Brebes Berhias, Cenang Berkarakter

Pemerintah Desa Cenang Fasilitasi Penyerahan Sertifikat

Cenang (cenang.desabrebes.id) Program Pendataan Tanah Sistim Lengkap ( PTSL) yang di luncurkan Badan Pertanahan Nasional ( BPN) pada bulan Februari 2018 untuk Desa Cenang sebanyak 300. dari target 300 Sertifikat yang di ajukan baru terealisasi 292 Sertifikat, kegiatan penyerahan Sertifikat ini dilaksanakan di Balai Desa Cenang, Rabu, 27/2/2019

Kepala Desa Cenang, Imam Rifai menyampaikan, bahwa kekurangan 8 Sertifikat yang tertunda dikarenakan kekurangan persyaratan.

“Imam Rifai juga mengatakan bahwa kekurangan yang 8 Sertifikat akan terealisasi apabila persyaratanya segera terpenuhi” katanya

“Penerima manfaat Sertifikat PTSL usman umur 68 Tahun warga Dukuh Cenang Rt 01 Rw 01 sangat berterima kasih atas Program Pemerintah dalam pembuatan Sertifikat gratis melalui Desa Cenang” ujarnya

Ketua BPD desa Cenang Suratno mengapresiasi Program Sertifikat gratis yang di Fasilitasi Pemerintah Desa Cenang, harapanya program tersebut ada keberlanjutan agar keabsahan tanah di desa cenang bisa teratasi dan meminimalisir persengketaan tanah.Rabu, 27/2/2019 (shrmn)

Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Selain di kalangan masyarakat, baik antarkeluarga, tak jarang sengketa lahan juga terjadi antarpemangku kepentingan (pengusaha, BUMN dan pemerintah). Hal itu membuktikan pentingnya sertipikat tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

Lambannya proses pembuatan sertipikat tanah selama ini menjadi pokok perhatian pemerintah. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Metode PTSL ini merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat: sandang, pangan, dan papan. Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018.

PTSL yang populer dengan istilah sertipikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Selain itu nantinya masyarakat yang telah mendapatkan sertipkat dapat menjadikan  sertipikat tesebut sebagai modal pendampingan usaha yang berdaya dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan hidupnya.

Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Djalil berharap program PTSL dapat mewujudnyatakan pembangunan yang rata bagi Indonesia. “PTSL ini akan mempermudahkan pemerintah daerah untuk melakukan penataan kota. Kami juga memastikan penerima sertipikat tepat sasaran, yakni para nelayan dan petani serta masyarakat lainnya agar mereka dapat memulai peningkatan kualitas hidup yang lebih baik,” tutur Sofyan.

Menilik kembali ke 2017, Kementerian ATR/BPN berhasil melakukan pengukuran tanah masyarakat sebanyak 5.2 juta bidang tanah atau melebihi target 5 juta yang diberikan. Pencapaian tersebut diraih berkat kerja sama yang baik antar Kementerian, inovasi pelayanan dan teknologi, serta pelibatan dan partisipasi masif oleh masyarakat.

Saat ini dari 126 juta bidang tanah di Indonesia, sebanyak 51 juta bidang tanah telah terdaftar. 79 juta bidang tanah sisanya menjadi target kegiatan pendaftaran tanah, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Tahun 2018 ini, Pemerintahan Jokowi-JK melalui Kabinet Kerja akan fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia. Untuk itu Kementerian ATR/BPN memastikan penggunaan tenaga juru ukur, petugas PTSL yang berkualitas dan berkompeten untuk melaksanakan Program PTSL, mulai dari penyuluhan, pendataan, pengukuran, Sidang Panitia A, Pengumuman dan pengesahan, serta penerbitan sertipikat. Kementerian ATR/BPN juga memastikan seluruh proses tersebut dilakukan secara mudah, transparan, dan efisien.

Sebagai gambaran, jika menggunakan metode pendaftaran tanah sporadis, maka maksimum pencapaian target per tahun adalah hanya 1 juta bidang tanah, yang artinya untuk menyelesaikan 79 juta bidang diperlukan waktu 79 tahun. Sementara melalui PTSL, target pendaftaran 79 juta bidang tanah itu dapat diselesaikan pada tahun 2025. dikutip dari www.kominfo.go.id

Bagikan ke :

Suara Warga Cenang

Klik untuk bergabung group whatshapp warga desa Cenang

Klik disini

Gabung

Alamat

Jl. Raya Wijahan Cenang Kecamatan Songgom - Brebes, Kode Pos 52266

Peta Lokasi

Desa Cenang © 2018