ Dari daerah sudah menganggaran sebesar 5,7 M untuk gerakan ini, jadi anggaran tersebut harus terserap semua agar tidak ada anggaran yang terbuang “. Tambahnya

IMG-20181130-WA0003

Disisi lain Yuli, Kabid Pemsosbud Litbang Kabupaten Pekalongan sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan dari Pemerintah Kabupaten Brebes atas Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang telah digaungkannya. Yuli berkeinginan untuk menerapkan Gerakan Kembali Bersekolah tersebut di daerahnya. Yuli juga ingin membentuk Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) di Pekalongan namun dengan nama atau istilah yang berbeda.

Setelah masing – masing OPD memaparkan hasil dari kegiatan didaerahnya, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Semua peserta berperan aktif pada sesi ini, terlebih dari OPD Kabupaten Pekalongan yang sangat ingin mereplikasi kegiatan GKB di daerahnya. Oleh karenanya sekecil apapun ilmu yang disampaikan akan sangat bermanfaat bagi program yang akan dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat di daerahnya tersebut.

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Kabid Pemsosbud Kabupaten Brebes yang berpesan untuk tetap bersemangat dalam melaksanakan program GKB. Gerakan ini adalah gerakan sosial yang tidak dibayar dan tidak pula digaji, oleh karena itu dibutuhkan relawan – relawan yang tangguh yang siap bekerja tanpa pamrih untuk gerakan tersebut.

Bahrul Ulum, Ketua FMPP Kabupaten Brebes juga mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan program GKB tidak harus menggunakan data valid dulu, yang terpenting adalah step by stepnya dilaksanakan dengan baik dan apabila terjadi kekurangan bisa ditambahkan untuk tahun depannya agar lebih baik. (red/IF)

Mengenal lebih dekat dengan SPEK-HAM Solo

WhatsApp Image 2018-11-28 at 21.53.34

Songgom (cenang.desabrebes.id) – Belum banyak orang mengetahui tentang Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) Solo yang beralamat di Jalan Srikoyo no 14 rt 01 rw 04 Karangasem, Surakarta, Jawa Tengah ini. Di sela pemberian materi tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Aula Kecamatan Songgom, Noko Ali Ketua Koperasi bagian Pemberdayaan Ekonomi menjelaskan apa itu Spek-Ham, Rabu(28/11).

“Spek-Ham Solo adalah sebuah organisasi yang merupakan kumpulan orang-orang berlatar belakang gerakan mahasiswa, organisasi sosial, serta bersifat pluralis (majemuk/banyak orang) dengan komitmen pada penegakan HAM khususnya perempuan. Spek-Ham berdiri pada tanggal 20 November 1998, dengan latar belakang kejadian reformasi tahun 1998 yang banyak menimbulkan korban kekerasan utamanya perempuan”, jelas Noko.

Tujuan dibentuknya Spek-Ham ini mendorong pemberdayaan perempuan, supaya perempuan bisa mandiri dalam segala sektor dan mencegah atau mengurangi kekerasan pada perempuan.

“Kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemberdayaan perempuan dengan pembentukan Bumdes(Badan Usaha Milik Desa), yang dikelola oleh kelompok petani perempuan di Boyolali. Spek-Ham ini sudah ada di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, antara lain Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, dan kali ini Brebes”,lanjut Noko.

Selama berdiri Spek -Ham tidak menjumpai hambatan yang berarti, dukungan masyarakat bagus dan dana untuk menopangpun bisa diatasi. Dana tersebut didapat dari koperasi yang dikelola sendiri serta melibatkan bantuan asing.

Sama seperti organisasi yang lain, Nokopun berharap Spek-Ham akan lebih bermanfaat bagi masyarakat dan lebih berkembang.(JW)

PILKADES E-VOTING

sid

Brebes, (cenang.desabrebes.id) – Pemilihan Kepala Desa serentak akan segera dilaksanakan  256 Desa se Kabupaten Brebes sebagian menganut Elektronik Voting (pemilihan secara eletronik).

Dari data tersebut dibagi 2 gelombang, gelombang pertama dilaksanakan sebanyak 148 Desa pada tanggal 12 Juni 2019 menganut sistem konvensional dan gelombang kedua 108 Desa, Desa Cenang masuk dalam gelombang kedua pada tanggal 19 Desember 2019 menganut sistem E-Voting.

Dalam Rapat Kordinasi Pengalokasian Anggaran Sistem informasi Desa (SID) Tahun 2019. Di Rumah Makan Ibu Oga Pulosari Brebes dihadiri antara lain Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Peberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Bagian Pemerintah Desa Kabupaten Brebes dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Kecamatan serta Kordinator Operator SID Se Kabupaten Brebes. Desa diminta mengalokasikan 70 juta untuk pengadaan alat E-Voting diambil dari Dana Desa Bidang Sistem Informasi Desa (SID). Rabu, (28/11)

Menurut Sekretaris Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa Bambang Setiawan bahwa “ Desa harus punya alat kelengkapan SID yang canggih termasuk alat E-Voting ini adalah salah satu sarana penunjang Sistem Informasi Desa (SID), yang mana setelah penggunaannya untuk pelaksanaan Pilkades alat ini juga bisa berfungsi untuk kegiatan SID yang lain seperti finger scan bisa sebagai alat absensi Perangkat Desa yang sementara ini masih menggunakan sistem manual ” Tandas Bambang

Kepala Bagian Pemerintah Desa La Ode Vindar Aris Nugroho, AP.M.Si dalam Paparannya terkait Pemilihan Kepala Desa E-Voting sistem ini merupakan inovasi baru saat ini, yang mana Kabupaten Pemalang sudah melaksanakannya di Tahun 2016 lalu, dimana tingkat akurasi dan validitasnya sudah terbukti akurat dan terhindar dari hal – hal seperti manipulasi data, pemilih ganda, serta kecurangan oknum yang tidak bertanggungjawab lainnya. dalam pelaksanaannya warga hanya dimintai atau hanya membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) saja yang akan discan pada alat yang tersedia secara otomatis data Nama, NIK, akan muncul pada monitor perekam, dimana data itu digunakan untuk satu orang pemilih saja (one data one personal). Paparnya

Lanjut Laode kali ini pemilih tidak akan menemui bantal dan paku untuk mencoblos dalam bilik suara melainkan sebuah monitor yang terpampang gambar calon, tinggal tekan 2 kali gambar calon yang dikehendaki secara otomatis komputer akan menghimpun dan mengakumulasikan perolehan suara dari masing-masing calon. bagi warga yang belum mempunyai E-KTP atau belum tercetak maka cukup menunjukan Surat Keterangan Sementara pengganti E-KTP tunjukan ke petugas pemungut suara Nik yang tertera akan dimasukan secara manual jika sudah terdaftar atau terekam otomatis data akan muncul. Bagi warga yang belum pernah rekam E-KTP dimohon segera melakukan perekaman, tercatat ada 22 ribu warga Kabupaten Brebes yang belum melakukan perekaman E-KTP diasarankan segera lakukan perekaman. lanjutnya  (sucen)

Demi mendapatkan Identitas Penduduk warga rela mengantri

WhatsApp Image 2018-11-28 at 05.25.48

Songgom – (desacenang.) Puluhan warga rela mengantri sejak subuh pagi demi mendapatkan E -KTP. antrian ini terjadi di kantor Kecamatan Songgom, Rabu, (28/11/2018)

Camat Songgom, Mohamad Sodiq, S. STP, M.Si. selalu memberikan pengumuman kepada masyarakat akan ketersediaan blangko KTP elektronik, pengumuman dilakukan melalui media sosial baik Group whatsapp maupun kepada Kepala desa maupun Perangkat desa di Kecamatan Songgom.

” Diinformasikan kepada masyarakat Songgom bahwa hari Rabu, 28 Nopember 2018, Kecamatan Songgom buka pelayanan cetak E-KTP 100 antrian. Karena keterbatasan blangko kami mohon maaf 1 orang 1 nomor antrian. Buka antrian pukul 06.30 Wib. Matur nuwun “

Dari warga yang mengantri mereka bervariasi dalam mendapatkan KTP elektronik tersebut, ada yang satu tahun belum jadi ada yang baru bikin langsung jadi.

Program ini dilaksanakan Camat Songgom untuk memenuhi kebutuhan warga dalam pembuatan Administrasi Kependudukan.

Salah satu warga Slamet 43 tahun dari Desa Karang Sembung sangat senang sekali dengan adanya program KTP Elektrik ini, dirinya rela mengantri sejak subuh pagi tadi.dan dirinya berharap dapat antrian untuk pencetakan KTP elektronik tersebut. Yadan dirinya berharap semoga Camat Songgom selalu mengusahakan blangko KTP untuk warganya,  (shrmn)

Songgom Membentuk Komunitas Peduli Tindak Pidana Perdagangan Orang

WhatsApp Image 2018-11-27 at 20.01.05

Songgom (cenang.desabrebes.id)-Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana(DP3KB) Kabupaten Brebes bersama Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia(SPEK-HAM) Solo mengadakan Lokakarya Pembentukan Komunitas Peduli Tindak Pidana Perdagangan Orang(TPPO) di Aula Kecamatan Songgom sebagai komitmen untuk pencegahan terjadinya perdagangan orang yang semakin marak terjadi khususnya di Kabupaten Brebes yang menduduki peringkat ke-10 sebagai pemasok TKI/TKW bermasalah.

Perwakilan DP3KB Eni Listiani memaparkan hal tersebut di depan perwakilan dari 3 Desa di Kecamatan Songgom, yaitu Desa Cenang,Songgom, dan Songgom Lor,Selasa(27/11/2018).

“Brebes menempati rangking 9 sebagai pemasok TKI/TKW terbesar di Indonesia dan lumbungnya terdapat di tiga Desa Kecamatan Songgom ini, selain Kecamatan Larangan. Hal ini menjadi rentan terjadinya tindak pidana perdagangan orang karena ketidakpahaman masyarakat, yang mereka tahu hanyalah bisa bekerja dan mendapatkan upah”,papar Eni.

Untuk itulah diperlukan adanya pencegahan yang melibatkan masyarakat sekitar dengan dibentuknya Komunitas Peduli TPPO ini.
Komunitas ini diberi materi tentang perdagangan orang, bagaimana tindak pencegahanya,dan kepada siapa harus berkoordinasi sehingga nantinya tidak terjadi kesalahan dalam penanggulanganya.

Eni melanjutkan kasus TPPO masih terjadi disebabkan oleh beberapa faktor misalnya tingkat kesejahteraan rendah,wawasan pendidikan,keterbatasan lapangan kerja, dan keuntungan besar bagi pelaku.
“Selain itu modus operandi TPPO juga beragam antara lain pemalsuan identitas,penipuan/bujuk rayu,penyekapan,pengancaman,penipuan, dan hutang. Hal itu yang membuat korban TPPO sulit untuk melawan atau melepaskan diri”,imbuh Eni.

Ditambahkan oleh Elis dari SPEK-HAM Solo, TPPO terjadi jika ada rekrutmen/sponsor,pengangkutan,pengiriman,pemindahan, dan penerima.
“Sebagai perwakilan dari masing-masing desa, komunitas ini harus punya komitmen besar untuk bekerjasama mencegah terjadinya perdagangan orang khususnya di Kecamatan Songgom”,tutup Elis.(JN)

Cegah Penyakit Kronis Sedini Mungkin

WhatsApp Image 2018-11-21 at 12.18.49

Cenang (cenang.desabrebes.id) – Puluhan Warga mendatangi pusat Pelayanan Kesehatan Desa di Balai Desa Cenang. Rabu,(21/11)

Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Prolanis dikembangkan karena penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi tergolong penyakit yang menyedot biaya paling besar. Program ini juga telah dimulai sejak BPJS Kesehatan masih berbentuk PT Askes (Persero).dikutip dari TRIBUNJABAR.CO.ID

Kesehatan merupakan salah satu Pelayanan Dasar, pemeriksaan Kesehatan bagi warga sangat dibutuhkan hal ini dilakukan agar bisa terdeteksi sedini mungkin kaitan penyakit, baik yang menular maupun tidak menular khususnya penyakit kronis pada warga Desa Cenang.

Bidan Desa Cenang Ernawati, A.Md. mengatakan bahwa “ kegiatan pemeriksaan Kesehatan ini dilakukan rutin setiap bulan dengan harapan bisa diketahui sedini mungkin penyakit tidak menular dan kronis seperti Hipertensi, Asam urat, Kolesterol, Gula Darah untuk usia 15 – 75 Tahun.” Katanya.  (sucen)

DP3KB Fasilitasi Penguatan Satgas PPA

WhatsApp Image 2018-11-19 at 11.35.05

Brebes (cenang.desabrebes.id) – kegiatan penguatan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) di ikuti 50 peserta, yang tersebar di setiap Desa di Kabupaten Brebes, kegiatan ini dilaksanakan di Aula kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana ( DP3KB) kabupaten Brebes. 19/11/2018

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Rini Pujiastuti membuka acara Penguatan Satgas PPA yang juga mewakili Kepala DP3KB Drs. Mohamad kambali, SH.

Kementrian PPPA bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Darmaji mengatakan bahwa banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Brebes belum bisa ditangani secara maksimal, hal ini dikarenakan lagi banyak kasus di luar Kabupaten Brebes yang sedang di tangani.

saat ini sedang fokus pada kasus Nuril yang sekarang dilimpahkan ke kementrian PPPA, dirinya juga berharap kepada semua Satgas PPA Kabupaten Brebes, agar dalam melakukan penjangkauan pada tindak kekerasan pada perempuan dan anak sesuai dengan SOP yang ada, harapnya

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu “TIARA” Dra. Hj. Aqilatul Munawaroh, menyampaikan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan oleh Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak dalam melakukan Penjangkauan terhadap korban kekerasan.

” Selaku Satgas juga bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang apa itu tindak kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yaitu diantaranya kekerasan Fisik, Psikis, Seksual dan Penelantaran ” tambahnya.

Ketua Satgas PPA Nasional, Samsul berharap agar ” setiap satgas bisa melakukan inovasi inovasi sendiri dalam melakukan tugas di masyarakat, dalam melakukan pencegahan dan penjangkauan terhadap korban kekerasan pada Perempuan dan Anak, ” harapnya.

Ketua Satgas PPA Kabupaten Brebes, Kuntoro Tayubi, menyarankan bahwa agar ” setiap Satgas PPA dalam menerima laporan dari masyarakat mengenai tindak kekerasan harus sigap, termasuk melakukan identifikasi terhadap korban, dengan harapan agar kejadian yang di laporkan jelas dan dengan fakta fakta yang ada ” jelasnya.Senin,19/11/2018 ( sahirman).

Toidin kembali membawa Hikmah

sosial
Brebes (desacenang.id) Kami menjalankan tugas dan kewajiban di Dinas Sosial tidak mengharapkan imbalan apapun terkait tugas kami, kami sudah digaji Negara dan itu amanah.

Demikian pegawai Dinsos Kabupaten Brebes Djadi mengatakan disela-sela tugasnya saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Brebes.

Sementara itu Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono mewakili keluarga Janatin orang tua yang kehilangan anak sejak tanggal 25 oktober 2018 mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang terkait, terutama Dinas Sosial Kota Surabaya dan Dinas Sosial Kabupaten Brebes bahwa Toidin sudah kembali bersama keluarganya.

Lanjut Djadi “ kami juga siap memfasilitasi apabila ada warga yang gila, stres untuk diobati jika ada silahkan laporkan ke kami. Juga barangkali banyak anak muda yang usia 18 s/d 30 tahun ingin punya keahlian khusus Dinas Sosial Kabupaten Brebes siap memfasilitasi untuk melatih anak muda tersebut, akan kami bawa ke ungaran semarang guna mengikuti pelatihan selama 6 bulan serta mendapatkan uang jajan selama pelatihan “ lanjutnya. (sucen)

Konsolidasi Forum Silaturahmi PPDI

12

Sitanggal – jelang Pemilu 2019 rupanya manuver politik dari berbagai Partai sudah begitu menggeliat, itu dibuktikan bahwa Forum Silaturahmi Persatuan Perangkat Desa Indonesia merapatkan barisan bertemu salah satu calon Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Paramita Widya Kusuma, SE adalah anak dari mantan Bupati Brebes H. Indra Kusuma, di Rumah Makan Mak Gomblang Sitanggal Jum’at, (16/11)

Dalam pertemuan itu disampaikan keinginan dan dan harapan PPDI, yang paling penting adalah bagaimana ketika harapan dan keinginan Perangkat Desa secara bertahap diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (ASN) sebutan sekarang, jika Paramita terpilih. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Brebes Khamim.

Lanjut Khamim beberapa permintaan terkait keberlangsungan Organisasi PPDI dan masa depan Perangkat Desa Indonesia khususnya Kabupaten Brebes. Lanjutnya

Sementara itu demi menjawab aspirasi dari PPDI Mantan Bupati Brebes H. Indra Kusuma mengatakan ” bahwa jika kita punya orang atau wakil di pusat itu orang sendiri, maka sudah otomatis segala sesuatunya akan lebih mudah ” katanya.(sucen)

Penyuluhan Kesehatan dan Bahaya Pelecehan Seksual

WhatsApp Image 2018-11-10 at 11.34.15
Cenang, (desacenang.id)- Dinas Kesehatan Puskesmas Jatirokeh mengadakan Penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Tablet Tambah Darah di MTs. Riyadlotul ‘Uqul Cenang. Tujuan kegiatan ini supaya murid-murid yang beranjak remaja ini memahami betul tentang kesehatannya sendiri dan sasaran kegiatan ini adalah remaja putri, Sabtu(10/11).
Pada awalnya murid-murid merasa cemas melihat kedatangan petugas puskesmas, karena mereka takut disuntik. Namun, setelah dijelaskan merekapun merasa tenang dan memperhatikan dengan seksama.
Petugas puskesmas Emeliya Contesa menjelaskan bahayanya pelecehan seksual yang marak terjadi.
“Apabila ada yang melakukan pelecehan seksual terhadap kalian, jangan takut untuk melaporkannya ke orang tua, guru, dokter, polisi, teman ataupun orang terdekat lainya. Jangan diam saja, kalau kalian diam pelaku pelecahan merasa senang dan akan mengulanginya kembali. Tubuh ini hak milik kita dan kitalah orang pertama yang harus menjaganya,” Jelas Emeliya.
Adapun jenis pelecehan seksual yang sering terjadi antara lain memegang area dada, pantat, kemaluan, dan mulut. Pelecehan seksual merupakan tindak kejahatan, jadi pelakunya bisa mendapat hukuman. Yang terpenting jaga diri dan jangan takut untuk melapor.
Selain itu Emeliya juga membagikan tablet penambah darah gratis. Tablet ini berfungsi mencegah penyakit anemia dan menjaga kesehatan organ reproduksi.
Perwakilan murid Astin Windari (14th) mengaku senang adanya penyuluhan ini, meskipun awalnya dia merasa takut kalau dirinya akan disuntik.
“Saya senang dapat obat tambah darah gratis, tidak perlu beli. Dan harus hati-hati atas tindakan kejahatan pelecehan seksual,” tutur Astin. (JN)

Semangat Pahlawan di Dadaku

Songgom – Pahlawan (Sanskerta: phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (Phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama) adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Kantor Kecamatan Songgom meperingati Hari Pahlawan dengan melaksanakan Upacara Bendera,  dalam sambutannya Camat Songgom Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si. membacakan pidato Menteri Sosial Repulik Indonesia.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rakhmat dan karuniaNya bangsa Indonesia pada hari ini memperingati Hari Pahlawan Tahun 2018.

Setiap tahun pada tanggal 10 Nopember, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam yang merupakan perang fisik setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaanya.

Di bulan Nopember ingatan kolektif bangsa akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrim para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Para Syuhada bangsa tersebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri kokoh sampai saat ini dan untuk selamanya.

Saudara sebangsa dan setanah air.

Proses peringatan Hari Pahlawan khususnya Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih serta mengheningkan cipta secara serentak selama 60 detik seperti yang saat ini kita lakukan, juga dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air, bahkan di Perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar negeri. Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta Tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan haru menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Tema Hari Pahlawan tahun 2018 adalah: “Semangat Pahlawan di Dadaku” mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat beriniatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Hadirin Sekalian

Peringatan Hari Pahlawan, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan intropeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir/berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis. Oleh karenanya peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan. Mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini antara lain kemiskinan. Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadikan inspirasi rakyatlndonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

Hadirin yang berbahagia

Setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini.

Tedebih lagi dibutuhkan sosok pemuda lndonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan

 dan keterampilan di bidangnya, Sadar bahwa negerinya memilki beragam agama, suku, adat istiadat namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia. Bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karater lokalyang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial.

Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0.

Pada akhirnya melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari

6 yang dapat kita lakukan, mulai dari lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.

Selamat Hari Pahlawan Tahun 2018, kobarkan terus semangat pahlawan di dada, torehkan prestasi yang membawa harum nama bangsa dan negara. Jaga selalu persatuan dan kesatuan dalam jalinan toleransi dan kesetiakawanan sosial.

Semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita dan seterusnya. Sabtu, (10/11/2018). (sucen)

Profil Desa

Desa Cenang, kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, provinsi Jawa Tengah merupakan satu  dari 10 desa di kecamatan Songgom yang mempunyai jarak 24 km dari kota kabupaten. Secara geografis Desa Cenang sendiri terletak di perbatasan dengan:

Sebelah Utara            : Desa Wanatawang
Sebelah Timur           : Desa Jatirokeh
Sebelah Selatan         : Desa Gegerkunci
Cébela Barat               : Kec. Larangan

Desa Cenang terdiri dari 3 dusun 9 RW dan 37 RT dengan luas 326 Ha, dengan potensi perangkatnya terdiri dari Seorang Kepala Desa (Kades), satu orang Sekretaris Desa (Sekdes), lima orang kaur dan dua Kepala Dusun (Kadus) mempunyai jumlah penduduk 8628 orang yang terdiri dari 4359 orang laki-laki dan 4269 orang perempuan, dan dengan jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) berjumlah 871  RTM.

Berkaitan dengan proses fasilitasi pembuatan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Cenang merupakan kebutuhan yang mendesak terutama proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatit dan demokratis. Sehingga dokumen RPJM-Desa tersebut mendapat dukungan dan legalitas dari semua unsur masyarakat.

Kondisi Desa

Letak topografis tanahnya datar, dengan lahan sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk lahan pertanian, perkebunan dan perikanan sehingga sebagian besar masyarakat desa adalah petani dan petani penggarap.

Sejarah Desa

Pada zaman dahulu kala hiduplah keluarga kecil sederhana yang kehidupannya tidak menentu, mereka hidup dipinggiran sungai kluwut yang sampai sekarang masih jadi saksi hiruk pikuk pada masa itu sayangnya sungai tersebut tidak bisa menerangkan apa yang terjadi kala itu. Konon pada saat itu ada sebuah keluarga yang hidup di pinggiran sungai ketika itu lahirlah bayi yang cemenang cenang atau si jabang yang baru lahir yang begitu kemerah merahan maka sejak saat itu desa ini di namakan Desa Cenang.

Keadaan Sosial

Mayoritas mata pencaharian Penduduk desa adalah petani perantauan dan buruh tani. Hal ini disebabkan karena sudah turun temurun sejak dahulu bahwa masyarakat adalah  petani dan perantau. Ini disebabkan karena minimnya pendidikan dan keahlianya lain yang pada akhirnya tidak punya pilihan lain selain petani dan merantau ke kota besar untuk berdagang dan bekerja.

Pembagian wilayah desa

Desa Cenang terbagi atas 3 Wilayah Pedukuhan yaitu Dusun Cenang, Dusun Wijahan dan Dusun Tegallurung. Diantaranya 3 RW dan 12 RT ada di Pedukuhan Cenang, 5 RW dan 21 RT di Pedukuhan Wijahan dan 1 RW 4 RT ada di Pedukuhan Tegallurung.

jumlah KK miskin mendomoinasi yaitu 35%, KK prasejahtera 20%, KK sejahtera 15%, dan KK kaya 10%, KK sejahtera menengah 20%. Oleh karena itulah maka desa cenang merupakan desa yang penduduknya berpenghasilan rendah.

Perekonomian Desa

Perekonomian Desa Cenang hanya mengandalkan dari hasil panen belum pada bentuk investasi dari luar yang masuk ke Desa Cenang. Sumber penerimaan desa hanya berupa dana alokasi pembangunan desa atau ADD.

  1. investasi, pajak dan retribusi Desa maupun daerah,
  2. pinjaman desa, dana perimbangan,
  3. tabungan pemerintah desa,
  4. sumber penerimaan desa lainnya, termasuk tingkat pelayanan Pemerintah Desa bidang ekonomi berikut kebijakan pengembangan ekonomi Desa, dan indikator pembangunan desa  bidang ekonomi);

Sosial Budaya Desa

Social budaya desa pada dasarnya tingkat social warga Desa Cenang masih terbangun. Dengan adanya kegiatan-kegiat-kegiatan keagamaan dalam peringatan-peringatan hari besar keagamaan, kesenian oleh warga Desa Cenang juga kegiatan lain semacam olah raga dengan menggunakan sarana olah raga seadanya.

Visi dan Misi

Rumusan visi dan misi digali berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat dalam penggalian gagasan dan potensi-potensi yang dominan yang dimiliki oleh desa. Berdasarkan hal tersebut kemudian dirumuskan tentang visi desa kedepan. Sehingga rumusan visi harus sejalan dengan ciri-ciri khas atau unik masyarakat ke depan. Rumusan visi tersebut perlu dirumuskan ke dalam misi capaian program yang akan dilaksanakan diantara masyarakat desa.

Visi
Visi Desa Cenang adalah:
“ Meningkatkan Pelayanan dan Perbaikan Administrasi secara menyeluruh”

Misi
Misi Desa Cenang Adalah:

  1. Peningkatan Pelayanan dibidang administrasi.
  2. Melaksanakan Program Pemerintah Daerah dan Pusat dengan baik.
  3. Meningkatkan produksi pertanian
  4. Meningkatkan Sumber Daya Manusia disegala bidang
  5. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat
  6. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Transportasi
  7. Meningkatkan Pendidikan Agama
  8. Meningkatkan Sarana Ibadah.

Profil Desa sebagai Instrumen SID

                  Songgom-kali ini giliran Kantor kecamatan Songgom Kabupaten Brebes menjadi tempat Bimbingan Teknis dan Update data Profil Desa dihadiri 2 Kecamatan yaitu Songgom dan Kecamatan Larangan. Rabu,(07/11).

Dalam sambutannya Camat Songgom Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si mengatakan bahwa data merupakan objek vital dalam perencanaan Pembangunan ke depan, untuk itu dalam pengisian profil desa diharapkan bisa valid dan mewakili keadaan desa yang sebenarnya. Kaitan dengan Beras Miskin (Raskin) yang sekarang berganti istilah Beras sejahtera (Rastra) pada bulan Oktober tidak lagi didistribusikan dalam bentuk beras melainkan dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berbentuk kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang mana Rumah Tangga Sasaran (RTS) akan menerima bantuan senilai Rp.110.000/bulan, uang tersebut wajib hukumnya untuk membeli beras bukan yang lain dan sudah tersedia 7 Agen se Kecamatan Songgom yang akan melayani para penerima bantuan. Katanya.

Nah kaitan dengan data sebelum kartu itu didistribusikan maka desa bisa memverifikasi data Miskin Desa dimana diharapkan yang menerima bantuan adalah orang yang benar-benar layak mendapatkan. lanjut, Mochamad Sodiq.

Kemudian materi Bintek Profil Desa dipandu Narasumber dari Sekretaris Desa Cenang Sugeng Mulyono dan Evaluasi Desa oleh Kadus Jatimakmur Ramedon.

Sebelum Bintek cara update data pada aplikasi Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) dimulai  Sugeng Mulyono menyampaikan Road Map Brebes Single Data yang mana ini berkaitan dengan Sistem Informasi Desa, Profil Desa merupakan salah satu instrumen Sistem Informasi Desa (SID) bahwa tahun 2018 merupakan implementasi dari perencanaan SID tahun sebelumnya maka sudah tidak disarankan dana yang ada untuk membeli sarana dan prasarana melainkan untuk pelatihan dan pembentukan Forum Data, dan untuk Tahun 2019 plot anggaran SID difokuskan untuk Pendataan, Pembuatan Peta Digital Desa serta pemantapan Forum Data tingkat kabupaten menuju Brebes Single Data Tahun 2020.

Adapun skema Perencanaan SID Tahun 2019

  1. Pembentukan Forum Data
  2. Verifikasi dan Validasi Penduduk Fakir Miskin
  3. Bintek Mandiri
  4. Pendataan dengan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM)
  • (sucen)

Sambutan Kepala Desa Cenang

Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan inayah kepada kita semua, sehingga kita dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat dan rasa tanggungjawab.
Selamat Datang di “Website Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes “, melalui website ini kami berupaya menghadirkan informasi seputar kegiatan dan program pemerintah Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
Website ini kami hadirkan untuk mengikuti perkembangan dunia  Teknologi  Informasi (IT) yang kian pesat. Lahir dari sebuah ide kreatif dan inovatif, serta merupakan sebuah terobosan kami untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat luas.
Kami berupaya agar informasi tentang Desa Cenang menjadi lebih terbuka dan interaktif. Profil desa, kegiatan dan program desa serta jenis dan prosedur pelayanan dapat diakses oleh masyarakat secara langsung dan cepat.
Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan, dukungan dan kontribusi, baik berupa tenaga, pemikiran dan dorongan semangat, hingga Website ini dapat terealisasi.
Semoga dengan adanya Website Desa Cenang ini dapat bermanfaat dan menjadi salah satu upaya peningkatan pelayanan desa. Namun disadari bahwa upaya kami ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu  kritik, saran, dan masukan yang konstruktif, kreatif dan inovatif sangat kami nantikan demi penyempurnaan website ini.

Wassalamu ‘alaikum wr wb
Kepala Desa CenangKecamatan Songgom – Brebes

ttd

Imam Rifai