30 Anak GKB dapat Bantuan Alat Sekolah

Cenang (cenang.desabrebes.id) 30 Anak Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Desa Cenang mendapatkan bantuan Perlengkapan sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Cenang Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ini, disampaikan oleh Pemerintah Desa Cenang bersama Forum Masyarakat Peduli Pendidikan ( FMPP) desa Cenang, meliputi 15 Anak Sekolah Dasar (SD), 10 Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 5 Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). masing masing anak mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah dengan total nilai total 29 jt Rupiah,dengan rincian masing masing Anak: 15 Anak SD senilai 800 rb, 10 Anak SLTP senilai 1 jt dan Anak SLTA senilai 1,4 jt, bantuan tersebut bersumber dari Dana Desa tahun 2019. Kamis, 22/08/2019

Kepala Desa Cenang Imam Rifa’i mengajak kepada seluruh Tokoh Masyarakat, Relawan dan Pegiat FMPP serta orang tua wali murid GKB, untuk bekerja sama dan saling membantu menginformasikan bilamana ada anak putus sekolah, maka segera melaporkan untuk di datangi agar anak tersebut sekolah kembali.

“Pemerintah Desa Cenang dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) akan bekerja keras untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) dari Target 230 Anak, dan sekarang baru dikembalikan sebanyak 124 anak, sehingga Sumber Daya Manusia di Desa Cenang bisa naik.”imbuhnya.

Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Desa Cenang, Moh. Fahruroji mengapresiasi langkah yang di ambil Pemerintah Desa Cenang dengan menganggarkan melalui Dana Desa tersebut.sehingga, anak anak yang putus sekolah yang kategori tidak mampu lebih bersemangat bersekaolah kembali.

Ari Pujiono anak GKB yang Patah kaki dan baru di operasi karena terjangkit pengapuran pada tulangnya merasa senang karena tahun ini bisa melanjutkan sekolahnya ke SMK, dan dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cenang yang sudah memberikan motivasi sehingga bisa mantap bersekolah kembali meskipun kakinya di topang oleh penyangga. Kamis, 22/08/2019.(saher)

HUT RI Motivasi Kreatifitas Warga

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Bakat dan kreatifitas seseorang biasanya melekat bawaan sejak lahir, namun bakat dan kreatifitas saja belum cukup untuk memvisualisasikan suatu ide. butuh jam terbang dan latihan terus menerus agar bakat makin terasah.

itu dibuktikan oleh Slamet Jenggot Warga Desa Cenang RT.03 RW.02 Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ditangannya bahan limbah kertas karton dan plastik bisa disulap menjadi berbagai bentuk hewan ada kuda, itik, singa dan burok kuda bersayap dengan kepala manusia. dan karyanya berhasil memikat perhatian warga ketika semua hasil kerja kerasnya ditampilkan saat karnaval tingkat dusun seusai upacara bendera di halaman SD Negeri Gegerkunci 02. Sabtu, (17/08/2019).

” butuh konsentrasi dan fokus untuk membuat semua ini, ini saya dan kawan-kawan kerjakan saat semua orang sudah tidur. tengah malam mulai saya kerjakan hingga subuh karna hanya saat itu saya punya waktu.” kata slamet saat dikonfirmasi saat rapat kerja panitia HUT – RI 74.

Lanjut Slamet matrial bukan hal sulit untuk dicari tapi kami butuh konsumsi yang tidak sedikit agar pengerjaan replika hewan – hewan ini bisa maksimal makanya saya kadang harus nomboki dulu demi karya ini. lanjutnya.

semua hasil karya ini akan ditampilkan saat karnaval baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke 74. (sucen)

 

Mengenal Lebih dekat Pasukan Paskibra Upacara

Cenang, (cenang.desabrebes.id) – Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dari ibukota Negara Jakarta sampai ke pelosok desa. Tidak mau ketinggalan Desa Cenang Kecamatan Songgompun menggelar upacara di lapangan desa.

Turut hadir anak PAUD HARUM,TK PERTIWI,SD Cenang 1 dan 2, SD Ma’arif,MTs Riyadlotul ‘Uqul,Perangkat Desa,Ketua RT/RW, serta Tokoh masyarakat ,Sabtu(17/19).

Peristiwa yang banyak ditunggu adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Seperti biasa Pasukan Pengibar Bendera berasal dari siswa siswi MTs. Riyadlotul ‘Uqul Cenang. Bahkan demi tugas ini Pasukan diseleksi dan digembleng sebelum masuk tahun ajaran baru.

“Pasukan dipilih dan dilatih setiap hari selama 2 minggu supaya kompak dan teratur. Mereka dilatih dari peraturan baris berbaris dasar,”terang pelatih Wailal Fauzi .

Lanjut Wailal, jumlah anggota paskibra adalah 27 personil dari peserta didik kelas 7 sampai kelas 9, terdiri 19 perempuan dan 8 laki-laki. Tidak mudah melatih dan mengatur pasukan dengan jumlah tersebut butuh kesabaran dan kedisiplinan yang tinggi.

“Kendalanya adalah terkadang anggota tidak berangkat semua serta kurangnya komunikasi antara panitia upacara desa dengan pihak sekolah,”imbuh Wailal.

Bagi peserta didik kelas 7 inilah pengalaman pertama menjadi paskibra.Yusuf(14) mengatakan merasa gugup karena baru pertama kali menjadi paskibra dan ditonton banyak orang.

“Rasanya senang juga takut salah dan mengecewakan. Tapi bahagia benget karena acara berjalan lancar dan bangga pada diri sendiri,”kata Yusuf.